NovelToon NovelToon
360 DAYS

360 DAYS

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Romansa-Tata susila / Tamat
Popularitas:84.2k
Nilai: 5
Nama Author: Zahma

"Untukmu, dari yang Engkau anggap adik, dan selamanya begitu"

"Saya tidak pernah menganggap kamu adik, jika kamu ingin tahu"

Kisah mereka terus berlanjut. Bagaimana 360 hari yang mereka lewati?

Cerita ini murni imajinasi Author, HAPPY READING🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kunjungan

Terima kasih yang sudah membaca🥰

.

.

Lanjut yaa..

"Uhhh". Aku mendes@h kesakitan saat berusaha bangkit dari posisi tidur. Badanku rasanya pegal sekali saat digerakkan. Terutama bagian pinggang. Kepalaku pun rasanya ngilu. Perban masih menempel di beberapa bagian wajahku. Aku melihat luka- luka di lengan dan kakiku yang sudah mengering, namun masih meninggalkan sakit.

Sudah dua hari ini Aku berada di rumah. Setelah waktu itu dokter mengizinkan kepulanganku. Berada di Rumah Sakit terlalu lama juga bukan sesuatu yang baik, menurutku. Lagipula, Aku masih mengkhawatirkan seseorang. Dia juga turut serta menjadi korban kecelakaan, Bagaimana keadaannya ya? Tanyaku pada diri sendiri. Saat Aku baru tersadar waktu itu, Ibupun tidak memberi penjelasan yang memuaskan, malah menatapku dengan pandangan yang berbeda dari biasanya. hmmhh..

dreerrtttt..

Pintu kamarku terbuka, Aku menengok ke sumber suara. Ibu masuk ke kamarku membawa nampan. Beliau tersenyum lembut kepadaku, Aku membalasnya. Ibu merawatku dengan sangat baik, Aku merepotkan beliau.

"Rama bisa mengambil sendiri di kulkas jika ingin, Bu..".

"Tidak apa, Nak". Jawab Ibu. Ibu memberikan piring berisi potongan buah pir kepadaku. Aku menerimanya.

"Kalau Rama banyak bergerak, malah bagus Bu, biar cepat bisa jalan denga normal..". Ujarku. Ibu mengangguk setuju.

"Nanti kamu bisa berjalan- jalan di dalam rumah.. Ibu keluar sebentar yaa.. mau beli sesuatu". Ibu beranjak dari tempat tidurku, dan keluar kamar. Pintu kamarku tidak ditutup oleh Ibu, sepertinya sengaja. Aku menikmati buah yang disuguhkan oleh Ibu. Sambil menerawang jauh ke luar jendela kamar.

Tok tok tok

Suara pintu diketuk dari luar. Sepertinya bukan Ibu. Aku bangkit, berusaha berdiri dengan menahan sakit yang luar biasa di pinggangku. Aku berjalan tertatih menuju pintu utama. Aku membuka pintu, dan kulihat murid-muridku berdiri dengan wajah khawatir. Aku tersenyum, kemudian mempersilahkan mereka masuk. Ada sekitar 15 orang murid, sepertinya mereka mewakili kelas masing- masing untuk menjengukku.

"Sudah baikan Pak?". Pak Hendri yang datang bersama murid- muridku itu bertanya.

"Alhamdulillah Pak.. Sudah bisa jalan ini, ya walaupun masih pincang- pincang hehe". Jawabku sambil tertawa. Aku meminta tolong salah seorang murid untuk mengambil beberapa air mineral gelas di pojok ruang tamu. Aku duduk di lantai beralas karpet, sambil menyelonjorkan kaki. Semua tamuku juga sama. Aku meneliti lagi di antara murid- muridku memang tidak ada anak itu. Salah satu dari muridku berkata, semoga Aku lekas membaik, agar dapat mengajar kembali, dia bilang tidak ada Aku tidak seru. Aku tertawa dan merasa terhibur. Lalu murid yang lain juga mengiyakan perkataan muridku barusan.

"Siapa yang mengajar Matematika selama Bapak tidak mengajar?" Aku bertanya.

"Bu Suci Pak". Mereka menjawab serempak. Aku manggut- manggut.

Ah Aku jadi ingat tentang lomba mata pelajaran yang akan diikuti oleh anak itu. Bagaimana dia belajar ya?

