NovelToon NovelToon
Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Istri Jelek Nomor 1 Kesayangan Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Nikahkontrak / Cintamanis / Tamat
Popularitas:273.5k
Nilai: 5
Nama Author: Za L Lucifer

Ini adalah Kisah dari Arka William, seorang Tuan Muda Kaya Raya Manja, yang sombong dan arogan dari Keluarga William.

Arka hidup sebagai Tuan Muda bodoh yang tidak berguna dan tidak dianggap di Keluarga William yang hanya bisa membuat masalah dan membuat repot semua orang.

Arka memiliki seorang Pelayan Pribadi yang cakap dan profesional yang seumuran dengan Arka bernama Viola. Awalnya Arka membenci Pelayan ini, namun lambat laut waktu berlalu, Arka mulai jatuh cinta pada pelyannya ini yang selalu membantu Arka selama ini di tengah ketidakadilah di Keluarga William.

Untuk mencegah Kakeknya menjodohkan Arka dengan cucu teman bisnisnya, Arka lalu mengusulkan agar Viola mau menikah Kontrak dengannya.

Disinilah Kisah Arka di mulai, Kisah Tuan Muda buangan mengejar cinta dari Pelayannya yang jelek, dan dia yang mulai bangkit untuk mengambil alih Bisnis Keluarga membuktikan kalau dia Taun Muda yang layak, sehingga tidak ada lagi yang berani merendahkan dirinya dan Istrinya Viola.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Za L Lucifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12: Kenangan Buruk (Part 2)

"Sepertinya itu pintu kearah garansi, mari kita cek."

Mendengar kata-kata Viola, Arka tersadar dari lamunannya, mengabaikan ingatan-ingatan sedih di masa lalu dan terus mengikuti Viola, mereka lalu memasuki garasi itu dengan hati-hati, disana juga sangat gelap jadi Viola langsung mencari tombol lampu.

Sayangnya ketika lampu menyala, dan melihat sekeliling garansi, mobil yang mereka cari tidak ada.

"Sepertinya tidak ada mobil yang kita cari," kata Viola

"Eh? Bagaimana bisa? Apakah aku salah ingat? Ah mungkin memang karena itu ingatan yang sangat lama,"

Mereka lalu duduk sebentar di sudut garansi itu.

"Tidak apa-apa Tuan Muda, aku yakin akan ada bantuan yang akan tiba, mereka pasti menyadari kalau kita tidak datang ke Villa yang direncakan untuk kita tinggali."

"Kamu benar."

Namun tiba-tiba, lampu diruangan itu mati,

KRAKKKK

Suara pintu ditutup juga segera terdengar.

Suasana disana tiba-tiba menjadi gelap, tidak ada cahaya apapun.

"Akhhhhh......"

Arka sekali lagi mulai ketakutan, Arka memang sangat takut pada kegelapan, terutama berada di ruang tertutup yang sempit.

Arka kembali gemetar, seluruh tubuhnya mulai berkeringat dingin.

Viola disana memenangkannya,

"Tengah, Tuan Muda jangan panik. Mari gengam tanganku, dan segera keluar dari sini,"

Arka masih diam.

"Tuan Muda.... Maafkan karena keteledoran saja.... Lagi-lagi Tuan Muda harus mengalami ini..."

Mendengar nada sedih dari Viola, Arka akhirnya kembali tersadar.

Namun tubuhnya masih megigil.

Kenangan kegelapan kembali menghantui dirinya....

Dulu ketika hari kematian Mamanya, dirinya dimasukan kedalam sebuah kotak kecil untuk berpindah.

"Arka, bawa kalung ini dan jangan keluar dari sini, jangan membuat suara sampai Papa atau Keluarga kita kesini oke?"

"Ba... Bagaimana dengan Mama?"

"Mama baik-baik saja. Jadi kamu jangan kemana-mana, apapun yang kamu dengar diluar saja, kamu harus tetap diam dan bersembunyi disini oke?"

Arka kembali tengelam kedalam ingatan lamanya.

Berada diruangan gelap dan tidak bisa apa-apa ketika mendengar banyak teriakan diluar.

Takut...

Cemas...

Perasaan mengerikan bagi seorang anak berumur lima tahun...

"Tuan Muda.... Ada aku disini, semua akan baik-baik saja," kata Viola langsung memeluk Arka, mencoba menenangkannya sekali lagi.

Arka membalas pelukan Viola, meletakkan kepalanya dalam pelukan hangat Viola.

"Aku takut...."

"Ya, tidak apa-apa. Mari pelan-pelan mencoba keluar."

Arka dalam pelukan Viola menurut, dan mulai berdiri, masih berada dalam pelukan Viola.

Ketika mereka sampai di pintu garasi, pintu itu terkunci.

"Sepertinya ini dikunci."

"Bagaimana ini?"

"Tunggu, Tuan Muda bisa lepaskan pelukan Tuan Muda sebentar?"

