NovelToon NovelToon
Kepingan Hati di Langit Qatar

Kepingan Hati di Langit Qatar

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:201.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Chika Ssi

Hayu Hasmita, seorang yatim piatu yang rela menguras isi rekening demi bertemu dengan seorang pria asal Qatar, yang dia kenal melalui aplikasi kencan online. Dia harus menerima kenyataan bahwa lelaki bernama Ferhat Al Malik itu hanya main-main terhadapnya.

Demi bisa kembali ke Indonesia, Hayu harus mengumpulkan uang dengan bekerja sebagai pelayan di rumah Ferhat. Sebuah rahasia pun terungkap, dan membuat Hayu semakin sakit hati dengan keluarga besar Al Malik.

"Bodoh, adalah salah satu kata yang tepat untukku. Aku terlalu berharap bisa menggapai langit, padahal kaki serta tanganku tak cukup panjang untuk menjangkaunya." - Hayu Hasmita.

Rahasia apa yang disembunyikan oleh Ferhat dan keluarganya? Mampukah Hayu merebut hati Ferhat sehingga usahanya pergi ke Qatar tidak sia-sia? Atau Hayu memilih menyerah dan kembali ke Indonesia setelah uangnya cukup untuk pulang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chika Ssi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Trik

Hayu sedang menatap Safa yang sedang sibuk mencuci sayuran. Sebuah senyum penuh arti terukir di bibir perempuan itu. Setiap Safa tanpa sengaja bertatap muka dengannya, dia langsung menautkan jemari seraya mengerjapkan mata berulang kali.

"Apa?" tanya Safa dengan nada yang dibuat ketus.

"Boleh ya, ya?" Hayu kembali mengedipkan mata dan memasang wajah manis.

Safa meletakkan sayuran yang sudah dia cuci ke atas meja, lalu berjalan menghampiri Hayu yang sedang bertopang dagu di meja makan. Perempuan itu menarik kursi lalu mendaratkan bokong ke atasnya. Safa menatap Hayu dengan menyipitkan mata.

"Permintaanmu aneh!" seru Safa.

"Ayolah, Bu. Aku yakin sebulan saja cukup! Aku akan mengembalikan memori Ferhat secepat bus Sumber membelah jalanan Surabaya-Yogya!" Hayu meliukkan lengannya menirukan gerakan menyalip bus pencabut nyawa itu.

Safa hanya melongo melihat tingkah Hayu. Sejujurnya dia tidak mengerti apa yang sedang diucapkan perempuan cantik itu. Akhirnya Safa yang penasaran pun bertanya kepada Hayu mengenai kalimat terakhirnya.

"Ibu nggak ngerti maksudmu."

"Aduh, Bu. Itu hanya sebuah perumpamaan." Hayu membetulkan posisi duduknya kemudian menatap serius ke arah Safa.

"Jadi, di daerah tempat aku tinggal, ada satu nama bus yang dijuluki sebagai bus pencabut nyawa. Sebutan itu disematkan karena memang banyak nyawa melayang karena ulah bus yang melaju secepat angin itu!" jelas Hayu.

"Jika kita melakukan perjalanan menggunakan bus tersebut, rasanya seperti jarak antara hidup dan mati sangatlah tipis! Yaaa ... karena memang bus itu melaju sangat kencang dibanding bus antar kota pada umumnya!"

"Benarkah?" Mata Safa membulat karena mendengar cerita dari Hayu.

"Benar, aku tidak bohong! Jika Ibu berkenan mengunjungiku ke Surabaya suatu saat nanti, maka aku akan mengajakmu ke Yogya dengan menumpang bus pencabut nyawa tersebut!"

Mendengar ajakan Hayu, sontak membuat Safa bergidik ngeri. Mendengar ceritanya saja sudah sangat menyeramkan, apalagi kalau benar-benar menaiki bus, dan menjadi salah satu penumpang di sana.

"Jadi, boleh aku meminjam ponsel Ibu sementara waktu? Ketika malam hari saja, kok!" Hayu kembali memasang wajah manisnya.

Safa terlihat mengembuskan napas kasar. Perempuan itu akhirnya merogoh saku celemek dan mengeluarkan benda pipih dari dalam sana. Dia langsung menyodorkan ponselnya kepada Hayu.

Hayu pun segera menyambar ponsel itu secepat kilat. Safa menggeleng heran karena melihat tingkah perempuan muda di hadapannya itu. Safa melipat lengan di depan dada, lalu memberikan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi Hayu selama meminjam ponselnya.

