NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Sang Brigjen

Istri Rahasia Sang Brigjen

Status: sedang berlangsung
Genre:Asmara / Cinta setelah menikah / Pernikahan Kilat / Menikahi tentara
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sasi

Sepuluh tahun lalu, seorang bocah laki-laki menolong Keira dari tangan kakak angkatnya yang kejam. Wajahnya terekam di ingatan — dan di hatinya.
Sepuluh tahun kemudian, Keira bertemu lagi dengannya di zona perang. Kali ini, dia bukan bocah. Dia Brigadir Jenderal Darren Tanuwijaya, komandan pasukan elite TNI yang paling ditakuti di medan pertempuran.
Keira memberanikan diri menyatakan cinta. Ditolak.
Tapi malam itu, Darren datang ke tendanya dan berkata:
"Bukan pacaran. Tapi menikah."
Pernikahan kilat di KUA. Suami yang memasak sarapan tapi bisa membunuh dengan satu peluru. Keluarga mertua yang ternyata keturunan jenderal besar. Dan keluarga angkat yang tidak pernah berhenti mempermalukannya.
Kamu cuma anak angkat. Nikah sama tentara miskin. Kasihan.
Tapi mereka tidak tahu — tentara "miskin" itu adalah Brigjen termuda dalam sejarah TNI. Kakeknya mantan Panglima. Dan suami yang mereka hina... tidak pernah membiarkan siapa pun menyakiti istrinya.
Yang lebih tidak mereka sangka:
Keira bukan anak angkat biasa.
Dia adalah pewaris Lim Group International — konglomerat terbesar kedua di Indonesia — yang diculik musuh bisnis saat berusia enam tahun dan dianggap sudah meninggal.
Satu per satu, empat kakak kandungnya mendekati secara diam-diam. Aktor terkenal. Ilmuwan antariksa. Atlet bela diri. Pengusaha misterius. Mereka sudah mencarinya selama tujuh belas tahun.
Sementara itu, kakak angkatnya semakin nekat: alergi yang hampir membunuhnya, narkoba, dan pisau di tengah malam.
Antara tugas negara dan cinta yang tak pernah goyah, antara keluarga yang hilang dan keluarga yang dipilih — Keira harus menemukan siapa dirinya yang sebenarnya.
Dan ketika seluruh kebenaran terungkap...
Yang dulu menghina, sekarang berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Bab 23

Aku Suka Kamu

Pada sore terakhir di Bali, Darren mengajak Keira berjalan tanpa tujuan.

Tidak ada papan selancar, jadwal kunjungan, atau telepon kerja. Mereka meninggalkan sandal di dekat kursi pantai dan berjalan tanpa alas kaki menyusuri garis air.

Langit berubah perlahan dari biru menjadi emas. Ombak tipis membasahi kaki mereka, lalu mundur sambil membawa pasir dari bawah telapak.

Keira mengayunkan tangan yang terjalin dengan Darren. "Besok kita kembali ke pesan HR, laporan polisi, dan orang-orang yang ingin mengatur hidup kita."

"Iya."

"Kamu tidak bisa mengatakan sesuatu yang lebih menghibur?"

"Kita bisa kembali lagi."

Keira menoleh. "Ke Bali?"

"Ke mana pun kamu mau. Setelah jadwal dan keamanan diperiksa."

"Tentu saja ada pemeriksaan keamanan."

"Aku tidak bisa mematikan pekerjaan di kepala."

"Tidak apa-apa." Keira menyandarkan kepala sebentar pada lengannya. "Aku juga tidak bisa berhenti mencatat waktu dan nama saksi."

Mereka sudah berjalan cukup jauh dari area ramai ketika Darren berhenti.

Keira ikut berhenti. "Bahu kamu sakit?"

"Tidak."

"Ada telepon darurat?"

"Tidak."

Darren berbalik menghadapnya. Tatapannya terlalu serius untuk percakapan tentang perjalanan pulang.

"Aku ingin mengatakan sesuatu."

Keira menunggu.

Darren adalah orang yang dapat memberi perintah di tengah tembakan tanpa ragu. Namun di depan Keira, dengan langit senja di belakangnya, ia menarik napas seolah satu kalimat lebih sulit daripada memasuki gudang bersenjata.

"Aku suka kamu."

Suara ombak terus bergerak, tetapi bagi Keira pantai mendadak sunyi.

