NovelToon NovelToon
Nuha Istri Tersayang

Nuha Istri Tersayang

Status: tamat
Genre:Obsesi / Cintapertama / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:88.5k
Nilai: 5
Nama Author: Umi Nurhuda

Menikah? Yeah!
Berumah tangga? Nanti dulu.

Begitulah kisah Inara Nuha (21 tahun) dan Rui Naru (25 tahun). Setelah malam pertama pernikahan mereka, kedatangan Soora Naomi mengguncang segalanya. Menghancurkan ketenangan dan kepercayaan di hati Nuha.

Amarah dan luka yang tak tertahankan membuat gadis itu mengalami amnesia selektif. Ia melupakan segalanya tentang Naru dan Naomi.

Nama, kenangan, bahkan rasa cinta yang dulu begitu kuat semuanya lenyap, tersapu bersama rasa sakit yang mendalam.

Kini, Nuha berjuang menata hidupnya kembali, mengejar studi dan impiannya. Sementara Naru, di sisi ia harus memperjuangkan cintanya kembali, ia harus bekerja keras membangun istana surga impikan meski sang ratu telah melupakan dirinya.

Mampukah cinta yang patah itu bertaut kembali?
Ataukah takdir justru membawa mereka ke arah yang tak pernah terbayangkan?

Ikuti kisah penuh romansa, luka, dan penuh intrik ini bersama-sama 🤗😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umi Nurhuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11 Suasana Bestie Nuha

...Kita ke Bestie Nuha dulu ya 🤗...

Bug! Bug! Bug!

Kaki Asa memantul ringan di atas matras, ritmenya stabil seperti metronom. Tangan kanannya melesat lurus menghantam boxing sand bag, disusul kiri. Cepat, bergantian, tanpa ragu.

Setiap pukulan membuat karung itu berayun, berderit pelan di rantainya. Napasnya terjaga, dihembuskan lewat mulut, pendek dan terukur. Bukan terengah, hanya disiplin.

Pukulan demi pukulan dilayangkan, seolah setiap bug! adalah pelampiasan umpatan yang bisa bikin karung pasir itu minta ampun. Keringat mulai menetes di pelipis, tapi fokus Asa tak goyah.

Sifa menjerit, “Astaga! Lo kenapa sih, kayak mau adu tinju di final UFC aja!” ia berdiri di ambang pintu gym sambil memeluk botol isotonic drink.

“Dia lagi overheat.” Fani berbisik, muncul dari belakang dengan ekspresi santai tapi penasaran. “Udah dari tadi maki-maki sendirian. Kalo kita deket-deket bisa ikut kena geprek kek karung itu.”

Asa tidak menggubris.

Tinju berikutnya mendarat keras,

thump!

Sifa nyeletuk, “Waduh, kalau karungnya bisa ngomong, pasti udah minta cuti seminggu.”

Fani malah ngakak.

Keempat sahabat itu, meski lulus bareng cuma Sifa dan Fani yang lanjut kuliah. Satu tahun lagi mereka akan wisuda, sedangkan Nuha baru menjalani kuliahnya. Dan Asa lebih memilih berbisnis.

“Hah!” Asa terengah.

Ia merebut botol minum Sifa lalu membanting tubuhnya ke sofa. Wajahnya tampak berbeda malam itu. Ia baru belajar merias diri bersama kedua sahabatnya itu dan begitu mencoba, hasilnya langsung badas maksimal.

Eyeliner tipis tapi tajam membingkai matanya, bibirnya diberi sentuhan merah, dan telinganya kini penuh tindikan kecil yang berkilau. Aura galaknya terasa nyata.

“Kalau gue masih mahasiswa kayak Nuha, udah gue tonjokin satu-satu!” semburnya. “Biar hidungnya pada bengkok! Tapi nyatanya gue harus jadi pemilik kafe yang pasang muka ramah. Demi biar nggak digodain lagi, gue terpaksa tampil galak begini. Sumpah, gue siap nendang pantat siapa pun yang nyebelin!”

“Padahal waktu di SMK lo selalu menang berantem, Sa,” Sifa nyengir. “Sekarang malah harus ngalah demi citra kafe. Hidup emang lucu ya.”

“Lucu apanya,” Asa mendengus. “Hidup nggak pernah ngasih gue jeda buat tenang. Lagi asik-asiknya nganggur, eh malah disuruh Naru bangun kafe. Ya siapa juga yang nolak kalo dikasih modal segede gaban.”

“Beruntung banget kamu, Sa,” kata Fani tulus. “Kalo Naru mau kasih aku modal, aku pengin buka toko buku sekalian aksesoris lucu.”

