NovelToon NovelToon
JANGAN AMBIL ANAKKU

JANGAN AMBIL ANAKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Hamil di luar nikah / Fantasi Wanita / Single Mom / Pernikahan Kilat / Cintapertama
Popularitas:45.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anita Jenius

Berawal dari kesalahan Mike dan Sandra yang menyebabkan Sandra harus hamil di luar nikah. Mike pun di usir dari rumah. Lalu Mike membawa Sandra kabur dari rumah orang tua Sandra dan menikah tanpa restu orangtua. Lalu papa Mike berusaha membuat hidup mereka menderita agar Mike meninggalkan Sandra dan balik padanya.
Suatu saat Sandra kontraksi. Tak satu pun warga mau menolong mereka. Mike hanya menemukan gerobak dan membawa Sandra dalam kondisi hujan ke rumah sakit. Mike meminta tolong pada pihak rumah sakit untuk menolong Sandra dengan kekuatan terakhirnya lalu Mike pun pingsan. Lalu keduanya langsung di tangani. Mike pun meninggal. Sandra melahirkan bayi laki-laki yang lucu.
Mengetahui anaknya meninggal, Pak Anwar pun mengambil mayatnya Mike beserta anak mereka. Sandra yang masih lemah tidak dapat mengejar Pak Anwar dan terjatuh.
“Jangan Ambil Anakku” Ucap Sandra saat dia terjatuh .
Bagaimanakah nasib Sandra dan anaknya? Apakah Sandra masih bisa bertemu dengan anaknya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Jenius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Sandra Di Larang Papanya Keluar Rumah.

Keesokan harinya, Sandra pun bangun dan akan beraktifitas seperti biasanya. Dia mandi dan hendak sarapan di meja makan bersama kedua orangtuanya sebagaimana biasa dilakukan oleh Sandra setiap harinya sebelum pergi kuliah.

“Pagi pa. Pagi ma..!!” Sapa Sandra saat sampai di meja makan dan mencium pipi papa dan mamanya seperti biasa dia lakukan sebelum sarapan.

“Pagi Sandra..!!”Balas bu Mira saat Sandra menyapa dan menciumnya.

“Hmm..” Pak Riko hanya mengangguk saja.

“Duduk Sandra. Kamu sarapan dulu. Mau apa nasi goreng atau roti saja?” Bu Mira menawarkan dengan penuh kasih sayang beberapa menu yang ada di meja tersebut.

“Mau Roti dengan selai coklat saja ma. Sandra lagi nggak kepengen makan. Dari tadi bawaannya mau muntah saja.” Jujur Sandra.

“Ekhemm..!!” Pak Riko berdeham terhadap apa yang dikatakan anaknya tadi.

“Maaf pa. Sandra kelepasan ngomongnya.” Sandra langsung tahu kalau Pak Riko berdeham memperingatkannya agar tidak mengatakan hal-hal kotor saat di meja makan.

“Jangan hanya makan roti. Kamu harus makan nasi. Biar kamu nggak lemas.” Walau nada dan ekspresinya tergolong cuek namun Pak Riko masih menunjukkan perhatiannya pada Sandra.

“Iya pa.” Mau nggak mau Sandra pun mengambil sedikit nasi goreng seafood yang ada di meja makan itu dan memakannya.

“Kamu mau kemana pagi-pagi gini?” Tanya Pak Riko pada Sandra.

“Mau kemana lagi pa. Ya mau kuliah dong.” Jawab Sandra.

“Nggak boleh. Kamu di rumah saja. Habis makan kamu istirahat di kamar saja nggak usah kemana-mana.” Titah Pak Riko.

“Tapi pa..! Sandra ada UTS hari ini. Sandra harus hadir kuliah hari ini kalau nggak nilai Sandra akan jelek pa.” Sandra memelas memohon agar diizinkan ke kampus.

“Nggak. Untuk apa kamu kuliah? Toh bentar lagi kamu juga putus kuliah karena anak yang ada di perut kamu itu. Jadi nggak perlu buang-buang waktu untuk kuliah sekarang.” Pak Riko berkata dengan nada sinis.

