NovelToon NovelToon
Under The Autumn Canopy

Under The Autumn Canopy

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: air sungai

​Di bawah langit kelabu Inggris yang selalu basah oleh gerimis, Aurora "Rory" Vance melangkah masuk ke kampus paling bergengsi di Britania Raya hanya berbekal koper tua, beasiswa penuh, dan keteguhan hati. Sebagai gadis dari kalangan menengah ke bawah yang realistis dan tak punya waktu untuk urusan cinta, prioritas Rory hanya satu: bertahan hidup dan mempertahankan IPK-nya.
​Namun, tradisi Freshers' Week (PKKMB) di kampus elit ini jauh dari kata ramah. Para senior panitia yang keras dan disiplin tanpa ampun siap menyaring siapa yang pantas berada di sana. Di tengah tekanan fisik dan mental itu, Rory bertabrakan dengan Julian Edward Radcliffe senior tingkat tiga sekaligus ketua panitia kedisiplinan yang berasal dari salah satu dinasti bangsawan terpandang di Inggris.
Julian adalah definisi kesempurnaan yang dingin, tampan, cerdas, kaya, dan tak tersentuh. Namun, di balik tatapan tajam dan wibawanya yang mendominasi, Julian menyimpan beban ekspektasi keluarga yang mencekik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon air sungai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Strategi di Bawah Pendar Lampu Temaram

Di luar flat kecil Oxford, rintik hujan masih membasahi dedaunan maple yang tersisa di tepi jalan. Namun di dalam ruangan empat kali lima meter itu, kehangatan yang sempat hilang selama dua minggu penuh kini telah kembali sepenuhnya.

Aroma teh chamomile hangat bercampur dengan wangi kayu tua dari rak buku. Rory duduk di tepi tempat tidur tunggal, mengenakan sweater rajut tebal milik Julian yang tenggelam di tubuhnya. Di depannya, Julian duduk berlutut di atas lantai kayu, memegang kedua tangan Rory yang masih terasa agak dingin, mengusap punggung tangannya dengan ibu jari secara perlahan.

Tidak ada lagi topeng senior yang dingin. Tidak ada lagi jarak formalitas yang kaku. Yang ada hanyalah Julian Radcliffe yang jujur, telanjang di hadapan wanita yang telah mencuri seluruh jiwanya.

"Setiap kali aku melihatmu menatapku dengan rasa benci selama dua minggu ini," bisik Julian, suaranya serak dan sarat akan penyesalan yang teramat dalam, "rasanya jauh lebih menyakitkan daripada saat Ayah membekukan seluruh akses jalanku."

Rory menatap mata hazel yang kini kembali memancarkan kejujuran murni tersebut. Jemari Rory terangkat, mengusap lembut bayangan hitam di bawah mata Julian jejak lelah dari pria yang memikul beban rahasia raksasa sendirian.

"Kamu bodoh, Julian Radcliffe," kata Rory pelan, sebuah senyuman tipis nan hangat terukir di bibirnya meski matanya masih sedikit sembap. "Kamu pikir dengan menanggung semuanya sendiri, kamu sedang melindungiku? Kita ini tim riset, ingat? Kalau kamu mengambil seluruh bebannya sendiri, lalu apa gunanya aku berdiri di sampingmu?"

Julian menundukkan kepalanya, menyandarkan dahinya di atas lutut Rory, menghembuskan napas panjang yang sarat akan rasa syukur. "Aku hanya tidak punya pilihan saat Dokter Helene menelepon malam itu, Rory. Nyawa Ethan dipertaruhkan, dan waktu kita kurang dari tiga hari. Ayahku tahu persis di mana titik lemahku."

"Titik lemahmu bukan Ethan, Julian," potong Rory lembut namun tegas. Ia menarik dagu Julian agar mata mereka kembali bertaut. "Titik lemahmu dan titik lemahku adalah kalau kita membiarkan Arthur Radcliffe mengendalikan jalan pikiran kita. Tapi sekarang, aku sudah tahu semuanya. Perjanjian terlarang itu tidak boleh berlaku."

Julian berkerut kening, raut cemas kembali membayangi wajahnya. "Rory, dokumen perjanjian pertunangan dan pengambilalihan paten itu sudah terikat secara hukum. Jika aku melanggarnya secara terbuka sebelum kelulusan, Ayah bisa menahan dana pengobatan lanjutan Ethan di Zurich dan membekukan hak cipta riset Helios kita melalui gugatan kepemilikan modal industri."

Rory menyunggingkan senyum senyuman cerdas, tajam, dan penuh keunggulan akademis yang sangat dikenal Julian.

"Ayahmu memang menguasai hukum bisnis tradisional, Julian," ujar Rory, matanya berkilat penuh kalkulasi. "Tapi dia tidak menguasai hukum kekayaan intelektual internasional tingkat lanjut yang mengatur hibah Helios Foundation."

