NovelToon NovelToon
Boss Gila Ku

Boss Gila Ku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:875.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: Andriana vhe

Hai, welcome. Ini novel pertama aku, terima kasih buat yang Sudi mampir. Typo masih bertebaran ya guys.

S1 : Perjuangan hidup dan cinta Chintiya
S2 : Pengungkapan fakta tersembunyi
S3 : Tentang anak-anak CIMOR dan S couple

karena adanya pengurangan pegawai di tempatnya bekerja membuat Chintiya menjadi pengangguran kembali,, karena itu dia mencari pekerjaan baru dan ditempat baru itulah dia mendapatkan seorang boss yang kelakuannya diluar nalar.. akankah Chintiya bertahan ditempat itu.

Kenyataan yang menyakitkan, dia terjebak diantara nasib dan takdir pilu. Kenangan pahit, amarah, cinta dan kesal menjadi satu.

Bagaimana nasib Chintiya selanjutnya setelah bertemu dengan atasan yang aneh itu.

Akankah kebahagiaan menghampiri dirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andriana vhe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

Sejak kejadian itu Morens menjadi sosok yang dingin, kaku dan bahkan terkesan aneh dengan para wanita. Dia hanya bersikap lembut kepada keluarga dan orang-orang yang benar-benar dekat denganny

flashback off

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

PAGI INI

Terdengar suara ketukan pintu.

"Masuk" ucap Morens

"Apa kau sudah mendapatkan semua yang aku perintahkan?"

"Sudah boss, ini data-datanya" jawab Roby

"Chintya tolong kau antarkan dokumen ini ke bagian percetakan ya."

"Siap pak."

Setelah Chintya keluar dari ruangan, Morens dan Roby memulai pembicaraan.

"Lalu bagaimana hasil dari pantauanmu tentang Sandi Abraham." tanya Morens.

"Video dan foto sudah saya kirim ke email boss, dan menurut yang lihat tuan Sandi sepertinya menaruh perasaan pada Chintiya karena dia tidak pernah absen sekalipun untuk keperluan Chintiya."

"Apa menurutmu Chintiya juga begitu terhadap Sandi?"

"Saya rasa tidak boss, karena Chintiya bersikap biasa saja."

Morens menaikkan sudut bibirnya, seraya tersenyum tipis.

"Emm, sepertinya boss tertarik dengan Chintiya. Sudah lama sekali boss tidak menghiraukan tentang seorang wanita." batin Roby.

Kemudian Morens membuka map yang berisikan tentang data-data MENTARI GROUP lalu membaca dengan seksama.

"Oh jadi pemilik sebenarnya adalah SURYA ATMAJA, dia memiliki istri bernama RANCY ATMAJA. hhhmmm" ucap Morens.

"Apa sekarang istrinya yang memimpin?" tanya Morens.

"Benar boss, karena Surya Atmaja meninggal 2 tahun yang lalu akibat serangan jantung."

"Tapi bukankah perusahaan mereka bergerak di bidang industri tapi kenapa mereka ingin bekerja sama dengan kita?"

"Menurut pantauan, nona Rancy ingin melebar kan sayap ke bidang yang lain "

"Ok, akan ku pelajari lebih dalam lagi."

"Apa boss belum membaca proposal tentang mereka!"

"Aku membaca tapi belum secara detail, kemarin aku sedang sibuk."

"Oh... Apa ada yang lain lagi boss?"

"Tidak"

"Jalau begitu saya kembali ke ruangan saya boss."

"HM." jawab Morens.

Ketika Roby keluar hendak menutup pintu, Chintiya datang.

"Apa boss masih sibuk, pak Roby?" tanya Chintya.

"Tidak, kau masuk saja."

"Ok" Chintiya langsung mengetuk pintu.

"Masuk" ucap Morens

Ketika pintu terbuka Morens melihat siapa yang masuk ke ruangan ini.

"Kenapa kok lama sekali?, apa di percetakan jalannya macet?, apa karena ada sikomo lewat?" tanya Morens

"Maaf pak, tadi ketika saya mengantarkan dokumen ke percetakan. Saya bertemu DONI, dia ingin memberikan sample perawatan wajah ke bapak untuk di uji ulang sama bapak. Tapi karena Doni sendirian di ruangannya jadi dia menitipkan kepada saya, nih barangnya pak, bapak mau tes dulu?"

"Kamu coba diwajahmu" ucap Morens.

"Tapi bukankah sudah ada bagian uji coba."

"Aku ingin melihat secara langsung, bagaimana reaksi mu, cocok atau tidak?"

"Nanti kalau tidak cocok, terus wajah saya yang cantiknya paripurna ini merah-merah bagaimana?"

"Itu sih derita kamu."

"Ih bapak jahat." jawab Chintiya sambil mengerucutkan bibirnya.

Morens tersenyum tipis, dia merasa gemas dengan ekspresi dari Chintya.

"Sudah cepat pakai, kalau ada apa-apa saya tanggung jawab."

"Bener ya pak."

"Iya,,, dasar bawel."

"Ok deh, eh tapi saya butuh cermin nih."

"Pakai handphone saya aja ya, lihat di kamera."

"Ok, tapi bapak pegang ponselnya saya ga bisa kalau sendiri."

"Huh kamu itu"

Chintya hanya tersenyum kemudian dia mengaplikasikan krim itu kewajahnya sambil terus menatap layar ponselnya seraya bercermin. Morens yang memegang ponsel itu, memandangi chintiya dari dekat yang sedang serius dengan krimnya. Morens merasa teduh ketika menatap wajah cantik Chintya dengan terpukau sambil berfikir.

