Glenca Lysandra, seorang gadis yang terkenal di desanya sebagai penakluk hutan yang tak seorang pun berani memasukinya. Dia lah satu-satunya gadis yang berhasil keluar masuk hutan dalam keadaan selamat, berbeda dengan beberapa orang desa lainnya.
Namun, apa jadinya ketika dia bertemu seorang pemimpin mafia, Ethan Frederick Denaro, di sebuah villa kosong yang terkenal angker di dalam hutan yang ia jelajahi. Pertemuan tak sengaja yang membawanya menyaksikan kekejaman dan transaksi gelap seorang Ethan, juga menjadi awal hidup rumit nya.
Ethan tidak pernah membiarkan saksi mata transaksi terlarang nya hidup. Tapi, Glenca adalah pengecualian. Membawanya ke Mansion dan dijadikan mainan, cukup menghibur dirinya yang penuh dengan keseriusan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aquilaliza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman Lagi
Glenca merasa lega karena akhirnya dia bisa keluar dari kandang Scar dengan selamat. Walaupun dia harus merasakan kedinginan semalaman juga tak bisa tidur dengan tenang, tapi hubungannya dengan Scar semakin baik. Sepertinya hewan besar dan menyeramkan menurutnya itu tak seburuk yang ia pikirkan.
"Huh! Kau sudah kembali?"
Glenca berdecak dan merotasi kan bola matanya, malas. Sial sekali dia, bertemu pelayan sialan kesayangan Ethan ini.
"Aku menyapa mu, kenapa kau hanya diam?"
Glenca melengos dan pergi begitu saja. Dia tidak ingin berkelahi dengan Julie dan tiba-tiba Ethan si pria kejam itu muncul dan menyalahkannya.
"Ku pikir kau mati di kandang Scar."
Langkah Glenca terhenti. Dia berbalik, lalu tersenyum pada Julie—senyum cantik mempesona yang mampu membuat Julie naik darah.
"Itu tidak akan terjadi. Karena sekarang aku dan Scar berteman." Dengan santainya Glenca kembali berbalik dan melanjutkan jalannya menuju lift untuk ke lantai dua.
Puas sekali melihat wajah terkejutnya, hehe.
***
Usai membersihkan tubuhnya, Glenca bergegas mengerjakan pekerjaannya dibantu Marine dan Anna juga dua pelayan lainnya. Mereka menatap Glenca kagum sebab gadis itu keluar dengan selamat dari kandang Scar.
Selama ini, tidak ada pelayan yang selamat setelah mendapat hukuman dikurung di kandang Scar.
"Sudah, tidak perlu membicarakan tentang ku lagi." Glenca bosan mendengar pertanyaan yang sama. "Aku ingin bertanya, apa Tuan Ethan di Mansion semalam?"
"Tidak. Tuan dan yang lain tidak di Mansion semalam. Pak George juga tetap di Mansion semalaman."
Glenca mengangguk pelan.
Berarti semalam aku bermimpi. Batin Glenca.
Usai pertanyaan itu, tidak ada pembahasan yang lain lagi. Semuanya fokus mengerjakan setiap pekerjaan mereka.
Pekerjaan di lantai dua selesai tepat ketika Ethan, Martin, dan Lucas tiba. Semuanya siap menyambut. Glenca memilih di deretan paling akhir—cukup malas bertemu Ethan.
Tapi, walau sekeras apapun dia berusaha menghindar, orang pertama yang menjadi objek tatapan Ethan adalah dirinya. Dan ia bisa merasakan bagaimana tatapan tajam itu tengah menatapnya meskipun dirinya tengah menunduk.
"Waah!! Kau berhasil keluar, Glenca. Hebat! Kau pelayan pertama yang selamat!" Seperti biasa, Martin selalu heboh. Tapi, seketika kehebohan nya terhenti sebab mendapat lirikan tajam Ethan.
"Selamat! Kau mendapat kepercayaan Scar," ucap Lucas dengan senyuman penuh arti, namun tak bisa Glenca pahami.
"Ikut dengan ku." Suara dingin Ethan memerintah dengan tenang. Dia berjalan terlebih dahulu, lalu diikuti Glenca yang sempat menatap ke arah Pak George.
Selama perjalanan menuju lantai tiga, tidak ada pembicaraan antara Glenca dan Ethan. Hingga tiba di kamar, barulah Ethan mulai bersuara.
"Lepaskan pakaian ku."
Glenca ingin protes, tapi ia ingat, dia sudah berjanji untuk menjadi seorang pelayan yang penurut.
Pelan Glenca mendekat, lalu mulai melepaskan coat milik Ethan berikut degan kemeja yang dikenakan lelaki itu.
Tangannya sedikit gemetaran, apalagi sejak tadi ia merasa Ethan terus menatapnya.
Saat kemeja terlepas, Glenca memejamkan matanya, tidak berani menatap tubuh bagian atas Ethan yang kini tak tertutup apapun.
Ethan yang melihatnya pun sedikit tersenyum. Rasanya dia ingin menggoda Glenca.
Dengan gerakan tiba-tiba, Ethan meraih sebelah tangan Glenca dan meletakkannya di sisi atas celananya.
Glenca tentu saja terkejut dan dengan cepat menarik tangannya. Namun, Ethan justru menahan tangan kecilnya tersebut.
