Dia adalah Kenan Arka Wijaya. lelaki tampan yang taruhan dengan sahabatnya untuk meniduri seorang mahasiswi cantik bernama Nadia Arista. karena kesalahan itulah Nadia harus menanggung beban yang sangat berat.
Season 1 ( Kisah Raka & Raina=> di Novel LELAKI TAMPAN ITU ATASANKU )
Season 2 ( Kisah Kenan & Nadia )
Season 3 ( kisah Kevin & Iis )
Season 2& 3 di Novel PLAYBOY TAMPAN IDAMAN
☆Tanpa membaca Season 1 kalian akan tetap nyambung kok gaess, karena ini hanya menceritakan kisah anak-anak mereka ketika dewasa.
Lanjut baca yukkkk🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dewi penolong
Nadia berjalan memasuki area sirkuit. dia mencari sumber asap dan api yang dia lihat. dia menyalakan senter di ponselnya karena lumayan gelap. dan hanya ada penerangan dibeberapa tempat tertentu.
Nadia yang sudah sampai di dalam area sirkuit melihat seseorang yang tergeletak tak sadarkan diri. lalu dia menghampirinya.
"Permisi Kak, apakah Kakak mendengar saya?" Nadia menepuk-nepuk bahu Reyhan yang masih tak sadarkan diri. namun tetap tidak ada pergerakan.
Nadia menyinari wajah Reyhan dengan senter. dia terkejut saat tahu jika lelaki yang tidak sadarkan diri itu sahabat Kenan. karena dia sering melihatnya bersama Kenan.
Nadia mengambil minyak kayu putih di tas slempangnya. dia membuka minyak kayu putih itu dan mendekatkannya di hidung Reyhan.
Nadia masih penasaran dengan sumber kobaran api itu. namun karena dia melihat Reyhan yang masih pingsan, dia terlebih dahulu menunggunya sampai sadarkan diri.
Beberapa saat kemudian, Reyhan tampak membuka kedua matanya.
"Kamu sudah sadar? kenapa kamu bisa pingsan disini?" tanya Nadia
"Loe Nadia?" tanya Reyhan yang melihat wanita berhijab sedang berjongkok didekatnya.
"Iya aku Nadia" ucapnya
"Kenan, dimana Kenan?" Reyhan langsung bertanya keberadaan Kenan.
"Kamu bersama Kenan?"
"Iya, Kenan tadi balap motor melawan Elvan. tapi dia belum kembali lagi. apa Loe melihatnya?" Reyhan bertanya kepada Nadia
"Tidak, tadi aku kebetulan lewat naik taxi. tapi karena melihat kobaran api, jadi langsung kesini. dan ternyata melihat kamu yang sedang tergeletak."
"Kobaran api?" Reyhan sudah panik mendengar Nadia mengatakan kobaran api.
"Iya kobaran api, dari arah sana." Nadia menunjuk arah tempat dia melihat kobaran api.
"Jangan-jangan Kenan kecelakaan. coba ayo kita kesana." Reyhan sudah merasa panik. dia ingin cepat-cepat menemui sahabatnya yang belum kembali juga.
"Tapi kamu baru sadar." Nadia melihat Reyhan yang baru berdiri dan memegangi perutnya.
"Gue tidak apa-apa, cepat kita pergi!
bentar dulu, gue ambil motor." Reyhan menyuruh Nadia untuk menunggunya yang akan mengambil motor.
"Kamu yakin bisa mengendarai motor?" Nadia melihat Reyhan yang masih lemah.
"Itu satu-satunya cara agar kita cepat sampai ke tempat sumber kobaran api." ucap Reyhan lalu dia pergi mengambil motornya. Nadia sebenarnya kasihan melihat Reyhan. tapi mau membantu memapah juga tidak bisa. karena mereka berdua bukan mahramnya.
Reyhan yang masih tampak lemah tetap mengendarai motornya. Nadia juga ikut bersamanya. kini mereka sudah sampai di tempat kobaran api. ternyata memang
awal mulanya karena kecelakaan. Nadia melihat sedikit darah yang berceceran di jalan.
"Ini darah siapa?" Nadia yang sudah berjongkok melihat ada darah yang tercecer. karena itu dekat kobaran api, jadi tanpa senterpun masih terlihat jelas.
"Jangan-jangan darah Kenan. tapi dimana Kenan?" Reyhan menatap ke semua penjuru untuk melihat keberadaan Kenan.
"Biar aku ikut mencari." Nadia mulai mencari Kenan di tempat yang tidak jauh dari kobaran api.
Reyhan hanya menunggu saja karena dia masih sangat lemah. sakit akibat pukulan juga masih terasa.
Nadia melihat seseorang yang tak sadarkan diri. dia langsung menghampiri orang itu.
"Kenan..Ken.." Nadia panik melihat Kenan yang tak sadarkan diri dan bersimbah darah.
"Reyhan...Reyhan.." Nadia berteriak memanggil Reyhan. lalu Reyhan berjalan menghampiri Nadia.
