NovelToon NovelToon
A Thousand Flowers

A Thousand Flowers

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Chicklit / Tamat
Popularitas:179.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lathifah Nur

Terlahir dari keluarga sederhana tanpa ayah, Izzah tumbuh menjadi gadis tomboy, cerdas, mandiri dan multitalenta.

Sayangnya, karena trauma masa lalu, ia tak percaya cinta meski hidup dikelilingi banyak pria kaya yang diam-diam jatuh hati padanya.

Suatu hari, setelah tak sengaja ia memperoleh kemampuan khusus dan terdampar di negeri asing, ia bertemu dengan ayah kandungnya yang terkurung selama puluhan tahun. Ia pun bertekad untuk membebaskannya.

Namun, ketika ia berhasil keluar dari tempat itu dan bekerja sebagai dokter magang di Korea Selatan, ia malah dijodohkan dengan lelaki yang tak diketahui identitasnya.

Bagaimanakah kehidupan rumah tangganya setelah menikah?
Akankah pandangannya tentang cinta berubah?
Dan bagaimana pula dengan usahanya untuk menyatukan ayah dan ibunya?

Ikuti kisahnya sampai tamat ya ...
Jangan lupa dukung penulis dengan vote dan klik iklan ya 😊

Selamat membaca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lathifah Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12. Perkenalan 2

PLOK! PLOK! PLOK!

“Luar biasa! Kamu memang berbakat, Izzah!” puji Jumali sambil bertepuk tangan saat melihat tidak ada satu pun dari anak panah yang dilepaskan gadis itu meleset. Semua tepat sasaran dan berada di titik tengah.

“Alhamdulillah. Berkat kerja keras Bapak yang melatih Izzah dengan sabar.” Izzah merendah.

Tak urung pujian Izzah membuat Jumali tertawa. “Kamu memang pintar menyenangkan hati orang lain, Zah. Tapi sebenarnya, kegigihan dan semangat pantang menyerah kamulah yang mengantarmu sampai ke titik ini dalam kurun waktu yang relatif singkat.”

“Benarkah? Sayang sekali aku melewatkan pertunjukannya.” Jumali dan Izzah menoleh ke sumber suara. Tampak Ki Daud berjalan ke arah mereka.

“Bagaimana kalau sekarang kau menemaniku pergi berburu Jumali? Sudah lama aku tidak melakukannya,” lanjutnya.

“Siap, Ki,” jawab Jumali.

“Bagaimana dengan Izzah?" tanya Jumali. Matanya melirik Izzah yang sedang mencabut anak panah dari papan sasaran.

“Biarkan dia memanen buah mangga dengan anak panahnya. Anggap saja ujian,” jawab Ki Daud sambil menunjuk sebatang pohon mangga, tidak jauh dari tempat mereka berdiri.

“Siap, Ki,” jawab Izzah, langsung menyambar sebuah keranjang rotan di atas rumput.

Izzah segera meluncur setelah Ki Daud dan Jumali pergi berburu.

“Maaf ya keranjang, hari ini bebanmu bertambah,” ucap Izzah kepada keranjang yang dibawanya. Dasar gadis aneh.

Setelah berhasil memanen beberapa buah mangga dengan  panahnya, Izzah mengumpulkan berbagai jenis bunga dan tanaman herbal sesuai pesanan Ki Daud. Ia mengerjakan semua itu dengan suka cita. Ia merasa beruntung diselamatkan oleh Ki Daud, seorang herbalis hebat yang terkenal di daerah itu. Setiap hari ia belajar mengenali dan meracik obat-obat herbal dengan Ki Daud.

Merasa lelah mengitari taman pribadi Ki Daud yang cukup luas, Izzah memutuskan untuk membasuh muka di danau buatan yang berada di tengah taman itu. Ia duduk di jembatan kayu di tepi danau, merendam kaki dan menikmati sejuknya semilir angin. Sesaat kemudian ia pun meninggalkan danau itu.

Izzah belum ingin pulang. Ia masih ingin berada di taman itu lebih lama. Didekatinya sebatang pohon besar dan rimbun, diletakkannya keranjang yang sudah terisi penuh dan juga ransel. Dibentangkannya selembar sajadah, lalu merebahkan diri di atasnya. Tak lupa ia memasang headset di telinga, mendengar lantunan salawat merdu dari album Omar Borkan Al Gala. Izzah memejamkan mata sembari bibirnya ikut bersenandung. Embusan angin sepoi-sepoi membuat Izzah jatuh tertidur.

Tiga puluh menit telah berlalu. Izzah menggeliat, membuka mata perlahan.

“Astagfirullah! Aaaaaaakh!” Ia berteriak kaget saat melihat sesosok wajah lelaki menatapnya lekat dari sebuah cabang pohon yang berada tepat di atas kepalanya.

Lelaki itu tak kalah kagetnya mendengar teriakan Izzah dan jatuh meluncur. Tak ingin tertimpa tubuh si lelaki, secepat kilat Izzah berguling ke kanan. Namun, tubuhnya terhenti oleh keranjang.