“Tapi pa. Sandra kan nggak ada niat mau putus kuliah. Sandra pengen melanjutkan kuliah Sandra sampai selesai.” Ucap Sandra nggak mau mengalah.

“Kuliah? Kamu masih mau kuliah dengan perut buncit gitu? Yang benar saja kamu. Yang ada kamu hanya akan membuat papa dan mama malu. Masak kamu yang belum menikah bisa hamil? Apa kata orang nantinya?” Ucap Pak Riko.

“Tapi kan itu masih lama Pa. Masih dua atau tiga bulan lagi. Sekarang-sekarang ini kan perut Sandra belum kelihatan buncitnya.” Sandra membela diri.

“Ooo jadi tunggu orang tahu dulu kalau kamu hamil baru berhenti kuliah?” Pak Riko menatap ke arah Sandra dengan tatapan dingin penuh amarah.

“Nggak pa. Sandra nggak bermaksud kayak gitu. Sandra juga nggak mau membuat papa dan mama malu karena Sandra.”

“Nggak mau buat malu kok ya hamil di luar nikah. Itukan sama saja dengan melempar kotoran ke wajah mama dan papa. Kamu ngerti nggak sih?” Omel Pak Riko.

“Tapi pa. Mau Sandra kuliah atau nggak kan perut Sandra makin lama juga makin besar. Dan cepat atau lambat kehamilan Sandra akan diketahui oleh semua orang. Trus bedanya dimana pa?” Sandra masih ngeyel dan bersikeras hendak tetap pergi kuliah.

“Setidaknya papa bisa menyembunyikan hal tersebut terlebih dahulu sebelum papa mencari jalan keluar atas masalah kamu atau tunggu Mike membawa orangtuanya ke sini untuk melamar dan menikahi kamu.” Ucap Pak Riko.

“Kalau orangtuanya Mike nggak setuju juga gimana pa?”

“Berarti jalannya hanya satu. Kamu harus menggugurkan kandungan kamu secepatnya. Hanya dengan begitu masalah ini selesai tanpa diketahui oleh banyak orang.”

“Nggak. Nggak mau pa. Aku nggak mau menggugurkan janin ini. Aku takut.”

“Hah?? Takut?? Trus waktu kamu melakukannya kamu nggak takut?” Tanya Pak Riko dengan sinis juga.

“Waktu itu Sandra dan Mike khilaf pa. Kami juga nggak sengaja melakukannya. Kami hanya terbawa suasana.”

“Papa nggak mau tahu apapun alasan kamu. Yang papa tahu, kamu sudah melakukan hal yang tidak pantas dilakukan dan sekarang berakibat kamu hamil di luar nikah dan membuat papa dan mama malu.” Pak Riko pun melemparkan sendok garpunya yang dia pakai tadi ke atas piring dan menghentikan makannya. Mata Pak Riko pun menatap dengan marah ke arah Sandra.

Bu Mira pun menarik nafas dan menghentikan makannya karena sudah tidak selera lagi karena melihat keadaan di depannya. Suami dan anaknya sedang bertengkar saat ini. Bu Mira pun melihat Pak Riko benar-benar marah saat itu pada Sandra. Dia bingung harus membela siapa saat ini.

“Papa.. Sabar.. Jangan terlalu dipikirkan pa. Nanti darah tinggi papa naik lagi.” Ucap Bu Mira.

“Gimana nggak marah ma. Tuh anak kamu nggak bisa dibilangin. Padahal kan papa cuma bilang yang sebenarnya. Eh si Sandra nya malah ngeyel dengan banyak alasan. Dia nggak tahu dengan kesalahan dia sebesar itu, papa nggak usir dia saja itu sudah sebuah keberuntungan dia saja. Ini masih bertingkah dan nggak mau nurut apa kata papa. Siapa yang nggak kesal coba.” Pak Riko mengeluarkan unek-uneknya pada istrinya itu.

