NovelToon NovelToon
Sistem Robot Masa Depan

Sistem Robot Masa Depan

Status: tamat
Genre:Kehidupan alternatif / Dunia Masa Depan / Sistem / Tamat
Popularitas:202.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Alveandra

Tahun 9.999 Dunia hancur akibat peperangan yang di sebabkan oleh manusia, dengan berbagai alat tempur canggih, seperti Robot dan sebagainya.
Di dunia yang sudah hancur tersebut terdapat penyintas yang masih bertahan hidup di dunia yang baru.
Arian Smeltz Pria berumur 22 tahun, salah satu penyintas yang bertahan hidup di Dunia baru, dia menemukan sosok Robot saat sedang melakukan penjelajahan demi menemukan tanah yang subur.
Robot tersebut merupakan sebuah Sistem yang akan membantu Arian membuat kehidupan barunya di dunia yang sudah rata dengan tanah tersebut.
Arian membangun sebuah peradaban baru, hingga lama kelamaan tanah yang tadinya di huni oleh dia dan keluarganya saja, mulai di datangi penyintas lainnya.
Sosok dua Wanita cantik kakak beradik yang pandai bela diri dan menggunakan senjata tertarik kepada Arian.

Mereka pun membangun keluarga bersamaan dengan membangun sebuah peradaban baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alveandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Malam harinya, Arian sedang duduk sendirian di teras rumah. X-Ray sudah menonaktifkan diri dan yang lainnya sudah beristirahat, hanya tersisa Arian yang masih terbangun menatap gelapnya malam yang penuh dengan gemerlapnya bintang-bintang.

"Arian, apa kamu masih marah denganku?" tegur Maura tiba-tiba.

Pria itu reflek menoleh ke arah Maura. "Kenapa kamu belum istirahat?" Arian malah balik bertanya.

Maura duduk di sebelah Arian. "Aku belum mengantuk, masih ada perasaan yang mengganjal, apakah kamu masih marah denganku?" tanyanya lagi.

Arian tersenyum kecut. "Aku tidak marah padamu, aku sadar, kalau diriku tidak mungkin bisa mendapatkan seorang wanita, jadi wajar kalau kamu takut denganku," jawabnya tidak berdaya.

Maura tiba-tiba menyenderkan kepalanya di bahu Arian, sehingga membuat pria itu terkejut, padahal tadi siang sudah jelas kalau gadis yang sedang menyenderkan kepalanya itu takut dengannya.

"Aku tidak takut denganmu, aku hanya terkejut, tolong berikan aku waktu Arian," ucapnya lembut.

Arian menghela napas. "Jangan memaksakan dirimu, aku tidak apa-apa seperti ini,"

"Tidak, aku serius menyukaimu, Arian!" ucap Maura mantap sambil mengangkat kepalanya dari bahu Arian.

Sontak saja pria itu terkejut dan menoleh ke arah gadis itu, terlihat sorot matanya yang penuh dengan keteguhan hati.

Tiba-tiba Maura mengecup bibir Arian, membuat pria tersebut tertegun, walaupun hanya sekilas ia cukup menikmatinya.

"Tunggulah sampai aku siap, aku pasti akan melayani kamu dengan baik," ucapnya seraya beranjak dari duduknya, meninggalkan Arian yang masih tertegun sendirian.

Arian mengusap bibirnya, rasa manis kecupan Maura masih berbekas, ia tidak akan pernah melupakan kecupan pertamanya itu.

...***...

Ke esokan harinya, Arian dan X-Ray yang sudah berangkat berburu sejak pagi, mereka terlihat sedang bersembunyi di balik reruntuhan mengincar Monster Red Dogs yang sedang memakan daging Monster buruan mereka.

Red Dogs, merupakan Monster dengan kepala anjing, tapi tubuhnya seperti rusa, mereka juga memiliki tanduk rusa. Namun, mereka adalah Monster pemakan daging segalanya, bahkan daging Scorpion saja mereka makan.

Pencernaan Red Dogs memiliki anti racun yang sangat kuat, sehingga membuat mereka kebal terhadap racun, jika ingin membunuhnya tidak ada cara lain selain melukai parah tubuhnya.

"Jumlah mereka sangat banyak X-Ray, apa kamu yakin bisa mengalahkan mereka semua?" tanya Arian pada robotnya itu.

"Serahkan semuanya padaku tuan, saya pasti akan menghabisi mereka semua!" ucapnya yakin.

Arian mengangguk mengerti. "Aku akan membantu kamu dari belakang!"

"Baik Tuan!"

Swuzz

Tanpa aba-aba X-Ray langsung melesat dengan kecepatan penuh, ia pun langsung menebas dua kepala Red Dogs.

