NovelToon NovelToon
Elang Dan Merpati

Elang Dan Merpati

Status: tamat
Genre:Romantis / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:505.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Pa'tam

"Perhatian!"
Agar tidak bingung dengan cerita ini, baca dulu cerita "Cinta Sembunyi-sembunyi dengan bos"

Elang dan Merpati adalah sepasang anak kembar berbeda karakter. Elang seorang pria dingin dan cuek sama lawan jenis. Bahkan hingga saat ini pun belum memiliki pacar.
Sementara Merpati, seorang gadis bar bar, namun juga sulit untuk mendapatkan cintanya. Meskipun gampang bergaul dengan lawan jenis tapi sangat sulit untuk didekati.
Namun pada suatu hari mereka jatuh cinta pada seorang gadis dan seorang pria.
Siapakah yang bisa meluluhkan hatinya? penasaran? ikuti yuk kisahnya dan baca jika berkenan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

Olivia menangis saat di interogasi, ia selalu menyangkal dan mengatakan jika ia difitnah.

Namun polisi sudah mengantongi bukti dari pengakuan pria yang tertangkap sebelumnya.

"Apa Bapak yakin jika putri saya pelakunya?" tanya Anton.

Komandan polisi tersenyum. "Tuan meragukan kinerja kami?"

Anton pun bungkam, apalagi saat melihat bukti rekaman cctv dan pengakuan dari dua pria bayaran Olivia.

Ditambah lagi bukti transfer yang tidak sedikit jumlahnya. Dari situ sudah bisa membuktikan jika Olivia adalah otak dari semuanya.

"Selamat sore Pak," ucap Alvaro yang baru datang bersama Abbey dan Merpati. Kemudian disusul oleh Elang dan Marvel juga Darrel.

"Sore Tuan Al," jawab komandan polisi. Kemudian merekapun berjabat tangan.

Tina memperhatikan Abbey yang menggandeng tangan Alvaro. Kemudian berpindah pada Elang dan Merpati.

Tanpa bertanya pun orang sudah pasti tahu jika keduanya adalah saudara kembar. Karena mereka memang mirip.

Hanya beda jenis kelaminnya saja, jika Elang diberi Wig mungkin akan semakin sulit untuk dibedakan.

"Ternyata kamu lagi, apa masih belum kapok juga?" tanya Alvaro pada Olivia.

Olivia hanya tertunduk, karena ia sangat mengenal Alvaro. Meskipun baru sekali bertemu waktu itu.

"Bagaimana Tuan Al?" tanya komandan polisi.

"Biar dihukum sesuai dengan hukum di negara ini, Pak. Apalagi itu sudah tindak kriminal, dengan membahayakan nyawa orang lain," jawab Alvaro.

"Tuan Al, tidak bisakah tuntutan nya di tarik saja, suami saya akan bayar berapa pun," ucap Tina yang tidak ingin putri nya masuk penjara.

"Bisa, tapi saya ada dua syarat," kata Alvaro tanpa ekspresi.

"Apa?" tanya Anton dan Tina bersamaan.

"Pertama, tandatangani surat pengalihan semua aset yang Tuan Anton miliki, dan syarat kedua, saya mau putri anda mengemudikan mobil dengan rem yang sudah dirusak. Bagaimana? Jika setuju, maka tuntutan akan saya cabut."

Keduanya tercengang, syarat yang di berikan lebih berat dari hukuman yang diterima. Sementara Olivia sudah terlihat pucat mendengar syarat tersebut.

Apalagi saat mendengar mengendarai mobil tanpa rem. Tidak dapat dibayangkan jika itu terjadi.

"Pak Anton boleh pilih salah satu dari syarat tersebut. Syarat yang pertama atau yang kedua," ucap Alvaro.

Komandan polisi hanya tersenyum, karena syarat yang diajukan tidak ada yang enak. Itu adalah pilihan yang sangat sulit.

