NovelToon NovelToon
Queen Mafia Di Tubuh Pewaris Lemah

Queen Mafia Di Tubuh Pewaris Lemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mafia
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kasmawati

Chloe Weiss, pewaris tunggal di keluarga Weiss tapi nasibnya tidak seindah yang dibayangkan, Chloe dengan kondisinya yang sehat harus menelan pil pahit, saat ibu kandungnya meninggal dunia.

Ayah dan ibu tirinya bersekongkol memasukkannya ke rumah sakit jiwa, dan menguasai seluruh harta kekayaan yang di tinggalkan oleh ibunya.

Tapi setelah lima tahun kemudian, Chloe kembali dengan jiwa yang berbeda untuk merenggut apa yang menjadi miliknya.

Bukan hanya itu saja, Chloe juga mengambil calon suami saudara tirinya, dan apa yang di lakukannya itu membuat Ayah dan ibu tirinya sangat murka.?

Siapakah sosok jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss, gadis yang di kenal sangat lamah dan bodoh?

Apakah jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss itu juga mempunyai dendam dengan seseorang di kehidupan sebelumnya sehingga Alam dan semesta memberikannya kehidupan kedua.?

Yang penasaran, ikuti terus ceritanya sampai akhir 🤗🤗🥰.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya Ragaku Yang Mati

Keesokan harinya, kabar tentang kaburnya Chloe Weiss dari rumah sakit jiwa sudah sampai di telinga ibu tirinya dan juga ayahnya. Yang selama ini hidup enak di dalam mansion besar keluarga Weiss.

"Dokter tidak berguna!" maki seorang wanita paruh baya dengan pakaian mahalnya. Ia menggenggam ponsel di tangannya erat-erat.

"Bagaimana bisa wanita selemah itu kabur dengan gampang?" ucapnya lagi. Panggil saja namanya, Nyonya Serena.

"Tenanglah, Ma. Saat ini anak buahku sedang mencari keberadaannya. Aku yakin wanita itu tidak akan bisa pergi jauh," ucap Alexander menenangkan istrinya itu.

"Bagaimana aku bisa tenang, Pa? Semua aset perusahaan dan rumah ini atas nama anak itu. Aku tidak ingin usaha kita selama bertahun-tahun ini gagal," ucap Serena sambil duduk di atas sofa dengan wajah tegang.

Alexander menghela napas. Ia berjalan ke jendela besar yang ada di mansion itu.

"Pokoknya aku tidak mau tahu... Chloe harus cepat didapat. Aku ingin Levin, putra kita, segera mewarisi Weiss Group," ucap Serena tidak ingin dibantah.

"Levin baru berusia dua puluh lima tahun, Ma," Alexander menoleh. "Dia masih belum siap untuk memegang Weiss Group."

"TIDAK SIAP?!" Serena berdiri. "Selama lima tahun ini kita yang pegang perusahaan itu. Kita yang putar. Kita yang membuat Weiss Group jadi tiga kali lipat! Kalau surat wasiat wanita itu tidak diganti atas nama Levin, maka semua ini akan kembali ke Chloe! Anak gila itu!"

Alexander diam. Rahangnya mengeras. Chloe Weiss memang putri kandungnya dari istri keduanya yang berhasil ia tipu, Nyonya Irina Weiss, wanita kaya yang berpisah dengan suaminya karena tidak ada kecocokan.

"Dan jangan lupa..." suara Serena menurun, tapi lebih tajam. "Tiga hari lagi pernikahan putri kita, Vivian, dengan putra keluarga Reinhard. Semua investor, menteri, duta besar akan datang. Aku tidak mau Chloe muncul dan menghancurkan semuanya."

"Aku tahu... Tenanglah. Kali ini aku tidak akan membiarkan Chloe lolos dari kejaran anak buahku," ucap Alexander dengan wajah datar.

Serena tersenyum. Ia melangkah ke arah suaminya. "Kau memang suami yang selalu bisa diandalkan, Sayang," bisik Serena dengan suara pelan tapi lembut.

Tangannya terulur, merapikan dasi Alexander. Jarinya sengaja berhenti tepat di kerah bajunya.

"Aku percaya padamu," lanjut Serena. "Seperti lima tahun yang lalu... waktu itu kau menyelesaikan masalah Irina."

Tubuh Alexander menegang sedikit, tapi ia tetap diam.

"Ingat, Pa," Serena berbisik tepat di telinga suaminya. "Weiss Group bukan milik Chloe, tapi milik kita. Milik Levin. Milik Vivian. Jika Chloe ingin merebutnya, berarti dia harus melewati mayat kita berdua dulu."

