NovelToon NovelToon
Maira And The Bad Boy

Maira And The Bad Boy

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:703.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Merpati_Manis

"Turun!" titah seorang pemuda pada pengendara mobil yang baru saja dia tabrak. "Kamu bisa mengendarai mobil enggak, sih?"

"Maaf ya, Mas. Masnya yang salah, tetapi kenapa Mas yang nyolot?" Gadis berhijab tersebut menatap sang pemuda, tanpa rasa takut.

Pertemuan tidak sengaja antara Maira dan Yudhistira di jalan raya yang sepi karena pemuda tersebut menabrak mobil Maira ketika gadis berhijab itu hendak pulang ke rumah, akankah membawa perubahan positif bagi pemuda yang saat ini tengah mengalami broken home setelah ditinggal mati oleh sang mama?

Simak kisah mereka dalam novel; Maira and The Bad Boy

🌹🌹🌹

Best ... jangan lupa dukung kisah bungsu dari keluarga Rehan Alamsyah ini, ya 🥰🙏🙏

Yang baru saja mampir di lapakku, simak kisah emak dan bapak dari Maira, dalam novel; Ketulusan Cinta Nabila 😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merpati_Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Garis Merah

Kehadiran putri bungsu Daddy Rehan ke kediaman keluarga Bisma tersebut, tentu saja disambut hangat oleh omanya Yudhistira.

Sang oma yang sedang duduk santai sambil menonton acara talk show di salah satu channel televisi itu langsung beranjak, untuk menyambut Maira.

"Kenapa tidak menghubungi Yudhis dahulu, Nak, biar dia jemput kamu," protes sang oma, setelah memeluk Maira.

"Tidak apa-apa, Oma. 'Kan cuma ke sini," balas Maira seraya menyimpan kotak kue di atas meja.

"Ini juga dadakan, kok, Oma. Mommy baru saja bikin kue, terus mommy nyuruh Maira agar mengantarkan kuenya untuk oma," lanjutnya.

"Berarti hanya untuk Oma saja, Dik? Buat aku, enggak ada?" protes Yudhistira, bertanya.

Pemuda yang kini telah berganti celana dengan kain sarung tersebut, kemudian duduk di samping Maira.

"Ya 'kan, bisa barengan, Mas. Enggak mungkin juga, Oma bisa menghabiskan semuanya. Lagipula rasanya manis, enggak baik kalau Oma makan banyak-banyak," balas Maira.

"Benar 'kan, Oma?" Maira kemudian menoleh ke arah wanita tua yang sedang membuka kotak kue dari Mommy Billa.

"Benar, Yudhis. Oma nyicip dikit saja, nanti sisanya kalian saja yang habiskan sambil ngobrol," balas sang oma.

"Kamu tidak buru-buru pulang 'kan, Nak?" lanjutnya, bertanya.

"Maaf, Oma. Ini sudah malam, Maira ke sini hanya mengantarkan kue saja, kok," sanggah Maira yang tidak ingin berlama-lama di sini seperti biasanya, jika siang hari sepulang kuliah.

Ya, jika Maida tidak ikut satu mobil dengan Maira dan Yudhistira, maka pemuda itu akan langsung membawa Maira pulang ke rumahnya dan bungsu keluarga Rehan Alamsyah tersebut kemudian akan menghabiskan waktu hingga sore di sana.

Maira akan bercengkrama dengan omanya Yudhistira sambil membantu wanita tua itu memasak aneka kue. Hal itulah yang membuat Yudhistira diam-diam semakin jatuh hati pada gadis periang dan cerdas tersebut.

"Kesininya sengaja malam, ya, biar cuma sebentar?" Yudhistira melirik gadis yang malam ini memakai gaun berwarna pastel, dipadukan dengan pasmina motif batik cantik, hingga membuat Maira terlihat lebih dewasa dari usianya.

Maira hanya tersenyum, tidak menanggapi pertanyaan Yudhistira yang terdengar tidak suka jika dirinya hanya di sana sebentar saja.

"Sudah, ini kalian makan, ya. Oma sudah makan sedikit, oma mau istirahat," pamit sang oma seraya menggeser kotak kue yang sudah terbuka, ke hadapan Maira dan Yudhistira.

Wanita tua itu kemudian beranjak.

