NovelToon NovelToon
Dia Menjadikanku Selir Ketika Dia Menjadi Kaisar

Dia Menjadikanku Selir Ketika Dia Menjadi Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Wanita / Harem
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Masih dalam masa berkabung karena ayah dan semua saudara laki-lakinya gugur di medan perang. Bai Ningyuan, putri sulung jenderal Bai harus menerima kenyataan pahit yang sangat menyakitkan.

Putra mahkota, suaminya telah diangkat menjadi kaisar. Tapi titah pertama yang kaisar itu tulis adalah menurunkan pangkat Bai Ningyuan menjadi selir.

Tangan Bai Ningyuan gemetar, suaminya telah menjadikannya selir. Karena harus mengangkat putri perdana menteri Su menjadi permaisuri.

"Nyonya, silahkan berkemas. Dan pindah dari istana timur ini menuju istana Hanzi!" seru Kasim Wang.

"Nyonya..." pelayan di sisi Bai Ningyuan tampak sedih, matanya sudah berkaca-kaca.

"Lin'er, bereskan barang. Yang mulia ingin aku menjadi selir... " Bai Ningyuan terkekeh lirih, "maka aku akan menjadi selirnya!"

'Xuan Pingyan! jangan menyesali keputusanmu ini!' geram Bai Ningyuan dalam hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

"Sudah selesai, nyonya!" kata peniru tulisan yang dikirimkan oleh pangeran Ziyu.

Lin'er segera memeriksa kembali jumlah kertas yang tadi dia siapkan. Dan memang benar, semua sudah selesai.

"Baiklah, aku akan mengantarmu keluar!" kata Lin'er pada wanita itu.

Wanita yang berpakaian seperti seorang pria. Karena kalaupun ada yang melihat dia masuk istana Hanzi, identitasnya juga tidak mudah ketahuan karena dia bukan pria sungguhan.

Bai Ningyuan menyimpan semua kertas itu di tempat yang aman. Dia hanya mengeluarkan beberapa saja. Karena dia tahu, seseorang akan segera datang. Kasim Chen sudah memberitahunya beberapa puluh menit yang lalu, kalau kaisar akan datang ke istana Hanzi. Bukankah dia juga harus berpura-pura sedang mengerjakan hukuman yang diberikan oleh permaisuri padanya?

Bai Ningyuan menulis beberapa kata dari kalimat yang ada di kitab Dewi.

Beberapa saat kemudian, Kasim Wang memberitahukan kalau yang mulia kaisar sudah sampai di istana Hanzi.

Bai Ningyuan menghela nafas panjang. Lin'er yang baru kembali segera masuk ke ruang kerja.

"Nyonya, kaisar tiba!"

Bai Ningyuan berdiri dan berjalan keluar dari ruang belajar itu menemui, atau lebih tepatnya menyambut kedatangan kaisar di halaman utama. Tanpa riasan, dengan wajah yang terlihat begitu pucat. Sengaja, Bai Ningyuan memang tidak menghina riasan dan tidak makan dan minum beberapa waktu, agar dia terlihat menyedihkan.

"Hormat pada yang mulia kaisar, semoga kaisar panjang umur..."

Xuan Pingyan segera meraih tangan Bai Ningyuan yang ingin memberi hormat padanya. Lin'er yang melihat itu segera menjauh dari majikannya.

"Wajahmu pucat sekali, jangan memberi hormat lagi!" kata Xuan Pingyan.

Kalimat itu, adalah kalimat pertama yang Bai Ningyuan dengar dari suaminya. Suami yang sudah beberapa hari sejak perang besar terjadi, tidak menemuinya. Bahkan ketika kediaman jenderal Bai sedang berduka, pria itu tak tampak hadir di sana. Kalimat pertama yang Bai Ningyuan dengar dari Xuan Pingyan, setelah pria itu menjadi orang nomor satu di istana kerajaan Huaming.

Di depan semua orang, Bai Ningyuan ingin sekali menarik tangannya. Dia rasa seperti terbakar, ketika pria yang bahkan tampak begitu perduli padanya itu menyentuhnya.