"Persiapan untuk lomba mapel yang di Provinsi gimana, Pak". Aku bertanya pada Rekanku itu, dia pasti mengetahui sesuatu.

"Mereka belajar mandiri Pak, dan Beberapakali juga untuk yang Matematika meminta bimbingan Bu Suci".

"Oh begitu, iya syukurlah". Aku merasa sedikit lega, tetapi mengapa waktu itu sepertinya Irene menangis? Aku bertanya- tanya lagi.

'Ah anak itu beberapa hari ini memenuhi otakku'.

Ibu meletakkan beberapa toples camilan di meja ruang tamu. Beliau baru pulang belanja beberapa menit yang lalu tampak sedikit terkejut melihat rumah yang ramai. Namun itu hanya sesaat, karena Ibu langsung menyapa mereka semua, dan berterima kasih sudah menjenguk Aku. Tadi Ibu kulihat meneliti wajah murid- muridku, seperti mencari sesuatu. Kutebak Ibu mencari Irene. Aku tersenyum melihat tingkah Ibu, Namun Aku jadi mengkhawatirkan suatu hal. Apa Ibu sekarang tidak menyukai anak itu lagi?. Aku bertanya tanpa tahu jawabannya.

Dua jam Aku mendapatkan kunjungan dari murid- muridku, mereka semua kemudian berpamitan, dan mendoakan kesembuhanku. Aku melepas mereka sampai ke teras rumah. Ibu juga turut berdiri di sampingku. Setelah mobil minibus yang membawa mereka pergi, Aku masuk ke dalan rumah. Berjalan tertatih seperti tadi.

"Irene tidak ikut ya". Ibu berkata, Aku memandangi Ibu dari samping. Sepertinya Beliau terlihat kecewa. Aku dan Ibu duduk di ruang tengah, menyalakan televisi.

"Iya bu". Aku merespon seadanya.

"Saat kamu bangun, Ibu tidak tahu kalau dia sedang menjenguk, Dia yang memanggil dokter...". Ibu diam sebentar, menghembuskan nafas dengan berat. Aku mendengarkan Ibu.

"Sepertinya Ibu kemarin membentak dia.. Ahh Ibu jadi merasa bersalaah.. Padahal Ibu ingin Irene istirahat saja melihat luka- luka dia, malah setiap hari ke Rumah Sakit..". Ibu terdengar sangat menyesal.

"Anak itu setiap hari ke rumah sakit?" Aku bertanya, tak percaya.

"Iyaa.."

'Ya ampun anak itu..'. Jadi Irene selama hampir dua minggu bolak balik ke Rumah Sakit. Lalu dengan siapa dia pulang? Jarak Rumah Sakit dan rumahnya sangat jauh. Aku jadi mengkhawatirkan anak itu.

"Boleh Ibu bertanya sesuatu?". Ibu menatapku, tatapannya seperti waktu itu. Aku mengangguk, Ibu tidak perlu meminta izin untuk bertanya padaku.

"Kamu dan Irene itu seperti apa?". Aku melebarkan mataku. Ibu kan sudah tahu, Aku guru Irene, dan Irene muridku. Tetapi sepertinya pertanyaan Ibu terlalu jauh. Aku tidak bisa menjangkaunya.

"Irene muridku bu, dan Ibu tahu itu kan?"

"Ibu memang menyukai dia, Nak.. Ibu menganggap dia seperti Anak Ibu, walaupun baru sebentar Ibu mengenal dia.." . Ibu menjeda ucapannya. Aku masih mendengarkan lebih lanjut.

"Tetapi masa depannya masih panjang.. Ibu berharap kamu mengerti maksud Ibu". Ibu meraih tanganku, menyalurkan energi positif kepadaku. Aku tersenyum. Aku mengerti maksud Ibu, dan Aku juga sudah memikirkannya.

"Kamu tidak perlu menjauhi anak itu". Ibu berkata lagi, terdengar seperti mengingatkan. Sorot mata Ibu juga terlihat sedang mengancamku, Aku tersenyum kecut. Lalu bagaimana Aku memangkas tunas yang sudah tumbuh di hati Irene, jika Aku tidak menjaga jarak?. Irene bahkan sudah mengatakan dengan jujur bagaimana perasaannya kepadaku, yah walaupun Aku saat itu masih tertidur.

