NovelToon NovelToon
JUST TO MEET

JUST TO MEET

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Badboy / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:95.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: sindi putri aulia

Ada yang lo pengen banget, itu bisa lo liat, tapi gak bisa lo gapai, itu gimana sih rasanya?

***
S1—
Diary Of Jane.

Jane terpaksa kok buat sama Ares, karena dia Ares cuma punya dia. Bahkan sama sekali gak cinta dengan Ares, tapi Ares selalu berusaha, selalu ada di samping Jane, berharap cewek itu pada akhirnya akan jatuh cinta sama dia.

Pahit di awal, manis di akhir. Pada akhirnya Jane jatuh cinta dengan Ares.

S2—
I love you Bramasta.

Kisah bagaimana Bramasta juga ingin di cintai.

——— 🌟

ig. @sindipaulia_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sindi putri aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#11. Sakit? Mana Jane Tau..

Diary of Jane 11

📝📝📝

Setiap kejadian ada hikmahnya

—gue percaya.

Setiap kejadian ada bekasnya.

—gue percaya.

Setiap kejadian ada sialnya.

—itu gue banget.

Lo bayangin aja kok bisa gue kena sial plus apes di hari-hari.

WHY!!

📝📝📝

"Awww, seokjin! Lope you!" Jane dan Vera berteriak-teriak, "gue melting aw!"

"Berisik!" Kay menoleh tajam dan menukik, kayak tikungan, "BIARIN!" bentak dua gadis Army itu.

"Rambutnya ganti lagi yah." Vera mengelus dagunya, memperhatikan foto terbaru Seokjin di Instagram, "iya, biarin, tetep ganteng kok." Jane memeluk ponselnya sendiri.

"Arka mana?"

"Mana gue tau, gue kan tempe." Acuh Jane masih ngescroll beranda Instagram barunya yang followers nya cuma siji, dan mengikuti 58 akun, astaga Jane, gengsi dikit napa. Malaikat jahatnya muncul.

"So jadi, lo gak liat dia? Gue rasa dia sakit." Vera menoleh ke arah kamar kos Arka yang bisa dilihat dari ruang tamu.

"Ah, masa?" lalu urusan sama Jane apa? Jane harus gimana dong, "iya zeyeng, mukanya pucet kemarin, lo gak liat?" tegas Vera.

"Gak." Jane kan sibuk ngoleksi foto-foto Jungkook Seokjin, dan semua member BTS. Mana sempet dia perhatiin cowok yang bahkan gak pernah nanyain dia.

Buat apa peduli sama orang yang gak peduli sama kita —Singkat dan salah tapi Jane iman. Ck ck ck.

"Ya, lo jengukin gitu napah?" Vera mendorong kebo males yang mager itu ke kamar Arka. Malam-malam gini, Jane disuruh ke kamar cowok? Sendirian? Sendiri? Dia kan cewek. Ah, pikiran Jane udah kemana-mana.

Arka beneran sakit yah? Mana gue tau, Jane mendekati Arka perlahan-lahan, buat mengantisipasi kejadian kayak novel yang dia baca.

"Arka, lo sakit?" Jane memegang dahi Arka yang terasa panas, Arka membuka matanya perlahan, lalu dengan cepat menarik tangan Jane dan memeluknya sambil tidur.

"Jane?" Byar, buyar lamunan Jane. Aaah! Otak gue tercemar, Jane menampar pipinya sendiri lalu memperbaiki ekspresi wajahnya, "gue denger dari kak Vera katanya lo sakit." Jane gak berani mendekat, physical distance gitu loh, takut gimana gimana.

"Lo ngapain jauh jauh?" Arka menatap Jane jengah, sementara objek yang ditatap hanya mencengir dan berkata, "gue disini aja."

"Yaudah terserah." Akhir Arka. Jadi apakah hanya ini? Ah, Jane gak berharap lebih.

"Lo jaga kesehatan ya." Ujar Jane sebelum keluar dari kamar.

Arka yang tadinya menutup mata, langsung membuka matanya lebar-lebar setelah mendengar Jane.

.

.

"Pip pip, cogan lewat, mana karpet merah?" Riko langsung di hantam paper bag oleh Jane, "tenda birunya sekalian!"

"Tenda biru, lo kira gue mau nikah?" Riko menarik dagu Jane, "umur belum cukup sayang." Kebal, kebal, Jane udah kebal dibilang sayang sama Riko. Gak berasa aja udah satu bulan ya.

📝📝📝

Udah satu bulan.

Gue udah deket sama cowok.

—Arka

Tokoh utama cewek juga kayaknya belum muncul.

