NovelToon NovelToon
DETEKTIF MUDA

DETEKTIF MUDA

Status: tamat
Genre:Detektif / Action / Romantis / Komedi / Mafia / Chicklit / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Lutvia Megita, adalah seorang siswa yang baru duduk di bangku SMA. Gadis keturunan Indo-Jepang yang cantik, menyamar menjadi gadis jelek bernama Marni, pura-pura gagap dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kekasihnya dibunuh mafia psikopat, membuat dia menjadi semakin kuat. Saat dewasa, seseorang yang mencintainya semenjak sekolah, berusaha mencari keberadaannya. Seorang dokter tampan yang sengaja membentuk grub mafia agar ditangkap gadis detektif yang dicintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Jelek aja ada yang suka

Setelah mereka sampai di sekolah, banyak sekali tatapan kagum dan penasaran terhadap gadis cantik di sebelah Marni. 

Mereka masuk kelas disambut dengan bisikan teman sekelas. Mungkin mereka heran, kok ada ya… Yang mau temenan dengan si gagu. Wajahnya cantik banget lagi. Mungkin demikian isi kepala teman sekelas mereka.

"Hai," sapa irin malu-malu di hadapan teman-teman barunya. Para siswa laki-laki yang ada di kelas langsung mendekati Irin, mereka langsung menodong Irin dengan serentetan pertanyaan.

Sementara Marni duduk manis di bangkunya. Tak lama Pak Amri masuk ke kelas. Seluruh siswa dengan tertib, duduk di bangku masing-masing.

"Perkenalkan, Sabrina teman baru kalian di kelas ini. Karena suatu hal, Sabrina tidak bisa mengikuti Masa Orientasi Siswa bersama kalian dan baru ikut belajar setelah dua Minggu mulai PBM. Kalian boleh mengenalnya lebih lanjut, namun Ibu sarankan di lakukan di luar

jam pelajaran, Irinpun dipersilakan duduk. Irin memilih duduk di sebelah Marni karena selama ini Marni hanya duduk sendirian.

***

Pada Jam istirahat, Marni duduk termenung sendiri karena Irin dikerumuni oleh teman-teman yang ingin berkenalan dengannya.

Haha, Irin, Irin, Marni geleng-geleng kepala dan memahami situasi. Irin itu gadis yang supel dan sangat cantik. Tak heran kawan-kawannya ingin mengenalnya lebih lanjut. Marni bangkit berniat ke perpustakaan, seperti biasa hanya sendiri. Tak mungkin memaksa Irin untuk ikut karena pasti kawan-kawan mereka akan marah dan makin berbicara yang tidak-tidak tentangnya.

Marni hendak mengembalikan buku yang dipinjam beberapa hari yang lalu dan meminjam buku yang baru. Setelah mendapatkan buku yang diinginkannya, Marni keluar dengan tergesa-gesa dan bertabrakan dengan seseorang, buku yang dibawanya tercecer. Kacamatanya pun terjatuh.

"Maaf!" Katanya, orang tersebut memungut buku dan kacamata yang terjatuh. Dia terpana melihat Marni tanpa kacamata. Bagi nya Marni terlihat sangat manis meski kulitnya terlihat gelap.

Kok gue baru sadar dia ternyata sangat manis? Ini yang namanya hitam manis kali ya? Batin cowok yang nabrak tadi, dia adalah Jimmy.

Marni yang sadar akan hal itu segera merebut kacamata tersebut dan langsung mengenakannya. "Eh, kakakak? Kakak, sesesedang lililihat aapa?"

Jimmy tersadar dari lamunan menilai Marni. "Oo, engga... aku juga mau ke perpus," jawabnya ramah.

"Aaku mamau kekelas dudulu ya kak?" Pamitnya dengan segera pergi dari tempat itu.

Tanpa dia sadari Jimmi terus memperhatikannya. "Sayangnya dia gagap," dia ngomong sendiri.

"Jimmy…." Talita datang menghampiri Jimmy. "Ke perpustakaan?"

"Iya…" Masih menatap ke arah Marni 

"Ayo bareng. Aku juga mau ke perpus…" Ajak gadis manis yang menyukainya itu.

"Baik laaahh .." lalu mereka masuk ke perpustakaan.

Sementara Marni juga sibuk dengan pikirannya sendiri. Padahal dulu waktu MOS gue sebel banget sama dia. Dia senior paling galak dan menyebalkan. Ternyata setelah bertemu di luar acara MOS, beberapa kali bertemu ternyata dia orang yang ramah. Jadi kemarin hanya pura-pura galak atau pura-pura ramah sekarang ini? Marni geleng-geleng kepala lagi, gak boleh deket-deket dengan dia. Dia itu putra mahkota si Buana Putra.