"Dia adikmu mulai sekarang, Jangan macam- macam..".

hah? Irene menjadi adikku? Aku tertawa dalam hati. Apa Ibu sudah mengatakannya pada Ayah juga atau hanya keputusan sepihak dari Ibu. Entahlah, Ibu kadang tak tertebak.

***

"Apa Ibumu sudah mengatakan sesuatu ke kamu, Nak?". Aku sedang duduk di teras depan rumah, menikmati udara pagi yang menyegarkan, bersama Ayah. Hari Ini Ayah tidak ada jadwal menjadi pengajar. Ah iya, Ayah adalah pensiunan dosen di sebuah Univeraitas Negeri, tetapi beberapa kali masih mendapat undangan untuk mengajar.

"Iya, Yah.. Ibu sudah mengatakan, tentang Irene yang menjadi adik Rama kan?". Aku merasa lucu mendengar kata- kataku sendiri.

"Dia tetap orang asing untuk kamu, Nak". Ayah mengingatkan. Beliau memandangiku. Ya tentu saja Aku tahu, menjadikan dia Adik, bukan berarti menghilangkan kenyataan bahwa dia hanya orang Asing.

"Ibu hanya merasa bersalah karena kemarin sempat berbicara dengan nada tinggi ke anak itu..".

Aku mengobrol dengan Ayah tentang banyak hal setelah pembicaraan tentang Irene selesai. Ibu sudah bergahung dengan Kami. Tadi, begitu Ibu keluar dari dalam rumah dan bergabung di teras bersamaku dan Ayah, pembicaraan tentang Irene langsung dihentikan.

.

.

.

Bagaimana Aku bisa menjaga diri, jika Ibu mendorongku untuk selalu dekat?.

.

.

.

Bersambung😘

1
Princess Ummi
Judul dengan cerita berbeda😉
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 2 replies
Aisyah Khumairah
Tetaplah semangat berkarya
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 2 replies
Nur Hidayah
Aku mampir kak Authooor
Zahmaa: thanks kakk💋
total 1 replies
MEMEY
salam dari wanita simpanan 😁
MEMEY
mampir kak
MEMEY
yuk semangat
MEMEY
hadir lagi kak
Ais
aku mampir thor prolognya aja sdh bagus aku sngt suka dgn author yg bs menyajikan alur novel yg ringan tp berkesan😘smoga kedepannya akan bnyk yg suka baca novel author ini semangat berkarya ya
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 3 replies
Suhaila Kapoor
sesuai janji,,, aku mampir niii...
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 2 replies
tie
sudah aq masukkan ke daftar favorit,,, 😍😍
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 2 replies
Tini Laesabtini
Pak Rama lahir th 87, th segitu aku udh SMA kls 1 naek kls 2 thor.... Walaupun udh nenek2 tetep aku suka cerita ginian kays flashback ke masa lalu waktu msh unyu2
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 2 replies
Adfazha
Ehhh Ganti Cover nih mas Rama hmm pgn lanjut S2 yaa 😋
Zahmaa: diganti sama noveltoon nya mbaa hehee
total 1 replies
Ndhe Nii
kalah gercep sama Taqi...untung cintanya sama kamu Rama 🤣🤣🤣
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 1 replies
Assrie Prameyswari
mampir
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 1 replies
MEMEY
hadir kak
Aqiyu
dihhh......
Author jahad bed sama Rama kalau sampai Irene dan babby out......
360 hari itu berakhirnya penderitaan Irene karena kehilangan
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 1 replies
Adfazha
Wahh Zahma nyasar dimari kyknya thor gamon 🤭🤭 Ahlan WA Sahlan Dedek Jagoan Rama 😘nambo Expart lg kak
Desilia Chisfia Lina
selamat y Rama iren anaknya semoga jadi anak yang SOLEH amin. tunggu part duanya thor 🥰🥰😍
Amellya Adjjah
typo ya kak,🤭 Irene kan harusnya kok jadi Zahma😁😅
Zahmaa: iyyaaaaaaaahh😭
total 4 replies
QQ
Yang namanya musibah bisa terjadi pada siapa saja Irene terus untuk apa kamu sampai merasa bersalah ???
Zahmaa: halo kakak.. aku ada buat karya baru loh. bisa klik profilku dan baca ya..
terimakasih
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!