NovelToon NovelToon
Hai, Mantan. Apa Kabar?

Hai, Mantan. Apa Kabar?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:18k
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Merelakan orang yang kita cintai demi kebahagiaannya adalah sesuatu yang tidak mudah dilakukan untuk sebagian orang. Namun, tidak bagi laki-laki bernama Lucky Pratama. Dia rela melepaskan wanita yang dia cintai menikah dengan laki-laki lain dan berharap bahwa wanita itu akan hidup bahagia.



10 tahun berlalu, Lucky kembali bertemu dengan mantan kekasihnya. Keadaan gadis itu jauh dari kata bahagia seperti apa yang dia harapkan ketika Lucky melepasnya kala itu.



Apakah Lucky Pratama akan kembali mengejar cintanya yang telah kandas? Atau, dia akan menatap lurus ke depan dan melupakan cintanya seperti yang sudah dia lakukan selama ini?



"Hi, Mantan. Apa Kabar?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HMAK Bab 12

Akbar berjalan meninggalkan area Rumah Sakit. Dia datang ke sana hanya ingin melihat keadaan ke dua buah hatinya. Hanya ingin memastikan bahwa mereka baik-baik saja. Namun, siapa sangka kalau dia akan mendengar hal yang menyakitkan.

Rani putri kesayangannya meminta Ibunya untuk rujuk dengannya. Tidak, hal itu tidak akan mungkin terjadi. Dia sudah menjatuhkan talak, dirinya pun sudah menerima uang dari laki-laki bernama Lucky. Uang yang tidak sedikit.

'Maafkan Ayah, Rani. Ayah tidak bisa memenuhi keinginan kamu. Sampai kapan pun, Ayah tidak akan pernah kembali kepada Ibumu. Ayah sudah menjatuhkan talak, dan pantang bagi Ayah untuk menarik ucapan Ayah sendiri,' batin Akbar. Walau bagaimana pun perpisahan adalah hal yang sangat menyakitkan bagi siapapun meskipun dia sendiri yang menginginkan perpisahan tersebut.

"Akbar?" sapa seorang laki-laki membuat Akbar seketika menghentikan langkah kakinya.

Ya, dia adalah Lucky Pratama. Laki-laki itu baru saja hendak memasuki area Rumah Sakit dengan membawa beberapa bungkusan sebagai oleh-oleh. Dia menghampiri Akbar dengan wajah datar.

"Sedang apa kamu di sini, Akbar? Bukankah kamu--"

"Jangan khawatir, aku ke sini hanya untuk melihat anak-anakku. Itu pun aku lakukan dari kejauhan, kami tidak bertemu secara langsung," sela Akbar seraya mendengus kesal.

"Heuh! Jangan berani-berani mendekati Starla lagi, Akbar. Kamu sudah terlalu banyak menyakiti dia. Ingat janji kamu kepada saya kemarin?" tegas Lucky penuh penekanan.

"Iya-iya, astaga! Aku juga sudah ilfil sama dia. Kau tenang saja. Dia milikmu sekarang. Lagi pula, aku sudah menjatuhkan talak kepadanya. Kami sudah bercerai secara agama dan aku akan segera mendaftarkan perceraian kami ke Kantor Pengadilan Agama," jawab Akbar santai.

"Benarkah? Hahahaha! Syukurlah, saya lega sekali, Akbar. Kamu gentle man juga ternyata, kamu menepati janjimu," ujar Lucky seraya tertawa nyaring merasa senang.

"Jangan senang dulu, Lucky. Aku memang sudah menceraikan dia, tapi tidak akan mudah untuk kamu menaklukkan Starla dan anak-anakku. Mereka tidak akan menerima kamu begitu saja," decak Akbar seraya tersenyum menyeringai.

"Tak masalah, saya akan berusaha keras untuk meluluhkan hati mereka. Asal kamu tahu aja, Akbar. Setiap kita menginginkan sesuatu yang berharga, maka kita membutuhkan usaha yang sangat keras untuk mendapatkannya. Tidak ada usaha yang akan mengkhianati hasil. Andai saja kamu mampu membahagiakan Starla, mungkin saya tidak akan melakukan hal seperti ini. Saya akan merelakan dia denganmu seperti yang sudah saya lakukan 10 tahun yang lalu. Apa kamu tahu, cinta yang sesungguhnya itu adalah ketika kita merasa bahagia melihat orang yang kita cintai bahagia meskipun dengan orang lain, tapi apa? Kamu sama sekali tidak membahagiakan dia. Kamu menikahi dia untuk dijadikan babu, bukan dijadikan Ratu. Jadi, jangan salahkan saya jika kemudian saya merebut dia lagi dari kamu!" tegas Lucky penuh penekanan.

"Terserah kau saja. Ambil dia, ambil! Aku bisa mendapatkan wanita yang lebih cantik dari si Starla itu," jawab Akbar seraya tersenyum menyeringai. Dia pun melanjutkan langkah kakinya meninggalkan area Rumah Sakit.

Hal yang sama pun dilakukan oleh Lucky. Dia menatap kepergian Akbar sejenak lalu kembali melangkahkan kakinya menuju ruangan di mana Starla dan anak-anaknya berada saat ini.

.

Tok! Tok! Tok!