"Kamu... Apa yang kamu Rencanakan?"

"Hanya mencoba mendobrak pintu,"

"Tuan Muda mundur sebentar...."

"Tapi...."

"Aku tidak akan kemana-mana,"

Arka dengan perasaan masih takut, lalu melepaskan tangan Viola.

DUAKKKKK

Suara pintu didobrak terdegar, lalu Arka kembali menerima kehagatan pelukan Viola.

Mereka keluar dari garasi, namun sama seperti pintu garasi yang tertutup, pintu depan juga tertutup.

Namun itu bukan masalah untuk Viola.

Akhirnya, Arka melihat lagi cahaya matahari, membuat dia merasa lega, lalu melepaskan pelukan Viola dengan malu.

"Maaf... Aku terlalu memalukan."

"Tidak, Tuan Muda sudah cukup hebat untuk bisa bertahan didalam sana. Aku tahu ini pasti berat untuk kembali mengigat hal-hal buruk dimasalalu,"

"Aku sangat lemah bukan? Taman iphone itu bertahun-tahun aku masih sangat sulit untuk menghadapinya.... Aku masih saja merasa takut setiap kali terhadap dalam ruangan gelap... Aku sungguh menyediakan."

"Tidak ada yang menyedihkan. Semua orang punya ingatan buruknya sendiri dan ketakutannya sendiri."

"Tapi aku sangat lemah, kamu sungguh hebat Viola... Sangat beruntung aku memilikimu,"

"Aku tidak sehebat yang Tuan Muda pikirkan. Berbeda tuhan muda yang memiliki ingatan ketika masih ketik masih kecil, aku tidak memiliki ingatanku ketika masih kecil. Ingatan pertama yang aku dapatkan adalah ketika aku berada di sebuah panti asuhan ketika berumur delapan tahun. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku sebelum itu... Siapa aku, Siapa Keluargaku dan dari mana aku berasal, aku tidak pernah tahu."

Tentu saja, Arka juga tahu tentang kisah dan asal usul Viola.

Dia berasal dari Suatu Panti Asuhan, lalu diadopsi oleh pelayan Keluarga William yang kebetulan memiliki anak saat itu.

"Tapi aku memikirkannya akan sangat baik jika aku tidak memiliki ingatan dan kejadian tentang hari itu. Sungguh senang jika ingatan hal-hal itu hilang, namun sayangnya tidak. Bahkan walaupun aku ingin melupakannya terkadang kenangan hari itu akan masuk dalam mimpiku. Lalu berulang-ulang selama ini,"

Jika mengatakan itu Arka melihat langit yang jauh.

Tatapannya menunjukkan rasa frustasi dan keputusan.

Keduanya lalu berjalan mendekati jaranan di sana dan duduk di sana sambil menunggu bantuan.

Dan seperti yang mereka kira tidak lama setelah itu kira-kira 1 sampai 2 jam bantuan akhirnya datang.

Kali ini beberapa mobil datang kesana,

"Maaf Tuan Muda, kami tidak mengira jika ada kejadian seperti ini, maafkan kami. Sepertinya ada penyusup, dan kami sedikit ceroboh."

"Hah, kalian sungguh sama dan tidak berguna, bagaimana kalau tadi tuh jadi sesuatu padaku apakah kalian bisa bertanggung jawab?"

Para pegawai itu lalu ketakutan.

"Ma.. maafkan kami Tuan Muda...."

"Sudahlah, lupakan cepat antarkan aku ke bandara aku ingin segera pergi keluar dari pulau ini. Aku berubah pikiran. Aku tidak mau berada di pulau terkutuk ini lagi,"

"Tapi Tuan Muda, pesawat yang Tuan Muda naiki, udah lama kembali,"

"Aku tidak mau tahu! Pokoknya aku hari ini akan keluar dari pulau ini! Kalian harus membawa kembali pesawat itu! Atau naik helikopter atau apapun yang penting aku bisa pergi dari pulau ini."

"Ba.... Baik Tuan Muda, kami akan mengurusnya."

"Tunggu, aku minta juga kalian menyelidiki tentang kejadian hari ini. Aku yakin ini adalah yang direncanakan seseorang pasti bahkan kami sempat terkunci di villa,"

"Baik Tuan Muda, akan melaksanakannya. Sekarang Tuan Muda akan saya antar ke Villa."

"Tidak mau!!! gerak bandara aku benar-benar tidak ingin menyentuh villa vila di pulau ini!!"

Melihat Tuan Muda Arka menjadi murka, segera tidak bertanya-tanya lagi.

Beberapa pegawai lama disini, sudah pernah mendengar umur dan gosip tentang kejadian yang dialami Tuan Muda Arka di Pulau ini, insiden tentang kematian Ibunya.

Mereka hanya bisa menghela nafas pasrah, mengikuti perintah Tuan Muda dan mengantarkan mereka ke Bandara.

