Menceritakan seorang remaja muslim yang baru saja lulus dari sekolah pesantrennya. Dia bernama Muhammad Al-Fatih. Sebagai remaja yang baru lulus dari pesantren, ia mencoba menjalani kehidupan sehari-harinya di lingkungan yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn_Frankenstein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12 : Kuliah Kelas Karyawan ?
Hari senin, adalah hari dimana semua orang yang bekerja sebagai karyawan kantoran dan yang lainnya kembali ke kegiatan kerja rutinitas masing-masing. Dan termasuk anak-anak sekolah, mereka kembali ke datang sekolah untuk meraih ilmu di sana setelah libur di hari minggu. Tapi sebenarnya ada juga karyawan biasa yang tidak libur di hari minggu.
Seperti contoh karyawan atau pegawai dari toko retail, mereka takkan libur di hari minggu, tetapi bukan berarti mereka takkan bisa libur. Melainkan mereka libur di hari-hari lain selain sabtu dan minggu, karena dikedua hari itu adalah dimana toko akan ramai pembeli. Jika ingin mengambil hari libur di sabtu atau minggu, bisa saja diperbolehkan dengan alasan yang berlaku.
Salah contohnya Fatih, yang merupakan salah satu karyawan atau pegawai biasa di sebuah minimarket. Meski minimarket itu tak ada ikatan atau hubungan di bawah perusahaan, tetap saja di hari sabtu dan minggu pasti akan ramai pengunjung atau pembeli. Kalau pun sepi, bisa saja karena efek tanggal tua, atau akhir bulan menjelang gajian.
Dan sekarang, jumlah karyawan yang masuk di shif pagi 12 orang, begitu juga pada karyawan yang masuk di shif siang nanti. karena ada 3 karyawan yang mengambil libur. Di tempat Fatih bekerja, bisa mengambil libur di hari senin sampai jum'at, itu pun harus bergantian. Sehari untuk shif pagi dan siang yang ingin mengambil hari libur, maksimal 3 karyawan di setiap shifnya.
Dan sekarang ini, di hari senin, Fatih sedang berjalan kaki, ia berangkat ke minimarket yang tak lain tempat ia bekerja. Waktu jam masih di pukul 06.15 wib, dan keadaan jalan raya yang belum ramai. Udara pagi yang cukup segar membuat Fatih yang ketagihan dan bersemangat untuk berangkat dengan berjalan kaki.
Di lingkungan kota memang sangatlah berbeda dengan lingkungan di pesantren, tempat sebelumnya Fatih belajar. Akan tetapi, bila bangun tidur di waktu sebelum sholat subuh, dan berangkat pergi kerja atau sekolah lebih awal, akan terasa bedanya. Karena lingkungan kota cukup sepi, dan udara belum sepenuhnya tercampur dengan udara kotor.
Sebegitunya Fatih menikmati perjalanannya sambil melihat-lihat beberapa kendaraan lewat saat ini, tak terasa ia sudah sampai ke tempat kerjanya. Setelah absen, Fatih segera melakukan kerjaan seperti biasanya sebelum brefing pagi dan toko dibuka.
.....
Hari telah siang menjelang sore, dan waktu jam sudah di pukul 14.40 wib. Terlihat Liana sudah pulang dari kampusnya, karena dirinya ada kelas jam pagi. Setelah menyimpan motornya ke dalam garasi, ia meraih kunci duplikat dari tasnya untuk membuka pintu rumah. Setelah masuk Liana segera kembali menguncinya.
Setiap anggota keluarga, abi Alif memang memberikan kunci duplikat rumah kepada ketiga anaknya. Ya, tujuan ketika semua anaknya pulang, bisa dengan masuk ke dalam rumah bila semua orang tak ada di dalam rumah. Dengan catatan, jangan membawa orang asing.
Kecuali ketiga anaknya membawa teman bukan lawan jenis, atau bukan mahram. Dan itu pun teman yang mereka bawa adalah orang yang sudah dikenal baik oleh abi Alif dan bisa dipercaya.
Sebagai anak gadis di keluarga abi Alif, Liana sangat berhati-hati dalam menjaga diri dari lingkungan, karena dirinya menjadi kaum muslim yang berusaha taat dalam agamanya. Dia tak memiliki kegiatan apapun setelah jam kuliahnya, kecuali bila ada kegiatan yang diadakan dari kampusnya atau kerja kelompok.
Karena tak ada orang di dalam rumah, dia seberusaha mungkin di dalam rumah. Kedua orang tuanya dan kakak laki-lakinya masih di sekolah mereka, dan sedangkan adik laki-lakinya juga sama. Liana pun memanfaatkan waktunya untuk membaca novel yang baru saja dia beli kemarin.
Dia membaca di dalam kamarnya. Novel yang Liana baca sekarang adalah cerita karangan kakak laki-lakinya. Dia terus tersenyum membaca alur ceritanya. Karena Novel karya Ali memang romantis, tetapi masih ada hubungannya dengan ajaran agama. Memang, karakter Ali yang ingin selalu taat dalam agama.
