"Gue tegasin sekali lagi sama lo, jangan sampai identitas gue kebongkar! Kalau satu orang saja tau siapa gue sebenarnya, gue nggak akan segan-segan untuk ngebunuh lo Clara! dan mulai hari ini, lo harus jadi pacar gue, gue nggak terima penolakan!!! So, deal or dead?" Ucap Daren sambil menyunggingkan senyum tipisnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suci Nazhifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11
Bismillahirrahmanirrahim..
•••
Daren POV
Mendengar namaku dan Dicky dipanggil kepala sekolah, membuatku terkejut setengah mati.
Dan yang kini hanya ada di otakku adalah "apakah kami ketahuan? atau Clara diam-diam memberitahu kepada polisi tentang perlakuan kami?" entahlah aku pun sekarang tidak tahu apa jawabannya.
Now, aku dan Dicky sedang mengikuti kepala sekolah dari belakang, kuliat raut wajah Dicky tenang meskipun ada ketegangan disana.
Sesampainya diruangan, kami dihadapkan dengan dua orang polisi yang sedang duduk diruangan kepala sekolah.
Aku meneguk pelan salivaku, lalu kami dipersilahkan duduk.
"Jadi kalian berdua orangnya?" tanya pak polisi santai.
"Iya pak, saya Daren dan Saya Dicky" yang dijawab juga oleh Dicky.
"Kira-kira kenapa ya pak, bapak memanggil kami?" tanya Dicky.
"Hemm tidak ada apa-apa, saya cuma ingin bertanya-tanya saja," ucap pak polisi muda yang membuatku sedikit bingung. Aku mengatakannya muda karena prawakannya masih terlihat sangat muda.
"Saya mendapat laporan, ada dua anak lelaki hilang di daerah selatan, dan di didaerah itu memang terkenal sangat sepi apabila sudah malam hari, nah kebetulan yang terekam oleh cctv dijam segitu hanya mobil kalian" ucap Polisi itu menjelaskan.
"Karena itu saya memanggil kalian, dan saya ingin bertanya ngapain kalian malam-malam ada didaerah selatan? bukannya tempat tinggal kalian ada di daerah utara?"
Aku dan Dicky terdiam sejenak, lalu "Oo Itu kemarin kita sedang jalan-jalan pak, bosan soalnya dirumah," ucapku memberi penjelasan.
"Jalan-jalan? Sampai ke selatan di jam segitu?" tanyanya dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Bener pak, lagian emangnya nggak boleh ya pak jalan-jalan sampe keselatan? Bahkan kita berdua juga pernah kok pak keluar malam-malam sampe ke daerah Barat di jam segitu" ucap Dicky menimpali.
"Hemm oke baiklah, kali ini cukup sampai disini saja dulu, saya akan terus menggali perkara ini sampai tuntas, dan mungkin kita akan lebih sering bertemu kedepannya, jadi siapkan saja diri kalian, saya permisi," ucap polisi sombong itu tersenyum kepadaku.
"Iya pak silahkan" ucapku dan Dicky serentak.
Setelah itu kami dipersilahkan kembali kekelas, "Anjir kampret, gue kira kita ketahuan" umpat Dicky sambil memukul dinding belakang sekolah.
"Bener banget, bangke njir, gue sudah bingung banget tadi, soalnya ini mendadak banget, gue rasa polisi itu curiga deh sama kita berdua"
"Ya, lo bener ren, gue juga nggak nyangka kalau mobil kita tertangkap cctv, padahal gue sebelumnya sudah cek semua cctv disana, tapi masih saja ada yang nyala," ucap Dicky sedikit berfikir.
"Atau jangan-jangan ada yang tau rencana kita?" ucapku menduga-duga
"Siapa? Clara?" ucap nya to the point.
"Bukan, gue yakin bukan Clara pelakunya"
"Terus siapa?" tanya Dicky menggaruk kepalanya kasar.
"Yaa gue rasa, ada yang tau identitas kita selain Clara, dan dia pasti yang ngerencanaain ini semua tanpa sepengetahuan kita."
"Kalau gitu pasti Clara lah, siapa lagi kalau bukan dia ren."
"Nggak mungkin Clara, dia itu penakut ki, jadi nggak mungkin," ucapku membantah.
"Lo itu jangan dibutakan sama cinta deh ren, kalau memang Clara gimana?" ucap Dicky kembali menyudutkan Clara.
"Tapi gue yakin bukan Clara orangnya, ais ya sudah dari pada kita berdebat gini, lebih baik kita sekarang kekelas, pulang sekolah nanti kita pikirin gimana selanjutnya" ucapku yang di setujui Dicky.
...