"Kalau begitu, Maira juga mohon pamit, Oma." Maira ikut beranjak, tetapi Yudhistira segera menahan lengan gadis cantik itu.

"Nanti saja, Dik, nanti aku antar."

"Benar, Nak. Kalian silakan ngobrol dulu, nanti pulangnya kamu diantarkan Yudhis," timpal sang oma, menyetujui keinginan sang cucu yang masih ingin berlama-lama dengan Maira.

Gadis berhijab pasmina itu kembali duduk, setelah salim dengan omanya Yudhistira.

"Dik, ada yang mau aku bicarakan," ucap Yudhistira, setelah punggung sang oma menghilang di balik dinding.

"Tentang apa, Mas?" tanya Maira, berdebar.

Sesungguhnya, gadis itu pun mulai merasa nyaman berdekatan dengan Yudhistira. Meskipun Maira seringkali menyangkal, jika saudari kembarnya menggoda menjodohkan dirinya dengan pemuda berambut gondrong tersebut.

"Tentang kedekatan kita, Dik," balas Yudhistira dengan suara bergetar.

Pemuda itu pun berdebar-debar, berada sedekat ini dengan gadis yang telah berhasil meyakinkan dirinya bahwa tidak semua wanita sama seperti mama tirinya.

Apalagi yang akan dia bahas adalah tentang dirinya dan Maira, hingga membuat pemuda itu sedikit nervous.

"Kedekatan kita?" tanya Maira, pura-pura tidak mengerti kemana arah pembicaraan Yudhistira.

"Memangnya, apa ada yang marah dengan kedekatan kita?" Maira mencoba mengorek informasi dari pemuda di sampingnya, mengenai kemungkinan adanya seorang gadis yang telah dekat dengan Yudhistira.

Selama ini, Yudhistira tidak pernah menyinggung soal gadis lain, jika mereka sedang bersama. Termasuk para gadis penggembira di arena balapan motor yang mengejar-ngejar dirinya.

"Tidak, Dik. Tidak akan ada yang marah," balas Yudhistira, cepat. Pemuda berkulit putih bersih itu tidak ingin, Maira memiliki pemikiran bahwa dirinya sedang dekat dengan gadis lain.

"Aku mau membicarakan tentang ...." Yudhistira menjeda ucapannya sejenak dan kemudian menghela napas panjang.

Pemuda yang memakai kain sarung itu mencoba menenangkan diri yang semakin nervous saja, menghadapi gadis yang penuh percaya diri seperti Maira.

Bahkan, telapak tangan Yudhistira sedikit berkeringat karena rasa grogi yang menyambangi.

"Dik, aku sayang sama kamu. Maukah kamu menjadi kekasihku?" tanya Yudhistira yang akhirnya dapat mengungkapkan perasaan dengan lancar.

Kini Yudhistira dapat bernapas dengan lega, setelah berhasil menyatakan perasannya pada Maira. Meskipun itu hanya sebentar karena setelah itu, dirinya kembali berdebar menanti jawaban dari sang gadis.

Maira terdiam, tidak menyangka secepat ini Yudhistira berani menembak dirinya. Meski yang sebenarnya, gadis itu pun mulai berharap.

"Dik. Apakah aku diterima?" tanya Yudhistira pelan, hampir tidak terdengar.

Maira menoleh ke arah Yudhistira dan hendak memberikan jawaban. Namun urung, ketika terdengar seseorang memanggil nama Yudhistira.

"Yudhis! Kamu ada di dalam, kan?"

Mengenali suara tersebut, Yudhistira nampak kebingungan.

Seorang gadis muncul yang diikuti oleh Awang dan seorang gadis yang lain.

"Yud, kamu harus bertanggung jawab!" Mili memeluk kaki Yudhistira dan menangis di sana.

"Ada apa ini? Mili, bangun! Jelaskan padaku, jangan membuatku bingung! Aku harus bertanggung jawab atas apa?" Yudhistira nampak kebingungan sendiri.

"Aku positif, Yud. Aku mengandung anak kita," terang Mili seraya menunjukkan hasil test pack, dengan dua garis berwarna merah.

Yudhistira mengambil alat tersebut dengan tangan gemetar. "Apa maksudmu, Mili? Kamu jangan mengada-ada?"

Pemuda itu menyingkirkan tubuh Mili dari kakinya.