Wajahnya memang terlihat perduli, dan sentuhannya sangat lembut. Tapi tangan itu, tangan itu yang setuju menandatangani keputusan jika jenderal Bai dan seluruh pasukannya telah lalai. Termasuk kedua kakaknya, dan adiknya yang masih sangat remaja. Bahkan sepupu dan pamannya yang tidak punya skill mumpuni begitu bersemangat membela dan melindunginya. Malah di balas dengan predikat kelalaian.

Tangan Bai Ningyuan sungguh seperti terbakar. Tangan kaisar yang bagi beberapa orang penuh keagungan itu. Bagi Bai Ningyuan, tangan itu ikut andil dalam gugurnya seluruh keluarga Bai dan pasukan ayahnya.

Sayangnya, meski dia sangat ingin menyingkirkan tangan itu. Tetap saja, dia tidak bisa melakukannya. Di depan semua orang, Xuan Pingyan adalah kaisar. Membuat kaisar malu, sama saja dengan pengkhianatan. Dan bukan hanya dirinya yang akan dihukum. Tapi semua anggota keluarga Bai yang tersisa.

"Tanganmu dingin sekali! sebaiknya cepat masuk dan istirahat!"

"Yang mulia, tapi hamba harus menyelesaikan hukuman permaisuri"

"Hukuman?" Xuan Pingyan sebenarnya sudah tahu, dia sudah diberi tahu oleh Kasim Chen.

Dan Bai Ningyuan juga bukan tidak mengerti, kenapa suaminya berpura-pura seperti itu. Dia mulai sangat mengerti. Sekarang seperti apa wajah asli Xuan Pingyan.

"Lapor yang mulia, tadi pagi saat akan memberi salam pagi, nyonya terlambat. Kereta kuda istana Hanzi..."

"Lin'er, jangan mengatakan hal seperti itu! ini salahku!" sela Bai Ningyuan.

Dia tidak mau dianggap pengadu. Dan dari dulu, Bai Ningyuan bukan seorang pengadu. Kaisar Xuan Pingyan mungkin berpikir seperti itu, tapi Bai Ningyuan yang dulu sudah mati. Yang ada sekarang hanya Bai Ningyuan, yang akan melakukan segala cara agar tujuannya tercapai. Termasuk berpura-pura tak berdaya, sosok yang lembut dan sangat rendah hati.

"Ning'er..."

"Yang mulia, jangan panggil aku seperti itu. Aku sekarang hanya seorang selir. Bahkan tidak punya gelar seperti selir yang lain. Semua ini memang salahku. Harusnya aku bangun sangat pagi, sudah tahu istana Hanzi adalah istana yang paling jauh dari istana Permaisuri. Aku malah berpikir, bisa ditempuh dalam waktu satu jam saja... ini salahku!" kata Bai Ningyuan.

Dia sedang berusaha memanipulasi semua orang yang ada disana. Termasuk pengawal dan Kasim yang mengantar kaisar ke istana Hanzi.

Kasim Wang bahkan terlihat diam dan berpikir. Putri sulung jenderal Bai yang dulu begitu tegas dan penuh rasa hormat. Kenapa sekarang menjadi sangat rendah diri separuh itu? Kasim Wang merasa sangat sedih. Saat menjadi putri mahkota, Bai Ningyuan bahkan tak pernah menundukkan kepalanya kecuali pada kaisar dan ayahnya. Sekarang, bahkan harus menundukkan kepalanya terus menerus.

"Biar pelayan saja yang mengerjakan..."

"Yang mulia!" sela Bai Ningyuan, "tidak bisa seperti itu. Ini salahku, kalau kali ini yang mulia membantuku, maka aku akan semakin menjadi bulan-bulanan permaisuri!"

"Ning'er, tidak mungkin. Permaisuri Su, di angkat menjadi permaisuri karena dia punya tata Krama dan kebijaksanaan yang baik. Dia tidak akan menindas mu!" kata Xuan Pingyan.

Bai Ningyuan menatap Xuan Pingyan. Baru kali ini, dia mendengar pria itu memuji wanita lain di depannya. Apalagi jelas-jelas wanita itu adalah orang yang dirinya dan keluarganya mengambil paksa posisinya dan posisi kehormatan keluarga Bai-nya.

Namun Bai Ningyuan justru terkekeh dalam hatinya.