Asa menyeringai kecil. “Ngomong-ngomong soal si pewaris baik hati itu … gue lihat Nuha deket sama cowok lain, lho. Gila sih. Bisa-bisanya dia slengky di belakang suaminya.”

“Hm …” Fani berpikir, alisnya bertaut. “Padahal aku udah bantu dia buat inget Naru. Tapi kayaknya … hati Nuha belum sepenuhnya kebuka.”

“Cowok lain siapa emangnya?” Sifa langsung siaga. “Kalau ternyata Kak Wisnu ... fiks bakal gue rebut.”

Asa meliriknya skeptis. “Yakin, Sif?”

“Tentu saja,” Sifa menyeringai lebar. “Jiwa playgirl gue lagi menggatal, tauk. Dia itu kalem, dewasa, tipe yang keliatannya susah digoyang. Justru itu serunya.”

Fani memutar mata. “Kamu mah apa aja kamu godain. Dulu Kak Yuki juga, sampe Asa cemburu. Tapi, ini beda. Aku dukung kamu gebet Kak Wisnu.”

Sifa mengoreksi santai. “Uji mental lagi lah sekali-kali. Lagian tenang aja, kalo Nuha nggak sadar juga apa yang dia punya, gue bakal rebut suaminya kalo gitu.”

"GILA LO," semprot Asa Fani.

"Gue gini biar Nuha sadar, tauk!"

Lalu,

Terdengar suara pintu apartemen terbuka. Asa yang masih diliputi amarah langsung waspada. “Hah? Siapa itu? Pencuri?!” serunya refleks, matanya melotot penuh curiga.

Tanpa pikir panjang, Asa langsung maju dengan langkah besar dan ... Buk! meluncurkan tinjunya lurus ke arah bayangan yang baru masuk. “Apa yang mau lo lakuin, pencuriii?! Rasain nih--!”

Tinju itu tertangkap dengan cepat, tepat di depan wajah pria itu. “ASTAGA, YANK!!” suara beratnya terdengar kaget. “Suami pulang bukannya disambut malah hampir ditonjok.”

“SUAMIIII! Maaf! Refleks!” Asa langsung menarik tangannya dan menggosok-gosokkan telapak tangannya kayak anak kecil yang minta ampun.

Yuki menyenderkan tripod dan light stand, menurunkan tas kameranya yang penuh lensa dan baterai cadangan ke lantai. Sebuah kamera DSLR menggantung di lehernya, masih berdebu sedikit karena seharian liputan di luar. Setelah itu, ia menatap sekeliling ruangan yang temaram.

“Kenapa gelap banget, sih? Kamu lagi ritual apa?” ujarnya sambil menyalakan lampu utama. Cahaya putih terang langsung mengungkapkan keadaan ruang gym mini dan badan istrinya yang berpeluh.

Asa mengembuskan napas panjang, “Saya lagi lampiasin emosi, Kak.” Bibirnya menye-menye mengulang kekesalan.

Yuki tertawa kecil. Ia tahu betul tabiat tomboy istrinya itu. Sejak dulu sebagai guru di sekolah, ia melihat Asa memang siswi nggak bisa pura-pura jadi lembut.

Ia mendekat, lalu melingkarkan lengan kurusnya di perut sang istri sambil menatap tengkuk leher wanita yang memiliki gaya rambut pria itu lebih lama.

Asa menoleh ke suaminya. “Gimana? Apa saya udah kelihatan nyeremin?” katanya sambil menaikkan satu alis, menunjukkan hasil riasannya.

Sifa berbisik, “Eh itu make up yang kita buat dia tunjukin ke suami?! Haha ... Padahal itu gaya pelakor, bukan gaya badas!” Fani langsung mencubitnya pelan, “SHHHHH!!! jangan ketahuan!”

Yuki sejenak tersentak.

Sebagai seorang fotografer, ia sangat paham soal tone wajah dan permainan riasan. Dia tahu persis bedanya aura tegas dengan aura penggoda. Begitu lipstik merah glossy bukan matte itu menempel di bibir istrinya, bukan badas yang tampak melainkan pesona sensual yang bisa bikin siapa pun salah fokus.

Yuki menatapnya lekat-lekat, “Hmm ... bukan nyeremin sih. Lebih kayak ... wanita penggoda yang penuh tipu daya yang baru keluar dari film noir.”

“Hah? Kok bisa?” Asa protes.