Dulu gue bilang, —gue bakal auto menyingkir sendiri.

Tapi,

Gue udah nyaman.

Gue gak sanggup.

📝📝📝

"Jadi, kita bakal pergi kemana buat kerja lapangan kelompok pecilam?"

"Ke puncak kuy!" Dimas mengangkat tangan, si sekretaris kelompok pecilam, gayanya lumayan pecicilan, playboy, dan Jane sedikit, sedikit lho ya, Jane fans sama dia.

"Banyak nyamuk ih." Diera, anak papi yang selalu bikin Jane kesal walaupun cuma karena denger hembusan nafas punya Diera, semua tentang Diera berbau manja —syantik.

"Posisi nyimak." Udah lah, tiga makhluk yang cuma numpang nama itu gak guna, kelompok macam apa ini Tuhan! Jane menghela nafas, "terserah lo deh ka, gue ikut aja."

"Lo kan babunya Arka, ya pasti lo ikut kemana dia pergi, dimana Arka berada, disitu ada Jane." Dimas bikin Jane jadi smile horor.

"Hmm, terserah, lama lama gue santet lo." Cubitan jurus harimau kelaparan mendarat dan memutar di perut Dimas, pelakunya? Siapa lagi kalo bukan Jane.

"Ampun, anj*r, sakit banget."

"Ya elu bang~ke!" Bentak Jane. Arka menghela nafas dan tersenyum manis, "jadi teman temanku tercinta, kita mau pergi kemana buat kerja lapangan?"

HUWEEEK!

"ekhem," Jane berdeham, perutnya masih bergejolak parah setelah mendengar kekonyolan yang dilakukan Arka tadi, ingin rasanya ia terbahak.

"Lo mau ketawa silahkan." Arka memberi izin, ya sudahlah. Tapi kenapa setelah diberi izin, Jane jadi gak enak.

"Lo masih demam?"

"Gak, gue cuma pusing."

Jane pasti halu lagi, terakhir kali ia berhalusinasi Arka menggenggam tangannya dan mengatakan Jane adalah pacarnya, tapi gak terjadi, itu cuma halu. Lalu kemarin malam, ia berhalusinasi Arka menarik tangannya dan memeluknya dalam tidur, cuma halu juga.

Oke, satu, dua, tiga, Jane menutup mata, menghitung, dan berharap ini adalah ke halu-an. Tidak mungkin seorang Arka Bramasta Hardhika bersandar di pundaknya.

📝📝📝

Terlalu sering jadi korban halu —itu gue.

Jane Radista.

Akibatnya gue jadi sering gak percaya sama yang Real —bukan halu.

Dan gue sering percaya halu —bukan real.

Sungguh luar biasa.

—pikiran halu lovers.

📝📝📝

"Gue kangen nyokap gue." Jane menitihkan air matanya saat Arka mengatakan itu dalam sedihnya, ibunya Arka kan udah 'pergi'. "Lo yang sabar." Jane cuma bisa bilang itu.

Pertolongan pertama, nasihat pertama yang lo ucapin ketika ada yang kesusahan adalah kata sabar, lalu semangat, kemudian baru pertolongan secara fisik, dukungan secara mental lalu disertai dukungan fisik —Jane Radista lagi lakuin itu.

"Thanks." Mood Jane anjlok. Satu sisi dia baper sedih karena Arka sedih, dan sisi lain dia terbang Arka menyandar di pundaknya. Anjlok mood gue aaaah!

"Oke." Susah banget Jane nelan ludah, seakan dia lagi nelan batu gelondongan dengan ukuran diameter sekitar lima centimeter.

Turun dari bus, rasanya kayak berat banget, harus relain pundaknya gak disandarin lagi sama Arka. Jane pengen nangis, dia kan udah nyaman, "yuk." Tapi gak apa apa, Arka kelihatannya udah gek perlu pundak Jane lagi, dia udah balik senyum.

"Jane, gue boleh nanya gak?"

"Apaan?" Plis, otak, jangan halu.

"Lo pake parfum apa?"

Ampun dijeee, Jane tertusuk, kirain mau nanya apaan, ya nanya yang kayak gitu, yang kayak di drama Korea, "Citrus." Singkat Jane.

"Wanginya sama kayak punya nyokap gue." Senyum itu bukan bikin Jane melayang, tapi horor, wangi gue sama kayak nyokap dia yang udah die?

"Banyak yang pake parfum ini kok, gak gue aja." Jane melambai lambaikan tangan sambil tersenyum.

"Tapi gue yakin itu sama."

"Gak lah," tolak Jane murah hati pake banget, dia gak mau disamain sama orang yang udah pergi, "lo ngingetin gue banget sama nyokap gue."

