seorang gadis bernama elana yang selalu ceria dan bertingkah random,jatuh cinta pada dosennya,dia terus mengganggu dosen tersebut hingga membuat sang dosen jerah dan memutuskan menerima cintanya.
namun sesuatu yang tidak pernah terduga terjadi dan membuat elana hancur,dia tidak menyangka jika sebuah fakta bisa membuatnya benar - benar hancur.
"aku harap setelah ini bahkan takdir tidak akan berniat mempertemukan kita"
"aku minta maaf,aku tidak pernah berniat menyakitimu"
elana pergi dengan perasaan hancur,dia meninggalkan tempat itu dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti,hatinya benar - benar seperti di tikam 1000 pisau.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Res_29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjadi teman
Elana berdiri di depan gedung apartemen evan sambil memainkan ponselnya,hingga tak lama datang sebuah mobil audi r8 berwarna hitam berhenti tepat di depan gadis itu.
Gadis itu sontak mengalihkan pandangannya dari layar ponsel miliknya,mengangkat kepalanya untuk melihat mobil tersebut,hingga kaca mobil di turunkan dan nampaklah orang yang ada di dalamnya,yqng tertanya seorang pria.
"Sedang menunggu seseorang nona?",tanya pria yang ada di dalam mobil dengan nada menggoda
Elana tertawa pelan,lalu segera berjalan ke arah mobil itu,membuka pintu bagian penumpang dan segera masuk ke dalamnya,dia sangat mandiri bukan?
"Seharusnya kau menungguku membukakan pintu"
"Tidak perlu,terlalu lama",jawab elana sambil menutup pintu sebelahnya
"Ini apartement temanmu?",tanya pria itu dengan tatapan aneh dan alis tertaut menatap bangunan gedung apartement itu dari bawah ke atas
Elana melakukan hal sama,melihat gedung itu dari bawah ke atas,"apa ada masalah?"
"Tidak ada,aku hanya bertanya saja"
"Marchel kau jadi mengajakku makan atau tidak?",tanya elana jengkel
Pria yang tak lain adalah marchel itu tersenyum lebar,"baiklah - baiklah ayo berangkat sekarang"
Elana tadi buru - buru ingin pergi dari tempat tinggal evan karena sudah punya janji dengan marchel sebelumnya untuk makan bersama sebagai imbalan atas pria itu yang telah mengembalikan dompet elana waktu itu.
Setelah keluar dari unit evan tadi,elana segera menghubungi marchel dan meminta pria itu untuk menjemputnya di sana.
"Jadi temanmu benar tinggal di apartemen d'sealand itu?"
"Tentu saja,kau pikir aku tidak punya teman yang tinggal di kawasan elit apa?"
"Laki - laki atau perempuan?"
Elana memutar bola matanya malas mendengar pertanyaan dari pria yang tak lain ternyata teman dari kakaknya sendiri itu,sungguh fakta yang tidak di duga sama sekali oleh elana.
"Bukan urusanmu",ketus elana namun malah membuat marchel terkekeh gemas
Mereka tiba di sebuah cafe di pinggiran kota setelah berkendara selama 15 menit,cafe yang cukup cozy untuk anak muda seperti mereka,tidak terlalu ramai namun tempatnya terlihat sangat nyaman.
"Dari mana kau tau tempat ini?",tanya elana saat dia baru saja turun dari mobil,namun berbeda dengan saat berangkat tadi,kali ini marchel membukakan pintu untuk gadis itu.
Elana mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat,melihat bagaimana suasana di cafe itu terlihat sangat nyaman.
"Aku sering ke sini bersama kevin saat"
Elana mengangguk,mereka berjalan berdampingan masuk ke cafe itu,banyak pasang mata yang menatap mereka dengan aneh,mungkin karena elana yang menggunakan kaos oblong dengan celana jeans panjang yang terdapat beberapa sobekan di bagian depannya,sedangkan marchel menggunakan kemeja rapi lengkap dengan dasinya karena dia tadi sedang berada di kantornya.
"Chel apa kamu tidak malu jalan denganku dan dilihat orang seperti itu",tanya elana sambil duduk setelah marchel membukakan kursi untuknya
Marchel kemudian duduk di depan gadis itu dengan senyuman manisnya,"aku tidak peduli,aku nyaman denganmu tidak masalah pendapat orang lain padamu"
Elana melengkungkang bibirnya dan mengangguk - angguk pelan seperti burung beo,marchel memanggil pelayan cafe dan memesan beberapa makanan tanpa bertanya pada elana.
"2 tiramisu cake,2 salad 1 kopi dan 1 jus strawberry tanpa gula",ucap marchel saat menyebutkan pesanannya pada pelayan cafe,dan membuat elana langsung menaikan satu alisnya
"Kenapa?",tanya marchel setelah pelayan itu karena melihat elana yang tidak berhenti menatapnya dengan aneh
"Mengetahui semuanya dari kevin?",tanya elana
Marchel berseringai dan mengangguk pelan sebagai jawaban,membuat elana juga mengangguk sambil melengkungkan bibirnya ke bawah.
