Ini adalah spin off dari novel Jangan Bedakan Aku.
Akibat kenangan masa lalu yang sangat buruk membuat Salsa trauma menikah dengan pria kaya.
Setiap lamaran yang datang dari orang kaya, pasti dia akan menolaknya dengan alasan trauma. Hingga datanglah lamaran dari seorang pria sederhana yang merupakan tukang ojek offline, Salsa pun langsung menerimanya meski dengan mahar yang kecil.
Berbagai cibiran datang dari para tetangga yang menyayangkan dirinya menikahi pria miskin. Namun begitu, dia tetap bahagia, karena meski serba kekurangan, sang suami sangat mencintainya.
Bagaimana kisahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenita wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masa sih?
"Kenapa, Sayang? Kok kayaknya kamu bingung?" tanya Reza ketika menghampiri istrinya yang sedang melamun di sofa kecil mereka. Pria itu baru saja selesai mandi.
"Eh, Mas, enggak, ah. Aku cuma capek aja, baru nganterin kue ke tetangga kita," sahutnya berbohong. mana mungkin dia mengatakan bahwa dirinya baru saja bertemu dengan pria yang pernah ditolaknya.
"Oh, jadi gimana kenalan sama tetangga barunya?"
"Udah, Mas. Yang di sebelah namanya Bu Anna. Dan yang di depan namanya Mbak Helena."
"Oh, kok kamu nggak nungguin Mas."
"Aku kira kamu nggak ikut, soalnya tadi aku tanyain kamu diam aja."
"Aku nggak denger, Sayang. Lagi di kamar mandi."
Salsa hanya mengangguk saja. Namun, raut wajahnya terlihat berbeda seperti sedang bingung.
"Kamu kenapa, Sa? Sakit?" tanya Reza heran. Dia bahkan memeriksa suhu tubuh Salsa untuk memastikan bahwa istrinya itu tidak sedang sakit.
"Mas, kamu masih ingat nggak dengan teman dekat aku yang namanya Siti. Dia pernah jadi langganan ojek kamu sebelum nikah," ucap Salsa dengan tatapan ragu.
"Oh, yang katanya menikah dengan manajer itu ya? Iya, Mas tau, kenapa?"
"Barusan aku ketemu dia di rumah Bu Anna."
"Oh ya? Dia menantunya Bu Anna?"
"Bukan, Mas."
"Jadi? Saudaranya?"
"Bukan juga, Mas. Dia kerja di rumah Bu Anna."
"Hah? Kerja? Kerja apa? Emangnya di rumah Bu Anna ada usaha gitu ya?"
"Enggak, Mas, dia kerja di rumah Bu Anna sebagai asisten rumah tangga."
"Hah? Asisten rumah tangga? Masa sih? Tapi kan suaminya manajer, masa dia jadi asisten rumah tangga?" Sama seperti Salsa, Reza juga tak percaya dengan kabar tersebut. Logikanya saja, jika suami Siti seorang manajer, mengapa dia harus repot-repot bekerja sebagai asisten rumah tangga?
"Iya, Mas, makanya aku bingung. Tadi pas ketemu aku Siti langsung lari, kayak ngehindarin aku."
"Ya udah, jangan terlalu kamu pikirkan. Mungkin saja Siti punya alasan mengapa dia menjadi asisten rumah tangga. Sekarang lebih baik kita istirahat aja. Besok Mas mau kerja, udah ada pangkalan ojek. Untung aja di daerah ini tukang ojeknya hanya satu, jadi, waktu Mas minta izin untuk mangkal di situ, dia ngebolehin dengan ketentuan dan syarat."
"Hah? Syarat? Syarat apa, Mas?"
"Kami harus berbagi penumpang. Nggak boleh serakah, apalagi curang."
"Ternyata di dunia ojek juga gitu, ya. Pake syarat dan ketentuan." Salsa tertawa geli.
"Iya, dong. Sekarang mending kita ke kamar." Tiba-tiba saja Reza menarik tangan Salsa menuju ke kamar. Bukannya istirahat, dia malah meminta jatah pada sang istri. Maklum saja, mereka masih pengantin baru yang sedang dimabuk cinta.
*****
"Ini kue dari siapa?" tanya Gilang ketika melihat sekotak kue yang terletak di atas meja makan.
"Itu tadi pemberian dari tetangga baru, Mas," ujar Helena sambil membuka kotak kue tersebut.
"Yang mana? Yang di depan rumah ini?"
"Iya, Mas."
"Oh, kamu makan aja. Aku nggak suka makanan ya nggak jelas asal usulnya kayak gitu."
"Aku juga nggak mau, Mas. Kita kasih ke Bi Iyem aja, ya."
"Hmmm."
Helena pun pergi ke belakang dan memberikan kotak kue itu pada asisten rumah tangga mereka.
Dia pun kembali ke meja makan dan menemani suaminya makan malam. Terlihat Gilang yang makan sambil fokus pada ponselnya tanpa memperdulikan keberadaan Helena.
Wanita itu hanya menghela nafas panjang. Entah mengapa, setelah menikah dengan pria yang selama ini dipujanya, dia seolah merasa berjuang sendiri.
Ya, meskipun pernikahan mereka mendadak karena tiba-tiba saja Gilang datang dan mengajaknya menikah. Padahal, sudah berkali-kali Gilang menolak cintanya. Namun, pria itu datang dengan sendirinya dan mengajaknya membina rumah tangga bersama.
Namun, dia merasa seperti seorang yang dijadikan pelarian. Dinikahi, namun tak dicintai. Benarkah pemikirannya ini?
sungguh mantap sekali
terus lah berkarya dan sehat selalu 😘😘