Marni kembali duduk di bangkunya, Irin duduk di sebelahnya "Kenapa lo? Kayak mikirin sesuatu…" timpal Irin tiba-tiba muncul usai berkenalan dengan teman sekelasnya.

"Engga.. gue hanya lagi heran aja sama seseorang…" bisiknya di telinga Irin.

"Siapa tu…siapa tu…?"

"Aaah.. bukan siapa-siapa…" bisiknya lagi.

"Aaah elo.. gue dah penasaran juga…" memasang wajah cemberut.

Marni sadar kelompok Dino tengah memerhatikan mereka.

"Ta..ta..tadi gi..gi..ma..ma..na pe..per..ke..ke..na..na…lannya?" Marni memberi kode dengan mata kalau ada yang tengah memerhatikan mereka.

Tetapi Irin tidak paham dengan kode yang diberi Marni, "Kenapa sih Lo gagap gini? hahahaha.." Irin terpingkal-pingkal, tiba-tiba teman sebangkunya ini bicara dengan cara yang aneh. Marni langsung mencubit tangan Irin.. "Aaaawwww…." Mengelus bekas cubitan. "Sakit tauk…!!!" Lengusnya kesal. 

Ternyata wajah Marni tampak tak kalah kesal dibanding Irin dan membelalakkan mata pada Irin.

UPS .. sepertinya gue bakalan dapat masalah, batin Irin. Lalu Irin manyun sendiri tak banyak bicara.

***

Dino masih sangat kesal dengan kejadian kemarin. Marni telah mempermalukannya satu sekolahan. Dia sedang merencanakan tindakan balas dendam pada Marni. Tengah menyusun tindakan yang menurutnya akan membuat malu si gagu Marni.

Rencana itu akan dilancarkan saat usai sekolah. Biar semua orang juga menertawakan Marni, seperti yang dialaminya kemarin. Rencananya sih mereka akan membuat seluruh tubuh Marni bewarna, dengan cat yang telah diisikan dalam balon.

Sepulang sekolah, Dino berencana menjalankan misi itu bersama anggota geng nya. Tampak Marni berjalan berdua dengan Irin, mereka diam-diam mengikuti dari belakang dan saling berhitung hingga ketukan ketiga lalu melempar satu benda ke arah Marni. Dengan sigap Marni menarik Irin dan lemparan malah mengenai Pak Zul yang terkenal sangat garang dan sangar satu sekolahan.

"Waduuuh…" Dino menepuk jidat bersiap untuk kabur.

Seluruh tubuh pak Zul dipenuhi warna merah, telah melihat siapa saja pelakunya dan segera menangkap gerombolan yang hendak kabur tersebut. Dino, Romi, Yanto, dan Deri ditangkap dengan sigap oleh pak Zul.

Kejadian itu dilihat oleh seluruh warga sekolah. Karena ada guru yang jadi korban oleh ulah Dino dkk, membuat guru yang lain ikut geram. Sehingga hukuman untuk Dino dkk cukup berat kali ini. Yakni membersihkan sekolah menggantikan penjaga sekolah selama sebulan.

Melihat hasil keputusan Marni tersenyum puas, "Masih coba-coba sama gue?" desisnya dengan senyum smirk.

"Syukurin…" Timpal Irin.. "kalau tadi kita tidak menghindar, pasti kita sudah merah semuanya."

"Kita harus semakin hati-hati ke depannya…" ujar Marni… Tanpa disadarinya ada seseorang yang terus berjalan di belakang mereka.

"Marni, kamu sudah lancar bicaranya?" Ternyata Jimmy lah yang sedari tadi berjalan di belakangnya.

Sabrina dan Marni terkejut, menoleh ke belakang, didapatinya wajah Jimmy sedang menengok Marni dengan heran. Pundak Marni menyenggol pundak Irin dengan kesal.

"Ma..ma..Mak..sud ka…kakk a…apa??"

"Bukankah tadi kamu bicara dengan lancar?"

"La..la…lan…car?"

Tiba-tiba Irin sangat bersemangat melihat Jimmy, menurutnya Jimmy terlihat sangat ganteng. 

"Bukankah tadi kalian ngobrol lalu Marni bicara dengan lancar?"

"Halo Kak…" Sapa Irin dengan centil.

"Kamu anak baru ya?"

"Iya Kak.. hari ini aku baru masuk sekolah…"

"Kelihatannya kalian sangat dekat, apakah sudah lama kenal?"

