NovelToon NovelToon
True Love

True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Oh_Riandini

“Kami akan menikah.”
Kata-kata sederhana, tetapi penuh makna itu meluncur dengan enteng dari bibir Oh Yoonjae. Siapa mengira ucapan itu justru keluar bukan karena Yoonjae memang ingin menikahi Lim Airin, gadis malang yang terjebak keadaan dan diharuskan untuk mengambil keputusan dengan cepat.

Lim Airin terpaksa harus menjadi ibu pengganti, karena kesalahan fatal yang menimpanya. Bukan hanya dihadapkan dengan kehamilannya yang ternyata cukup bermasalah. Lim Airin yang sedang lari dari Paman dan bibinya juga terpaksa mengiyakan ajakan Yoonjae untuk menikah. Tanpa mengetahui masalah kompleks akan menimpanya satu persatu nantinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oh_Riandini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Airin memegang gagang pintu kamarnya, dia terlihat ragu-ragu akan membuka pintu. Airin yang sudah rapi akan pergi ke kantor, merasa takut bertemu Yoonjae. Sejak pembicaraannya dengan Yoonjae beberapa hari lalu tentang hubungannya dan Seo Jin. Yoonjae terlihat banyak diam, laki-laki yang biasanya akan selalu bertanya apakah Airin baik-baik saja itu. Justru diam, dan terlihat enggan berbicara dengan Airin. Waktu itu Yoonjae belum sempat menjawab pertanyaan Airin, karena ponselnya yang tiba-tiba berdering dan membuat Yoonjae bergegas ke kantor setelahnya.

“Apa ini artinya dia sudah berubah pikiran tentang menikah denganku?” gumam Airin bermonolog dan masih memegang gagang pintu kamar yang dia tempati.

“Tapi, kenapa dia diam saja? Seharusnya kemarin dia langsung menjawab pertanyaanku. Bukannya justru diam saja seperti ini,” ucap Airin lagi.

Wajah gadis itu terlihat sangat bingung saat ini. Airin lalu menarik napas dalam, dan mengusap dadanya pelan.

“Gwenchana, kalau memang dia berubah pikiran. Kau, harus pergi dari sini! Untuk apa tetap disini, Airin_a,” ucap Airin berbicara dengan dirinya sendiri.

Airin lalu memutar gagang pintu, dan keluar dari kamarnya. Airin langsung berjalan ke arah pintu keluar, tanpa melihat ke arah lain lagi. Airin kira Yoonjae sudah pergi ke kantornya, tanpa berpamitan seperti biasanya.

“Kau, sudah akan berangkat kerja hari ini?”

Suara Yoonjae sukses membuat Airin terjingkat kaget, Airin memegangi dadanya dan melihat ke asal suara Yoonjae yang sedang ada di dapur sekarang.

“Oh,,,maaf, aku mengejutkanmu?” tanya Yoonjae lagi.

Airin yang benar-benar terkejut menggelengkan kepalanya pelan. Yoonjae sendiri lalu berjalan menghampiri Airin, dan memperhatikan gadis di depannya ini dengan seksama.

“Wajahmu masih terlihat pucat, kau masih belum nyenyak tidur? Lebih baik, jangan pergi bekerja dulu hari ini,” ucap Yoonjae yang kemudian memegang pipi Airin pelan.

Airin menurunkan tangan Yoonjae pelan. Airin memaksakan dirinya untuk tersenyum.

“Aku, sudah baik-baik saja. Sudah dua hari aku izin, Pak Kim bisa memberiku SP kalau sering izin,” ujar Airin.

“Aku, yang akan mengizinkanmu pada Pak Kim. Hari ini, kita pergi ke rumah sakit untuk kontrol kandunganmu,” ucap Yoonjae yang kemudian mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana hitamnya.

Airin melebarkan matanya tidak percaya, apa jadinya kalau sampai Yoonjae yang meminta izin pada Pak Kim. Dengan begitu bukankah Pak Kim akan semakin penasaran dengan hubungan Yoonjae dan dirinya.

Airin lalu menahan tangan Yoonjae cepat, Yoonjae sendiri lalu melihat ke arah Airin dengan wajah bingung dan alis tertaut.

