NovelToon NovelToon
Seline: Change My Second Life

Seline: Change My Second Life

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Time Travel / One Night Stand / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Chicklit
Popularitas:148.8k
Nilai: 5
Nama Author: Livinforyou

Seline mengalami hidup yang tragis diusianya yang masih muda. Tunangannya mengkhianati dirinya dan lebih memilih bersama sahabatnya sendiri, seluruh harta miliknya di ambil oleh tunangannya sendiri, dan yang lebih menggenaskan lagi adalah dia mati dibunuh oleh tunangannya sendiri.

benar-benar tragis bukan?

namun keajaiban terjadi pada Seline. dia kembali hidup lima bulan sebelum kecelakaan yang merenggut nyawanya itu terjadi.

haruskah dia bersyukur? karena saat dia terbangun, dia malah berada dalam kondisi tak berbusana dengan seorang pria asing. tapi beruntung dia tak berurusan lagi dengan pria asing itu.

mungkinkah Seline bisa menghindari kehidupan tragisnya? dan menjauhi tunangannya sendiri?

Note: bukan tentang wanita kuat yang bisa menghancurkan dunia hanya dengan jentikan jari. Tapi tentang seorang gadis yang berusaha memperbaiki kehidupannya agar tak terjebak di kesalahan yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Livinforyou, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vino gabut

Seline dengan langkah gontai turun menuju ruang makan. Dilihatnya jika bi Lela sudah membuatkan sarapan yang tersaji apik di atas meja.

"Selamat pagi, non." Sapa bi Lela.

"Pagi juga, bi."

Seline mulai makan makanan yang tersaji di atas meja dengan tak bersemangat. Selain karena Seline masih mengantuk karena semalaman tak bisa tidur, dia juga sebenarnya malas jika harus ke kampus hari ini. Dia malas sekali jika harus bertemu dengan Gavin mengingat semalam pembicaraan mereka berjalan tak lancar.

Haruskah Seline bolos saja untuk hari ini? Ah, andaikan hari ini tak ada presentasi penting, dia pasti bisa dengan mudah untuk ijin tak masuk.

"Non, ada teman nona Seline yang menunggu di luar?" ucap bi Lela datang.

"Siapa?" tanya Seline sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.

"Ada mas Vino. Katanya mau jemput."

"Tumben? Ngapain tuh orang pagi-pagi udah bertamu." batin Seline.

"Suruh dia masuk aja, bi. Seline masih makan. Ajak sarapan aja kalau dia mau." Perintah Seline.

"Baik, nona." bi Lela berlalu pergi.

Seline segera menghabiskan sarapannya dan setelah itu dia berjalan pergi keluar rumah. Dilihatnya jika Vino tengah berbincang serius bersama Pak Anton dan Bi Lela. Entah apa yang mereka bicarakan, tapi yang jelas tak ada raut ramah di antara mereka.

Seline berjalan mendekat, hingga Pak Anton menyadari keberadaannya. Mereka pun langsung berhenti berbicara.

"Pagi, nona Seline." sapa pak Anton.

"Pagi juga, pak."

Seline beralih menatap Vino, "ngapain kamu pagi-pagi ke sini?"

"Ngapel." Celetuk Vino.

"Ya, ngajakin lo berangkat bareng lah." Lanjut Vino kala melihat Seline menatapnya garang.

"Dalam rangka apa?" tanya Seline sekali lagi.

"Nggak ada sih. Gue cuma bosen berangkat sendiri."

"Yuk." Ajak Vino.

Seline menghela nafas, dia kemudian mengikuti Vino yang lebih dulu naik ke atas motor sport hitamnya.

"Nih."

Vino memberikan helm ditangannya pada Seline tanpa berbalik. Mau tak mau Seline menerimanya dan memakainya sendiri.

"Pak Anton, hari ini Seline berangkat sama Vino. Nanti kalau mau pulang Seline kabari." teriak Seline saat dirinya sudah naik ke atas motor Vino.

"Baik, non."

Seline pun mulai berpegangan pada jaket Vino karena tak mungkin dia memeluk perut Vino. Mereka berdua tak sedekat itu. Setelah itu Vino menjalankan motornya dengan kecepatan sedang.

"Tumben kamu jemput aku?" tanya Seline dengan suara keras.

"Udah dibilang gue lagi males berangkat sendirian." Jawab Vino tak kalah kerasnya.