"Hah?" Desah Jane, "cara lo ngomong, jalan, senyum, kata-kata lo." Arka menatap langit yang berawan, Jane juga.

"Lihat aja langit, birunya, awannya, sekilas lo bakal bisa liat wajah orang yang istimewa di hati Lo." Kata-kata itu tiba-tiba aja keluar dari mulut Jane.

"Tapi gue gak tau muka nyokap gue."

Nyesek. Jane hampir gak bisa buang nafas waktu Arka ngucapin kalimat itu, "maksud lo?"

"Udah lupain aja." Arka menyunggingkan senyum, Jane paling benci diginiin, cuma dikasih info sepenggal, terus dikasih kata-kata lupain aja.

"Ya udah terserah lo aja." Jane melipat kedua tangannya di depan dada, dan melangkah masuk ke rumah. Sementara Arka terpaku, —bisa gitu yah respon lo.

.

.

"Jane." Johan menyingsingkan lengan bajunya, "lo bakal tinggal disini terus?"

"Yoi, napa emang." Santai Jane sambil memakan snacks miliknya, "Mama udah pulang." Tiga kata, tiga kata dari mulut Johan membuat Jane tercekik, "uhuk, uhuk, beneran lo!" Jane cepat-cepat meminum air dari gelas yang tidak diketahui siapa miliknya.

"Iya masa? Gue bohong gitu?" ujar Johan kesal, "gue mau pulang!" rengek Jane menarik narik baju Johan.

"Iya, ayok, jangan narik narik baju gue juga anj*r, entar robek gimana?" cebik Johan merebut jaketnya yang ditarik Jane.

"Let's go to..." ucapan Jane terhenti, "pulang apa bahasa Inggris nya?" sambung Jane sambil menggaruk dagunya.

"Udah, bodo amat dah, cepet siap siap!"

"Siap bos!"

Jane melesat ke kamar untuk bersiap buat pulang yeeee... meet and great with mamih and papih.

Bersambung.😚

likenya tulung😘

1
Ayuwidia
Aku baca dari awal lagi, Sind
SyaSyi
trus semangat y thor
salam dari aku dan mantan kekasih suamiku
aku tunggu feedbacknya y
khairi
👭👭
Sindi Paulia: kenapa?
total 1 replies
KHARDHA LOVE
Authornya masih ABG ya makanya di marahin mamanya 😁 Semoga kamu bisa menjadi anak yang menjadi kebanggaan ortunya ya.
Sindi Paulia: Amin makasih hehe. Kaka juga semangat yah.
Mwehehehe. Makasih udah baca sampai sejauh ini.
Maaf kalau ceritanya bramasta harus berakhir di sini.
Ini juga karena faktor kondisi. 😭😭😭😭


Kaka semangat yah!!!🤗
Terus nulis, jangan kayak aku🤗
total 1 replies
KHARDHA LOVE
Dasar cewek bar-bar
KHARDHA LOVE
Minta maaf tapi nyolot
KHARDHA LOVE
Dokter kok mulutnya gak bisa di filter 🤦
KHARDHA LOVE
Lanjut baca dulu ya 😉
KHARDHA LOVE
Kirain Verrel Bramasta😁
Andariasrtka
huaaa dah end ajaaaaa
sebulan ga buka noveltoon, ceritanya dah end🥺🥺🥺🥺

di tunggu karya barunya thor
Sindi Paulia: Mwehehehe, tunggu tanggal 20 February ya😌
total 1 replies
𝐓𝐢𝐟𝐟𝐚𝐧𝐲
Semangat up kakak author ☺️ ditunggu next up nya 💪 MDL mampir mendaratkan likenya di karya kakak, feedback ❤️
ᵖᵇ🌧️🍾⃝wuwu.ikoy🎐ˢᵖʸ🐋🐯🧚
wahh...udah tamat
maaf ya aku lm baru mampir, dh boom like smua_<
Sindi Paulia: Makasih hehe
total 1 replies
Ulfa
udah end aja kak ,10 like mendarat kak
Sindi Paulia: Makasih hehe
total 1 replies
Gusmandora
waaahhh
akhirnyaa
selamat thir karyamu kereen
Sindi Paulia: Makasihhh
total 1 replies
ILS
Seruu.. lanjut thor
Susi Ana
wah tamat
Tilyt🧚
like ku selalu hadir, semangat kaaa

feedback to yokk ka🤗
Lux Pras
ditunggu up terbarunya y
Lux Pras
Semangat & Lanjut 🆙
Lux Pras
ditunggu up terbarunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!