"Ada apa Nad?" tanya Reyhan yang sudah berada di dekatnya.
"Ini Kenan terluka parah." Nadia menunjuk Kenan yang masih tergeletak tak sadarkan diri.
"Kenan bangun Ken" Reyhan sudah sangat panik melihat sahabatnya dengan keadaan yang lebih parah darinya. lalu pandangan Reyhan beralih ke Nadia. "Nad, coba minta kayu putihnya." pinta Reyhan
Nadia mengambil kayu putih miliknya dan memberikannya kepada Reyhan.
Reyhan yang sudah mengambil minyak kayu putih itu segera mengoleskan sedikit di hidung Kenan. beberapa saat mereka menunggu, akhirnya Kenan tersadar. dia tampak merintih kesakitan.
"Ken, kamu sudah sadar? ayo kita ke rumah sakit." Reyhan mengajak Kenan ke rumah sakit.
"Emmm jangan ke rumah sakit." ucap Kenan yang masih meringis kesakitan.
"Ken, kamu tidak apa-apa? sebenarnya apa yang terjadi?" Nadia bertanya kepada Kenan.
"Akkkhhh kepalaku pusing."Kenan mencoba untuk duduk sambil memegangi kepalanya.
"Sebentar aku pesankan taxi dulu yah." Nadia yang kebetulan sedang memegang ponsel langsung memesan taxi online.
"Rey, ini bagaimana membawa Kenan sampai ke depan?" Nadia bertanya kepada Reyhan. tidak mungkin juga jika taxi memasuki area sirkuit. karena khusus motor saja yang boleh lewat situ. jika ada yang mengendarai mobil, hanya bisa diparkirkan di parkiran depan dekat pintu masuk. itupun jika ada yang melihat balap dengan mengendarai mobil.
"Kamu memapah Kenan yah. aku duluan ke pintu masuk mengendarai motorku. nanti kalau taxinya sudah datang, aku menyuruh supirnya untuk membantumu memapah Kenan." ucap Reyhan
"Tapi...." Nadia sedikit keberatan jika harus memapah Kenan. karena mereka bukan mahramnya.
"Plis, ini sangat mendesak." Reyhan tampak memohon agar Nadia mau memapah Kenan.
"Baiklah, kamu bantu Kenan dulu untuk berdiri. aku tidak kuat memapah dia untuk berdiri." pinta Nadia kepada Reyhan.
Reyhan dan Nadia membantu Kenan untuk berdiri. setelah itu Reyhan segera pergi sedangkan Nadia langsung memapah Kenan untuk segera pergi dari sana.
Ini baru pertama kalinya Nadia melakukan kontak fisik dengan lelaki. apalagi lelaki itu adalah Kenan. satu-satunya lelaki yang akhir-akhir ini selalu mendekati dan mengganggu Nadia.
"Ayo Ken, bertahanlah." walaupun merasa cape tapi Nadia tetap memapah Kenan.
"Rasanya aku sudah tidak kuat menopang tubuhku." Kenan hendak jatuh namun Nadia segera memeganginya.
"Bentar, akkhhh" Tangan Nadia lemas dan Kenan jatuh ke dalam pelukan Nadia.
Reyhan mengajak supir taxi yang tadi dipesan Nadia untuk membantu memapah Kenan.
Reyhan tampak terkejut saat melihat sahabatnya berpelukan dengan Nadia.
supir taxi itu turun dari motor Reyhan dan segera menghampiri Kenan dan Nadia.
"Maaf Nona, biar saya bantu." ucapnya lalu supir taxi itu membantu Kenan hingga berjalan sampai ke mobilnya.
Kenan sudah berada di dalam mobil. Nadia hendak masuk namun dia melihat Reyhan yang sedang berdiri di samping taxi.
"Rey, kamu tidak masuk?" Nadia bertanya kepada Reyhan.
"Tidak Nad, gue masih kuat bawa motor." ucap Reyhan
"Apa kamu yakin? kamu masih lemah loh."
"Gue tidak selemah itu Nad, manding loe antar Kenan sekalian urus dia. tapi jangan antar kerumahnya. nanti yang ada dia dimarahin Neneknya dan tidak diperbolehkan keluar sama sekali." Reyhan berkata kepada Nadia.
"Lalu?"
"Kamu bawa Kenan ke Apartemen Gue saja. bentar dulu, gue ambil kuncinya." Reyhan merogoh saku celananya dan mengambil kunci. lalu dia berikan kepada Nadia.
"Lalu kamu pulang kemana? bukankah sekalian bareng jika ke tempat yang sama."
"Aku akan pulang ke rumah. Mamah Papahku akan pulang dari luar kota."
"Baiklah, hati-hati" ucap Nadia lalu dia masuk ke dalam taxi.
°°°
cara nya hanya wajib follow akun saya sebagai pemilik Gc Bcm. Maka saya akan undang Kakak untuk bergabung bersama kami. Terima kasih.