'Untungnya aku memang sudah tidak berharap apapun darimu, Xuan Pingyan!' batinnya.

"Maafkan aku yang mulia, yang mulia benar. Permaisuri Su sangat bijaksana. Sangking bijaksananya dia menempatkan aku di istana paling jauh dari istana permaisuri dan istana yang mulia. Sangking bijaksananya, bahkan aku sudah pingsan, tak sadarkan diri tapi masih memberikan aku hukuman menyalin 200 lembar kitab Dewi. Dan sangking bijaksananya, aku bahkan harus memberi hormat selama hampir setengah jam. Sungguh bijaksana sekali, di antara kereta kuda istana yang lain, yang letaknya lebih dekat dengan istana permaisuri. Dia memilih menggunakan kereta kuda yang letaknya paling jauh dari tempat yang harusnya dia tuju!"

"Ning'er..."

"Maafkan aku yang mulia. Aku yang sempit hati. Aku benar-benar tidak berbudi, tidak punya etika dan sama sekali tidak punya kebijaksanaan seujung kuku saja dari permaisuri Su. Aku harus menjalankan hukumanku. Masih kurang 190 lembar lagi kitab Dewi yang harus aku salin. Maaf, tidak bisa mengantarkan yang mulia!"

Bai Ningyuan berbalik tanpa ragu, dan kembali berjalan ke arah ruang belajarnya.

"Nyonya selir Bai, yang mulia khusus datang malam ini..." Kasim Wang baru ingin membujuk, tapi tampaknya Bai Ningyuan sudah sangat marah.

"Lin'er antarkan tamu! aku masih harus menjalankan hukuman dari orang paling bijaksana di kerajaan Huaming ini!"

Brakk

***

Bersambung...

1
kaylla salsabella
hayooo ada apa
vj'z tri
baja /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ aserehaha rehaha hahahahahha
vj'z tri
pemirsa selanjutan mari kita saksikan bersama sama bagaimana rupa wajah dari permaisuri aaaaaaSu/Facepalm/
vj'z tri
manis di bibir memutar kataaaa malah kau tuduh aku lah segala penyebab nyaaaa oooo siapa terlena pasti nya terpanah bujuk nya rayu nya suara nya yang memikat simpatiii dann harapaa 💃💃💃💃
Kedan Bawel 🍒
Genk Permaisuri & selir² munafik saling menyalahkan & saling membela diri.. 🤭
Kalau Bai Ningyuan mah santuy, untuk apa cari perhatian kaisar lagi..
Toh cinta nya saat ini udah mati..
Yg ada di hati nya hanya balas dendam atas keluarga nya yg telah mati & gak dihargai.. 🤭
Kedan Bawel 🍒: Kadang terlihat santun..
Kadang terlihat baik hati..
Kadang terlihat lugu..
Kadang pula terlihat menarik perhatian bagi yg tak memahami..
Sayang nya banyak tertipu dengan tampilan begini..
Karena mereka tak tahu apa yang ada di otak & hati nya dari manusia tipe begini..
Bisa jadi emang baik, bisa juga ular, atau mungkin saja tipe manusia bunglon yg bisa berubah penampilan sewaktu-waktu untuk bisa mengelabui.. 🤭
total 1 replies
Muft Smoker
selir Bai mulai mengeluarkan taring ny lagii ,,
yula
💪💪💪💪💪thor lanjut
yula
💪💪💪💪💪thor
Dewi Habibah
lagi donk
Noer Row_ling: yok lanjut, semangat
total 1 replies
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
kok kalah ...mang lagiblomba apa k Noer /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer Row_ling: kacau balau ya kak, ya ampun hayati lelah kayaknya
total 1 replies
vj'z tri
bapak e sopo meneh Iki lah /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ sakit nya tuh disini di dalam hati ku sakit nya tuh disini tahu kau tak datang
vj'z tri
beredam air dari Mbah dukun /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
aud ????/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
separuh ??? hufh ya ya ya aku mengerti k Noer /Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
tenang ada waktu nya untuk menghina dan membalas mereka /Joyful//Joyful/
vj'z tri
kaisar masa gitu
vj'z tri
situ???? situ dua tiga dkk /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!