“Iya mama tahu. Tapi saat ini kan Sandra juga lagi bingung. Dia nggak tahu mau mengatakan apa dan harus berbuat apa. Kita harusnya sebagai orangtua harus mendukung dan memberinya arahan pa. Jangan terlalu menekannya.” Bela Bu Mira pada Sandra

“Dia seperti itu kan ma karena ulahnya sendiri. Nah kita? Kita baik-baik di rumah dan di kerjaan juga harus terkena imbas atas perbuatannya. Gimana papa nggak kesal ma?”

“Iya mama tahu pa. Tapi mama mohon dengan sangat. Papa yang sabar ya. Jangan emosi terus. Kasihan bayi dalam kandungannya.” Pinta Bu Mira lagi pada suaminya.

“Ahh.. Terserah mama saja lah. Papa nggak mau urus lagi. Urusan Sandra papa serahin ke mama saja. Papa nggak mau pusing karena ulah anak itu.” Pak Riko pun meninggalkan meja makan itu dan masuk ke dalam kamarnya. Hari ini dia benar-benar malas bekerja. Pak Riko hanya mengurung diri di kamar saja.

“Tapi pa..!!” Bu Mira yang tadinya ingin berdebat lagi pun menutup mulutnya dan memandang punggung Pak Riko yang berjalan menjauh dari mereka.

“Ma.. Maafin Sandra ya. Karena Sandra sudah membuat papa marah seperti itu.” Ucap Sandra memeluk mamanya sambil menangis.

“Iya. Mama ngerti kok Sandra. Tapi mama mohon, sementara ini kamu jangan menambah amarah papa kamu. Turuti saja dulu apa maunya dia sampai kita benar-benar menemukan penyelesaian masalah kamu ini. Kamu kan tahu masalah kamu ini sungguh sangat-sangat berat.” Ucap Bu Mira.

“Iya ma. Sandra akan mencoba mengikuti semua omongan papa dan nggak akan membuat dia marah lagi kayak tadi.”Janji Sandra pada bu Mira mamanya.

“Baiklah. Sekarang kamu lanjutkan makan kamu dan minum susu itu. Mama tahu di awal kehamilan sang ibu tidak akan memiliki selera makan tapi kamu harus memaksanya agar badan kamu nggak lemas.”

“Iya ma.”

Dengan perlahan Sandra pun memasukkan makanan itu ke mulutnya. Walau berkali-kali mau muntah. Sandra memaksakan makanan itu masuk ke mulutnya. Bu Mira melihat anaknya dengan perasaan sedih namun nggak bisa berbuat apapun untuk menolong anaknya tersebut. Bu Mira hanya bisa diam dan menangis dalam diam melihat anaknya seperti itu.

1
Roro
heee goblok
telat mikir nya, makanya mikir sebelum berbuat
Omega_366
aku juga butuh teman bercerita.
Since Lasut
ko ceritanya g di lanjutin lagisi lanjutin dong jadi penasaran nih
Abu Yub
keren thor ceritanya kunjungi tempat aku dong /Pray/
Caca
yuk kk mampir juga di novelku
"aku dan teman kamarku"
terima kasih
Zara Rahmi
udahlah pak anwar jujur aja, toh demi cucu sendiri, ngga kasian apa?, sampai kapan mau di sembunyiin, sedalam-dalamnya bangkai di kubur pasti kecium juga
Yuni Astuti
Dah malas baca nya bertele"
Alnda
semangat ka, iklan dan bunga mendarat
Alnda
iklan mendarat
Zara Rahmi
bukannya andre menderita leukemia yaa dan mau di ajak pengobatan di indonesia???
Zara Rahmi
jangan2 sandra mau telepon mike
Zara Rahmi
syukurinnnn
Zara Rahmi
mantapp menn, lanjuttt
Zara Rahmi
waduhhhhh mantappp lanjutttt jangan di pisahin yaaa
Zara Rahmi
huhh keras kepala bangett pak anwar, kasian andre sama mike
Pena dua jempol
2 iklan meluncur untuk Sandra dan Mike
Zara Rahmi
nahh lhooo cepetan updatenya ya kakkk
Zara Rahmi
hayooo2 nahh looooo takut kannn, cepetan updatenya ya kakk
Zara Rahmi
mantappp lanjutt
Zara Rahmi
sippp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!