Ia sudah mendengar Darren menyebutnya alasan pulang. Ia sudah melihat setiap jawaban dalam pelukan, sarapan, bukti yang disimpan, tubuh yang berdiri di antara dirinya dan bahaya. Namun kalimat sederhana itu adalah satu-satunya jawaban yang ia tunggu sejak berusia tiga belas tahun.

Matanya langsung panas.

"Aku sudah suka kamu sepuluh tahun," katanya. "Akhirnya kamu bilang."

Darren mengusap air mata di sudut matanya. "Maaf membuatmu menunggu."

"Sepuluh tahun itu lama."

"Aku baru tahu beberapa minggu."

"Tetap lama."

Darren memegang kedua tangannya. "Aku tidak menyukaimu karena kamu perlu diselamatkan."

Keira terdiam.

"Aku menyukaimu karena kamu tetap mencatat bukti ketika semua orang meminta diam. Karena kamu melindungi anak di jalan meski tidak tahu siapa yang akan membantumu. Karena kamu merobek jalan keluar yang disiapkan Mami dan memilih tinggal."

"Kamu ingat semuanya?"

"Aku ingat kamu membuat rumah dinas terasa seperti rumah. Aku ingat kamu berdiri di depan keluargamu dan mengaku menungguku sepuluh tahun. Aku juga ingat kamu memaksaku makan es krim stroberi."

Keira tertawa di sela air mata. "Bagian terakhir tidak romantis."

"Itu paling berbahaya."

"Aku kira kamu hanya menjagaku karena merasa bertanggung jawab."

"Tanggung jawab membuatku datang saat dipanggil. Perasaan ini membuatku ingin pulang bahkan ketika kamu tidak memanggil."

Kalimat itu menghancurkan sisa keraguan yang masih Keira simpan. Ia tidak lagi menjadi anak yang mengejar punggung seorang penyelamat. Darren berbalik kepadanya sebagai pria yang melihat seluruh dirinya dan tetap memilih mendekat.

"Kalau begitu, aku harus menebusnya."

Keira mengangkat alis. "Bagaimana?"

Darren mencium bibirnya.

Ciuman itu dimulai lembut, lalu bertahan ketika Keira melingkarkan kedua lengan ke lehernya. Tidak ada ketakutan, pintu terkunci, atau keluarga yang menunggu keputusan. Hanya matahari yang turun, angin asin, dan dua orang yang akhirnya berdiri pada titik yang sama setelah perjalanan terlalu panjang.

Beberapa meter dari sana, seorang wisatawan mengangkat ponsel untuk memotret matahari. Siluet Darren dan Keira masuk ke bingkai. Ketika Keira menoleh setelah ciuman berakhir, wajahnya terlihat jelas dalam satu foto berikutnya.

Wisatawan itu tersenyum melihat hasilnya dan mengunggah rangkaian senja ke media sosial dengan keterangan tentang pasangan romantis di Bali. Ia tidak tahu nama mereka.

Keira juga tidak melihat kamera.

"Berapa lama kamu berlatih mengatakan itu?" tanyanya.

"Sejak malam di balkon."

"Balkon rumah?"

Darren mengangguk.

"Jadi kamu sudah tahu sejak kasus hotel?"

"Aku tahu lebih awal. Malam itu aku berhenti menyangkal."

Keira memukul pelan dadanya. "Kamu menyimpan kalimat sepenting itu sendirian."

"Aku sedang mencari waktu yang tepat."

"Dan Bali saat matahari terbenam terasa tepat?"

"Kamu menyukainya?"

Keira berjinjit dan mencium pipinya. "Bintang lima."

Untuk kedua kalinya dalam perjalanan itu, Darren kehilangan ekspresi dinginnya.

Jauh di atas pantai, sebuah dek pengamatan menjorok dari hotel di tebing. Brandon Lim berdiri di sana bersama dua anggota tim produksi. Ia berada di Bali untuk meninjau lokasi video musik dan baru menyelesaikan sesi foto ketika salah satu kru meminjamkan teropong untuk melihat garis pantai.

"Cahayanya bagus di sisi barat," kata sutradara. "Kita bisa ambil gambar besok pagi."

Brandon mengarahkan teropong ke air, mengikuti perahu kecil, lalu deretan orang di pasir.

Seorang perempuan berbaju putih berdiri menghadap matahari. Rambutnya bergerak tertiup angin. Ketika ia menoleh kepada pria tinggi di sampingnya, Brandon berhenti bernapas.