Lucky mengetuk pintu ruangan lalu masuk ke dalamnya. Dia tersenyum riang seraya menatap Lucky kecil dan juga Rani yang saat ini sedang duduk di atas ranjang Rumah Sakit. Ke dua anak itu segera menoleh ke arah pintu dan menatap wajah Lucky dengan ekspresi wajah yang berbeda. Lucky kecil nampak tersenyum menyambut. Sedangkan Rani memasang wajah kecut.

"Om Lucky!" sapa Lucky kecil seraya tersenyum lebar. Sedangkan adiknya tidak mengatakan sepatah katapun.

"Bagaimana kabarmu, sayang? Sepertinya kamu sudah baikan," tanya Lucky meletakan bungkusan yang dia bawa di atas meja.

"Mau apa Om datang ke sini? Om pasti mau mendekati Ibuku ya?" tanya Rani dengan suara cempleng khasnya.

"Ti--"

"Rani, jangan bilang seperti itu sama Om Lucky. Dia itu sahabat Ibu, tidak sopan bertanya seperti itu sama beliau," sela Starla bahkan sebelum Lucky menyelesaikan ucapannya.

Wanita itu baru saja keluar dari dalam kamar mandi. Berjalan menghampiri mereka bertiga. Starla tersenyum manis menatap wajah Lucky Pratama.

"Saya bawakan makanan untuk kamu dan anak-anak, Star," ujar Lucky menoleh dan menatap wajah Starla.

"Hmm! Entah sudah berapa banyak yang kamu berikan kepada kami dan anak-anak, tapi walau bagaimana pun terima kasih banyak, Luck," jawab Starla berdiri tepat di tepi ranjang, sementara Lucky hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.

"Ibu aku mau makan," rengek Lucky kecil.

"Om bawa makanan enak, kamu pasti suka," imbuh Lucky, berjalan ke arah meja lalu membuka bungkusan yang dia bawa.

4 kotak makan dengan isian lengkap dan bergizi, 4 sehat sempurna. Dari mulai daging, sayuran dan berbagai lauk lainnya yang dia beli dari restoran terkenal dan mahal. Lucky membawa 2 kotak untuk di berikan kepada Lucky kecil dan adiknya. Dia kembali berjalan mendekati ranjang.

"Lihat ini, kalian pasti suka," ucap Lucky membuka kotak tersebut dan memperlihatkan isinya kepada mereka berdua.

Lucky kecil nampak tersenyum lebar. Dia tidak pernah melihat makanan seenak ini. Dari penampilannya saja terlihat begitu menggoda. Sedangkan Rani hanya melirik sekilas seraya menjulurkan sedikit lidahnya. Namun, dia segera memalingkan wajahnya ke arah lain. Sepertinya, gadis kecil itu benar-benar membenci Lucky.

"Waaaah! Sepertinya makannya enak, Om. Aku mau, aku mau!" ujar Lucky kecil seraya tersenyum lebar.

"Om suapin, mau?"

Lucky kecil menganggukkan kepalanya.

"Rani disuapin sama Ibu ya?" tanya Starla meraih satu kotak lainnya.

Lucky Pratama benar-benar menyuapi Lucky kecil. Anak itu makan dengan begitu lahapnya. Dia bahkan berkali-kali berdecak lezat saat makanan itu mulai dia kunyah dan telan. Ini adalah pertama kalinya anak berusia 8 tahun itu merasakan makanan senikmat itu.

Sedangkan Rani nampak memalingkan wajahnya seraya merapatkan bibirnya. Bahkan ketika sang Ibu menyuapkan satu sendok makanan tepat di depan mulutnya, yang dia lakukan adalah menutup mulutnya sendiri menggunakan telapak tangan.

"Rani, sayang. Kamu makan dulu ya, kamu belum makan lho," pinta Starla, tapi di jawab dengan gelengan kepala oleh sang putri.

"Kenapa kamu gak mau makan, Rani? Makanan ini enak banget lho. Coba cicipi sedikit saja, Kakak yakin kamu bakalan ketagihan," bujuk Lucky kecil sang Kakak.

Rani masih tetap menggelengkan kepalanya seraya memasang wajah masam. Perutnya memang merasa lapar, tapi rasa bencinya kepada orang yang telah membelikan makanan ini membuatnya rela untuk menahan rasa lapar.

'Tidak, aku tidak mau memakan makanan yang dibelikan sama dia. Ayah bilang sama aku kalau aku gak boleh deket sama laki-laki jahat ini,' batin Rani, seraya menatap tajam wajah Lucky Pratama.

"Satu suap saja, Rani. Kata Kaka rasanya enak lho," bujuk sang Ibu seraya mendekatkan kotak tersebut.

"Aku bilang gak mau ya gak mau!"

Bruk!

Teriak Rani seraya menepis kasar kotak yang di pegang Ibunya hingga melayang lalu mendarat di lantai. Isi di dalam kotak tersebut pun seketika berhamburan dan berserakan di atas lantai.

BERSAMBUNG

1
elf
haiihhh... kykx lucky bakal balikan Ama star deh .. kok jadi takut ya mw baca .. pgnx lucky Ama yg lain aja... kek g relaaa gitu abis disakiti masih sayank aja... 🤧
Neldes Novber
Mantap thor. Jangan lupa mampir juga ya thor. Saling suport ya thor..☺
Reni: Maaf, Kak. Di larang bom LIKE ya. Nanti bisa merusak performa Karya.
total 1 replies
Dek Raraaa
cepet amat tau tau udh 10th aja .
tp very good kak . swemangatt 👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!