Alexander mengangguk pelan. "Anak buahku sudah menyebar di bandara, stasiun, dan pelabuhan. Jika dia masih berada di Swiss, maka dalam empat puluh delapan jam dia akan ditemukan."

"Bagus," Serena mundur selangkah. Senyumnya kembali sempurna. "Sekarang... kita harus menyiapkan pesta pernikahan Vivian. Jangan sampai ada noda sedikitpun."

Alexander hanya mengangguk. Ekspresi wajahnya tidak bisa ditebak.

___

Berbeda halnya dengan Chloe yang saat ini sedang berada di tengah kota Geneva. Wanita itu menutupi sebagian wajahnya dengan masker. Karena ia tahu kabar kaburnya dari rumah sakit jiwa sudah sampai ke telinga Serena dan juga Alexander.

Dan ia sangat yakin saat ini anak buah Alexander sedang berpencar untuk mencari keberadaannya.

Ia menghampiri salah satu wanita paruh baya yang baru keluar dari toko buah.

"Permisi, Nyonya," ucap Chloe dengan nada suara yang sangat lembut dan sopan, sambil membuka masker yang menutupi sebagian wajahnya.

Wanita paruh baya itu tersenyum. "Iya... Ada yang bisa dibantu, Nona?"

"E-eh... Nyonya," Chloe menunduk sedikit, pura-pura gugup. "Saya... saya tersesat. Ponsel dan dompet saya dicopet. Apa saya bisa meminjam ponsel Nyonya sebentar?"

Mata wanita itu langsung iba. Melihat pakaian Chloe yang sederhana, wajah pucat, dan tangan yang sedikit gemetar.

"Ya ampun, kasihan," wanita itu langsung merogoh tasnya. "Sini, Nak. Pakai ponsel Bibi dulu. Kamu mau hubungi siapa?"

Chloe menerima ponsel itu dengan kedua tangan. Jari-jarinya terlihat gemetar.

"T-t-erima kasih, Nyonya," bisiknya. "Saya mau menghubungi keluarga saya."

Wanita paruh baya itu mengangguk sambil tersenyum. Lalu Chloe sedikit menjauh untuk menelepon Elsa. Karena hanya Elsa satu-satunya yang bisa membantunya saat ini dari kejaran Alexander dan Serena.

Chloe berjalan ke sudut toko. Punggungnya menghadap ke wanita paruh baya itu.

Jari-jarinya yang tadi gemetar... sekarang sudah stabil dan dingin.

Ia menekan nomor yang sudah ia hafal di luar kepala. Nomor yang tidak terdaftar di mana-mana.

Tut .... Tut ....

"Siapa?" suara serak di seberang sana terdengar saat panggilan tersambung.

"Ini aku," bisik Chloe pelan tapi tajam.

Hening satu detik. Lalu suara itu pecah.

"Aku siapa? Maaf, Nona, saya tidak punya banyak waktu untuk basa-basi dengan orang yang tidak saya kenal," ucap Elsa di seberang sana.

"Aku Daisy," ucap Chloe cepat sebelum Elsa menutup panggilan.

Hening.

Tiga detik. Lima detik.

"Daisy... tidak mungkin," ucap Elsa dengan suara sedikit bergetar. "Dia sudah mati satu minggu yang lalu. Jangan mengada-ada." Elsa adalah sosok wanita yang tidak mudah percaya pada seseorang tanpa bukti.

Sedangkan yang ia tahu, Daisy atau yang lebih dikenal dengan Queen Daisy sudah meninggal satu minggu lalu karena dijebak dan dikhianati oleh salah satu anggota klan mereka.

"Hanya ragaku yang mati. Tapi jiwaku masih hidup."

Hening lagi. Kali ini lebih lama.

Lalu terdengar napas berat di seberang sana. Seperti seseorang yang sedang menahan tangis.

"Buktikan," kata Elsa pelan. "Kalau kau benar Daisy... sebutkan tiga hal. Yang hanya aku dan kau yang tahu."

Chloe tersenyum dingin.

"Satu," bisiknya. "Luka di punggungmu bekas cambuk waktu kau melindungiku di gudang Marseille. Kau bilang, Ratu tidak boleh mati duluan."

Elsa terisak pelan.

"Dua," lanjut Chloe. "Nama anjing peliharaan kita yang ada di belakang markas. Kau menamainya Bayangan. Karena dia selalu ikut ke mana pun kita pergi."

Suara isakan Elsa semakin jelas.