"Tu-Tuan, bisakah anda sendiri saja yang melepaskan celana anda?" Glenca berucap gugup.
Ethan tersenyum. Glenca terlihat menggemaskan berbicara sambil menutup mata seperti itu.
"Kau ingin membantah?"
"Ti-tidak. Tapi, ini tidak sopan. Saya—hhmpp."
Mata Glenca yang tertutup seketika terbelalak saat merasakan bibir Ethan menempel di bibirnya dan mulai mengecapnya pelan.
"Hmmpp...." Glenca berusaha mendorong, namun kekuatan Ethan tidak sebanding dengan milik Glenca.
Air mata Glenca menetes, dan itu mengejutkan Ethan. Ia melepaskan ciumannya, membuat Glenca bernafas tersengal sambil mengusap air matanya.
"B-Brengsek!"
Bukannya marah, Ethan justru tersenyum sekilas. Glenca menangis, dan itu terlihat jauh lebih cantik dan menawan di matanya. Ingin rasanya ia membuat Glenca menangis lebih banyak.
"Kau ingin menjadi pembangkang?"
"Aku lebih baik di hukum daripada harus seperti ini."
"Kau yang meminta." Ethan meraih kemeja dan mengenakannya. Dia lalu mendekati Glenca dan menarik gadis itu keluar dari kamar nya. Langkah keduanya menuju lift dan langsung ke lantai dasar.
Semua orang di lantai dasar terkejut. Lucas dan Martin juga Zack yang tengah bersantai pun ikut terkejut saat Ethan berjalan sambil menyeret Glenca.
Tidak ada satu pun yang berani mencegah. Langkahnya menuju kolam renang yang berada di area samping Mansion. Tanpa peringatan, Ethan langsung mendorong Glenca ke dalam kolam.
Gadis itu seketika panik. Dia tidak bisa berenang. Tubuhnya hilang muncul di dalam kolam. Ethan hanya diam di bibir kolam sambil memperhatikannya.
"Eth, kau menghukumnya lagi?" Martin bertanya dengan mata yang terlihat kasian pada Glenca.
"Kau tau dia tidak bisa berenang," ucap Lucas.
Zack yang juga berada disana hanya diam memperhatikan. Saat Glenca benar-benar sudah mulai kelelahan, lelaki itu memasuki kolam dan membawa Glenca ke pinggir kolam.
"Kau melanggar aturan, Zack." Suara Ethan begitu dingin.
Zack tidak menjawab. Namun, ada bayang seorang gadis kecil kesayangannya ketika ia melihat Glenca tak bisa berenang.
Zack berdiri, membuat Glenca mendongak menatap ke arahnya. "Terima kasih, maaf menyusahkan mu."
"Tidak perlu berterima kasih. Aku melakukannya bukan karena ingin menolong mu." Zack langsung meninggalkan tempat itu.
Kepergian Zack di ikuti Lucas dan Martin. Mereka membiarkan Ethan dan Glenca sendiri di pinggir kolam.
"Hangatkan dirimu," ujar Ethan setelah beberapa saat terdiam. Lelaki itu tanpa peduli meninggalkan Glenca sendiri di pinggir kolam.
Ayah, Ibu, Glenca takut. Batinnya dengan air mata yang menetes.
***
Setelah kejadian siang tadi, Glenca mengalami demam. Meski begitu, dia tetap berusaha mengerjakan pekerjaannya sesuai peraturan Mansion. Marine dan Anna pun sangat khawatir dengan keadaan nya. Hingga makan malam usai, Glenca segera menelan obat yang diberikan Marine.
"Terima kasih, Marine."
"Ya, sekarang kau istirahat lah."
"Istirahat? Tidak bisa!" Julie tiba-tiba muncul.
Anna dan Marine sama-sama menghembuskan nafas lelah. Jika berurusan dengan Julie, maka masalahnya akan panjang.
"Kau lemah sekali. Hanya di dorong ke kolam, kau jadi demam."
"Julie, bisakah kau berempati sedikit? Glenca tidak bisa berenang. Dia juga terkejut dan panik ketika tiba-tiba di dorong ke kolam. Siapa yang tidak syok dengan kejadian tiba-tiba seperti itu? Dia jadi demam karena nya."
"Sudahlah, Anna. Kau tidak perlu meladeni nya." Glenca berucap lemah.
"Huh! Sudah seperti ini, kau masih berani—"
"Julie!"
"Eh, Pak George?"
"Tuan Ethan memanggilmu."
Wajah Julie langsung berubah sumringah. Dia dengan cepat meninggalkan ruangan tersebut untuk langsung menemui Ethan. Marine dan Anna jadi merasa lega.
"Terima kasih, Pak George. Anda datang tepat waktu." Anna berucap sambil tersenyum.
"Antar Glenca ke kamarnya."
"Tidak, Pak George. Aku masih bisa sendiri." Glenca menolak dengan sopan. "Kalian juga, cepatlah istirahat."
Glenca kemudian berlalu menuju lift untuk ke lantai dua.
terimakasih ❤️
untung aja glecha bisa kabur 😄
ini glencha beneran mau kabur ?? aduh pasti klo ethan tau bisa ngamuk nih😂🤔