NovelToon NovelToon
Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)

Mendadak Nikah 2 (Married By Accident)

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 5
Nama Author: Ikha dito

Pernikahan yang terjadi secara tiba tiba. Bukan karena dijodohkan ataupun karena hamil di luar nikah melainkan karena sebuah accident dengan seekor kecoak😆😆

"Saya siap bertanggung jawab om...saya akan menikahi Khey. Saya tidak ingin keluarga om menanggung malu", Fabian.

"Ma...Khey gak mau nikah sama cowok tengil itu. Khey gak ngapa ngapain sama dia, beneran....suer. Semua itu hanya salah paham", Khayyara.

Hai...hai....readers.....
Hadir nih tulisan ke 2 aku, masih dengan tema yang sama "pernikahan tiba - tiba"
Penasaran dengan ceritanya... go baca go!!!!

Selow up date, masih fokus sama cerita Babang tamvan Kennan sama si eneng cantik Tita🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikha dito, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBA11

"Elo!" Khey menunjuk wajah di sampingnya dengan kaget. Bahkan anak lelaki yang masih berseragam sekolah yang duduk di sebelahnya juga terlihat kaget, kedua matanya terbuka lebar.

"Elo!" anak lelaki itu pun memekik kaget.

"Ngapain lo di sini, lo ngikutin gue ya?!" Khey menuduh anak lelaki berseragam yang ternyata adalah Fabian itu dengan sinis.

"Enak wae ... gue duluan yang duduk di sini. Yang ada elo tu yang ngintilin gue Khey."

Mungkin efek terkaget serta nyawanya yang belum terkumpul sempurna Fabian pun tak kalah kesal saat berucap kata.

Hek.

Khey terhenyak. Fabian, cowok tengil itu memang lebih dulu duduk di sana saat dirinya datang untuk duduk berteduh.

"Ngapain lo malem - malem masih pakek seragam sekolah kek gitu?" Khey bertanya untuk menghilangkan rasa bersalahnya karena telah salah menuduh pada Fabian.

Fabian terkekeh kecil. "Lo perhatian ke gue?"

Khey berdecak. "Gue cuma nanya, bukan karena gue perhatian sama lo. Gue cuma bingung aja, jam segini elo masih pakek seragam sekolah. Emangnya lo belum pulang ke rumah dari sekolah tadi?!"

"Hehehe ... tank's Khey udah kasih perhatian ke gue." Fabian tetap saja merasa Khey perhatian dan peduli padanya.

"Dasar cowok aneh lo ... dibilangin gue gak perhatian jugak, ngeyil." Khey menggerutu.

"Gue gak aneh Khey ... wajarkan gue tersanjung sama kepedulian lo ke gue. Secara selama ini lo gak pernah peduli sama gue." Fabian berucap datar sembari menatap rintik hujan yang terlihat semakin intens dan membesar.

"Serah lo deh ...!" Khey mengeram kesal.

"Darimana lo malem - malem gini jalan sendirian, gak takut hantu lo?!" Fabian menyelidik.

"Gue gak takut sama hantu, justru gue takut sama setan kek elo." Khey berucap sinis.

Fabian terkekeh.

"Cowok cakep kek Lee Jong Suk gini dibilang setan, mata lo merem apa Khey?!" Fabian tetap saja bercanda dan menggoda Khey tanpa peduli dengan raut wajah kesal Khayyara.

"Cihh ... Lee Jong Suk lo kata, mirip tukang kebunnya iya ...." Khey berdecih sembari mengejek Fabian.

"Gapapa deh mirip tukang kebunnya, yang penting sekarang gue bisa berduaan sama lo." Fabian tersenyum senang.

"Widiihh ... berduaan!! Kalau bukan karena hujan gue gak bakalan duduk deket lo kek gini. Jauh - jauh sana, jaga jarak lo!!" Khey berucap sadis.

"Ini udah mepet Khey, liat tu ..." Fabian menoleh menunjuk sisi kirinya yang sudah menempel pada dinding kayu pos ronda.

Khey melirik sekilas, memang benar jika Fabian sudah duduk sangat mepet pada dinding kayu pos ronda. Khey pun mendengus, mimpi apa semalam hingga harus duduk berduaan dengan cowok tengil yang selalu saja menganggunya di sekolah tersebut.