Sifa hampir teriak tapi nahan napas. “Dia ngomong ‘penggoda’ tuh! Oh my God ini fix film romantis dewasa live!”

Fani mencubitnya lagi, “Diam bego, dengerin dulu, gue deg-degan sumpah.”

Yuki mencondongkan tubuhnya, “Lipstikmu terlalu glossy, Sayang. Bukan badas. Tapi … menggoda banget.”

“Fani," Sifa menutup mata sambil mengintip. "Gue ngerasa berdosa tapi kok pengin lanjut nonton, ya.”

Fani menimpali, “Iya, AC-nya jadi Panas banget nih … soalnya, uh, mereka berdua juga panas banget sih.”

“Yah! Salah gaya dong gue,” Asa mencibir merasa gagal. Dalam hati ia mengutuk dua sahabatnya yang menjadikannya produk gagal.

Yuki mendekatkan nafasnya di telinga sang istri. “Sekarang aku pengen ngerasa tergoda langsung, boleh kan?”

“Ja-- jangan macem-macem kamu ya!” Asa buru-buru menepis dada suaminya, tidak siap dengan kondisi dirinya yang berpeluh dan beraroma keringat.

Sifa menahan jeritan, “Gue nggak kuat nonton. Ini lebih panas dari drakor jam sebelas malam.”

Fani mengangguk cepat, “Kita keluar aja, sebelum adegannya lanjut ke rating 21+.”

“Sayang,” bisik Yuki di telinganya, nada suaranya merendah, “sampai kapan aku harus keluarin di luar? Kamu belum pingin punya momongan?”

Asa tersedak dan terbatuk pelan, “E-- ehm! Ya ... Enggak-- Saya cuma … Cuma nggak mau hamil duluan aja dari yang lain. Kalo Nuha duluan, baru deh saya siap ikut.” Dia menyengir.

“Oh gitu ya … Padahal aku udah beli tissue dewa sa. Kamu yakin bisa tahan?” Yuki tersenyum nakal, jemarinya menelusuri bahu Asa sampai melewati lengkungan padat.

Asa kesulitan menelan ludah.

Yuki meraba perut sixpack istrinya, “Kalau gitu, kita pemanasan dulu gimana? Aromamu itu kayak parfum yang enggak dijual dimana pun tapi bisa bikin langsung melayang ke negeri bidadari ...”

“Yukiiii!!” Asa menjerit.

Dua sahabat itu tak kalah menjerit saat Yuki berhasil menarik sport bra istrinya ke atas dengan satu gerakan. Boing~ Dua bola kembar itu memantul dengan sempurna.

"UWAAAAAAA!!"

.

.

.

. ~Bersambung...

1
Mingyu gf😘
tapi masak kamu mau selingkuh sihh, kan secara sadar kamu tahu naru suamimu
Xlyzy
jadi ceritanya senjata makan tuan dong
Xlyzy
orang kayak Naomi susah tobat nya sih
-Thiea-
emang sesusah itu sih. aku akui. 🤭
-Thiea-
makin bikin bapakmu stress aja Noah..😁
Cimol krispy
oh jadi ini Kanaya yang itu? yang temennya sari.
Cimol krispy
Yaudah sih Naomi. kamu juga kan selama ini seenaknya aja sama dilan
ginevra
kasian Naru.... bagaimana dia bisa mencerna semua berita gila itu
ginevra
Naomi udah gila rupanya.... tapi tidak heran, karena kelakuan mamiya juga sama gilanya. bukan menyamaratakan semua orang ya... tapi ya gitu deh
ginevra
Rudi Rudi.... inget istri rud... ini nih akibat terlalu intens curhat sama orang lain. banyak mudharatnya
Aquarius97 🕊️
beruntung banget si Nuha mah punya suami kek Naru 😍
Rain Aricia
Yg betul dulu lh ini. Gunakan tuh duit buat tes DNA, jangan bodoh
Rain Aricia
Ya mau gmna lagi, namanya juga lupa ingatan. Kalau kau cinta samanya kejar lah dia. Tunjukkan foto pernikahan kelen, atau ga ya nikah lagi untuk yg kedua kalinya🤣
Rain Aricia
Knp mau kiss kah?
Mega Siregar
widih, jadi horror Σ(゚Д゚;)
Xlyzy
mantep lan emang perlu di kasi faham itu si naomi
Xlyzy
Hem di anggap racun ga tuh 😭🤣
Mingyu gf😘
kamu udah punya suami
Mingyu gf😘
sadar nuha, jangan sampai kamu membuka masa lalumu
Mingyu gf😘
halah bapak ini sok tau sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!