"Iya kak, kami sudah bersahabat sejak tiga tahun lalu."

"Ooohh… Syukur laaahh .."

"Ada apa Kak?"

"Engga, hanya aku senang aja, sekarang Marni sudah memiliki teman…"

Marni yang dari tadi memperhatikan, sedikit merasa tersentuh oleh perhatian Jimmy. Ternyata dia tahu bahwa Marni tidak memiliki seorang teman.

Tiba-tiba ada yang menoyor kepala Jimmy, "Heeeii.. awas lu…!!" Teriak Jimmy pada kawannya yang iseng, dan berlari mengejar kawannya tadi.

"Jangan berlarian di koridor!!!" Teriak guru yang kebetulan juga ada di sana.

Jimmy berhenti dan menoleh ke arah Marni dan melambaikan tangan dengan senyuman yang membuatnya tampak semakin tampan.

"Wiiiihh… Siapa tu Marni? Muka jelek gini aja ada yang nyantol, apalagi muka aslinya…" goda Irin.

"Dia tu senior OSIS… Sibuk aja ngerjain gue dulu saat MOS kemarin, sumpah gue sebel banget sama tu orang!"

"Kayaknya dia baik kok…"

"Nggak usah deket-deket sama dia….!!"

"Kenapa?" Tanya Irin penasaran. "Padahal enak banget dipandang…" masih terkesima dengan pesona Jimmy.

"Dia anaknya Buana Putra! Apa ngga liat nametag nya? Jimmy Putra Buana?"

"Apa? Si Buana Putra itu biang kerok yang nyulik gue kemarin bukannya?" Tiba-tiba Irin kembali teringat pengalaman dia diculik.

"Nah… Itu! Kita gak usah dekat-dekat dengan dia. Bahaya!!!"

"Baik lah.. gue juga gak Sudi…!!!" Irin mengepalkan tangannya penuh dendam. Seketika langsung ilfeel pada Jimmy, dan langsung terlihat jelek di matanya.

Sedang asyik menikmati perjalanan pulang, tiba-tiba ponsel Marni bergetar….Zzztzzz.  

Panggilan dari BOS, "Halo, apa? Di mana? Baik, aku akan kesana,"

Marni segera menghubungi supir khususnya.

"Lo mau ikut atau gak?" Tanya Marni pada Irin.

"Ikut aja deh!"

Lalu mereka menuju lokasi rahasia tempat penjemputan Dedi seperti biasa, kali ini ada misi penting…

...*Bersambung*...

...Jangan lupa meninggalkan tanda jejak yaa.. LIKE, LOVE, GIFT & VOTE 🥰🥰🤩🤩😍😍...

...Terima kasiiiih.....

1
khesya72
via sangat ngembira saat di berikan sepeda yg ajaib
khesya72
via memiliki kakak dengan rentang umur yg jauh
khesya72
rata rata siswa pergi bersama teman
khesya72
saat pertama kali sekolah marni merasa gugup
Hafizah Mayputri
saya sudah membaca ya buk saya dri kls Vll. 2
KhanzaRamdani_7.1
kakak² senior tidak mengetahui identitas asli via yg menyamar menjadi culun dan berpura pura menjadi marni
SoVay: baik kanza, udah masukdan terdata
total 1 replies
KhanzaRamdani_7.1
membaca pada bab 1 itu?
Naya Desriyal
bab 1 selesai dibaca 🌷
SoVay: isinya tentang apa hayooo
total 1 replies
dzakira SMP5
7.1
Marni salah memakai sepatu karna terburu² kesekolah
SoVay: oke, diterima
total 1 replies
Rahma S.P
di awal awal romi dan dino menyepelekan marni
Raysa Humaira
Stevan pas kayak apa yg gw bayangin
Raysa Humaira
waduh.....bakal ketahuan nih,..
Rahma S.P
tampaknya Stevan sudah handal menon aktifkan cctv
Rahma S.P
karena irin bersikap baik kepada yg lebih tua akhrirnya via juga bisa mengikuti sikap irin tersebut
afifah syah putri. s
Stevan dan via hampir ke tahuan securty
Anisa septiani kelas 72
ibu dan anak berpamitan
Muhammad Rahman
Marni mengakhiri misi penyelidikan di rumah mak iroh
Muhammad Rahman
Dink tidak mengerti apa yg dijelasin Marni alias via karena aksi gagunya
Muhammad Rahman
Marni dan via makan siang di rumah joko
Muhammad Rahman
Marni dikira penjahat oleh temannya karena membawa benda-benda aneh yg keluar dari tasnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!