NovelToon NovelToon
Istri Bisu Sang Duke

Istri Bisu Sang Duke

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pernikahan Kilat / Tukar Pasangan / Pengantin Pengganti
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: farchahcha

“Aku hanya membutuhkanmu untuk melahirkan pewarisku. Tidak lebih!”
Itulah kata paling menyakitkan yang diucapkan Duke Cassian Clyvedon kepada Elowen Whitmore. .
Semua orang di kerajaan tahu bahwa Duke Clyvedon adalah pria yang ditakuti, dingin, kejam, dan tak pernah mempercayai siapa pun.
Sementara Elowen Whitmore hanyalah putri kedua dari keluarga bangsawan yang hampir bangkrut… seorang gadis yang bahkan tidak bisa berbicara.
Ia tidak seharusnya menjadi pengantin sang duke.
Namun ketika kakaknya melarikan diri dari perjodohan yang telah diatur kerajaan, Elowen dipaksa menggantikan posisi itu demi menyelamatkan kehormatan keluarganya.
Kini ia terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan pria paling menakutkan di kerajaan.
Semua orang yakin pernikahan ini hanya akan berakhir dengan kehancuran.
Tapi tidak seorang pun menyadari satu hal, bahwa sang duchess bisu mungkin adalah satu-satunya orang yang mampu meluluhkan hati sang Duke.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farchahcha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

“Aku dan istriku akan menginap di Cottage selama mereka ada di sini.”

Seolah kalimat Cassian menjadi tamparan keras untuk Valerie dan Lidya. Bahwa mereka tidak diterima dengan baik di Kastil milik Duke of Clyvedon itu.

“Tidak kusangka, perangaimu berubah tidak sopan, Cassian.” Lady Valerie berkata dengan penuh penekanan. “Apa ini karena pengaruh istrimu?” ucapnya lagi sambil melirik ke arah Elowen.

Elowen terkesiap, mana mungkin karena pengaruhnya. Mereka saja jarang bertemu dan berinteraksi layaknya suami istri pada umumnya.

“Aku hanya tidak mau waktuku bersama istri diganggu orang lain, Ibu.” Balas Cassian.

Pria itu mengatakan hal demikian bukan tanpa alasan.

Kedatangan tiba-tiba, wanita lain yang ikut serta. Cassian tidak sebodoh itu untuk tidak tahu apa rencana ibunya.

“Jadi… Aku putuskan untuk tinggal di Cottage agar ibu dan Putri Lidya bisa menikmati kastil Clyvedon dengan nyaman.”

Lady Valerie mengernyitkan matanya.

Suasana menjadi tegang dalam beberapa menit. Elowen hampir tidak bernapas melihat interaksi panas anak dan ibu itu.

“Suatu kehormatan untuk saya, Duke Cassian. Tapi, bukankah lebih baik di sini bersama?” Putri Lidya menyahut.

Cassian beralih menatap Lidya. Sudut bibirnya terangkat ke atas, mimik wajahnya jelas tak nyaman. “Bersama? Apa kau ingin berada di antara aku dan istriku, Putri? Sungguh rendah sekali,” sindir Cassian.

“M-maksudku tidak…”

Putri Lidya mulai kehilangan kata-kata.

Elowen sudah tahu kalau Cassian pria yang kasar. Tapi, menyebut seorang putri bangsawan dengan kalimat rendahan… sangat di luar batas.

Elowen memberanikan diri menarik Cassian menjauh dari kedua wanita itu.

Lalu, ia menulis di catatannya dan memperlihatkan ke Cassian. “Apa kita perlu ke Cottage?” tulis Elowen.

Cassian mengerutkan kening, lalu menatap lurus ke arah Elowen. Kenapa juga Elowen bertanya seperti itu? Tentu saja karena Cassian tidak mau dirinya diperlakukan tidak baik oleh ibu dan juga Lidya.

Sayangnya, Cassian tidak bisa mengatakan hal itu langsung pada Elowen. Jadi, dia membalas pertanyaan itu dengan membisikkan ke telinga Elowen.

“Apa kau mau tetap di sini bersama mereka?”

Elowen mendongakkan kepala ke arah Cassian sebentar kemudian menulis lagi di catatannya.

“Mereka Ibumu dan juga Putri Kerajaan Lysandria. Bukankah tidak sopan meninggalkan tamu penting seperti itu?”

Tamu penting? Cassian mengeraskan rahangnya. Bagaimana bisa Elowen tidak sadar kalau Ibu Cassian tidak menyukainya dan malah mengatakan bahwa mereka tamu penting.

“Jadi, kau tidak mau ke Cottage bersamaku?” bisik Cassian di telinga Elowen.