"Ini benar, Yud. Kamu ingat 'kan, malam di mana kita mengadakan pesta ulang tahun si Icha. Kamu mabuk berat, Yud, dan malam itu, kita ...." Mili kembali menangis.

Yudhistira menggelengkan kepala berkali-kali. "Itu tidak benar, Mili! Jangan memfitnahku!" hardiknya, kasar.

"Aku tidak memfitnah kamu, Yud! Banyak saksinya, termasuk Awang!" Mili histeris seraya menunjuk Awang.

Sahabat Yudhistira itu mengangguk, pasti.

Maira yang sedari tadi diam mendengarkan, kemudian beranjak.

"Jadi, maksud kata-kata manis Mas Yudhis barusan apa?" tanya Maira pelan, dengan menyimpan kemarahan.

🌹🌹🌹 bersambung ... 🌹🌹🌹

1
Rini Anggraini
Luar biasa
falea sezi
meski kesel ttep panggil mas sopan bgt maira
Merpati_Manis (Hind Hastry): 😁😁 didikan keluarga, sangat besar pengaruhnya terhadap sikap seseorang, Kak ...
total 1 replies
Irni Yusnita
bagus karyanya Thor
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
💗vanilla💗🎶
masukkk thor 😁👍
Merpati_Manis (Hind Hastry): hehehe... makasih, Kak 🥰🙏
total 1 replies
Wina Ningsih
novelnya bagus thor
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksh hadir dan apresiasinya, Kak 🥰🙏
total 1 replies
zian al abasy
crtnya sllu bestt..crta malik judlny ap y mom blum ktmu ap blum ad y
Merpati_Manis (Hind Hastry): Malik nongol dikit di kisah anaknya Opa Alvian, Mak.. jufut, Aqidah Cinta
total 1 replies
zian al abasy
ko yudhis tau klo sudh ad tnda"yudhis junior hehe..
zian al abasy
iqbal gntiin om ilham perusuh ska iseng bkin greget tp kocak🤣🤣🤣
Merpati_Manis (Hind Hastry): iseng banget emang dia, selalu bikin ulah 😄
total 1 replies
zian al abasy
iqbal siap"d kunci d kmar biar gk gnggu pngntin baru🤣🤣
zian al abasy
emng pling best kluarga alamsyah
bhineka tunggal ika bnget .rukun antar besan sepupu abang klop lh brstu padu sling mndukung stu sm lain. klo ad mslh smua trselesaiakn dngan damai
zian al abasy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣anak om ilham 🤣🤣🤣🤣
zian al abasy
krya yng trbaik 💪n sehat sllu trus brkarya
Merpati_Manis (Hind Hastry): mksih apresiasi dan do'anya, Mam 🤗🙏
total 1 replies
zian al abasy
ouh di sni maida blum mnikah y.mlah bru dr acra prnikahan ailea sm gilang tho..maida sm erlang
zian al abasy
kangen kbrsamaan kevin sm salma .romantisnya ngalahin daddy Reyhan .crta yng pling best ini author merpati.smbung mnymbung sprti bhineka tunggal ika..klaurga alamsyah ptut jd panutan tp syang hnya ad d dunia novel hehe.kluarga taat agama smua gk neko"adem dngernya.konglomerat tp jauh dr tinta hitam hehe .rielny ad gk y
Merpati_Manis (Hind Hastry): InsyaAllah keluarga seperti itu masih ada, Mam, meski seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami 😌
total 1 replies
zian al abasy
enak bnget hidup pandu gk mkir ank mlah senng"sndri sm istri mudanya..yah bgtulh lki"klo udh otakny ngegumpal jd ky kerbau .kasian yudhis
zian al abasy
akan ad pelangi setelah badai hujan ait mata hehe sabarrr
zian al abasy
blum tahu nie pra brandal siapa kluarga mela..psti nyesel sudh brurusn dngan kluarga alamsyah.huhh ayam kampus murhan .tnggu kjutan klian😠😠
zian al abasy
oma psti denger obrolan 2 jalang td..
zian al abasy
ktulusan hti alea udh slse ak bca sbulan lalu..smua crta author ini bgus"ak ska .bab ny gk pnjang tp jelas padat dn sat set sat set mudh d cerna dn komplit ad kocakny ad sedhny pkokny best dec smua
zian al abasy
yah bru d omong udh nongol ajh iqbal si biang ngakak hehe tp bkin seru mlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!