"Pak, apa tidak ada keringanan bagi anak saya?" tanya Tina pada komandan polisi.

"Kesalahan putri Nyonya termasuk kesalahan besar, dan berencana melenyapkan nyawa seseorang," jawab komandan polisi.

Anton sudah pasrah, tentu ia tidak akan menyetujui syarat yang diberikan oleh Alvaro padanya.

"Mengapa kamu tidak berpikir sebelum bertindak?" tanya Anton pada putrinya.

"Maafkan aku Pa, aku benar-benar khilaf, aku janji tidak akan mengulangi nya lagi," ucap Olivia sambil menangis.

"Aku tidak tahu apa salahku padamu, tiba-tiba kamu meminta aku menjauhi Hansen, padahal aku sama sekali tidak kenal dengan orang yang bernama Hansen," ucap Merpati yang sejak tadi diam.

"Bohong, aku melihat dengan mataku sendiri, kamu merangkul dan memeluknya. Kamu bilang tidak kenal!" Olivia menatap tajam kearah Merpati.

"Waktu itu, karena aku mengira dia adalah paman kecil," jawab Merpati.

"Sudah ku bilang jangan panggil paman kecil," bisik Marvel.

Mereka kembali berdiskusi, Anton masih ngotot minta keringanan pada polisi. Akhirnya polisi memutuskan bahwa Olivia akan di hukum penjara selama setahun.

Karena melihat kondisi Merpati tidak terlalu parah dan terlihat baik-baik saja, akhirnya polisi memutuskan seperti itu.

Alvaro dan keluarganya pun pamit, sedangkan Anton dan istrinya masih menunggu Olivia. Tina tidak henti-hentinya menangis.

Ia tidak tega melihat putrinya di penjara, sedangkan Olivia tidak bisa untuk di jamin. Rencananya jika Olivia bisa di jamin, Tina dan Anton akan membawanya keluar negeri.

"Terlalu ringan jika hukuman nya cuma penjara setahun," kata Abbey.

Alvaro menoleh. "Biarkan saja, nanti juga akan di bawa keluar negeri anak mereka."

"Kok hubby tahu?"

"Coba pikir, mana mungkin mereka menyuruh anak mereka tinggal disini setelah dipenjara? Sudah pasti mereka akan malu."

Abbey manggut-manggut, apa yang dikatakan oleh suaminya ada benarnya. Dengan begitu tidak ada lagi yang akan mencelakai putrinya.

Akhirnya merekapun tiba di mansion, Ardina langsung bertanya tentang Olivia, Ardina juga berharap Olivia mendapatkan hukuman yang setimpal.

"Hanya setahun?" tanya Ardina.

Alvaro dan Abbey mengangguk serentak, Ardina berharap hukumannya paling cepat 5 tahun.

"Tapi tidak apa lah, mudah-mudahan anak itu bisa merenungkan dirinya didalam penjara," kata Ardina.

Didalam kamar ...

"Kamu sudah sembuh, Dek?" tanya Elang.

"Sudah, besok aku sudah bisa masuk kuliah lagi," jawab Merpati.

"Hmmm, kayanya ada yang kangen kamu, Dek," kata Elang.

Merpati mengerutkan keningnya. "Siapa?"

"Kulkas 10 pintu." Elang tidak sadar jika dirinya juga dingin, apalagi dengan yang namanya perempuan.

"Cowok itu? Gak deh, bisa-bisa aku mati membeku jika dekat dengannya. Tampan juga enggak."

Elang hanya mendelik, kemudian keluar dari kamar adiknya itu. Elang ingin mandi terlebih dahulu, sudah hampir seharian ini ia tidak mandi.

Keesokan harinya ...

Merpati berangkat ke kampus bersama Elang, karena motornya belum datang dari bengkel. Rusaknya terlalu parah jadi lama baru selesai di perbaiki.