Sesampainya dikelas ternyata sedang istirahat
"Ren, lo nggak papa kan?" tanya Clara dengan raut wajah khawatir.
"Cih nggak usah sok khawatir lo!" cemeeh Dicky.
"M-maksudnya?"
"Udah nggak usah didengerin, dia lagi pms kayaknya, lagian aku nggak kenapa-kenapa kok, liat nih masih ganteng kan?" ucapku bangga sambil mengelus pelan rambutnya.
"Ihh lo mah kepedeaan muluu," ejeknyaa
"Hehe ya sudah mending kita kekantin yuk ra, aku lapar nih," ucapku sambil menggandeng tangannya.
...
Di lain sisi
"Saya merasa kalau mereka berdua tadi adalah pelakunya!" ucap polisi muda tersebut.
"Tapi Capt, atas dasar apa anda mecurigai mereka?"
"Gelagat mereka memang seperti tidak tahu apa-apa, tetapi saya merasa kalau ada sesuatu yang tidak beres dengan anak-anak itu, Jerry," ucap polisi muda yang bernama Bryan.
"Jadi apa yang harus kita lakukan capt?" tanya Jerry (Salah satu Anggota tim Bryan)
"Kamu pantau mereka terus, tapi jangan sampai ketahuan, dan jangan sampai mereka tahu kalau kita ini sebenarnya adalah detektif.
"BAIK CAPT" Balas Jerry tegas!
...
"Ren, lo kok dari tadi melamun saja?" tanya Clara sambil memasukkan cilok kedalam mulutnya.
"Ha? lo tadi ngomong apa?" tanya Daren balik.
"Iss memanglah ya, lo itu kenapaa?? kok melamuuunn??" Ucap Clara mengulangi.
"Owhh enggak papa kok ra, gue lagi nggak enak badan saja"
"Loh lo sakit?" ucap Clara sambil meletakkan tangannya di kening Daren.
"Eh maksud gue bukan demam, cuma kecapean aja kayaknya"
"Ya sudah kalau gitu mending lo pulang aja, istirahat, nanti biar gue izinin deh," ucap Clara penuh perhatian.
Sesaat Daren termangu mendengar ucapan Clara "Lo serius?" ucapnya kemudian.
"Iya gue serius, ya sudah mending pulang sekarang, biar gue anter sampai mobil" ucap Clara sambil menggandeng tangan Daren keluar kantin.
...
Kediaman Dicky ...
"Ren menurut gue, mulai sekarang mending lo jauhin si Clara deh!" pinta Dicky.
"Why?? haddeh lo masih ngira Clara yang ngaduin kita berdua?" tanya Daren gemas.
"Yaa kalau bukan dia siapa lagi cobak?" tanya Dicky balik.
"Gini ya gue yakin 10000% kalau yang ngaduin kita itu bukan Clara!"
"Kenapa lo bisa seyakin itu? apa karna lo udah jatuh cinta sama dia, makanya lo belain dia mulu?" tanya Dicky sinis.
"Bukan gitu ki, coba lo bayangin, mana mungkin Clara berani ngaduin kita berdua, dia itu penakut men," ucap Daren santai.
"Oke oke, dari pada kita berantem nggak jelas gini, mending kita sekarang mikirin gimana caranya supaya tu polisi nggak curiga lagi sama kita?" ucap Dicky.
"Nah bener banget, gue juga yakin kalau tu polisi pasti udah curiga sama kita, tapi karena dia nggak punya bukti yang kuat, makanya dia masih lepasin kita" sambung Daren.
"Gue ada ide, mending kita susun rencana buat mencari tahu siapa sebenarnya yang udah ngaduin kita ke polisi?" usul Dicky.
"Good Boy! tumben otak lo cerdas?" ujar Daren heran.
"Yaelah otak gue nggak bobrok juga kali ren, gue bobroknya pas bahas mata pelajaran aja, kalau bahas gini mah, otak gue enceerr banget!" ucap Dicky bangga.
...
"Hallo Capt, saya mau lapor, disini Jerry ganteng, saya sedang mengawasi mereka di apartemennya Dicky Defryan."
"Hallo kembali, saya Captain paling populer, dan laporan anda diterima!" ucap Bryan sambil mematikan ponselnya.
...
Makasih buat yang sudah baca dan coment, jangan bosen-bosen baca cerita author ya, so see you next chapter ♥
...
salam hangat
suci nazifah
Menurut gue psikopat itu lebih suka ke wajah&suara kesakitan korbannya, bukan cuma pen bunuh doang. Tapi mereka punya keinginan liat muka orang takut, gituuuu...
sumpah gakk niat buat cerita ini author
padahal ceritanya bagus banget😫😫