Garis wajah itu.

Mata, hidung, dan bentuk senyum yang tersimpan di ratusan foto keluarga.

Felicia Lim ketika berusia dua puluhan.

Teropong hampir jatuh dari tangannya. Gelas kopi yang ia pegang benar-benar lepas dan pecah di lantai dek.

"Mas Brandon?" Kru di sebelahnya terkejut. "Tangan Anda kena?"

Brandon tidak menjawab. Ia meraih ponsel dan memperbesar satu foto pantai yang sempat diambil kamera lokasi. Perempuan itu terlihat dari samping, tetapi kemiripannya tetap mustahil diabaikan.

Tangannya bergetar ketika memilih nomor Andrew Lim.

Panggilan tersambung setelah dua nada.

"Ko Andre..."

Suara Andrew di seberang langsung serius. "Brand, ada apa?"

"Aku melihat Mama muda kita hidup. Di Bali." Brandon menelan napas. "Bukan Mama, tapi wajahnya sama. Dia mungkin seusia Mei Xin sekarang."

Tidak ada suara selama beberapa detik.

"Kirim fotonya," kata Andrew akhirnya. "Jangan dekati dia sendirian. Jangan membuatnya takut. Cari tahu identitasnya secara legal."

Brandon mengirim foto itu.

"Aku akan minta tim mengecek unggahan publik dari lokasi," katanya. "Mungkin ada foto lain."

"Hanya sumber terbuka," jawab Andrew. "Jangan minta data tamu hotel, jangan bayar staf, dan jangan unggah wajahnya. Kalau dia benar-benar Mei Xin, kita tidak boleh mengulang kesalahan orang yang pernah merampas pilihan hidupnya."

Brandon memejamkan mata. Selama tujuh belas tahun, keluarga mereka menerima terlalu banyak petunjuk palsu. Setiap panggilan anonim, setiap foto anak yang mirip, dan setiap permintaan uang pernah membuat Mama berharap lalu runtuh lagi.

"Kita beri tahu Mama?"

"Belum. Aku akan periksa fotonya lebih dulu. Kirim file asli dan lokasi tepatmu."

"Baik."

Brandon menyimpan salinan foto di folder pribadi tanpa meneruskannya kepada tim produksi. Ketika seorang kru bertanya siapa perempuan itu, ia hanya menjawab bahwa ia mungkin salah mengenali kenalan keluarga.

Ketika ia kembali mengangkat teropong, pasangan di pantai sudah berjalan menjauh. Perempuan berbaju putih itu menggenggam tangan suaminya, tidak tahu bahwa satu wajah yang diwarisinya baru saja membangunkan penantian tujuh belas tahun.

1
Aidil Kenzie Zie
emangnya si Vania tau kalo Keira akan ada pertemuan mungkin dengan ortu kandungnya sehingga harus digagalkan 🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
kapan si Tante bilang mau pengujian genetik sama Keira 🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
bukannya di LN y tor🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
kasih tau Daren tentang kontrak itu Kei
Aidil Kenzie Zie
nyahok kalian eh si jalang "keinginan memiliki"katanya 😡😡😡
kalian bakalan stroke kalo tau keluarga asli Keira 🤣🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
akhirnya gol juga 🥰🥰
review bintang 🌟 5 untuk pemula 😲😲😲😲👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
Aidil Kenzie Zie
6 bln lalu bukannya Kei masih di LN y tor lagi liput berita???🤔🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
penasaran kok si jalang sama bapaknya tau nomor Darren 🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
untung tepat kalo nggak udah duluan yang unboxing Keira😡😡😡
Aidil Kenzie Zie
belah durennya kapan tor🤭🤭🤭 udah 3bln lo ini🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
si jalang godain suami Keira 🤭🤭🤭napa???pengen juga ya punya suami yang ganteng 🤣🤣🤣 walaupun "hanya"prajurit biasa 🤣🤣🤭🤭🤭😭😭😭😭
Siti Hawa
lankit thoor, mawar untuk mu
Siti Hawa
ceritanya bagus, semoga ceritanya lang sung tamat, gak gantung..
Siti Hawa
lanjut thoor.. 1 vote untuk mu
Aidil Kenzie Zie
ayo Keira jujur sama Darren
Aidil Kenzie Zie
ternyata mata-mata 😡😡😡😡
Aidil Kenzie Zie
mampir juga
Siti Hawa
hadiah mawar untuk mu thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!