"Demi Ibuku, Aku akan terima hukuman ini,"
"Apakah aku pantas diperlakukan seperti ini? Apakah aku pantas dibenci karena kesalahan yang tidak pernah aku perbuat,"
Nayla Anggita harus mendekam didalam jeruji besi selama 4 tahun karena sebuah kesalahan yang tidak pernah ia perbuat. Setelah 4 tahun berlalu, Nayla akhirnya menikah dengan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta karena kebaikannya. Tetapi setelah menikah sikap laki - laki itu berubah padanya. Bahkan, Nayla harus berurusan kembali dengan Ilham saat Ilham menjadi calon tunangan dari adik iparnya.
Bagaimana kelanjutan dari cerita ini? Ayo terus ikuti cerita "RAHASIA HATI"
Cerita ini adalah versi baru dari novel "Rahasia Dibalik Pernikahanku".
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DianPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11 - RUMAH SAKIT
Rumah Sakit.
Akbar yang baru saja sampai di rumah sakit pun langsung berjalan menuju ke ruang UGD untuk menemui Nayla dan juga Ilham yang sudah menunggu disana.
"Bagaimana dengan keadaan Silvana?,"
"Silvana masih ditangani oleh dokter,"
"Bagaimana semua ini bisa terjadi? Kamu itukan calon tunangannya, kenapa kamu tidak bisa menjaga Silvana dengan baik? Asal kamu tau aja ya, Silvana itu adalah adik perempuan aku satu - satunya,"
"Sudah, Mas. Sudah. Ini semua itu bukan salah Ilham. Ini semua itu salah aku. Aku yang buat Silvana jadi salah paham dengan kami berdua sampai akhirnya Silvana berlari menyebrangi jalan dan dia tertabrak. Jadi kalau kamu mau marah, marah saja aku,"
"Oh jadi ternyata kamu dalang dari celakanya Silvana. Kamu itu ya udah wanita menjijikkan terus pembawa sial lagi. Kamu tau aku menyesal seumur hidupku karena telah memilih untuk menikahimu,"
"Akbar, jaga mulutmu,"
"Ilham, jangan,"
Ilham yang kesal dengan kata - kata kasar yang keluar dari mulut Akbar pun membuat dirinya hampir saja lepas kendali memukul wajah Akbar. Tetapi untung saja, Nayla dengan sigap menghentikan Ilham.
"Nayla, kamu ngapain sih masih aja belain laki - laki seperti dia. Dia itu sudah tidak pantas di sebut sebagai suami. Kamu pikir aja sendiri, Nay. Mana ada seorang suami yang merendahkan istrinya seperti itu di depan orang lain,"
"Ilham, sudah. Aku gak apa - apa kok. Kamu tidak perlu membelaku seperti itu. Aku tau bagaimana sifat dari suami aku. Pikiran dia saat ini hanya sedang kacau saja,"
"Hebat banget sandiwara kamu ya. Kamu itu gak perlu berlagak jadi wanita lugu dan polos seperti itu. Kamu itu hanya seorang mantan narapidana, Nayla. Aku rasa ibu kamu juga jangan - jangan sama menjijikkannya kayak kamu buktinya dia saja gagal mendidik anak perempuannya. Jika kamunya saja seorang pembunuh maka aku yakin sekali ibumu pasti seorang wanita penghibur. Anaknya seorang pembunuh dan ibunya seorang wanita penghibur, dua pekerjaan yang sama - sama merebut kebahagiaan orang lain,"
"Cukup, Mas," Nayla yang tidak terima dengan perkataan buruk Akbar tentang ibunya pun membuat Nayla lepas kendali dan menampar Akbar.
"Berani sekali kamu menamparku Nayla,"
"Iya aku berani, Mas. Kenapa kamu terkejut aku berani melakukan itu padamu. Asal kamu tau aja ya Mas selama ini aku bersabar atas semua yang kamu lakukan padaku. Dan kamu lihat tangan ini, Mas. Tangan yang sudah kamu buat terluka saat ini dia membalas dengan menyakiti wajahmu. Kamu boleh menghina aku tapi kamu jangan pernah mengeluarkan sedikitpun ucapan yang menghina ibuku. Kamu gak mau punya istri seperti aku kan, Mas. Baik, aku akan mengurus surat perceraian kita secepatnya,"
Setelah berkata seperti itu, Nayla pun pergi dengan perasaan marah terhadap Akbar.
"Kamu akan menyesal Akbar karena kamu sudah salah menilai seseorang tanpa kamu cari tahu terlebih dahulu, apakah pandangan kamu terhadap dirinya itu benar atau tidak,"
Ilham yang merasa iba dengan Nayla pun langsung pergi mengejar Nayla.
...****************...
Nayla sembari menangis terus berlari keluar rumah sakit dengan Ilham yang terus mengejarnya.
"Nayla, tunggu,"
"Apalagi sih, Ilham. Aku itu butuh waktu untuk sendiri. Jadi kamu tidak perlu terus mengejarku. Kamu itu harus ingat kalau kamu saat ini itu adalah calon tunangan dari Silvana. Kamu bukan lagi kekasihku, Ilham. Jadi kamu tidak perlu ikut campur dalam segala masalah yang terjadi padaku,"
Ilham tanpa berkata apapun pun langsung menarik tubuh Nayla. Nayla pun saat ini berada di dalam pelukan Ilham. Nayla yang tidak bisa menahan kuasa rasa sedihnya pun langsung menangis sekuat - kuatnya di dalam pelukan Ilham.
"Menangislah, Nay. Menangislah sepuas yang kamu mau di dalam pelukanku,"
Dari kejauhan ternyata Akbar menyaksikan sendiri Nayla dan Ilham yang sedang berpelukan. Ia merasa sangat marah karena tanpa ia sadari saat ini dia sudah sedikit mencintai Nayla. Tetapi rasa dendam dihatinya mengalahkan rasa cintanya. Ia mengepalkan kedua tangannya. Wajahnya mulai menunjukkan ekspresi marah.
"Jadi ini alasannya Nayla mau cerai dari aku, karena dia mulai mencintai calon tunangan Silvana. Kamu pikir aku akan melepaskanmu begitu saja Nayla. Jika kamu berfikir seperti itu maka kamu salah besar,"
dan agak sedih jga sih
jgn lama2 dong thor