Khey menengadah, memandang air hujan yang turun semakin deras dan diiringi dengan suara guntur yang menggelegar. Sehingga membuat gadis tersebut berkali - kali berjengit dan menutup telinganya.

Derasnya air hujan yang turun pun membuat baju keduanya sedikit basah.

Khey bersedikap saat merasakan hawa dingin mulai menusuk tubuhnya, menggigit bibir bawahnya untuk menahan dingin.

"Dingin ya Khey?" Fabian bertanya setelah beberapa saat mereka hanya terdiam.

"Ya iyalah ... orang hujannya deras banget!" ketus Khey sambil berdesis kedinginan.

"Coba gue bawa jaket, udah gue selimutin lo pakek jaket gue biar lo gak kedinginan Khey ..."

"Widiihh ... ogah gue, mending gue kedinginan daripada bau lo nempel ke gue!!" lagi Khey berucap ketus bahkan disertai dengan nada sinis.

"Jangan galak - galak ngapa Khey, gue kan nanyanya baek - baek. Ntar susah jodoh lo Khey."

Khey tak berucap sepatah kata pun setelah mendengar ucapan Fabian, dia terlihat mendengus kesal. Percuma memang ngomong sama cowok tengil dengan tingkat pedenya yang selangit tersebut.

"Lo dari mana malem - malem gini Khey?" Fabian bertanya lagi.

"Bukan urusan lo." lagi Khey menyahut dengan lebih ketus.

"Ck ... ck ... Khey ... udah dibilangin jadi cewek jangan galak - galak, ini malah makin sadis ngomongnya. Ntar berjodoh sama gue tau rasa lo ...." ucapan Fabian disertai kekehan di akhir kalimat.

Dada Khey bergemuruh. "Lo bisa diem gak sich, berisik tau gak. Lagian ya kalaupun di muka bumi ini cuma tinggal elo cowok yang jomblo, gue bakal tolak lo. Mending gue jones seumur hidup!"

"Khey ngomongnya jangan gitu, pamali ... gak baik. Didengar dan diijabah oleh Allah tau rasa lo. Apalagi hujan kek gini, doanya yang baek - baek aja." Fabian mengingatkan.

"Makanya elo jangan mancing - mancing emosi gue!" Khey mengeram kesal.

"Sebagai calon imam yang baik buat lo, gue ingetin Khey ... jangan sampai lo nyesel sama omongan lo." Fabian sok bijak.

Khey hanya mencebik, lalu pandangan matanya memindai sekitar yang ternyata sangat gelap dan terlihat mencekam. Cahaya lampu komplek perumahan penduduk tidak mampu menerangi suasana malam ini yang hujannya turun semakin deras. Bahkan lampu jalan pun mendukung suasana mencekam dengan tidak mau memberikan sinarnya, alias mati.

Entah karena dingin atau suasana yang mencekam, tetiba kulit luar Khey merinding. Khey pun perlahan mengusap kedua lengan tangannya yang terbalut sweater. Meski sweater yang dipakainya cukup tebal namun udara dingin masih menusuk, menembus kulitnya.

Pikirannya menerawang, resah dan gelisah nengingat hari semakin larut. Sampai kapan hujan ini akan mereda hingga dirinya bisa pulang dan terbebas dari si cowok tengil bin menyebalkan ini.

Disela rasa gelisahnya Khey teringat pada ponselnya.

Khey membuka tas selempangnya, meraih ponsel untuk mencoba menghubungi rumahnya.

Meskipun jarak pos ronda dengan komplek perumahannya tidak terlalu jauh namun tetap saja hujan yang sangat deras membuatnya urung untuk berlari pulang. Setelah ponsel di tangan, Khey menekan tombol untuk menyalakannya namun ternyata gagal. Sepertinya ponsel milik Khey kehabisan daya.

Khey pun menghela nafas pendek, ternyata dirinya lupa menambah daya pada ponsel pintarnya saat hendak berkencan dengan Doni sore tadi.

Ah, ternyata usahanya untuk segera pergi dari pos ronda gagal. Apalah daya, sekarang Khey harus menerima duduk terjebak bersama Fabian si cowok tengil yang selalu saja membuat moodnya hancur entah sampai kapan menunggu hujan reda.

"Khey ... Khey ..." seru Fabian memanggil Khayyara.