Sontak Red Dogs lainnya menyadari kehadiran X-Ray, mereka semua langsung meraung keras.

Groaarr

Groaar

Groaarr

Raungan mereka bersahut-sahutan, tampak X-Ray di kepung keluh Red Dogs, air lliur mereka semua menetes, sambil menggeram.

Arian yang melihat itu tidak berani keluar dari tempat persembunyiannya, mengingat jumlah Red Dogs sangat banyak. Ia menunggu momen yang pas untuk membantu X-Ray.

Groaar

Red Dogs menyerang robot itu secara bersamaan, tapi X-Ray bisa menahan serangan mereka semua.

Bang

Bang

Red Dogs yang terkena pukulan X-Ray, mereka terhempas puluhan meter.

Red Dogs lainnya terus menyerang, robot itu mendapatkan gigitan dan cakaran dari Monster tersebut.

Arian yang melihat X-Ray melawan banyak sekali Red Dogs, ia menggertakkan giginya dan berlari ke arah mereka untuk membantu robotnya itu.

"Bedebah!"

Slas

Slas

Slas

Pedang Plasma Arian menebas kaki beberapa Red Dogs, karena Arian sadar kalau pedangnya tidak mungkin bisa menebas Red Dogs, jadi ia menebas kakinya.

Tubuh X-Ray tiba-tiba bersinar, ia kemudian menghempaskan para Red Dogs yang menggigit tubuhnya.

Swuzz

Swuzzz

Para Red Dogs terhempas, X-Ray berubah menjadi mesin pembunuh, dari seluruh tubuhnya keluar senjata, ia menembaki Red Dogs tahap henti, hingga beberapa dari mereka yang terkena tewas.

Drrtt

Drrtt

Suara senapan mesin terus memberondong kelompok Monster tersebut, mereka yang tadinya sangat berani langsung ketakutan dan melarikan diri.

Sementara itu Arian masih melawan seekor Red Dogs yang masih hidup.

"Hia... Mati kau!" teriak Arian membunuh Red Dogs tersebut.

Arian menghela napas, ia menoleh ke arah X-Ray, tampak robot tersebut juga sudah selesai dengan urusannya, ia pun mengacungkan jempol kepada X-Ray sambil tersenyum.

X-Ray mencoba mengikuti gerakan Arian, sehingga membuat Arian tertawa melihat hal itu, karena Robotnya itu berusaha menirunya.

"Kita bawa mereka semua pulang, X-Ray!"

"Baik Tuan!" X-Ray mengumpul enam ekor Red Dogs yang berhasil mereka bunuh, kemudian mereka menggunakan pengendali Gravitasi dan membawa bahan makanan tersebut pulang ke rumah.

Arian merasa sangat senang, ia sekarang bisa mendapatkan daging Monster dengan sangat mudah, padahal dulu mereka membunuh satu ekor monster saja sangat sulit. Namun, berkat kehadiran Arian, sekarang tugas itu menjadi mudah, membuat Arian begitu menyayangi robotnya itu.

1
minak jinggo
gk apa2 buat cerpen yg penting tamat dr pada sebelah buat novel gantung semua d tengah jalan..
Mckeren World
Luar biasa
Sunan Arrasy
/Frown/
hairul amin
Luar biasa
Mgiok: mantap
total 1 replies
Ariwat Xx
saran thor
klo awal2 cerita jgan mnculin heroine dlu klo bsa fokus ke inti cerita dlu nnti pertengahan bru mnculin heroin
awal2 muncul gni ujung2nya beban nnti.
saran aja broo
Nanik Purba
Yeaahhhh tamat? tumben pendek bang, ,gak sampai 100 chapter.
Nanik Purba
kayak merk shampoo 🤣🤣🤣
Nanik Purba
apa dua-duanya akan disikat 🤔
Nanik Purba
pasti pada kepincut ama arian
Nanik Purba
Awal cerita yang menarik,aku subscribe
Dhimas Jaya
Luar biasa
John Singgih
tapi mandinya jangan lama2 kasihan dong yang dibelakangnya
John Singgih
dua cewek tadi pasti makin kepincut sama Arian
Taufik Hidayat
apakah X-Ray Sudah berevolusi
John Singgih
kalau pertama ketemu langsung nikah tentu mau dong, sayangnya cuma ada dalam fiksi ya....
John Singgih
mantap lanjut
John Singgih
kayaknya anggota keluarga bakal nambah lagi nih
John Singgih
kayaknya bakal kawan yang baik nih
Anonim
thor coba bikin cerita fantasi timur dong
Raja Semut
cerita nya bagus tapi sayang nggak lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!