Arabella gadis belia berusia 16 tahun yang harus menjadi dewasa sebelum waktunya karena suatu keadaan.
Dia masih duduk di bangku SMA dan terpaksa harus bekerja di diskotik pada malam hari.
Pekerjaannya mengenalkan dia kepada seorang pria bernama Roger, duda berusia 32 tahun yang merupakan seorang pengusaha di Jakarta yang bisa membawa Bella keluar dari dunia malamnya bahkan kelak akan menjadi pendampingnya.
Bagaimana kisah Arabella dan apa yang menyebabkan dia harus menjadi dewasa sebelum waktunya? Ikuti kisahnya di sini....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T. L. Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan bersikap kasar
Dua hari Bella menenangkan diri. Sekarang dia sudah merasa lebih baik dan berniat untuk mulai kembali bekerja malam ini.
"Bella...", panggil Viona.
"Iya tan... ada apa?", tanya Bella.
"Emmm... tante mau kasih tau sesuatu sama kamu ..", kata Viona.
"Tentang apa tan?", tanya Bella sekali lagi.
"Emmm...gini.... gimana ya tante ngomongnya?? jadi bingung sendiri...", Viona masih berbelit.
"Bicara saja tan...apa Bella berbuat salah?", Bella masih kebingungan dengan ucapan Viona.
"Eng....enggak... enggak salah, cuma ada sesuatu yang mesti kamu rubah ketika kamu sedang bekerja", jawab Viona.
"Aku rubah??? apa nya tan?? apa kah tentang penampilanku??", Bella masih belum paham dengan perkataan Viona yang setengah setengah.
"Bukan penampilan, tapi tanggapan kamu jika ada pria yang sedang menggoda kamu. Begini Bel, biar bagaimanapun awal tujuan kamu bekerja , tapi di sana tetap lah tempat yang di anggap kurang baik bagi masyarakat. Termasuk para bagi pengunjungnya sendiri.
Jadi kalau misal ada yang menggoda atau terang terangan menawar diri kamu...tolong.... tante minta... tolong kamu jangan bersikap kasar dengan menampar atau sampai memukul, atau mungkin mengeluarkan cacian atau umpatan.
Karena apa?? yang ada hanya memancing amarah mereka dan kamu hanya akan mereka tertawa kan seperti kejadian kemaren...
Kamu mengerti maksud tante kan? kalau misal kamu di sekolah, atau di jalan kamu di goda pria macam itu.. boleh saja kamu tersinggung dan memberi teguran..
tapi kalau di sana?? nggak bisa Bella?? tidak harus melayani tapi setidaknya tidak menyinggung balik ke diri mereka, pasti mereka juga akan balas menghargai mu...",
kata Viona menasehati Bella.
"Gitu ya tan?? berarti keributan kemaren itu gara gara Bella ya??", tanya Bella dengan mengerucutkan bibirnya.
"Bukan...bukan sepenuhnya salah kamu...mereka juga salah, tapi kamu sendiri akan lebih aman jika tidak mengundang kemarahan singa di kandangnya sendiri... karena di sana memang tempatnya.. kehidupannya .. habitat nya para pria pria yang memang hanya mencari kesenangan ..kamu paham kan??", tanya Viona.
"Iya tan, Bella paham... Bella akan mencoba melakukan apa yang tante katakan...Bella tidak akan bersikap kasar dan tidak akan cepat tersinggung jika ada yang menggoda Bella", jawab gadis enam belas tahun itu.
"Terima kasih ya atas kerja samanya, semoga setelah ini kamu lebih bisa menjaga diri kamu jika sewaktu waktu tante pas di luar ..", kata Viona.
------
Hari sudah mulai gelap, Viona masih belum keluar dari selimutnya.
Yah, wanita single yang hidup sendiri tanpa keluarga itu memang punya waktu tidur empat jam pagi dan empat jam sore.
Setelah tutup diskotik Viona tidur dari jam setengah empat dini hari sampai setengah delapan pagi.
Dia bangun membersihkan diri, olahraga dan cari makan tanpa harus memasak.
Kemudian pukul setengah sebelas pergi ke minimarket menemui manager untuk urusan keuangan.
Pulang dari sana sekitar pukul satu. Lalu kembali ke rumah dan sedikit bersantai atau pergi ke salon jika datang jadwal perawatan nya. Kemudian kembali beristirahat pukul empat sore sampai pukul delapan malam mempersiapkan diri menyambut usaha malamnya.
Namun karena sekarang dia harus mengantar Bella lebih awal,maka jadwal tidurnya pun mundur dari pukul tiga sore sampai pukul tujuh malam.
"Tan.... tante ..sekarang sudah pukul tujuh...", dengan pelan Bella membangun wanita yang berkulit putih dan masih sangat kencang, sama sekali tidak menandakan usianya yang sudah tiga puluh lima tahun.
Viona hanya menggeliat di balik selimut, bahkan kembali menutupi bagian tubuhnya yang terbuka dengan selimut.
Melihat hal yang tidak biasa tersebut , Bella mencoba mencari tahu.
"Apa hari ini tante lupa kalau Bella sudah kembali bekerja tan...??", tanya Bella karena memang dua hari kemaren dia tidak bekerja sehingga Viona bangun pukul delapan.
Tidak ada jawaban dari Viona, mata nya kembali terpejam dengan tubuh yang sedikit menggigil. Bella mecoba memegang dahi Viona,
"Astaga tante... badan tante panas sekali.... kita harus ke Rumah Sakit tan...",