Sahabatmu juga menyukai orang yang sama denganmu? Gimana tuh?
Sahira dan Keira sudah berteman cukup lama sejak mereka masih bersekolah di bangku sekolah dasar, namun karena sesuatu hal Keira terpaksa harus pindah dari sekolah tersebut dan berpisah dengan sahabatnya yakni Sahira dalam waktu cukup lama.
Bertahun-tahun kemudian, Sahira sudah remaja dan mendapat beasiswa untuk bersekolah di sekolah menengah atas terfavorit di kota tempat ia tinggal. Disana Sahira memiliki banyak teman baru yang dapat membuatnya melupakan Keira sahabat lamanya itu.
Tidak hanya sahabat, Sahira juga bertemu dengan seorang pria dingin idaman para wanita di sekolahnya yang selalu membuat dirinya jengkel dan sial setiap kali bertemu dengan pria bernama Elargano itu.
Lambat laun Sahira merasakan sesuatu yang berbeda pada Elargano, ya gadis itu rupanya jatuh cinta. Sayang sekali Sahira tak tahu bahwa Elargano juga adalah pria yang disukai oleh Keira alias sahabat masa kecilnya.
Baca yuk kisah selanj
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terpesona
"Iya, nih uang gue!" ucap Sahira menyodorkan uang.
"Nah gitu dong!" ucap Riki senang.
Akan tetapi, dengan santainya Sahira menarik kembali tangannya ke belakang sehingga Riki gagal mendapat uang tersebut dan tampak kecewa.
"Tapi bohong, wle!" ledek Sahira menjulurkan lidah.
"Kurang ajar! Cari ribut nih cewek, oke gue jabanin!" ucap Riki kesal dan bersiap memukul Sahira.
"Tahan!" teriak seseorang dari belakang Sahira.
Riki yang sudah bersiap melayangkan pukulan ke wajah Sahira pun berhenti karena mendengar suara teriakan itu.
"Lu?" ucap Riki kaget.
Sahira dan Raisa kompak menoleh untuk memastikan siapa yang muncul itu, rupanya itu adalah Elargano sosok pria kekar yang tadi menolong Sahira.
"Lu ngapain disini? Jangan ikut campur urusan gue terus ya!" ucap Sahira ketus.
Pria itu menoleh sekilas ke arah Sahira dengan senyum tipis terhias di wajahnya.
"Pede banget! Gue cuma gak mau aja ada kekerasan di sekolah ini, apalagi sama cewek. Oh ya, Riki lu kan anak pemilik sekolah disini, kenapa lu malah kayak gitu ke orang-orang? Harusnya kan lu nunjukin sikap baik lu dong ke mereka!" ujar Elargano.
"Lu ngapain sih El? Please lah, jangan ikut campur urusan gue begini! Kan lu udah pernah janji, apapun yang gue lakuin lu gak boleh ikut campur!" ucap Riki tak suka dengan kedatangan Elargano.
"Gue gak akan ikut campur, kalau lu malak doang gak pake kekerasan. Jangan gunain kekuatan lu itu untuk kejahatan, apalagi ini sama cewek! Mau taruh dimana muka lu nanti, kalau orang-orang tahu lu ternyata suka mukulin cewek?" ucap Elargano.
Riki terdiam menunduk, jujur ia malas sekali meladeni kata-kata Elargano itu.
"Yaudah, sekarang lu pergi sana!" ujar Elargano.
"Hah? Gak bisa dong, gue belum dapet uang si Raisa sama cewek beasiswa itu!" ucap Riki.
"Riki, kalau lu gak pergi juga gue terpaksa pakai kekerasan buat usir lu dari sini! Pasti lu gak mau kan jadi babak belur cuma karena hal sepele? Udah lah, lu pergi aja sana!" ucap Elargano.
Akhirnya Riki bersama teman-temannya itu pergi dengan perasaan jengkel serta emosi, tak ada kata-kata yang keluar dari mulut mereka.
Sementara Elargano kini beralih menatap Sahira, ia tersenyum begitu Sahira turut menatapnya. Akan tetapi, gadis itu langsung membuang muka dan mengajak Raisa segera pergi dari sana.
"Rai, kita pergi aja yuk!" ucap Sahira.
"Eee..." Raisa tampak gugup dan bingung.
"Eh tunggu!" ucap Elargano menahan tangan Sahira.
"Ish, apaan sih? Lu mau ngarepin gue bilang makasih gitu ke lu? Jangan harap ya mas El, sampai kapanpun gue ogah bilang makasih sama lu! Lagian gue juga gak butuh bantuan lu, gue bisa ngatasin tuh orang-orang tadi sendirian!" ucap Sahira.
"Hahaha, ge'er banget sih! Siapa juga yang ngarep dibilang makasih?" ucap Elargano tertawa kecil.