Julian menatap Rory dengan cermat, ketertarikan akademisnya seketika terpecut. "Apa maksudmu?"

Rory bangkit dari tempat tidur, melangkah menuju meja kerja kecil dan membuka laptopnya. Layar monitor menampilkan draf pasal-pasal konstitusi hukum Helios Foundation yang tercetak dalam bahasa Latin dan Inggris formal.

"Aku membaca ulang seluruh klausul perlindungan peneliti muda di direktori Helios kemarin sore," jelas Rory sambil menunjuk salah satu alinea bergaris kuning. "Pasal 14 Ayat 3 menyatakan secara eksplisit: 'Setiap bentuk pengalihan hak paten, akuisisi industri, atau perjanjian ikatan dinas yang dibuat di bawah tekanan finansial pihak ketiga atau intimidasi hak asisten medis keluarga peneliti, secara otomatis dinyatakan batal demi hukum dan tergolong sebagai kejahatan eksploitasi etika akademis.'"

Julian berdiri, melangkah mendekat dan membaca baris demi baris pasal tersebut di layar monitor. Alis tebalnya terangkat, matanya yang tajam langsung menangkap celah hukum yang sangat vital.

"Arthur Radcliffe memaksa penandatanganan dokumen itu dengan memanfaatkan kondisi darurat medis Ethan di Zurich," gumam Julian, suaranya mulai memancarkan energi baru. "Ada rekaman konfirmasi transfer dari akun perusahaan Radcliffe Corp yang langsung ditujukan ke rumah sakit Zurich hanya beberapa jam setelah dokumen itu ditandatangani."

"Tepat," sambung Rory mantap. "Berdasarkan aturan Helios, tindakan Ayahmu bukan sekadar negosiasi bisnis, melainkan black mail medis yang melanggar Kode Etik Riset Internasional. Jika kita membawa bukti ini ke Komite Independen Helios di Jenewa, bukan hanya perjanjian pertunanganmu dan akuisisi paten itu yang gugur secara hukum, tapi Radcliffe Corp juga bisa dikenai sanksi pemblokiran investasi ilmiah di seluruh Eropa!"

Julian menatap Rory dengan rasa kagum yang tak terhingga. Pria itu menyunggingkan senyum menawan sebuah senyuman penuh kebanggaan murni atas kecerdasan wanita di hadapannya.

"Kamu benar-benar luar biasa, Aurora Vance," bisik Julian, melangkah mengikis jarak di antara mereka dan merangkul pinggang Rory, menariknya rapat ke dalam dekapannya.

Rory melingkarkan tangannya di leher Julian, menatap bibir pria itu dengan binar cinta yang tak lagi tertutupi. "Aku tidak akan membiarkan wanita seperti Victoria atau pria angkuh seperti Ayahmu mengambil pria yang sudah berjuang mati-matian denganku dari nol."

Julian menundukkan kepalanya, menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman yang mendalam, hangat, dan sarat akan janji setia. Bukan lagi ciuman yang dipenuhi keputusasaan seperti di laboratorium, melainkan ciuman kemenangan yang membakar seluruh keraguan di antara mereka. Rory membalas ciuman itu dengan ketulusan penuh, membiarkan dirinya tenggelam dalam kehangatan Julian yang kini sepenuhnya menjadi miliknya kembali.

Keesokan harinya, suasana di St. Jude’s College berjalan seperti biasa di permukaan, namun di balik layar, roda strategi baru mulai berputar cepat.

Di kafe kecil di luar area kampus, Rory, Julian, dan Gemma duduk mengelilingi meja kayu sudut. Gemma mendengarkan seluruh penjelasan Rory dengan mata melotot dan mulut terbuka lebar.

"Gila! Benar-benar gila!" seru Gemma pelan sambil menepuk mejanya. "Jadi selama ini Victoria dan Ayah Radcliffe merencanakan pertunangan paksa itu di balik pengobatan adikmu?! Mereka benar-benar iblis berjas mahal!"

"Pelankan suaramu, Gem," bisik Rory menenangkan sahabatnya. "Mereka belum tahu kalau kita sudah membongkar draf perjanjian itu. Dan kita harus menjaga agar mereka tetap berpikir bahwa Julian masih berada di bawah kendali mereka sampai hari kelulusan."

Julian menyesap kopi hitamnya, matanya menatap tenang ke arah Rory. "Riset tahap akhir kita di Cambridge akan selesai dalam dua minggu. Kita akan menyerahkan draf akhir Helios secara langsung ke kantor pusat komite di Jenewa, bukan lewat perwakilan kampus Oxford tempat Ayahku punya pengaruh."

"Lalu bagaimana dengan pengumuman pertunangan yang direncanakan Victoria di London Times?" tanya Gemma cemas.

