Sebuah kisah cinta antara masa lalu dan masa sekarang. Seorang pasangan mudah berpindah dari satu hati ke hati yang lain. Begitulah kisah Cinta seorang gadis bernama Larasati. Dia di hadapakan dengan sebuah masalah dari kisah cintanya. Pertunangannya harus kandas oleh keegoisan, dan perbedaan karakter. Hingga Larasati memutuskan untuk menyudahi hubungan mereka, lalu menjalani hidup barunya.
Apakah Larasati bisa terlepas dari jerat masa lalu? atau justru dia bisa menemukan yang terbaik?
Simak kisah mereka sampai habis ya.
Ikuti terus kisah Cinta Larasati
Terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Nur Hastaman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ep 12
di dalam mobil laras hanya terdiam dengan tangan dion yang merangkulnya
dion berusaha menenangkan laras dion yang duduk berdekatan dengan laras
" tak usah kamu bersedih, disini masih ada aku"
" maaf tuan dion tadi saya mengakui anda sebagai suami saya" laras menatap dion dengan penuh kehangatan
"kenapa harus minta maaf....akan saya kabulkan perkataan kamu barusan" dion tersenyum simpul dengan tangan yang memeluk laras
"ihhhh apaan sihhh....malu tau ada pak supir"bisik laras dan dia menyingkirkan tangan dion
"bercandanya gak lucu tau" laras membuang muka dengan cemberut
"siapa yang bercanda sayang....saya sudah mendaftarkan pernikahan kita sudah sejak dari kamu di peluk oleh tuan sebastian kurniawan itu"dengan nada malas dion menyebut nama lelaki itu
"kenapa kamu mengambil kesimpulan seperti itu" laras marah dengan keputusan yang di buat dion
"kan tadi kamu yang bilang kalo saya adalah suami kamu dan katanya juga selingkuhan kamu....hahaha"
dion tertawa geli mengingat perkataan laras yang menyebutnya sebagai suami sekaligus selingkuhan
padahal status mereka masih pendekatan namun bagi dion itu adalah kesempatan untuk dia bisa menempati hati laras ...
laras mulai berpikir apakah ini yang di namakan karma
karna dia dulu sering memainkan hati dan perasaan lelaki dan kini dia harus terjebak dengan perbuatanya sendiri.
" apakah kamu tak mau menjelaskan kenapa sampai kamu bisa membenci tunangan kamu sendiri"
sebenarnya dion sudah mengetahui permasalahan mereka namun dia ingin mendengar langsung dari mulut laras
laras pun menjelaskan panjang lebar kepada dion dengan deraian air mata
" jadi ikatan kalian itu tidak di dasari cinta hanya karna hutang orang tua kamu saja"
laras hanya mengangguk
baru kali ini dia menceritakan kisah hidupnya kepada seseorang
laras merasa lega dan ada rasa nyaman saat di dekat dion
dion yang tak tega melihat penderitaan laras selama ini hanya bisa memeluk dan mencium keningnya
" mulai saat ini kamu tak akan merasakan yang namanya sakit lagi" dion mencoba meyakinkan laras
laras memejamkan mata merasakan ada sebuah ketulusan yang tak pernah dia rasakan selama ini
dion menyeka air mata laras.
mereka pun sampai di hotel tempat di mana mereka menginap
" dion sebenarnya aku masih punya rumah disini"
seketika dion berbalik dan menatap laras
" kamu mau pulang???"
laras menggeleng kepala
dan sekarang laras memeluk dion dengan perasaan yang berbeda dari sebelumnya
" aku takut jika nanti sebastian menyakiti aku lagi dia itu sangat kasar"
dion mengusap kepala laras dengan memeluk laras
"selama saya di dekat kamu semut pun tak akan ku biarkan menggigit mu nona" dion mencoba menggoda laras
laras hanya tersenyum dan malu dia membenamkan wajahnya di dada bidang dion
"sudah kamu ganti dulu pakaian mu"
laras pun melonggarkan pelukan dia pun menuju lemari dan mengambil beberapa helai pakaian
laras pun berganti pakaian dan dion yang tengah sibuk dengan pekerjaan nya
laras menghampiri dion dengan secangkir teh
" tehnya tuan " laras menggoda dion karna dion paling tak suka jika laras memanggilnya dengan sebutan tuan
dion menatap laras tajam
" menakutkan sekali...membuatku ketakutan saja" laras hendak pergi meninggalkan dion
namun dion menarik laras kepangkuan nya.
" kamu diam di pangkuan ku jadi aku bisa fokus dengan pekerjaanku ...ingat jangan menggoda ku lagi" dion mencium pundak laras
laras hanya terdiam dan dia pun menemani dion dengan duduk di pangkuan nya.
kebahagiaan akan datang tanpa terpinta dan tanpa terduga
terkadang sakit dan sulit yang di rasa adalah perjalanan menuju bahagia😍😍
*pemeran utama wanita paling enak, dia sangat murka kalau suaminya salah dan tidak mudah memaafkan tapi kalau dia salah paling jauh minta maaf semua beres, bahkan dia ditiduri pria karena kebodohanya dianggap bukan masalah yang harus dibesarkan
*pria lain PEBINOR juga enak, menghancurkan rumah tangga orang, dan memperkosa istri orang tapi hanya dipukuli, enak dipukuli dengan imbalan tujuh istri orang,
korban novel sesunguhnya
*pemeran utama pria jika buat salah (walaupun salah paham) dibuat menderita, menyesal, sujud2 minta maaf, mengemis maaf, berjuang keras, sangat lama baru dapat maaf, dibuat menderita bertahun2, dibuat bucin, dibuat bodoh kayak tidak ada wanita lain saja
sampai disini pahamkan kalau wanita buat novel ya pasti egois
sakit emng d khianati orng yg kita cintai aplgi d sakita raga & jiwa..
sedih aku tuh.. kereen tor crita nya