Elowen mengangguk. Dia tidak mau di Cottage sendirian bersama Cassian. Itu akan sangat canggung sekali. Lebih baik bersama Lady Valerie dan juga Putri Lidya di kastil ini.

“Baiklah, aku turuti permintaanmu. Tapi, ada syarat yang harus kau penuhi.”

Elowen menatap Cassian dalam penuh tanya.

“Selama mereka di sini, kau harus tidur denganku,” ujar Cassian.

Apa?

Elowen menaikkan kedua alisnya bersamaan. Persyaratan apa itu? Kenapa tiba-tiba Cassian ingin satu kamar dengannya?

Tidak ada jawaban, Elowen hanya menelan ludah sendiri.

“Ok, kuanggap kau setuju.” Ucap Cassian memutuskan sendiri.

Lagi, Elowen melebarkan matanya. Kapan dia bilang setuju? Buru-buru Elowen menulis di catatannya.

“Kapan aku bilang setuju?” tulisnya di catatan.

Cassian tersenyum miring. “Diam-mu ku anggap setuju.”

Elowen memiringkan kepalanya, tentu saja dia diam. Elowen tidak bisa bisa bicara, bukankah itu namanya curang.

Tapi, belum sempat Elowen memprotes, Cassian sudah berbalik ke arah Lady Valerie dan Putri Lidya. Mau tak mau Elowen mengikuti langkah suaminya dari belakang.

“Karena kebaikan istriku…” ucap Cassian mengambil jeda sesaat sembari menunggu Elowen di sampingnya. “Kami akan tetap di sini, dan menyambut kalian.”

Lady Valerie sungguh kesal. Cassian berubah, anak yang keras itu membela seorang wanita? Apa mungkin pernikahan ini bukan yang didengarnya?

Dari informasi yang dia dapatkan, Cassian sengaja memilih acak istrinya karena tidak ingin menikahi wanita pilihan keluarga.

Apalagi saat tahu wanita yang dipilih Cassian adalah seorang putri Baron. Selain itu, wanita itu juga memiliki kekurangan yaitu tidak bisa bicara.

Kentara sekali Cassian ingin memberontak.

Pria yang mengatakan tidak akan menikah selama hidupnya, tiba-tiba menikahi seorang wanita yang statusnya jauh di bawah, dan bisu.

Kalau seperti itu bukankah harusnya Cassian tidak akan semesra ini dengan Elowen. Lady Valerie mulai heran dan tidak habis pikir.

“Terima kasih atas kebaikan Duchess of Clyvedon.” Putri Lidya menundukan kepala singkat sembari berterima kasih.

Elowen menerima ucapan itu dengan menunduk, lalu tersenyum. Tanpa dia tahu, Putri Lidya sedang menyembunyikan kekesalannya. Tulang wajahnya sudah mengetat saat mendengar Cassian membela Elowen.

Setelah itu, pelayan mengantar Lady Valerie dan Putri Lidya ke kamar mereka atas perintah Cassian.

Sekarang, tinggal Elowen dan Cassian berdiri berdampingan.

“Kau juga harus bersiap,” ucap Cassian menoleh ke samping.

Elowen sedikit mendongak saat bertatapan dengan Cassian. Matanya yang jernih bertatapan dengan mata tajam dan gelap milik Cassian.

“Mulai malam ini, kau akan tidur bersamaku.”

Cassian tersenyum lembut.

Namun, di mata Elowen pria itu sedang menyeringai kejam.

Tidur bersama Cassian? Entah kenapa ingatan malam itu mulai muncul di benak Elowen.

Tubuhnya mulai gemetar.

Apa sebaiknya mereka pergi ke Cottage saja?

Tapi, semua sudah diputuskan. Tidak mungkin ditarik kembali.

Tiba-tiba saja, Elowen merasa goyah dengan keputusannya untuk menerima Lady Valerie dan Putri Lidya di kastil.

Elowen merasa beberapa hari ke depan tidak akan menjadi hari yang tenang. Terlebih malam yang akan dilewatinya bersama Cassian. Apa Elowen sanggup menghadapinya?

***

1
Yeni Fitriani
penasaran 80 000 pound itu . maksudnya poundsterling kah...?
klo di rupiah kan setara dgn berapa kah...?

auto lsg tanta mbh gogle
farchahcha: Iya best 80rb pound maksudnya poundsterling ya.
total 2 replies
this that PINK VENOM
.
jaka purnomo agung
Penulisan nya sangat rapi, tanda baca juga pas sehingga saya lebih mudah memahami cerita...
you're amazing writer
Emi Sudiarni
lanjut kak
Emi Sudiarni
benar2 nenek lampir putri lydia
Emi Sudiarni
apa lucien suka elowen
Emi Sudiarni
menarik diawal cerita
farchahcha: Enjoy reading best 🦋
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!