"Ya terus lu mau apa?" tanya Sahira ketus.
"Gue cuma mau ngingetin aja, lain kali kalau ketemu mereka mending menghindar deh! Lewat jalan lain aja kalo mau pulang, supaya gak terjadi hal kayak tadi lagi!" jawab Elargano.
"Dih, gue gak butuh perhatian dari lu! Gausah sok perduli dan jadi orang baik deh! Tadi pagi aja lu cuek gitu lihat gue jatuh, dasar cari muka!" ujar Sahira.
Gadis itu menghentakkan tangannya dengan kasar sehingga ia bisa lepas dari genggaman Elargano, ya tanpa banyak bicara lagi Sahira pun pergi dari sana dengan ekspresi kesalnya, diikuti oleh Raisa di belakangnya yang tampak ketakutan saat ditinggal oleh Sahira disana.
"Eh Sahira, tunggu dong!" teriak Raisa panik.
Sementara Elargano tetap diam di tempat memandangi punggung Sahira sembari memegangi tangannya yang sedikit terasa sakit.
"Itu cewek punya masalah apa sih? Perasaan gue baik-baik aja ngomongnya," gumam Elargano.
•
•
Kini Sahira bersama Raisa sudah berada di depan pagar sekolah dan bersiap untuk pulang, akan tetapi Raisa menatap sejenak ke arah Sahira lalu bertanya mengenai kejadian yang tadi ia saksikan sendiri.
"Sahira, gue mau tanya deh sama lu! Sebenarnya lu itu terbuat dari apa sih? Kok bisanya gitu loh, lu gak takut sama sekali sama kak Riki atau kak El tadi? Padahal nih ya, semua orang disini itu tunduk dan patuh sama mereka!" tanya Raisa keheranan.
"Hadeh, ngapain juga gue harus takut sama mereka? Gue gak salah kan? Yang perlu kita takuti itu cuma Tuhan, buat apa manusia kayak gitu harus ditakutin?" ucap Sahira dengan santainya.
"Emang keren lu Sahira!" puji Raisa.
"Biasa aja kali, lu pasti juga bisa kok berani sama mereka! Yakinin aja di dalam hati lu, kalau lu punya harga diri yang harus dijaga!" ujar Sahira.
"Hahaha, siap siap! Eh yaudah ya, gue mau naik angkot tuh!" ucap Raisa pamit pada Sahira.
"Loh kok naik angkot? Tadi lu bilang mau pesan ojek online? Gue udah kasih uang nya kan sama lu, apa kurang?" tanya Sahira heran.
"Kalo kurang emang lu mau nambahin?" ujar Raisa.
"Dih, ya kagak lah! Rugi dong gue kalo kasih lu duit terus, nanti gue gak bisa nabung!" ucap Sahira.
"Hehehe, iya becanda kok!" ujar Raisa nyengir.
Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti tepat di depan mereka. Itu adalah Jordan alias abang dari Sahira yang ingin datang menjemput, Sahira pun tersenyum melihat kedatangan sang abang disana.
"Hey, maaf ya gue telat jemput nya!" ucap Jordan turun dari mobil menghampiri adiknya.
"Gapapa bang, aku juga baru keluar kok. Yaudah yuk kita langsung berangkat aja!" ucap Sahira.
"Boleh, oke ayo!" ucap Jordan tersenyum.
Sahira pun menoleh ke arah Raisa untuk berpamitan, namun temannya itu justru melamun saja memandangi wajah pria di depannya.
"Rai, Raisa!" tegur Sahira sembari menepuk pundak gadis di sampingnya.
"Eh iya iya, kenapa?" ujar Raisa kaget.
"Hadeh, lu ngapain malah bengong aja begitu?" tanya Sahira terheran-heran.
"Eee gak kok, hehe..." Raisa nyengir.
"Yaudah, gue mau balik dulu ya? Lu hati-hati naik angkotnya! Biasanya tuh di angkot banyak copet, jadi lu harus hati-hati!" ucap Sahira.
"Iya, gue pasti hati-hati kok!" ucap Raisa sambil senyum-senyum dan coba mencuri pandang ke arah Jordan.
"Oke deh, sampe ketemu besok ya!" ucap Sahira.
Raisa manggut-manggut dan melambaikan tangan ke arah Sahira sebagai ungkapan perpisahan, sesekali Raisa juga melirik wajah Jordan yang berhasil membuatnya sangat saat itu juga.
Setelah Sahira dan abangnya pergi, Raisa masih saja terbayang wajah tampan Jordan itu.
"Duh, abangnya Sahira ganteng banget gila! Kalo gue bisa deketin dia terus pacaran sama dia, pasti gue bakal jadi cewek paling beruntung!" gumam Raisa.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
cantik
jd sah.. 🤣🤣
penjahit cantik mampir
semangat!
mampir juga yaa