"Kamu beli baru saja, Dek. Motor itu sudah rusak parah."

Merpati menggeleng, ia benar-benar sayang dengan motornya itu. Biar rusak parah sekalipun ia akan memperbaiki nya.

Tiba di kampus, Hansen hanya memperhatikan dari kejauhan. Ingin mendekat, tapi ragu dan juga gengsi.

Namun ia senang karena Merpati sudah masuk kuliah lagi. Meskipun mereka bukan satu jurusan.

Dan Hansen hanya tinggal setahun lagi akan tamat. Setelah itu ia akan mengelola restoran miliknya.

Baru masuk, Merpati sudah dihampiri oleh Rosa, Vivian dan Helen. Merpati mengernyitkan dahinya.

"Kalian, bukannya kalian temannya Oliv ya?" tanya Merpati.

"Dulu iya, sekarang tidak, kami sudah memutuskan persahabatan dengannya. Kami hanya ingin meminta maaf kepadamu," jawab Rosa.

"Hahaha ... kalian kesambet ya, padahal aku belum nonjok kalian satu-satu, sekarang malah ingin minta maaf," ucap Merpati.

"Kami serius ingin meminta maaf, jika kamu tidak ingin memaafkan kami, juga gak apa-apa," ucap Rosa.

"Oke, aku maafkan kalian," ujar Merpati. Kemudian berlalu dari situ.

Merpati pun masuk kedalam kelas menyusul Elang dan yang lainnya. Tidak berapa lama dosen pun masuk.

Ia mengatakan jika hari ini tidak ada kelas, karena dosen yang biasa mengajar masuk ke RS karena kecelakaan.

Ada yang bersorak senang, ada juga yang prihatin. Karena dosen tersebut terbilang kasar. Jadi mereka menyebut nya dosen killer.

"Walaupun dosen itu galak, kita tidak semestinya bergembira diatas penderitaan nya," ucap Merpati pada mereka yang terlihat senang.

Mereka kemudian bungkam, karena perkataan Merpati tepat mengenai jantung mereka.

1
Anita Juwita
/Good/
yudi yudistira
kenapa saat memakai kan cincin blgnya menyarungkan sih kaya mau tinju aja bukan memasang kan cincin ke jari
yudi yudistira
orang tua Sunita ko GX ada kabar nya kemana mereka thor
yudi yudistira
kenapa mereka TDK punya anak ladi thor
Yulvita Darnel
suka membaca novel seperti ini, semuanya setia dengan pasangan masing-masing, tidak ada pelakor yang diberi panggung.
Atze Atze
jijik banget wanita kaya levia...makan tuh cinta...gue aja cewek ogah cinta banget sama cowok...rugi...makan tuh cinta...wuek..wuek..wuek...
Karo Karo
🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻
Priskha
aq sdh baca semua karyamu thor 😇😇😇😇😇
Priskha
ya emaknya lah, dulu emaknya kan juga pembalap 🤣🤣🤣🤣
Priskha
aq hadir thor 👋👋👋👋
Reni Setia
makasih untuk karya novelnya ya
Sativa Kyu
👍👍
irma hidayat
cerita yg bagus
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Lili
selamat ya thor..... semangat terus
Isabela Devi
💪💪💪💪💪💪
Isabela Devi
kenapa gugup pak
🇦 🇵 🇷 🇾👎
alhmdllh tamat
Aghitsna Agis
alhamdullilah apa nanti ada cerita barunya tentang anak2 elang dan hansen atau cerita lainnya
vania larasati: cerita keluarga henderson z kak, anak nya carlos😊
total 2 replies
Aghitsna Agis
thor lanaung up kg dong ditunggu jgn sampai lama banget ke upnya
Aghitsna Agis
selama hansen dan merpati udah melahirkan kembar sepasang semoga jd anak yg soleh dan solehah menjadi kebanggan ortu dan sehat selalu debay dan ibunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!