Pesan itu sebenarnya bertujuan untuk menjaga kesehatan Hayu. Safa meminta Hayu untuk segera tidur sebelum pukul 1 malam. Selain itu, setiap setengah jam sekali, Hayu diwajibkan mengalihkan tatapannya dari layar ponsel dengan melakukan kegiatan lain.

"Gampang, Bu!" Hayu menjentikkan jari seraya tersenyum lebar.

"Kalau begitu cepat lanjutkan pekerjaanmu! Sebentar lagi Tuan Ferhat pulang dari kantor!" perintah Safa.

Hayu pun segera mengerjakan kembali tugasnya untuk memasak. Tak terasa waktu cepat sekali berlalu. Langit sudah berubah gelap ketika Ferhat memasuki rumah.

Tak seperti biasa, Hayu menyambut kedatangan Ferhat dengan senyum merekah. Perempuan itu terus mengekor di belakang Ferhat seraya terus tersenyum lebar. Ferhat yang risi dengan tingkah Hayu pun menghentikan langkahnya.

"Kamu ngapain, sih!" gerutu Ferhat kesal.

"Ng-nggak apa-apa, Tuan." Hayu berhenti kemudian membuang pandangan.

"Berhenti mengikutiku, oke?" perintah Ferhat sambil menunjuk wajah Hayu.

Lelaki itu pun kembali melangkah menaiki anak tangga. Hayu tak diam begitu saja, dia mengikuti ferhat secara diam-diam. Setelah pintu kamar Ferhat tertutup, Hayu menempelkan telinganya ke daun pintu.

Perempuan itu menajamkan pendengarannya. Beberapa hari terakhir ini, Hayu sudah memperhatikan kebiasaan Ferhat. Ternyata lelaki itu tidak pernah mengunci kamar jika berada di dalamnya. Hal ini tentu saja digunakan Hayu untuk melancarkan aksinya.

Hayu menarik kursi untuk mengintip dari ventilasi udara yang ada di atas pintu. Setelah memastikan Ferhat masuk ke kamar mandi, Hayu langsung turun dari kursi. Perempuan itu pun menyelinap ke dalam kamar.

"Di mana ya, dia meletakkan ponselnya?" gumam Hayu.

Hayu mulai memindai kamar Ferhat. Perempuan itu berniat untuk mencari ponsel lelaki tersebut secepat mungkin. Dia harus menemukannya untuk melancarkan rencana, demi mengembalikan memori kenangan Ferhat bersamanya.

Hayu mengusap wajah kasar karena tak kunjung menemukan ponsel Ferhat. Di tengah rasa putus asa, Hayu mendengar suara ponsel yang berdering sangat lirih. Setelah menajamkan pendengaran, akhirnya Hayu mengetahui bahwa Ferhat meletakkan ponselnya di dalam nakas samping ranjang.

"Akhirnya ketemu!" seru Hayu sambil menatap ponsel yang masih terus berdering itu.

Setelah dering ponsel berhenti, Hayu langsung membuka kunci layar benda pipih tersebut. Perempuan itu pun mengunduh aplikasi kencan online yang dulu dia gunakan untuk berkomunikasi dengan Ferhat. Setelah selesai, dia membuat akun atas nama Ferhat dan menambahkan pertemanan dengan akun miliknya.

"Selesai!" seru Hayu.

Perempuan itu kembali memasukkan ponsel ke dalam nakas. Ketika hendak melangkah keluar, tiba-tiba pintu kamar mandi mulai terbuka. Hayu yang panik pun bersembunyi di dalam lemari.

Hayu sampai menutup bibir agar tidak ketahuan karena menimbulkan suara. Sayangnya pilihan Hayu untuk bersembunyi di sana adalah keputusan yang keliru. Hayu tidak berpikir panjang.

Setelah mandi, otomatis Ferhat akan membuka lemari untuk berganti pakaian. Perlahan Ferhat melangkah mendekati lemari. Jantung Hayu berdegup semakin kencang.

"Aku harus bagaimana? Kenapa bodoh sekali. Aku harusnya bersembunyi di kolong ranjang atau keluar langsung dari kamar. Kenapa malah memilih berlaro dan masuk ke dalam sini!" Hayu bergumam dalam hati sembari memukul kepala berulang kali.

Perlahan Ferhat mulai membuka pintu lemari. Ketika pintu benda itu sepenuhnya terbuka, Hayu langsung terbelalak karena melihat pemandangan di depannya. Ferhat pun berteriak karena terkejut.