Lelaki itu mendarat tepat di atas sajadah. Tak urung tangan kanannya menimpa punggung Izzah. Izzah meringis. Sementara si lelaki sibuk mengatur napas.

“Tanganmu cukup berat, Tuan,” ucap Izzah lantang dan tegas. Si lelaki terkejut. Ia menarik tangannya dari tubuh gadis itu dan bergegas bangkit.

Izzah segera duduk. Lelaki itu mengulurkan tangan, bermaksud membantu Izzah berdiri. Namun, Izzah mengabaikannya. Ia meraih sajadah, melipat dan  memasukkannya ke dalam ransel.

“Maafkan saya, Nona. Saya tidak bermaksud bersikap tidak sopan.” Lelaki itu merasa bersalah. Ia telah menarik kembali tangannya yang tadi terulur. Izzah melirik sekilas.

“Lupakanlah!” ucap Izzah dingin dan raut wajah datar. Ia sudah berdiri dan beranjak meninggalkan lelaki itu tanpa menoleh lagi ke belakang.

Untuk sesaat lelaki itu terperangah, tak percaya telah diabaikan oleh seorang gadis desa. Harga dirinya terluka sekaligus merasa tertantang. Bergegas ia menyusul gadis itu dengan langkah panjang. Begitu berhasil menyejajarkan langkah dengan Izzah, ia menyambar keranjang di tangan gadis itu. Dalam sekejap keranjang itu

telah berpindah tangan. Izzah terkesiap dan hanya bisa melotot. Lelaki itu  menjauhkan tangannya ketika Izzah berusaha merebut kembali keranjangnya.

“Anda masih marah, Nona? Saya benar-benar minta maaf.” Lelaki itu mengulang permintaan maafnya dengan tulus.

“Bukankah saya telah meminta Anda untuk melupakannya?” jawab Izzah masih dengan nada dingin.

“Ah ya … baiklah. Saya anggap Anda telah memaafkan saya,” ujar lelaki itu cengengesan.

“Perkenalkan, saya Dimas.” Ia kembali mengulurkan tangan kepada Izzah.

Lagi-lagi Izzah hanya melirik sekilas dan tak menyambut uluran tangannya. Lelaki itu mengernyitkan kening. Heran.

“Gadis ini benar-benar aneh,” batinnya.

Sudah dua kali uluran tangannya diabaikan dan itu membuatnya  makin penasaran. Selama ini belum pernah ia ditolak wanita. Sebaliknya, gadis-gadis cantik mengantre ingin berkenalan dengannya, bahkan dengan sukarela menawarkan diri untuk menjadi pacarnya. Akan tetapi, gadis yang berjalan di sebelahnya ini benar-benar berbeda. Jiwa kelelakiannya makin tertantang.

“Kalau boleh tahu, nama Nona siapa ya?” Ia bertanya sopan dan memilih kata dengan hati-hati.

“Apakah itu penting?” Bukannya memperkenalkan diri, Izzah malah balik bertanya.

“Waaah! Ini gadis benar-benar ya …,” ucap lelaki itu mulai kesal, tetapi hanya dalam hati. Benar-benar merasa diremehkan. Ia mengepalkan tangan menahan emosi.

“Hei, Dim! Dicari ke mana-mana, ternyata kamu malah lagi asyik berduaan di sini.”

Tiba-tiba seorang lelaki  muncul begitu saja, merangkul pundak Dimas. Akrab.

Dimas mendelik. “Apaan sih kamu, Bas?” Dimas jengkel.

Ia melirik Izzah, khawatir gadis itu tersinggung atau marah. Namun, Izzah tetap saja menampilkan aura dingin seolah tak mendengar apa-apa. Dimas mendecak dan geleng-geleng kepala.

“Enggak dikenalin ke aku, Dim?” bisik lelaki yang bernama Abbas itu, sahabat sekaligus sekretaris Dimas. Dimas menyikut Abbas, isyarat agar Abbas tutup mulut.

Dalam hati Dimas menggerutu. “Bagaimana mau ngenalin ke kamu, Bas. Aku saja belum berhasil kenalan sama dia. Nasib.”

Dalam hati Abbas juga dongkol. “Sialan nih Dimas. Giliran cewek cantik diembat sendiri saja. Awas ya, Dim!”

Setelah beberapa lama Dimas tak jua kunjung memperkenalkan gadis itu kepadanya, Abbas memberanikan diri dan berinisitiatif memperkenalkan dirinya kepada gadis itu.

“Halo, Nona. Saya Abbas, temannya Dimas,” ucap Abbas dengan nada ceria sambil mengulurkan tangan.

Dimas melongo, tidak menyangka Abbas akan bertindak nekat. Entah kenapa jantung Dimas jadi deg-degan. Ia penasaran bagaimana respons gadis itu, tetapi ia juga cemas. Jangan-jangan Abbas tersinggung kalau gadis itu merespons perkenalan Abbas dengan cara yang sama seperti dengannya tadi.

Dugaannya ternyata benar. Izzah cuma melihat sekilas dan tak menyambut uluran tangan Abbas. Akan tetapi, kali ini gadis itu sedikit menganggukkan kepala. Abbas terperangah, melotot menatap Dimas. Dimas mengedikkan bahu. Mereka saling tatap, tak mengerti.