"Tiga," suara Chloe menurun, paling tajam. "Kata terakhir yang kau ucapkan sebelum aku ditembak. Kau berteriak, JANGAN MENYENTUH RATUKU! Tapi semuanya terlambat. Mereka terlalu cepat, dan berhasil membunuhku."

BRAK!

Suara lutut menghantam lantai terdengar dari seberang telepon.

"Nyonya..." suara Elsa pecah. "Maafkan aku... Aku gagal... Aku gagal melindungi Nyonya. Di mana Nyonya sekarang? Aku akan segera menjemput."

Chloe memejamkan matanya sejenak. "Aku ada di Geneva. Dan keberadaanku sedang diincar seseorang. Datanglah lebih cepat, sebelum kau kehilangan aku untuk kedua kalinya... Jangan memberitahu hal ini kepada siapa pun. Termasuk kepada Daddy."

"Baik, Nyonya... Aku akan datang sekarang. Di mana saya menjemput Anda?" ucap Elsa.

Chloe membuka matanya. Menatap ke sekeliling toko buah yang terlihat sedikit ramai.

"Pasar Tua, Geneva," bisik Chloe cepat. "Toko buah La Ferme. Gang belakang. Ada van sampah warna hijau. Aku bersembunyi di sana."

"Baik, Nyonya... Dua jam. Aku akan segera tiba di Geneva," ucap Elsa. Dan panggilan pun terputus.

Tut

Chloe kembali memasang maskernya. Napasnya berat.

Dua jam.

Dua jam terlalu lama. Anak buah Alexander bisa datang kapan saja. Tapi ia juga mengerti jarak Geneva dan Zurich tidak dekat. Biasanya memakan waktu tiga jam. Tapi Elsa... Elsa selalu bisa lebih cepat.

---

Jangan lupa dukungannya ya guys 🙏 🙏 😊 🥰 🥰.

1
Muft Smoker
raga mungkin udh mati Erivo ,, tp nyawa tu tdk ,,
dan skraang queen ad ddsnaa ,, d tubuh Chloe weiss
Muft Smoker
cepat sembuh duluu kak ,,
baru berkarya lgiii ,,

tenang aq gx kmn2 tetap mantengin NT buat nunggu kelanjutan cerita kk ,,

🤭🤭🤭🫣🫣🫣😂😂😂😂😂
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
semoga aj setelah mereka tau sypa Chloe ,, mereka bisa menerima Chloe or queen daisy
Muft Smoker
eeeey pak su udh go public niiih ,,
tp apa gx kaget tuh nanti pa mertua dr Zurich dtg ke geneva ,,🤔🤔🤔🤔😂😂😂
Muft Smoker
lanjuuut kak
kas. maa29: proses 🫡🤗
total 1 replies
Muft Smoker
gmn tuh Kali mama Eleanor tau klo menantu ny sbnrnya queen daisy ,,
Muft Smoker
semoga Eleanor bnr2 berubah Dan menyayangi Chloe or daisy dg tulus ,,
sebagai penebus dy dlu menyakiti queen daisy tanpa sadar ,,
Muft Smoker
kalo mau hidup enk kerjaaa ,, jgn ngemis harta org lain 😒😒😒😒
Muft Smoker
jgn2 Vivian juga di suntikkan cairan yg dlu pernah di terima oleh Chloe sebelum ia meregang nyawa 🤔🤔🤔
Baek chanhun
next thour 💪💪
kas. maa29: proses 🫡🫰
total 1 replies
Sekar
gak sadar diri
Runi Mayantri
ad horor2 ny
kas. maa29: 🫣🫣🫣🫣🫣🫣🫣🫣
total 1 replies
Muft Smoker
licik ny Alexander ma Serena Kalo bukan krn Irina Weiss sewes sewees ,, bablaaas ke sapu angin mereka ,,
menguasai harta yg bukan hak ny ,,
membuang pewaris ,, tp tenang karma mereka sdang otw menghampiri 😏😏😏😏😏
Muft Smoker
ceritany seruuu kak ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
Muft Smoker: 🫡🫡🫡🫡🫡🫡😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
tentu saja dy adalah queen ,, sekali pun dy tertidur ,, kewaspadaan adalah yg utama ,,
Sekar
lanjut thor💪💪
kas. maa29: proses 🤗🤗🤗
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
semakiiiiin memanaaas ,,
Muft Smoker: 😁😁🫰🫰🫰
total 2 replies
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
kas. maa29: ok proses 🤗🫰
total 1 replies
Sekar
wuih mantap,, lanjut thor💪💪
kas. maa29: ok proses 🤗🤗🫰
total 1 replies
Sekar
lanjut thor💪💪
kas. maa29: siaappp🫡🫡🫡🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!