Sampai di Bandara, Helikopter Pribadi sudah disiapkan.

"Helikopter ini akan langsung mengantar Tuan Muda langsung ke Kediaman Utama,"

"Hah, itu lebih baik."

Dengan perasaan tidak nyaman akhirnya Arka kembali ke Rumahnya.

Begitu turun dari Helikopter, dan sampai di halaman depan, Arka dan Viola yang lelah itu bertemu dengan wajah yang familiar.

"Wow, bukankah ini Kakak Sepupu Arka? Setahuku, Kakak Sepupu pergi Bulan Madu pagi ini, kenapa karang sudah pulang padahal sepertinya belum beberapa jam sejak Kakak Sepupu pergi?"

Itu adalah suara Sepupu Arka yang lebih muda, Robet William.

"Diamlah."

"Aku tahu, di acara Bulan Madu kakak ini berantakan bukan? Kakak membuat masalah di sana? Ya ampun, sungguh cara membuat masalah di acara bulan madu sendiri, aku merasa Pernikahan Kak Arka sangat tidak diberkati, mungkin ini karena Kak Arka menikah dengan seorang Pelayan,"

Robet terlihat tertawa dengan segit.

"Robert!! Minta kamu untuk diam!! Moodku sedang tidak baik."

Robet pura-pura takut,

"Ya ampun, apa Kak Arka mau memukuliku? Astaga, aku takut. padahal ini bukan salahku kenapa kakak menikahi seorang pelayan,"

"Robet kamu begitu kurang ajar!!"

Arka begitu emosi namun dicegah oleh Viola.

Robet sendiri sudah langsung pergi juga, dan ketika agak jauh dia berkata dengan menghina lagi,

"Kakak Arka sial tidak hanya karena menikahi seorang Pelayan!! Namun karena Menikahi Sorang Pelayan Jelek Ah,"

"ROBET!!!"

"Tuan Muda mohon bersabar, sebaiknya kita segera kembali ke kamar. Tidakkah Tuan Muda lelah?"

####

Bersambung

1
Be Saranga
kak Saran dikit dong itu yang titiknya di ilangin aja agak menganggu
Firdaicha Icha
pelayan gitu lho.... tapi ya kasihan jg arka.
ossy Novica
Cerita yg sangat bagus ,good job thor . Sukses selalu
Za_L_Writer (IG): 😊😊😊 Terimakasih atas dukungannya 😊😊 Senang kalau ada yg suka, 😆😆
total 1 replies
ossy Novica
Di dalam keluarga William saling menusuk di belakang , jadi jangan mudah percaya . Mereka saling berebut kekuasaan dan harta .
ossy Novica
Arka maunya terbuka sama Viola bahwa dia mau pernikahan ini serius bukan kontrak .
ossy Novica
sangat menarik ceritanya ,penuh intrik
ossy Novica
Benarkan bisa jadi Viola bersaudara dengan Marsela dan ibunya di bunuh sedangkan Viola di buang ke panti.
ossy Novica
Viola belum diketahui jati dirinya tapi apa mungkin Viola adalah keturunan Cavel ,andaikan benar bisa jadi tali penghubung keluarga William dan Cavel sebagai jembatan perdamaian .
ossy Novica
berlahan tapi pasti
ossy Novica
Arka lemah banget mestinya dia bergerak cepat dengan mencoba mencium bibir Viola , gimana reaksinya nanti marah atau diam .
ossy Novica
Arka mesti tunjukkan pada semua orang kalo dia bisa jangan malas2an .
ossy Novica
Cobalah berlahan mungkin diaengerti
ossy Novica
cukup menarik
Little Sun
ada novel lain kah thor yg asik kayak istri jelek no 1 dan suami bayaranku yang dingin?
Za_L_Writer (IG): 😆ini masih ada novel Ongoing,
Menikahi Duda Tampan Ayah Mantan Tunanganku
total 1 replies
Little Sun
suka bgt endingx thor, makasih
Neno
d tunggu Thor bonchap nya, konflik nya kn belum kelar
Za_L_Writer (IG): Makasih atas dukungannya selama ini,
untuk bonus chapter, tidak janji ya, 😆
total 1 replies
ievy
masih banyak hal² yang belum terungkap semoga di bonus chapter bakal diungkap biar nggak penasaran..
semangat thor
Za_L_Writer (IG): 😆😆😆 haha iya sih, sampai sini saja tapi😆 open ending

Terimakasih atas dukungannya selama ini ya,😊😊
total 1 replies
Harti🌝
thor lanjut dong.
Za_L_Writer (IG): Sudah selesai ini, 😆😆😆
Terimakasih atas dukungannya selama ini 😆😆😆
total 1 replies
Parwati amiin Parwati
ky bukan suami-istri ya
Parwati amiin Parwati
critanya menarik 👍👍
Za_L_Writer (IG): Terimakasih atas dukungannya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!