“Jangan, Yoonjae_ssi! Aku, sudah susah payah mengarang cerita kalau kita hanya saling mengenal karena sama-sama pasien di rumah sakit yang sama. Kalau, sampai kau menelepon Pak Kim secara pribadi untuk mengizinkanku. Alasan apalagi yang harus aku buat?” ujar Airin dengan menggelengkan kepalanya.

Kening Yoonjae semakin mengkerut bingung, Yoonjae lalu menghela napas dalam. Laki-laki itu menurunkan tangannya, dan Airin pun akhirnya melepaskan tangannya dari tangan Yoonjae.

“Mau sampai kapan di sembunyikan? Kalau, nanti kita sudah menikah, kehamilanmu juga sudah membesar. Lalu, masih mau alasan apalagi?” tanya Yoonjae.

Airin kembali melebarkan matanya tidak percaya dengan ucapan Yoonjae.

“Menikah?” lirih Airin seakan tidak percaya.

Alis Yoonjae kembali tertaut bingung, bukankah memang mereka berdua sedang merencanakan pernikahan.

“Iya, menikah memang kenapa? Kau, berubah pikiran tidak mau mempertahankan bayi ini?” tanya Yoonjae sembari menunjuk perut Airin.

Airin tidak segera menjawab pertanyaan Yoonjae, kepalanya tertunduk dan kemudian menggeleng pelan.

“Aku, pikir kau yang berubah pikiran karena aku mantan kekasih Seo Jin,” ujar Airin mengeluarkan pemikirannya sejak beberapa hari ini.

Yoonjae sedikit terkejut karena Airin memiliki pemikiran seperti itu, tapi sejurus kemudian Yoonjae justru tertawa kecil, dan mengusap pelan puncak kepala Airin.

***

“Apa, kau memiliki keluhan seperti mual, atau pusing?” tanya Dokter Sujin sembari terus memeriksa hasil tes darah Airin.

Kepala Airin menggeleng pelan.

“Tidak ada, Dok,” jawabnya kemudian.

Dokter Sujin mengerutkan keningnya membaca hasil tes darah Airin.

“Kau, memiliki anemia?” tanya Dokter Sujin lagi sembari melihat ke arah Airin.

Yang dilihat kembali menganggukkan kepalanya membenarkan.

“Sudah lama? Separah apa?” tanya Dokter Sujin lagi.

Airin terlihat berpikir lalu kemudian menggeleng lagi.

“Tidak terlalu parah, hanya seperti pusing dan berkunang-kunang saja,” terang Airin.

Dokter Sujin lalu menutup rekam medis Airin, dan meletakkannya di meja. Dokter Sujin terlihat serius melihat ke arah Airin.

“Dengarkan, aku baik-baik, Airin_ssi. Kau, harus menjaga diri baik-baik. Tetap konsumsi makanan bergizi walaupun nanti bisa jadi kamu susah makan, dan jangan sampai kelelahan. Usahakan HBmu jangan sampai rendah, atau nanti justru memicu pendarahan saat kamu melahirkan,” ucap Dokter Sujin.

Airin menganggukkan kepalanya mengerti, walaupun dia tidak mengira kalau anemia ternyata tidak bisa di sepelekan. Dokter Sujin sendiri tersenyum kagum, karena Airin benar-benar wanita yang penurut.

Di ruangan lain Yoonjae baru saja selesai melakukan ct scan. Yoonjae lalu bangun dari posisinya, dan membuka baju medis yang dia kenakan.

“Ya! Kenapa di buka disini?” tanya Chanbin terkejut.

“Sorry, tapi aku harus cepat. Airin pasti sudah selesai melakukan kontrol kandungan dengan Sujin, kalau gadis itu justru menceritakan kondisiku pada Airin bagaimana?” ujar Yoonjae yang sejak mulai ct scan dan juga pemeriksaan rutin dirinya merasa tidak tenang.

Chanbin menghela napas dalam lalu kemudian memalingkan wajahnya.