"Lagipula rumah kita sejalan. Makanya gue jemput Lo aja daripada gue sendirian." lanjut Vino.

Seline memiringkan kepalanya bingung, "emang iya?"

"Iyalah. tempat tinggal gue sama rumah Lo tuh dekat. Makanya gue nyamperin lo daripada yang lain." ucap Vino ngegas.

"Kok aku nggak tahu."

"Memang apa yang Lo tahu selain Gavin? Dunia Lo kan selama ini cuma dia seorang." balas Vino tak santai.

Seline terdiam. Dia kalah telak. Dulu memang dalam hidupnya hanyalah Gavin, Gavin, dan Gavin saja. Sedangkan yang lainnya tak terlihat di matanya. Sebodoh itu memang seorang Seline jika menyangkut cintanya.

Motor Vino berhenti tepat di parkiran kampus. Seline dengan hati-hati turun dari motor besar itu diikuti Vino setelahnya.

"Makasih, ya. Aku ke kelas dulu." Pamit Seline.

"Gue anterin aja." ucap Vino.

Saat Seline hendak menolak, dirinya kalah cepat dengan tindakan Vino yang lebih dulu mendorong badannya untuk segera jalan.

"Ishh.. jangan di dorong juga."

"Makanya, ayo cepetan." ucap Vino lalu menghentikan dorongannya dan melangkah sejajar dengan Seline.

Keduanya berjalan beriringan. Namun tak lama, Seline dan Vino terpaksa berhenti karena jalan mereka di hadang seseorang. Bahkan tanpa permisi orang itu menggenggam erat lengan Seline dan menariknya.

"Seline, ikut gue!" Sentak Gavin.

Seline yang belum siap, terpaksa ikut terseret. Namun langkahnya terhenti saat lengan satunya dipegang Vino.

"Jangan ikut campur urusan gue sama tunangan gue, Vino!" Tekan Gavin dengan seluruh emosinya.

Vino tak gentar, dia masih saja menggenggam tangan Seline supaya gadis itu tak diseret oleh tunangannya. Dan kegiatan mereka ditonton mahasiswa lain mengingat ketiganya masih berada di lorong kelas.

"Oh ya, kenapa?" tanya Vino menantang.

"Kenapa gue nggak boleh ikut campur urusan kalian?" lanjut Vino.

Seline yang tak tahan mulai memberontak. Dia dengan seluruh tenaganya melepaskan diri dari Gavin. Namun bukannya lepas, justru genggaman Gavin semakin erat. Dan Seline yakin tangannya pasti sangat memerah saat ini.

"Lepas, Gavin!!"

"Tangan aku sakit!" Sentak Seline tak menyerah.

Bukannya melepaskan, Gavin justru berteriak, "diam, Seline!! Gue mau ngomong sama Lo!"

"Dan buat Lo, Vino! Lo nggak ada hak karena Lo bukan siapa-siapa dalam hubungan gue sama Seline. Ingat, lo cuma sahabat gue! Dan gue nggak mau berantem sama sahabat dekat gue sendiri!" Tunjuk Gavin pada Vino.

Vino tak menyerah, dia masih saja menggenggam tangan Seline. "Gavin, kalau lo mau ngomong, kenapa nggak ngomong di sini aja! Kenapa harus seret Seline kayak gini! Lo nggak lihat, Seline kesakitan!"

Gavin tak mengindahkan perkataan Vino, dia masih kekeh ingin membawa pergi Seline dan berbicara berdua dengannya. Dia ingin mempertanyakan tentang kejadian semalam. Dan dia masih tak menyerah untuk menjual rumah Seline.

Seline yang melihat Gavin tak bergeming sama sekali, dia pun mulai tenang. Matanya melirik Vino seakan minta untuk dilepaskan. Dan Vino yang mengerti tatapan Seline, melepaskan tangan kanan Seline secara perlahan. Tapi Vino masih berjaga-jaga di sisi Seline.

Dengan gerakan cepat, Seline mulai mengambil ancang-ancang dan menendang pusaka Gavin dengan kaki kanannya secara brutal.

Bugggghh!!!!

"Aarrgghh!!!!"

Tepat sekali, dalam sekejap genggaman tangan Gavin terlepas karena pria itu sibuk merasakan kesakitan pada bagian bawahnya. Para mahasiswa yang menyaksikan itu sontak terkejut sekaligus menatap ngeri melihat bagaimana kerasnya hantaman kaki Seline pada bagian terpenting Gavin. Bahkan Vino hanya tertawa tanpa berniat membantu Gavin, meski mereka bersahabat.

