Bagai mana jika seorang pembunuh bayaran yang keji dan semena mena tiba tiba saja menjadi sangat baik dan sopan santun. bahkan dia memiliki kemampuan medis yang sangat genius.
Ya itulah yang di alami Xue Shen, setelah di bunuh oleh ke lima suaminya. Ternyata jasad Xue Shen Shen telah di rasuki Oleh roh Lin Zhu, Lin Zhu sendiri adalah dokter genius di abad 20 yang tewas akibat plustrasi di selingkuhi sang tunangan.
Tubuh sang dokter tersebut nyatanya menyinggahi seorang wanita tak cantik, kotor, pemabuk, suka judi dan main laki laki. bahkan kelima suaminya merencanakan pembunuhan berulang kali hanya untuk melenyapkan wanita tersebut.
Akankah Lin Zhu selamat dari rencana pembunuhan itu? atau kah para suami mulai menyukai pribadi lembut dan penolog tersebut? Yuk simak...
Novel ke dua autot
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bilqishe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
YANG PALING DI TAKUTI
***
Xue Shen menjual sisa daging buruannya ke kota di temani Huan. Dua adiknya sudah tak mau lagi datang ke kota untuk mengemis...
"Kemana kita akan menjualnya Huan?" Tanya Xue Shen.
"Kita akan menjualnya ke tempat pemotongan hewan" Ucap Huan.
Sesampainya di kota...
Begitu netra Xue Shen menelisik seluruh area kota yang penuh hirup pikuk dan lalu lalang. Matanya sungguh di buat terbelalak bukan kepalang...
"Ahh.. Ya tuhan" Xue Shen membungkam mulutnya dan menggelengkan kepalanya.
"Ada apa?" Tanya Huan aneh.
Bagai mana Xue Shen tak terpekik, sejauh mata memandang, yang ia simak adalah pemandangan yang tak biasa. Seluruh kegiataan dagang dan mengangkut baranag, di lakukan oleh kaum wanita, hal tersebutlah yang membuat Xue Shen terbelalak "Mereka semua yang melakukannya? Tak ada laki laki yang bekerja serabutan di sini?" Xue Shen tak percaya.
"Untuk apa laki laki bekerja serabutan. Jasa laki laki tak dihargai di sini" Balas Huan kian membuat Xue Shen tercengang.
Padahal kedua tangan Huan di penuhi otot yang indah, tapi hal itu tidak di gunakan Huan dengan baik "Ayo... Sebaiknya kita cepat" Tegas Huan. Xue Shen pun mengangguk...
Huan dan Xue Shen menghampiri nona pemotong hewan "Hei Zou, aku akan menjual daging buruanku padamu bersama kulitnya" Ucap Huan menghampiri Zou wanita penjual daging segar.
"Hewan apa yang kau dapat?"
"Harimau"
"Boleh. Mana?" Zou menadahkan tangannya. Lalu Xue Shen yang sedari tadi membungkuk di bawah untuk menaikkan daging dan bulu harimau pun mulai bangkit dan menaikan daging itu "Ini... Bayarlah sesuai harganya" Ucap Xue Shen berharap mendapatkan uang banyak.
"Aahhh!" Pekik Zou melempar pisau daging ke arah tangkapan Xue Shen "Ada apa?" Xue Shen panik.
"Kau. Kau! Kau sedang apa di kota?" Zou Histeris ketakutan, suaminya datang dan memeluk Zou "Pergi! Pergi apa yang kau inginkan?" Suaminya ikut bicara dan mengusir Xue Shen dengan kasar "Tenanglah Zou. Dia sudah berubah. Xue Shen tidak jahat lagi"
"Apapun yang akan kau katakan aku sama sekali tak percaya, sekarang pergilah!" Bentak Zou.
"Aku akan pergi setelah kau membayar hasil buruanku!" Pinta Xue Shen.
Akhirnya karna takut di bunuh oleh Xue Shen, Zou pun memberikan uang yang banyak pada wanita itu "Prgilah!" Zou menghempaskannya ke wajah Xue Shen.
Xue Shen sungguh merasa di rendahkan, di dunianya tak pernah ada orang yang melecehkannya seperti itu. Hingga kejadian ini sedikit membuatnya terguncang.
"Terimakasih Zou..." Ucap Xue Shen seraya memunguti sisa uang yang berserakan.
"Biar ku bantu"
"Ini..." Xue Shen menyerahkan seluruh uang yang ia dapat pada Huan. Huan sungguh tercengang.
"Ayo... kita pulang. Aku tak mau membuat ke gemparan di sini" Ujar Xue Shen meninggalkan lapak dagangan Zou.
"Menakutkan. Kenapa wanita iblis itu berkeliaran" Zou menggumam bersama suaminya.
Aku tidak mau menjadi wanita iblis... Aku tidak mau... Bathin Xue Shen menggumam.
