Anna tau bahwa ayahnya adalah orang kaya, dan semua kakaknya tampan tapi ia tak pernah menyangka jika keluarganya cukup populer bahkan ia di sebut-sebut sebagai putri yang di sembunyikan sampai ia pindah ke sekolah baru yang terkenal.
Bukan hanya itu saja, ia juga baru tahu bahwa dia bukan manusia biasa dan cinta pertamanya juga bukanlah manusia.
Siapakah keluarga Anna sesungguhnya?
Misteri apa saja yang baru di ketahui Anna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kasayy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Mina berlari sekencang yang ia bisa, mencari Anna yang tak kunjung ia temukan sejak bel istirahat berbunyi. Saat itu Anna berkata akan menunggunya di perpustakaan karena ia ingin ke toilet dulu, tapi ia tak menemukan Anna di sana.
Sampai akhirnya seseorang memberitahu keberadaan Anna di kantin, dari pintu kantin Mina menatap berkeliling mencari sosok Anna sampai akhirnya ia menemukannya di meja dekat tiang.
" Kau ini menyebalkan sekali, tadi bilangnya nunggu di perpus pas di samperin malah pindah kemari " omel Mina yang lelah mencari.
" Iya maaf, tadi pas lagi baca tiba-tiba perut berasa lapar jadi ke kantin deh. Tapi aku nitip pesan ko ke petugas perpus supaya kamu gak bingung nyariin "
" Yah mana kepikiran nanya petugas perpus, aku malah nanya hampir semua murid "
" Hahahah, maaf maaf " ujar Anna yang merasa geli.
" Eh tadi pas aku lagi di toilet aku denger obrolan anak-anak cewek kelas dua, tau gak katanya ada anak cewek kelas dua yang nembak Colt! " ujar Mina antusias.
" Terus? di terima? " tanya Anna yang sedikit penasaran.
" Jangankan di terima dia malah di bully, di bilang dia terlalu tua buat Colt dan terlalu jelek gak cocok sama Colt yang cakep "
" Colt yang bilang kayak gitu? " tanya Anna kaget.
" Katanya sih iya, ampe cewek itu nangis karena di teriakin sama temen-temen Colt "
" Ih jahat banget sih tuh anak, kan nolak baik-baik bisa. Aku jadi heran deh apa bagusnya sih dia sampai punya banyak penggemar cuma modal tampang doang " ujar Anna yang merasa kesal.
" Jangan gitu dong, jadi artis kayak Colt tuh gak gampang. Kalau dia gak bersikap dingin begitu nanti suka ada fans yang nekat, makanya dia terpaksa bersikap begitu "
" Mina.... kok kamu masih bisa sih belain kelakuan jahat kayak begitu, sebaiknya kamu jangan terlalu suka deh sama dia nanti sakit hati lagi kayak anak kelas dua itu "
" Gak lah Na, Colt tuh aslinya baik. Kamu ingatkan waktu itu dia nangkap aku yang hampir jatuh karena nabrak dia? " tanya Mina mengingatkan.
" Hanya karena satu kebaikan bukan berarti dia malaikat " cetus Anna yang tetap tak menyukai pria itu.
" Udah deh dari pada ngomongin dia yang gak penting aku punya kabar baik buat kamu " lanjut Anna mencoba mengganti suasana menjadi lebih baik.
" Apaan tuh? "
" Semalam aku minta ijin sama ayah ku buat nginep di rumah kamu, dan...... ayah ku kasih ijin! "
" Hah? seriusan? " tanya Mina tak percaya.
" Iya, serius "
" Asyiikkk... akhirnya punya teman sekamar juga, kalau begitu pulang sekolah langsung ke rumah aku ya "
" Ih bukan sekarang, ayah kasih ijin buat akhir pekan nanti " ucap Anna memperjelas.
" Yaaaahhhh.... kirain sekarang " ujar Mina kecewa.
" Gapapa, yang penting kan udah di kasih ijin. Akhir pekan nanti kita bisa siap-siap dari rumah kamu dan berangkat bareng ke hotel "
" Hmm, oke lah "
" Semangat dong, kan yang penting udah di kasih ijin " ujar Anna yang melihat Mina tetap kecewa.
Dengan bujukan itu Mina kembali tersenyum dan mulai dengan segala celotehannya menemani Anna yang sedang makan.
* * *
Seekor burung yang sedang terbang hinggap di jendela sebuah ruangan kerja, kepala mungilnya bergerak-gerak menatap ruangan dan kembali terbang saat di dekati seorang pria berjas.
Shigima Hermes menatap burung yang kembali terbang itu, mengikuti arah sang burung terbang hingga lenyap dalam pandangan.
" Kau sudah mempersiapkan segalanya? " tanya Jack yang sedari tadi duduk tanpa bicara.