Namun Khey tidak peduli, dirinya memilih memandangi hujan daripada menolehkan wajah pada cowok tengil yang duduk di sebelahnya.

Fabian mendengus saat melihat Khey mengabaikannya, kemudian memilih kembali menenggelamkan kepalanya di antara kedua kakinya.

Fabian merasa lelah, rasa kantuk menyerang hingga membuat kedua bola matanya semakin berat.

Aktivitas seharian yang menyita waktu istirahatnya membuat seluruh tubuh Fabian seolah tidak memiliki tenaga untuk menggoda ataupun sekedar membuka mata menemani Khey. Dan lagi hawa dingin akibat hujan yang semakin deras menambah berat pelupuk matanya.

Hening,

Hanya bunyi derasnya hujan yang terdengar, meskipun kedua remaja itu saling mengenal namun keduanya seperti enggan untuk membuka percakapan.

Hingga beberapa saat setelahnya, Khey merasakan ada sesuatu yang bergerak merayap pada leher belakangnya. Hal itu menimbulkan sensasi geli dan juga rasa yang tidak nyaman.

Berulang kali Khey nenggerakkan leher dan kepala, pun dengan kedua tangannya tak berhenti silih berganti mengibas pada seputar leher. Berharap benda merayap yang kemungkinan besar adalah hewan melata atau mungkin serangga itu pergi dari tubuhnya.

"Hiss ... kok gak mau ilang sich." Khey mengibaskan sweater belakang punggungnya.

Dirinya pun berdiri, menggerakkan bahu silih berganti dengan tangan yang bergerak ke belakang berusaha mengusir hewan yang merayap di punggungnya.

"Hiii ... kecoak!" seru Khey saat hewan yang merayapi tubuhnya tersebut berhasil dibuat jatuh ke lantai pos ronda.

Fabian yang mendengar seruan Khey terjengit kaget lalu mendongakkan kepala.

Saat pandangan matanya mendapati kecoak merangkak mendekati jemari tangannya yang menumpu pada lantai pos ronda, refleks Fabian melonjak serta mengibaskan tangannya.

"Ihhh ... kecoak!" Fabian berteriak dengan kaki berlonjak silih berganti untuk menghindari kecoak yang merayap kesana kemari.

Dhuuarrrrr ... dhueerrr ...

Bersamaan dengan itu terdengar bunyi guntur dan petir menggelegar saling bersautan hingga membuat kedua remaja tersebut kaget.

Bahkan saking kagetnya Khey terlonjak dan memeluk tubuh Fabian, hingga membuat cowok itu terhuyung dan,

Brukk ...

Tubuh Kedua remaja itu saling berhimpitan.

Aaaaaaaa ...

😍😍😍😍

My beloved readers, tengyu so much for :

Like 👍🏻

Vote 🔖

Rate ⭐⭐⭐⭐⭐

Komen 💋

Tambahkan favorit ❤

Salam halu dari author yang narsis abishh 💃🏻💃🏻💃🏻

1
Saras wati
💪💪💪💪
*Septi*
biar pun nunggu lama.. tetep seneng ko.. akhirnya up lagi walaupun langsung tamat. Makasih untuk karyanya ☺️
Wanti Lambang
ok otor makasih ya, dtgu karya barunya💪
Saras wati
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Saras wati
thor
Annam Dwi
keluarga bahagia/Kiss/
Ulfa Hayati
thor
Apa Saja
keren
Hasunah Setiadi
sennengnya bisa baca story ini lagi. semangat ya untuk lanjutin ceritanya
Nur Syam: lanjut Thor nanggung aku baca nya🤭
total 1 replies
Nur nawati
ayo up Thor...
*Septi*
sering sering dong up nya..
backture
lanjutttt thorrr... ba selalu setia menari lanjutan bian dan keyy 🥰
Maysuri
lama benget thor up nya.....
pisces
yg sering dong thor up nya, selalu ditunggu nih
......bunga
semangqt thor 🤍
Juan Alfares
up nya lama, giliran udah up cuma dikit 😬😬
Ries Kha Ning Rum
jngn lama2 yook up nya......
......bunga
🤍
Juan Alfares
jangan di gantung Mulu Thor cerita nya, mending kalau up nya cepet, ini mah sampe lupa sama cerita bab yg sebelumya 😡😡
Maysuri
pasti liat papanya key...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!