“Lalu mau sampai kapan menyembunyikannya dari Airin? Kau, tentu tidak lupa salah satu efek kemo itu kerontokan rambut. Mau bagaimana, kau menyembunyikannya?” tanya Chanbin yang kembali menatap Yoonjae dengan lekat.

Yoonjae sendiri terdiam mendengar pertanyaan Chanbin. Yoonjae lalu juga ikut menarik napas dalam dan berat.

“Setidaknya jangan sekarang, dia sedang hamil muda. Aku, takut nanti membuatnya stres dan mengganggu kehamilannya,” ucap Yoonjae.

Chanbin tidak bisa mempercayai apa yang Yoonjae katakan sekarang, kenapa Yoonjae terlihat begitu mengkhawatirkan Airin? Bukankah terlalu cepat jika harus mengatakan kalau Yoonjae sekarang sudah mencintai Airin.

“Airin sedang hamil anakku, jadi sudah seharusnya aku memikirkan kandungannya. Itu salah satu bentuk tanggung jawabku, bukan begitu?” ujar Yoonjae lagi menyadarkan Chanbin kalau benar dugaannya Yoonjae tidak akan secepat itu jatuh cinta lagi.

Setelah sama-sama selesai melakukan cek up, sekarang Airin dan Yoonjae berada di dalam satu mobil menuju arah pulang. Airin melihat ke arah Yoonjae sekilas, lalu kembali melihat ke depan.

“Ada apa, Airin_ssi?” tanya Yoonjae.

“Ah, ada apa?” tanya Airin balik.

Yoonjae melihat sekilas pada Airin lalu tertawa kecil.

“Kenapa justru bertanya? Ada yang ingin kau tanyakan?” tanya Yoonjae lagi.

“Wah,,,dia peka sekali,” batin Airin.

Kepalanya lalu mengangguk membenarkan pertanyaan Yoonjae.

“Tanyakan saja! Jangan ragu-ragu, aku akan menjawabnya selagi bisa,” ucap Yoonjae kemudian.

“Kau, pergi kemana tadi? Kenapa, saat aku selesai kontrol kandungan, kau tidak ada?” tanya Airin.

Yoonjae terkejut dengan pertanyaan Airin, walaupun sudah menduga kalau Airin akan menanyakan ini. Tetap saja Yoonjae bingung harus menjawab apa sekarang.

Tidak mendengar jawaban dari Yoonjae, Airin lalu kembali melihat ke arah Yoonjae. Airin lalu memegang lengan Yoonjae pelan.

“Ada yang kau sembunyikan dariku, Yoonjae_ssi? Apa, kau sedang sakit?” tanya Airin lagi.

Yoonjae terkejut dengan pertanyaan Airin yang selanjutnya, Yoonjae sampai tidak menyadari mobil di depannya berhenti karena lampu merah. Airin yang melihat ke depan lalu memekik.

“Awas, Yoonjae_ssi!”

Yoonjae terlambat menekan pedal rem, mobilnya menabrak mobil di depannya cukup keras hingga Airin terlempar ke depan menubruk dashboard.

***

1
ORC
mampir kak🐼
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
bagus alur nya juga, apalagi kejadian tak di duga nya 😁😭🤧
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
kok malah terharu aku nya 😭🤧
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
anak tiri mungkin
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
heh , ya itu terserah dia lah mau suka siapa sama siapa , dengan apa dan dimana . status anda apa?
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
wah /Scare/ tak di sangka'
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
gosip dari mana orang fakta
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
aaaaa /Joyful/
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
ya nanya toh buk jangan diem mulu
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
kasian Airin /Sob/
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
cih , orng begini lebih baik di punahkan
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
iya , perhatian apalagi dengan anda
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
jahat nya , masukin penjara
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
sabar napa , marah' Mulu ngk yang perempuan ngk yang laki
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
dokter apa ini ceroboh bngt
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
gmna" 🤔
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
ibu nya kah?
❂Tsukuyomi✧[Hiatus]
kalau mau dapat bnyk makanan dan perhatian, ini adalah tutorial nya
Ichakim
Tapi apakah Yoonjae akan tetap bisa melindungi Airin? semua bisa jadi plot twist
Ichakim
ayoooo belanja barengg xixxi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!