Laiv Alessandra
Seorang gadis cantik serba bisa, pinter, terlahir dari kekuarga kaya membuat hidupnya sempurna. Sampai akhirnya dia berada di titik terendahnya dipertemukan dengan Arjuna yang tampan trempamen dan keluarga baru yang mencintainya.
Apakah Laiv akan bisa mengembalikan kehidupannya yang dulu?
“aku males nonton drama seperti
itu Milly, kamu nonton aku saja. Bukankah dari kemarin hidupku sudah seperti
drama? Entah pa selanjutnya Arjuna membenciku kemudian lambat laun dia akan
mencintaku kemudian kita bahagia kemudian punya anak kemudian ada wanita pengganggu
kemudian kita berantem kemudian baikan”kata Laiv panjang lebar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya Rembulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehilangan Lagi
Hari-hari telah Laiv lewati menjadi seorang istri dari Arjuna. Laiv berusaha untuk selalu sabar dan menyiapkan kebutuhan Arjuna semampunya. Tapi Arjuna selalu membenci Laiv apapun yang Laiv lakukan selalu salah. Arjunapun sering menjadikan Laiv pelampiasannya kalau dia lagi ada masalah dengan perusahaannya.
Seringkali terjadi perdebatan antara Arjuna dan Laiv . Bahkan art dirumahpun merasa aneh kalau mereka tidak berdebat. Selain itu dia sering dikerjai oleh mertuanya seperti kejadian tadi siang mertuanya menyuruh Laiv untuk membersihkan rumahnya dan tidak ada satu orang pelayanpun akan membantunya.
Laiv sering dihina oleh Arjuna dan mertuanya. Walaupun sakit hati tapi Laiv tetap menjalaninya. Laiv masih bersyukur karena dia masih diberikan uang untuk pengobatan Radeska dan tidak dilarang untuk beraktifitas. Mertuanya juga tidak setiap hari mengerjainya kalau Laiv dirumah saja dan kebutulan mertuanya tidak keluar negeri. Selain itu dia juga mempunyai Milly yang selalu menghiburnya dan selalu minta maaf atas perbuatan mommy dan kakaknya.
Hari ini tiba-tiba Laiv mendapatkan telpon dari rumah sakit mengenai kondisi Radeska yang diinyatakan mati otak oleh dokter. Laiv sangat terpukul mendengar berita itu dan langsung ke rumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit dokter memberikan dua pilihan yaitu melepas semua alat atau membiarkannya tapi Radeska tidak bisa bangun untuk selamanya. Laiv sangat bingung dia tidak tau apa yang harus dia pilih dia hanya bisa menangis sejadi-jadinya. Pak Agus datang dengan tergesa-gesa langsung memeluk Laiv.
"Pak Agus, Laiv harus bagaimana?”tanya Laiv sambil menangis di dalam pelukan pak Agus.
“Laiv, Pak Agus tau Den Radeska sangat sayang kepada Laiv. Biarkan Radeska beristirahat dengan tenang sekarang sudah saatnya merelakan. Nak Radeska sudah berjuang selama ini”membuat tangis Laiv semakin pecah.
Setelah puas menangis dan berpikir akhirnya Laiv memutuskan menandatangani surat bersetujuan untuk melepas semua alat yang menopang Radeska untuk hidup.
“Kak Radeska maaf karena keegoisan Laiv, Kakak harus berjuang selama ini. Sekarang Laiv sudah merelakan Kakak pergi. Semoga Kakak pergi dengan tenang salam sama Mommy dan Daddy. Kakak tau kan Laiv sangat mencintai Kakak bukan sebagai Kakak, sebagai laki-laki yang
selalu ada buat Laiv yang mengerti Laiv. Itu sebabnya Laiv selalu mengatakan Kak Radeska bukan Kakak Laiv. Maafin Laiv Kak kalau Laiv sudah menyakiti perasaan Kakak selama ini. I Love You Kak Radeska”kata Laiv kemudian mencium bibir kakaknya dengan kasih sayang. Setelah selesai mengucapkan perpisahan, para dokter masuk ke ruang perawatan kemudian langsung melepaskan semua alat yang terpasang. Monitor pun berubah menjadi garis lurus datar yang sebelumnya menampakkan garis lurus yang naik turun.
“Waktu kematian 11.25”kata salah satu dokter membuat Laiv menangis sejadi-jadinya memeluk tubuh kakaknya untuk terakhir kalinya. Hari itu lagi-lagi Laiv kehilangan orang yang dicintainya.
Setelah menguburkan Kakaknya Laiv memutuskan untuk pulang kerumahnya yang dibelikan Radeska. Laiv hanya bisa menangis sampai akhirnya dia lelah dan tertidur. Pagi harinya mata Laiv menjadi sipit karena bengkak. Laiv pun memutuskan untuk pulang ke rumah Arjuna.
Sesampainya dirumah Arjuna, Laiv mendapati Arjuna sedang berada di ruang tamu bercumbu mesra dengan seorang wanita. Bukannya Laiv merasa cemburu dia merasa jijik dengan pemandangannya saat ini. Tanpa meperdulikan Arjuna yang sedang bercumbu Laiv langsung kekamar dan kembali menangis.