Lelaki itu langsung balik badan dan berlari ke atas ranjang. Dia menarik selimut untuk menutupi bagian bawah tubuhnya yang tidak terbalut dengan sehelai benang pun.

Ya, hari itu mata Hayu ternoda. Untuk pertama kalinya Hayu melihat senjata utama seorang laki-laki dewasa. Hayu yang masih terkejut pun menutup mata berusaha menghilangkan bayangan benda yang menggantung di antara pangkal paha Ferhat.

"Mataku ternoda! Ibu ... anakmu sudah berdosa! Mataku sudah tidak suci lagi!" seru Hayu sambil menangis karena masih terkejut dengan insiden barusan.

"Cepat keluar dari kamarku!" teriak Ferhat dengan wajah panik.

Di luar kamar, Afra dan Safa sudah menunggu di depan pintu. Keduanya pun terkejut karena teriakan Hayu dan Ferhat. Ketika Hayu keluar dari kamar Ferhat, mereka pun saling melemparkan tatapan sambil mengerutkan dahi.

"Kamu kenapa bisa ada di dalam kamar Tuan Ferhat?" tanya Afra dan Safa bersamaan.

...----------------...

Kocak kali si Hayu 😂😂😂

Mampir juga yukk ke novel kece karya sahabat Chika ❤

1
Surati
bagus ceritanya 👍🙏🏻 semangat thor 💪👍
Bisa Pesan Cover di Saya: Makasih suportnya kak. Jangan lupa baca karyaku yg lain jugaa
total 1 replies
key
Luar biasa
Dedeh Herawati
kembar ya Thor Ferhat
Veronica Maria
belum adakh ceritanya ?
Ambar Ambar
senior takut tersaingi,mungkin di sabotase masakannya
Bisa Pesan Cover di Saya: Halooo, Kakkk

makasih yaaaa sudah mamoir ke karyaku. sehat-sehat😍😍😍
total 1 replies
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻
Raid
Luar biasa
Benazier Jasmine
jd penasaran thooor, tdk tau penyebabya apa ferhat benci sm hayu
Benazier Jasmine
knp ferhat benci bgt sm hayu, apa penyebabnya hayu
Roroazzahra
next
Hasian Marbun Ian ayurafanisa
apa aq salah baca yach ? kok tamat,
Bisa Pesan Cover di Saya: Iyakkk Tamat Kakkk

Nanti ada bonus Chapter. Ditunggu yakkk. 🤗
total 1 replies
Ainisha_Shanti
laa... dah habis? macam mana dengan Ferhad?
Bisa Pesan Cover di Saya: Insya Allah akan diceritakan di novel lain lepas lebaran 😂😂😂
total 1 replies
Vinna
karya yang bagus. saya suka alur ceritanya, seru 👍👍👍
Bisa Pesan Cover di Saya: Makasih ratenya kaaakkk😍😍
total 1 replies
Vinna
yaa, kok sdh tamat ajaThor?
trus gmn pernikahan hayu dan Fayez selanjutnya...
nasi Ferhat jg blm dibahas kelanjutannya Thor ☹️☹️😥
Bisa Pesan Cover di Saya: Nanti ada bonus Chapter yakkk.❤❤❤
total 1 replies
Hasian Marbun Ian ayurafanisa
lanjut
Bisa Pesan Cover di Saya: makasih dukungannya Kaaak🤗
total 1 replies
Vinna
Thor up nya kurang byk....🤭
Bisa Pesan Cover di Saya: wkwkwk

mampir juga di karya baruku yaaa, Kak. Yang ini dikit lagi tamat. makanya upnya dikit2 biar awet 😭
total 1 replies
Marliana MARLIANA
kira2 Harris liat ap yach,,
jgn2 liatin psang mnsia yg ge brciuman..
oo ap kbr ati y Harris ap ga terbakar it....
Bisa Pesan Cover di Saya: Makasih dukungannya Kaaaak

Ditunggu upnya lagi yaaa🤗
total 1 replies
Ainisha_Shanti
lemahhh... baru sejam lebih je bermandi hujan dah pengsan
Bisa Pesan Cover di Saya: lepas ni berubah jadi mermaid😭
total 1 replies
Ainisha_Shanti
dah sudah lah jual mahal Hayu.
Ainisha_Shanti
dah semestinya Hayu ternanti nantikan diri mu Fey
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!