"Sejauh apa hubungan pertemanan kalian?",elana belum benar - benar mengetahui sebenarnya sejauh apa pertemanan kakak dan pria di depannya itu
"Sejauh pertemanan orang tua kita",jawab marchel dengan santai
Elana tertegun sesaat dengan mata membelalak,"jadi orang tua kita juga salung mengenal?"
Marchel mengangguk,"bahkan sejak kecil,dan bahkan kakek nenek kita adalah sahabat",ucapnya membuat elana menatap tak percaya dengan mulut terbuka lebar
"Tutup mulut nanti ada lalat yang masuk",marchel menutup mulut elana dengan telapak tangannya
"Kau serius?kakek nenek kita?",marchel mengangguk
Elana menepuk tangannya keras dan bersuara dengan keras juga bahkan sampai mengundang perhatian pengunjung lainnya,"wah... ini sangat keren,jadi keluar kita bersahabat turun temurun"
"Ya bisa di bilang begitu"
"Wah apa kau tidak punya adik perempuan agar bisa aku jadikan teman?"
Marchel tertawa pelan,dia sangat terhibur dengan tingkah polah elana,"sayangnya tidak ada,aku hanya punya adik laki - laki saja"
Wajah elana memiliki raut kecewa saat in,"ya sayang sekali..."
"Kenapa harus mencari adikku?kenapa tidak berteman denganku saja?"
Elana mengibaskan tangannya di udara dengan wajah mencibir,"itu tidak akan asik,kau kan teman kevin"
"Tapi aku bisa jadi temanmu,kevin hanya akan ada di negara ini beberapa bulan sekali bukan?"
Tidak masalah jika memulai hubungan mereka dengan sebuah perteman dulu asalkan mereka bisa dekat,marchel bisa mengambil hati gadis itu perlahan nanti pikir kevin.
"Emh....",elana terdiam berpikir sambil menarik sudut bibirnya kesamping,"sepertinya menarik,asal kau mau sering - sering mentraktirku,kita bisa berteman"
"Baiklah... deal kita berteman",marchel mengulurkan tangannya dan di sambut oleh elana,"deal",mereka berjabat tangan dengan senyuman di wajahnya
'**Aku akan mengambil hatimu pelan - pelan',batin marchel**
'**Lumayan ada korban yang bisa aku jadikan uang berjalan seperti noel dan rey... hihihi',batin elana**
Marchel mengantar elana pulang ke rumahnya setelah selesai makan,tepat saat mobil sport milik marchel baru saja memasuki halaman luas rumah itu,kevin keluar dari pintu utama dan melihat mobil temannya yang tidak asing lagi baginya.
"Wowowo... apa kalian sudah berkencan?",seru kevin saat elana dan marchel sudah kelluar dari mobil dan berjalan ke arahnya
"Das geht Sie nichts an",ketus elana berbicara bahasa jerman yang artinya bukan urusanmu,jerman adalah di mana perusahaan ayahnya berada dan dia sejak kecil sering pergi ke sana sehingga fasih berbahasa jerman,gadis itu berlalu pergi meninggal kedua pria itu masuk ke dalam rumah
Marchel tertawa pelan mengejek temannya,sedangkan kevin hanya berpura - pura memasang wajah sedih sambil mengangguk - anggukan kepalanya pelan.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
...***************...
"Jadi papa dan kevin akan kembali besok pagi",elana memasang wajah sesedih mungkin berpura - pura karena sang ayah akan kembali,padahal dia sangat senang karena akhirnya bisa bebas setelah harus berpura - pura menjadi gadis manis dan feminim selama sang ayah di rumah
Saat ini keluarga yang beranggotakan 4 orang itu tengah menikmati makan malam bersama di rumah mereka.
"Iya sayang,dan papa tidak akan pulang selama dua bulan ke depan,karena dua minggu lagi papa dan kevin akan berangkat ke ausie untuk melihat proyek baru",tuan harvey membelai surai putrinya dengan sayang dan elana memasang wajah melas bak anak kucing kelaparan membuat kevin rasanya akan segera mimisan sebentar lagi jika drama itu tak kunjung usai.
... "Kenapa lama sekali sampai dua bulan?",tanya elana sendu,'mampuslah jika papa tidak pulang dalam waktu lama,maka saat pulang nanti dia akan berada di rumah lebih lama lagi',lanjutnya menangis dalam hati...
Karena biasanya tuan harvey memang seperti itu,jika dia pulang dua minggu sekali maka dia akan berada di rumah hanya 1 atau dua hari,jika pulang 1 bulan maka di rumah akan 1 minggu,jadi jika tuan harvey tidak pulang untuk waktu yang lama maka nanti saat dia pulang,dia akan berada di rumah lebih lama lagi.
"Aku akan pulang saat papa tidak bisa pulang nanti",sahut kevin sambil tersenyum jahil dan menaik turunkan alisnya
"Aku tidak butuh kau",ketus elana
"El...",seru tuan harvey,"putri papa yang manis tidak boleh kasar sepertu itu,dia kakakmu"
Elana segera kembali memasang wajah anak kucingnya,"maaf papa"
Sedangkan soraya sejak tadi makan sambil sesekali melipat bibirnya berusaha menahan tawa melihat bagaimana putri bar - barnya sedang berakting di depan suaminya.