Sejauh mata memandang, langkanya begitu di takuti oleh masyarakat kota entah berantah itu "Aahh wanita iblis itu!' Bisik bisik.
"Kenapa dia ada di kota?" Bisik Bisik. Para masyarakat sungguh ketakutan, mereka menghindari tatap atau kontak mata dengan Xue Shen. Xue Shen sungguh tak nyaman.
"...Huan ayo percepat langkah mu. Aku malu" Bisik Xue Shen.
Malu? Mendengar kalimat itu membuat Huan tersenyum, jarang jarang Xue Shen si wanita garang itu tampak manis di mata Huan.
Huan pun segera menggandeng Xue Shen dan menyeretnya menuju jalan tikus, tapi belum sempat sampai ke jalan tersebut. Langkah Huan dan Xue Shen tersentak oleh jeritan seorang wanita.
"Sayang! Apa yang terjadi?" Pekik wanita itu. Xue Shen tertarik dan lekas menghampiri wanita itu di meja makan sebuah restoran 'Ada apa?" pekik Xue Shen menghampiri. Tapi wanita kaya itu malah takut pada Xue Shen....
"Ggrrhh!" Kelakuan pria di hadapan wanita itu sungguh mengenaskan nampaknya ia tersedak makanannya sendiri. Xue Shen lekas menekan perut pangsing si pria itu dan memeluknya dari belakang. Ia berusaha menaikkan udara dari perut ke atas untuk membantu pria itu muntah.
"Apa yang kau lakukan?" amuk wanita di hadapan Nya itu.
"Xue Shen. Jangan gegabah!" Huan melerai. Tapi Xuen Shen masih memeluk pria itu dan melilitkan kedua tangannya di perut pria itu kuat kuat. Ia menekannya naik ke atas berulang ulang berharap udara yang naik ke atas bisa memuntahkan benda yang menyumbat saluran pernapasnya.
Uhuk! Pluk! Pria itu seketika mengeluarkan sebutir anggur berukuran besar dari kerongkongannya "Hosh! Hosh! Sayang aku bisa bernapas lagi" Ucap pria yang di tolong Xue Shen.
"Aahh... Sayang Hans, kau baik baik saja?" Xue Shen pun melepas pelukannya dan mendekati Huan "Kau keren" Ucap Huan terpesona pada istrinya.
"Eh. Nona terimakasih" Ucap pria kaya itu.
"Tak masalah" Xue Shen dan Huan lekas enyah dari hadapan mereka.
"Tunggu!" Wanita yang berpenampilan bersih dan penuh keindahan itu menghampiri Xue Shen.
"Ada apa lagi?" Tanya Xue She. Dengan sangat gemetaran wanita kaya itu menyerahkan segepok uang pada Xue Shen.
"Untuk apa ini?" Tanya Xue Shen bingung.
"Itu adalah tanda terimakasihku... Ambilah" Ucap wanita itu.
"Aku tak memerlukannya" bals Xue Shen menolak.
"Hehehe maaf nona. Istriku memang tak memerlukannya tapi aku sungguh butuh" Huan meraih segepok uang itu lalu memasukannya ke dalam kantung penyimpanan.
"Sekali lagi aku ucapkan banyak terimakasih. Oh ia, ini aku punya kartu nama... Jika suatu hari kau membutuhkan sesuatu. Carilah aku di alamat itu" ujar wanita kaya itu. Huan membelalak setelah tahu nama wanita di hadapannya.
"Kalau begitu. Aku permisii" wanita itu pun pergi dari hadapan Huan juga Xue Shen.
"Ada apa Huan?" tanya Xue Shen.
"Lihatlah. Nama yang tertera di kartu nama ini"
"Apa maksudmu... Memang siapa dia?" Xue Shen mengerutkan dahinya.
"Dia adalah anak penguasa kota Chun. Dia adalah nona Qing Zhao..."
"Beruntung sekali kita bertemu dengannya" Akhirnya Xue Shen pun meninggalkan kota bersama Huan. Setelah mereka keluar dari kota, para wanita preman pun berhambur mencari sosok Xue Shen "Di mana si brengsek itu. Dia harus membayar hutangnya!" Nampaknya itu adalah orang suruhan Chang Chun, karna Xue Shen telanjur mati. Hingga tak jadi membawa Zhua ke kota dan membuat Zhua melayani Chang Chun.
Masalah apa lagi yang akan timbul setelah Chang Chun membawa puluhan anak buahnya yang berbadan gempal seperti sumo itu.
"Kita ke rumahnya!" Pekik Chang Chun mengajak para anak buahnya yang terdiri dari wanita gemuk nan raksasa itu menuju gubuk Xue Shen untuk menagih hutang Xue Shen yang tidak lah sedikit.
teruslah berkarya
MC kan dokter, tubuh yg dia rasukk kata nnya cmn beban?