Dalam hidup, ada banyak hal yang terkadang sulit untuk dipahami dan butuh kesabaran untuk bisa menyingkap tabir rahasianya.

***

1
Knight
Ceritanya menarik. Alurnya yang tak bisa ditebak selalu memberikan banyak kejutan. Saya tidak pernah bosan mengulang membaca cerita ini. Karya pertama May Ersa yang telah berganti nama pena menjadi Lathifah Nur. Coba karya lainnya jg tayang di sini, bukan di sebelah 😁
Mus Limah
sudah ku baca berkali2 tp nda ada bosennya,ku tunggu karya selanjutnya thor
Knight: Hehe. Sama. Aku jg suka sama karya author ini. Tp authornya udah gak nulis di sini lagi. Pindah ke sebelah dgn nama pena yg beda. Jd Lathifah Nur authornya setelah kabur dr sini
total 1 replies
Dessy Laela
suka dgn ceritanya👍, semangat thor u cerita selanjutnya💪
May Ersa: Makasih, Kak Dessy 🥰 Yuk baca cerita May lainnya di aplikasi N0v3lm3 atau N0v3laku. Cari aja nama pena Lathifah Nur. Bisa jg follow IG @lathifahnur117 dan cek di link bio. Tinggal pilih mau baca cerita yg mn dl. Sdh ada 2 cerita lain yg tamat lho 😊
total 1 replies
Susi Ana
jempol hadir, mampir yuk
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
Susi Ana
jempol hadir, mampir yuk
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
~Nessa
Hadir
jangan lupa selalu mampir di karyaku ya!
makasih.
May Ersa: Mksh, Kak Nessa. Cerita Kk apa?
total 1 replies
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
May Ersa: Mksh, Kak Susi 🥰
total 1 replies
Imah Muslimah
kok baca d sini aq mlh bingung ya thor..nda kayak d noveltoon yak..padahal sama dr mangatoon juga..tp setiap kluar dr bacaan trus masuk lagi..ada aja episode yg tau2 brubah
May Ersa: Mksh, Kk. Kalo Kk punya aplikasi N0v3lM3 atau N0v3l4ku, silakan cari nama pena Lathifah Nur, Kak. udah ada bukuku yg udah tamat jg di sana. Judulnya Lelaki Penakluk Nona Muda. Yg ongoing jg ada 😊. Ditunggu kehadirannya ya, Kak 😊💞
total 3 replies
Ahmad Nur
Mantap jiwa
May Ersa: Terima Kasih, Kk. Klo Kk jg baca di apk sebelah (N*velMe), monggo mampir jg baca novel terbaruku "LELAKI PENAKLUK NONA MUDA" 😊
total 1 replies
May Ersa
Hai semua...
Maaf ya. udah lama gak up cerita di sini. Bukan berhenti nulis sih, tapi aku hijrah ke lapak sebelah (N*velMe) dengan nama pena yg berbeda (Lathifah Nur).

Udah ada cerita baru di sana, judulnya LELAKI PENAKLUK NONA MUDA. Kalo sobat readers jg punya aplikasinya, kutunggu komen sobat readers di cerita terbaruku 😊
Adining Wuri Kartika
Hai kak,.mampir juga yuk keceritaku.kisah Alia
Blue
syuukkaaa thoor
May Ersa: Makasih, Kk. Klo kk jg suka baca di apk N*velMe, boleh jg baca karya terbaruku "LELAKI PENAKLUK NONA MUDA" dgn nama pena Lathifah Nur 😊🙏
total 1 replies
Yunita_Ratsa
Hai baca *DUA RANJANG* yuuuk

Ceritanya siap mengaduk-aduk emosimu

❤❤❤❤❤❤❤
Harlindah Mdf
keren.. kyk negri dongeng.. sy syukaa
May Ersa: Makasih, Kk. Klo Kk jg punya Apk Nov*lMe boleh jg baca novel terbaruku "LELAKI PENAKLUK NONA MUDA" dgn nama pena Lathifah Nur 😊🙏
total 1 replies
Ema Lubis
wauwww
May Ersa: Makasih, Kak 😘
total 1 replies
Ema Lubis
nnti aku mampir thor
May Ersa: Sip! Mksh, Kak. Ditunggu loh... 😊
total 1 replies
TiansePrln🌷
Keren😻😻 kalimat2 nya suka sekali. Terus semangat berkarya 💌💌
May Ersa: Mksh, Kak. Senang Kak Tian merasa terhibur dgn ceritaku. Baca jg novelku yg lain ya, Kak. Boleh jg intip apk sebelah, N*velme, dan nikmati cerita terbaruku "LELAKI PENAKLUK NONA MUDA" (dgn nama pena yg berbeda) 😊
total 1 replies
Sugiatini
kereennn...
May Ersa: Makasih, Kak. Baca jg novelku lainny ya... klo kk punya apk N*velMe, bisa baca karya terbaruku berjudul "Lelaki Penakluk Nona Muda" (dgn nama pena yg berbeda) 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!