"Biarkan mereka menyiapkan pesta dan pengumuman itu," jawab Julian dengan senyum tipis yang amat dingin dan dominan. "Semakin tinggi mereka memanjat panggung kepalsuan itu, semakin keras kehancuran mereka saat kita menjatuhkan bukti pelanggaran etika ini di depan media internasional."

Di tengah pembicaraan mereka, ponsel Julian di atas meja bergetar. Sebuah pesan singkat masuk dari Victoria Montgomery:

''Julian, gaun pertunangan untuk acara kelulusan bulan depan sudah selesai dirancang oleh desainer keluarga. Ayahmu minta kita melakukan sesi pemotretan akhir pekan ini di London.''

Julian menunjukkan pesan itu pada Rory. Rory membaca pesan singkat itu, lalu menatap Julian dengan senyuman anggun yang penuh kemenangan.

"Balas pesannya, Julian," kata Rory tenang. "Katakan padanya bahwa kamu akan menghadiri semua persiapan itu."

Julian menaikkan alisnya, sedikit terkejut. "Kamu yakin?"

"Sangat yakin," jawab Rory, menyusupkan jemarinya ke dalam genggaman tangan Julian di atas meja. "Umpan terbaik adalah umpan yang membuat pemangsa merasa mereka sudah menang sebelum pertempuran dimulai. Biarkan Victoria dan Ayahmu bersenang-senang dalam Ilusi mereka sampai kita mencabut pijakan mereka tepat di hari kelulusan."

Julian menatap jemari mereka yang bertautan, lalu menatap mata cokelat jernih Rory.

Keberanian dan kecerdasan Rory selalu menjadi bahan bakar utama yang membakar habis seluruh ketakutannya.

"Baiklah, Miss Vance," jawab Julian penuh kepatuhan yang manis. "Skenario Anda akan saya jalankan sepenuhnya."

Malam harinya, di dalam flat sederhana mereka, Julian dan Rory kembali bekerja berdampingan di meja laboratorium kecil yang dipasang di sudut kamar.

Tidak ada lagi ketegangan. Tidak ada lagi helaan napas berat dalam kesendirian. Setiap kali Rory menyerahkan berkas kalkulasi, Julian menyambutnya dengan sentuhan lembut di jemarinya atau kecupan singkat di pelipisnya.

Di bawah pendar lampu meja yang remang, dua pikiran paling brilian di St. Jude’s College itu sedang menyusun draf hukum dan sains paling mematikan untuk meruntuhkan kekuasaan dinasti Radcliffe.

Julian menghentikan ketikannya sejenak, memperhatikan profil samping wajah Rory yang fokus menatap layar monitor.

"Rory," panggil Julian pelan.

Rory menoleh. "Ya?"

Julian meraih tangan Rory, membawa jemari halus gadis itu ke bibirnya, meresapi setiap detak kehidupan di sana.

"Setelah semua ini selesai setelah nama kita bersih dan riset ini resmi diluncurkan secara internasional," bisik Julian dengan suara baritonnya yang sangat dalam, "Maukah kamu meninggalkan Oxford bersamaku? Kita buka laboratorium riset kita sendiri di Zurich, dekat dengan tempat tinggal Ethan dan ibumu."

Rory tertegun sejenak. Binar kebahagiaan yang amat murni memancar dari mata cokelatnya. Impian tentang laboratorium mandiri, kebebasan akademis, dan hidup bersama pria yang sangat dicintainya kini bukan lagi sekadar mimpi naif di atas kertas.

Rory menyunggingkan senyum paling indah yang pernah dilihat Julian sepanjang hidupnya. Ia mendekatkan wajahnya, menempelkan hidungnya di hidung Julian dengan kehangatan yang tak terbatas.

"Itu adalah janji yang harus kamu tepati, Julian Radcliffe," jawab Rory tulus. "Dan kita akan memenangkannya bersama."

Di luar flat, angin malam meniup sisa-sisa hujan Oxford. Namun di dalam ruangan kecil itu, masa depan yang mereka bangun atas nama kecerdasan, ketulusan, dan cinta yang tak tergoyahkan telah berdiri tegak siap menerjang badai terakhir di panggung kelulusan St. Jude's College.

1
stevany indri
maya sang cucu sj usianya sdh 50thn,,,, bgmn mgkn kejadian antara kakek Julian&nenek aurora terjd 50thn yg lalu... ada2 sj
stevany indri
aurora lahir thn 1969....kejadiannya thn 1968, bgmn mgkn terjd.... 😳
stevany indri
u maya... kakek&nenek tp u Julian junior mestinya uyut deh
Forta Wahyuni
maya tapi cucu, koq manggil ayah dan ibu n bingung thor. Julian cicit krn anak maya, hadeh suka2 thor lah. 🙏🙏🙏
Maya Elvin
siap kk👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!