Seline yang melihat adanya peluang untuk kabur segera berlari dari sana. Seline berlari tanpa melihat ke belakang sama sekali. Dan saat sudah sampai ke dalam kelasnya, dia mulai berhenti dan menetralkan nafasnya kelelahan.

"Hahh.. hahh... hahhhh..."

"Seline, are you okay? Nih minum buat lo." Ucap Jenni menghampiri Seline dan memberikannya sebotol minuman yang langsung diambil Seline.

Seline meneguk minumannya tak santai. Dia tak menyadari tatapan mahasiswa lain yang ada di kelasnya.

"Woahh..!! Seline, Lo benar-benar.." Ucap Citra, salah satu teman sekelasnya memberikan acungan dua jempol pada Seline.

"Gila!! Gue nggak expect banget sama lo." Ucap Risa, teman kelas Seline.

"Gue kira lo cewek pendiam. Ternyata tendangan lo boleh juga." lanjutnya yang diangguki teman-teman kelasnya yang lain.

"Kalian lihat?" tanya Seline tak percaya.

"Yap. Ada yang ngasih live di sosial media. Makanya kita tahu meski nggak ada di sana." Ujar salah satu teman kelasnya.

"Terus kenapa kalian nggak nolongin gue?" Rengek Seline. Jujur saja, Seline tadi ketakutan. Dia bingung harus bagaimana. Karena selama hidupnya, dia tak pernah berlaku kasar seperti tadi.

"Loh, Adnan sama cowok-cowok yang lain udah pergi buat nolongin Lo. Emang Lo nggak ketemu mereka?"

Seline menggeleng. Namun sedetik kemudian dia teringat jika dirinya berpapasan dengan Adnan dan beberapa teman cowok sekelasnya pada saat dirinya lari tadi.

"Udah-udah, yuk balik ke bangku. Dosennya sebentar lagi bakal masuk." Ajak Jenni sekaligus memapah gadis pirang itu.

...****************...

1
Hasnah Siti
oh yesssss yessss yessssss la jwb nya 🤣🤣🤣🤣🤣
Hasnah Siti
emmmm bening² semuanya😍❤️
Mommy_JJ
kelanjutanx mn kk
ann
udah reinkarnasi loh, masak gak ada kekuatan utk bls dendam, yah minimal gak mau ditamparlah, bukan skedar hiks hiks ataupun pejam mata
Aini Devina
wahh ternyata Mr.??? yg merenggut kesuciannya
Aini Devina
👣
Aini Devina
wow saya terpesona dgn Mr ???.. lanjut thor semangat
dwi wibawa
semangat thor
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
𝙨𝙚𝙢𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙮𝙖 𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙨𝙚𝙢𝙤𝙜𝙖 𝙨𝙡𝙖𝙡𝙪 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙧𝙢𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙤𝙡𝙚𝙝 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙡𝙖𝙢 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙝𝙖𝙙𝙖𝙥𝙞
IndraAsya
lanjut
Putri Ayu pertiwi
sabar ya thor hadapi semua masalah dengan kepala dingin terutama masalah dunia
IndraAsya
jejak 🐾
@ꪶꫝ༄Cherry🍒Chubby༄💕🇵🇸
setau aq yes or no, lah ini yes or yes, 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 jadi tetap 1 jawaban YES, kawal sampai ke pelaminan 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Sofiyah Ahra
bagus ceritanya...
di tunggu karya slnjutnya...
smg sllu updet
Sofiyah Ahra
apapun masalah yg di hadapi tetap sabar ya thor...smg sllu sehat dan smgt..💪💪💪
Livinforyou: makasih kak 😍😍
total 1 replies
@ꪶꫝ༄Cherry🍒Chubby༄💕🇵🇸
up
up
up
up.
@ꪶꫝ༄Cherry🍒Chubby༄💕🇵🇸
mulai ada rasa nano-nano
@ꪶꫝ༄Cherry🍒Chubby༄💕🇵🇸
thor boleh gak si gapin goreng di makan
@ꪶꫝ༄Cherry🍒Chubby༄💕🇵🇸
seru banget thor
@ꪶꫝ༄Cherry🍒Chubby༄💕🇵🇸
aq mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!