"Rasanya aku tidak ingin melepaskan tatapan ku darinya, rasanya begitu teduh dan damai dihati. Dia juga berbeda dari yang lain, dia tidak terlalu mencolok dan berlebihan dia amat sederhana." batin Morens.

Morens terus dengan pemikirannya, hingga suara menyadarkannya.

"Pak... Pak... Bapak!!"

"Eh ada apa, kamu ngagetin saya tahu"

"Lagian bapak kok malah ngelamun sih."

"Bagaimana, apa yang kamu rasakan?" tanya Morens.

"Rasanya sangat sejuk, nyaman dan juga teduh" jawab Chintiya.

"Aku pun merasakan hal yang sama"

"Loh memang bapak ikut mencoba!" tanya Chintiya sambil mengerutkan dahinya.

"Emm maksudku, pasti rasanya seperti itu. Karena produk ini produk yang berkualitas"

"Ya.. Ya.. Saya percaya"

Kemudian Morens langsung beranjak ke meja kerjanya menaruh ponselnya dan mengambil beberapa lembar tissue.

"Kalau begitu sini aku bantu membersihkan wajahmu"

"Biar saya saja pak"

"Sudah jangan protes, kau ini cerewet sekali", "tapi aku suka" batin Morens

Chintya menurut, Morens langsung memegang dagu chintiya, sementara tangan yang satunya mulai membersihkan wajah Chintya. Chintya menahan gelisah ketika wajah mereka sangat dekat, dan semakin lama Chintiya semakin gugup, jantungnya pun tidak kalah berdetak dengan cepat.

"*A*duh kelamaan seperti ini tidak bagus untuk kesehatan jantungku, please ku mohon jangan berdetak terlalu kencang, aku takut dia mendengar"batin Chintya.

Dengan cepat chintiya langsung menyambar tissue yang ada di tangan Morens.

"Sudah pak biar saya saja, sekalian saya ingin merapikan makeup saya"

Chintya langsung mengambil tasnya dan menuju ke toilet. Morens hanya tersenyum-senyum melihat tingkah chintiya.

Waktu menunjukkan jam makan siang tiba

"Kamu ikut saya sekarang"

"Kita mau kemana pak?"

"Saya akan bertanggung jawab"

"Loh memangnya apa yang terjadi!!, saya kan tidak kenapa-kenapa"

"Anggap saja saya membayar pekerjaanmu yang tadi"

"Saya sudah digaji bekerja di sini"

"Sudah jangan banyak bicara"

"Tapi pak"

"Tidak ada tapi-tapi"

Morens langsung menarik tangan Chintya keluar dari ruangan, sepanjang berjalan Morens tidak melepaskan genggamannya.

"Pak, tapi"

"Apa lagi Chintya?" tanya Morens dengan nada yang sedikit kesal, sambil membalikan badannya menghadap ke Chintya.

"Bisa tidak tangannya di lepas"

"Memangnya kenapa?"

"Saya tidak enak dengan pegawai yang lain, nanti apa kata mereka"

"Kalau mereka berani bicara macam-macam akan saya pecat mereka" jawab Morens sambil mengedipkan matanya dan kembali berjalan.

"Ih kumat lagi" gerutu chintiya, Morens yang mendengarpun hanya tersenyum.

Setelah menyelesaikan makan siang mereka, Morens tetap memegang tangan chintiya hingga masuk ke ruangan mereka, entah mengapa hari ini Morens merasa tidak ingin jauh-jauh dari Chintya.

"Pak ini sudah sampai di ruangan, saya ingin melanjutkan pekerjaan saya"

"Terus!"

"Ya jadi lepasin tangan saya dong pak"

"Kalau saya tidak mau bagaimana!"

"Jangan aneh-aneh deh Pak"

"Kan saya sudah bilang sama kamu, keanehan saya ini bakal bikin kamu tertarik sama saya"

"Aduh bapak makin ngaco aja deh, udah deh pak lep ..."

CUP

Morens mengecup pipi chintiya

Chintya langsung terdiam dan tidak berkata apa-apa untuk beberapa saat, sedangkan Morens langsung melepaskan tangannya dan duduk di kursi kejayaannya.

"Ih bapak apaan sih, seenaknya aja cium-cium jangan bikin saya marah deh"

Chintya pergi menuju ke mejanya sambil terus mengomel, sementara Morens masih tetap tersenyum tanpa berkata apa-apa.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

DILANJUT LAGI SORE YA KAK...

JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR, DAN VOTENYA...

LOVE U ALL

1
bebek terbang
😍
Tika Widyasari
rena thor bukan chinyya
Anggi Aira
masak PT nya gagal jaya si tor ......GK ada yg lain apa
ann
seharusnya masih ucapkan good evening Thor...dalam bahasa inggris good night digunakan ketika akan menjelang tidur 👌👌👌👍👍👍👍😃😃😃😃
Vhe🔥: 👍👍👍👍👍👍👍👍🙏🙏🙏
total 1 replies
Rangrizal28
semangat terus kak....
Rangrizal28
Sandy kau emang top
Rangrizal28
ayo boy semangat
Rangrizal28
hbd thor ttp semangat ya
Rangrizal28
mommy emang Ter the best
Rangrizal28
ulah NYI pelet
Rangrizal28
aduh morent ,lngsng nyosor aja
Rangrizal28
wah bakal ada yg CLBK.
Rangrizal28
semangat kak....
Rangrizal28
moren kamu kurang sat set
Rangrizal28
sandi hanya modus aja
Rangrizal28
bosnya sama sekretarisnya sama sama heboh
Rangrizal28
semangat thor...
Rangrizal28
hadir kak☝️
Deni Jombang
ok keren
Deni Jombang
🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!