Laiv tidak keluar dari kamar untuk makan siang dan makan malam kepagi lagi sebelum akhirnya ibu mertuanya menelponnya untuk kerumah
membersihkan rumah yang sangat kotor akibat acara kecil yang ibu mertuanya rayakan semalam. Dengan kondisi badan yang sakit Laiv tetap mebersihkan rumah bersama para pembantu. Setelah selesai Laiv kembali kerumah , dikamarnya Laiv kembali menangisi kepergian Radeska. Terdengar suara ketokan pintu memanggil nama Laiv.
“Hey Laiv apa kabar aku merindukanmu”kata Milly berhamburan ke ranjang Laiv dan memeluknya.
“Ya ampun Laiv badan kamu panas sekali. Kamu sakit?”Milly langsung panik seketika.
“Gak Mill, aku hanya ingin istirahat”kata Laiv dengan suara yang hampir tidak terdengar.
“Kamu udah makan belum?”tanya Milly dan dijawab gelengan dari Laiv.
“Ya sudah aku bawain makan ke sini kamu tunggu sebentar” kata Millly. Baru saja Milly ingin beranjak dari tempat tidurnya Laiv langsung mencegahnya.
“Tidak usah Milly aku tidak ingin makan”kata Laiv berusaha agar suaranya bisa terdengar Milly.
“Gak Laiv kamu harus makan”kata Milly dengan marahnya.
“Baiklah aku akan ikut denganmu kita makan dibawah saja”kata Laiv kemudian bangun dengan susah payah dari ranjang. Ketika dia dan Milly sudah berjalan lima langkah tiba-tiba kepala Laiv terasa sangat pusing seolah dunia ini mengelilinginya. Pandangannya semakin
kabur dan semuanya buram hanya ada rasa sakit disekujur tubuhnya. Melihat Laiv yang pingsan Milly langsung berteriak histeris kepada kakaknya. Arjuna pun langsung lari kearah suara Milly.
“Kenapa De?”tanya Arjuna.
“Ini Laiv pingsan Kak”kata Milly panik.
“Biarkan saja dia hanya berpura-pura sebentar lagi pasti sadar”kata Arjuna dengan enteng setelah melihat ternyata bukan Milly yang butuh bantuan.
“Kalau sampai Laiv meninggal aku akan menjebloskan Kakak ke penjara”kata Milly dengan marahnya. Melihat Adiknya marah seperti itu untuk pertama kali Arjuna langsung menggendong Laiv untuk dilarikan ke rumah sakit. Sesampainya dirumah sakit Laiv langsung dibawa keruang VVIP dan diperiksa oleh dokter.
“Bagaimana keadaanya dokter?”tanya Milly khawatir.
“Apa kalian tidak memberi makan dan minum kepadanya? Dia mengalami dehidrasi”kata dokter membuat Milly menatap kakaknya dengan tajam.
“Tapi tidak apa-apa sebentar lagi nona Laiv akan segera sadar”kata dokter kemudian pamit unutk keluar.
“Kakak tega sekali tidak memberikan makan kepada Laiv”kata Milly dengan suara bergetar dan kemudian tanpa sadar airmatanya sudah mengalir dipipinya.
“Hey kakak tidak pernah membiarkannya kelaparan, dia yang tidak mau makan”kata
Arjuna melihat Milly yang sudah mulai menangis membuatnya tidak tega langsung memeluk adiknya dan mencoba menenangkannya.
**
Laiv membuka matanya dia mendapati hamparan bunga mawar putih yang luas. Langit yang biru cerah. Dikejauhan terlihat sebuah rumah kayu dipinggir danau. Laiv memejamkan mata menghirup udara yang terasa segar. Ketika membuka matanya lagi dia melihat sosok yang sangat dirindukan tersenyum menatapnya.
“Kak Radeska?”kata Laiv tidak percaya melihat kakaknya yang tampan berdiri dihadapannya saat ini dengan sehat dan tak kurang apapun langsung memeluk erat kakaknya.
“Kakak jangan tinggalin Laiv lagi”kata Laiv mengeratkan pelukannya seakan akan tidak mau melepaskan kakaknya.
“Laiv belum waktunya, kamu harus kembali dan Kakak harus pergi”kata Radeska berusaha melepaskan pelukan Laiv.
“Tapi Laiv ingin ikut Kakak, Laiv kangen Kakak. Laiv gak mau disini sendiri Kaka”kata Laiv melepaskan pelukannya tapi tangannya masih dilingkarkan kepinggang Radeska dan menatap mata Radeska yang begitu hangat.
**
Jangan lupa di vote dan like ya. Vote se kecil apapun sangat berarti buatku.
Terimakasih teman-teman
❤️💐
cuss baca jan lupa tinggalkan jejaak🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
mampir juga kak ke karyaku 'Kay and Say'🥰🌹
jangan lupa untuk mampir yaaa😍😍
semangat terus kak 😊🌹
semakin seru....
🍃 MAHMUD, I Love U 🍃
😂😂