" Sudah ayah "
" Bagus, aku berharap makan malam mu berjalan lancar " ujar Jack mendoakan.
" Terimakasih ayah " jawab Shigima.
Ia mulai berjalan dan duduk di kursi kerjanya, mulai membuka berkas-berkas yang sudah ia diamkan selama 30 menit.
" Kau adalah anak tertua di keluarga ini, saat pertama kali bertemu ibumu sudah aku katakan aku menginginkan seorang putera yang tangguh, yang bisa di jadikan contoh dan penerus Hermes grup. Saat kau lahir betapa aku sangat bahagia, karena pekerjaan aku tidak punya banyak waktu untuk ku habiskan dengan mu tapi ibumu sangat pintar merawat dan mendidik mu hingga seperti apa yang ku mau " ujar Jack.
" Aku senang ayah bangga pada ku "
" Dengar nak, kau memang bertanggungjawab atas keluarga besar ini. Ke empat adikmu pun adalah tanggung jawab mu tapi bukan berati kau harus terus menjaga mereka. Umur mu sudah 26 tahun, sudah saatnya kau melepas masa lajang mu dan mengencani seorang wanita. Kau punya hak untuk jatuh cinta dan hidup bersamanya "
" Aku tahu ayah, hanya saja.... aku mungkin belum siap. Meski ayah berkata begitu tetap saja aku bisa melihat Ken yang butuh dukungan untuk mengembangkan usahanya bahkan saat ini dia sedang mengalami penurunan, aku harus siap membantunya. Ryu juga meski terlihat tidak ada masalah tapi sebentar lagi dia akan sibuk dengan membuat skripsi, Reinner juga kelihatan nya mulai bosan dengan kuliahnya. Akan sangat merepotkan jika memutuskan untuk berhenti kuliah. Satu-satunya yang membuat ku lega hanya Anna, semakin hari ia semakin riang dan bahagia. Tapi justru itu membuat ku sulit jauh darinya " jawab Shigima memikirkan adik-adiknya.
" Astaga nak, kau sangat peduli pada keluarga mu tapi sering lupa kalau kau juga butuh dukungan dan istirahat. Kau bekerja dengan sangat keras setiap hari, sebaiknya hari ini kau pulang cepat dan istirahat. Jangan terlalu memikirkan adik-adik mu, ayah masih hidup dan mereka tetap tanggungjawab ayah termasuk kau, jadi jangan khawatir "
" Baik ayah " jawab Shigima seraya tersenyum.
* * *
Anna pulang cukup larut karena jam makan malam sudah lewat, ia memang sudah mengabari Jack akan keterlambatannya tapi tak di sangka Ryu yang justru menunggu kepulangannya dengan resah.
" Kenapa kau bisa tega pada kakak mu? kau kan baru pindah kemari, harusnya lebih banyak menghabiskan waktu bersama kami bukan teman mu! " omel Ryu.
" Maaf kakak, lagi pula aku kan sudah kasih kabar "
" Tetap saja ini tidak adil " ujar Ryu memasang wajah murung.
" Acaranya tinggal empat hari lagi, jadi kami harus cepat menyelesaikannya "
" Kau sangat tega, hanya memikirkan teman mu tanpa peduli kakak mu yang kesepian " rengek Ryu dengan mata berlinang.
" Berhenti memandang ku seperti itu atau aku akan mencolok kedua mata mu " ancam Anna yang tak pernah suka jika Ryu sudah bersikap manja.
" Menjijikkan " gumamnya lagi sambil berlalu begitu saja.
" Tunggu, Anna sayang kau sudah tidak suka pada ku lagi... " rengek Ryu sedih.
PLETAK
Awwwww
Erang Ryu menggosok kepala belakangnya, rupanya Ken yang memukul dan sudah melihat tingkahnya sedari tadi.
" Berhentilah bersikap seperti itu di hadapan Anna, kau tahu sendiri dia tidak suka melihat sisi lembut mu " ujar Ken.
" Tapi... aku sangat merindukannya, rasanya sudah lama tidak bermain dengannya tapi dia malah memilih temannya, jika di pikir-pikir Anna tidak pernah mau main dengan ku " jawab Ryu.
" Mana mau dia bermain dengan mu, kau selalu mengajaknya bermain boneka. Meski anak perempuan dia tomboi lebih suka mainan laki-laki bahkan dia mengoleksi pernak pernik bajak laut. Sudah untung dia punya teman perempuan, setidaknya dia tidak akan kehilangan jati diri "
" Anna ku... adik kecil yang manis, harusnya dia tetap menyukai boneka " gumam Ryu tak terima kenyataan.
" Astaga kau ini, sepertinya kalian tidak sengaja tertukar jiwa. Anna seorang gadis lebih suka kapal sedangkan kau yang pria malah suka boneka " ujar Ken memperhatikan Ryu yang masih bermuram.
Two Worlds