Maka tak heran lagi bila dirinya membuat karya yang bersangkutan dengan agama islam. Tak hanya menghayal, tetapi bisa juga mengambil ilmu di dalamnya. Tak terasa ia membaca sudah sampai 6 Bab, lalu terdengar suara azan sore. Liana yang memang tak ada halangan, ia segera menyudahi membacanya, dan pergi mengambil air wudhu.
.....
Selesai sholat ashar, dia tak langsung menyudahinya, ia berzikir. Setelah selesai, Liana merapihkan alat sholatnya, lalu melanjutkan membaca Novelnya. Beberapa lama kemudian, ia mendengar suara pintu terbuka dan suara salam. Liana sudah bisa menebak siapa yang pulang, ia segera keluar dari kamarnya untuk menyambut abi Alif dan ummi Nana pulang kerja.
Liana mendekat, tak lupa menjawab salam dan menyalimi kedua tangan orang tuanya.
"Liana, setelah ini abi sama ummi mau bicara sama kamu." ucap abi Alif.
Liana mengerut dahinya, dalam pikirannya bertanya-tanya apa yang akan abi dan umminya sampaikan. Tak ingin banyak berfikir, ia menjawab. "Iya, abi."
Melihat abi Alif masuk kamar dan ummi Nana pergi ke dapur, Liana memilih duduk di ruang tengah menunggu abinya. Tak lama kemudian suara ucapan salam terdengar dari luar rumah, rupanya Fatih pulang kerja dan masuk ke dalam rumah. Ia melihat adiknya datang ke arahnya, lalu menyalimi tangannya.
"Abi sama ummi udah pulang ?" tanya Fatih.
Liana menganggukkan kepalanya. "Sudah."
Fatih tersenyum, lalu ia berjalan menjauhi kakak perempuannya dan masuk ke dalam kamarnya.
Bersamaan Fatih menutup pintu kamarnya, abi Alif dan keluar dari kamarnya, begitu juga ummi Nana datang dari dapur sambil membawakan secangkir kopi untuk suaminya. Mereka masih sama-sama mengenakan pakaian dinasnya, dan terlihat di tangan kanannya abi Alif menggenggam amplop coklat. Lalu mereka berdua duduk di sisi kanan dan kirinya Liana.
Sedangkan Liana, ia sudah bisa menebak, karena sudah beberapa kali ada yang mengajaknya ta'aruf. Tapi ia menolak, dengan alasan tak ada cocok. Bukannya pemilih, karena ia sudah paham beberapa lelaki sebelumnya, yang mana mereka sudah mengajaknya ta'aruf.
Karena sesekali mereka tak sengaja bertemu ketika ia mampir ke pedagang kaki lima untuk membeli jajan sebelum pulang dari kampusnya. Tetapi, Liana merasa itu bukan kesengajaan dirinya dengan lelaki itu bertemu, melainkan ia merasa para lelaki itu memang sengaja mencari perhatian dirinya, seakan-akan tak sengaja bertemu di tempat dimana ada dirinya disana, meskipun masih bisa menjaga jarak.
Beberapa lelaki yang sudah mengajaknya ta'aruf terdiri dari Guru muda, dosen dari kampusnya, bahkan mahasiswa satu kampus dengannya. Liana menghela nafasnya setelah menerima amplop coklat itu.
"Sebelum dibuka. baca bismillah, ya." ucap abi Alif tersenyum sambil mengelus kepala putrinya yang tertutup hijab instan miliknya.
Liana mengangguk, ia pun bergumam mengucapkan bismillah. Lalu ia membuka amplop itu. Hal pertama yang ia lihat adalah foto si pemilik CV, ia merasa sedikit asing melihat foto lelaki itu, tetapi yang Liana rasakan, tidak pernah melihat lelaki di foto ini.
Di dalam hati, Liana mengakui wajah di foto lelaki itu cukup dibilang tampan, tetapi bukan dirinya langsung tertarik. Karena modal wajah tampan saja tak cukup menurutnya, lalu pandangannya beralih melihat datanya si lelaki. Nathan Arsyana, itulah nama lengkapnya.
Liana mengerut dahinya. Ia bergumam. "Dia kuliah kelas karyawan ?"
Selanjutnya, ia sedikit terkejut ketika membaca tentang pekerjaan lelaki itu. Tetapi bukan itu yang Liana maksudkan, melainkan tempat kerjanya. Ia menoleh ke arah abi Alif dan ummi Nana secara bergantian.
setahu saya pengabdian itu semacam bekerja di sana tanpa dibayar, atau dengan bayaran seadanya tanpa dipatok.
salut untuk penulis, semoga ALLAH SWT selalu
memayungi penulis dengan banyak keberkahan serta kesehatan terus.
luar biasa Author satu ini, ada selipan syiar di dalam karya novel ini...😊
saluuutt saluuuutt...terus syiar dalam tulisan ya Thor...👍👍👍
semangaaattt 💪💪💪
sehat terus & terus sehat Thor 💪