NovelToon NovelToon
My Golden Husband

My Golden Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Citra Gtw

Dodik Aksara Bintara Bangga. Calon pewaris Maha Dewi Group yang mewarisi lebih dari sebagian saham di sana.

Suatu hari, Dodik mengetahui kebenaran orang tuanya yang tersembunyi selama bertahun-tahun. Karena marah, ia kabur dari rumah. Tanpa sengaja, ia tidur bersama seorang perempuan--

Ini hanya tidur! Tidur dalam artian sebenarnya, bukan khusus. Namun, warga desa malah memaksanya menikahi perempuan, yang tak lain adalah anak Pak RT.

Kehidupan Dodik berubah 180 derajat. Tinggal di desa, dikelilingi sapi, dan ibu mertua yang menyebalkan ....

Bagaimanakah kisah kehidupan Dodik selanjutnya?

Instagram: @citragtw_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Citra Gtw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Tertangkap Basah

Bu RT dan Dodik menoleh bersamaan. Rupanya Citra berada di depan pintu dengan wajah terkejut. Melihat Bu RT lengah, Dodik langsung melepaskan dirinya dan bergegas bersembunyi di belakang tubuh Citra. Dodik bahkan memeluk Citra dari belakang.

“Apa kamu tidak melihatnya? Ibumu berusaha menerkamku!” kata Dodik mengadu.

“Bagus sekali Menantuku! Sekarang dia bersembunyi di belakang putriku,” sindir Bu RT ketus.

“Apa yang terjadi, Bu?” tanya Citra.

“Aku menyuruhnya mengganti baju karena baju itu harus dikembalikan, tapi dia merubahku menjadi singa,” jawab Bu RT.

“Lihatlah! Apa kain itu bisa disebut baju? Bahkan lap di rumahku tidak seburuk itu!” bela Dodik.

“Berani sekali kamu menghina baju suamiku!” Bu RT merasa tersinggung.

“Aku hanya berkata jujur,” dalih Dodik.

“Menyingkir, Citra! Aku benar-benar akan menerkamnya hari ini!” tegas Bu RT.

Bu RT bergegas mendekati Dodik dan bersiap mencakar menantunya itu. Namun, Citra berhasil menahannya.

“Udah,Bu! Udah, Bu!” kata Citra berusaha menahan.

“Lalu gimana baju sewaannya?” tanya Bu RT menagih.

“Aku yang akan mengembalikannya,” jawab Citra.

“Enggak mau! Aku enggak mau pakai kain-kain itu!” tolak Dodik merengek.

“Sini, kamu!” teriak Bu RT. Namun, Citra berhasil menahannya.

“Udah, Bu! Baju ini pasti dikembalikan,” sahut Citra meyakinkan.

Bu RT diam, memberikan kesempatan untuk putrinya. Sedangkan Dodik menggoyang-goyangkan tangan Citra dengan manja. Wajahnya begitu memelas. “Jangan paksa aku,” seakan itulah yang dikatakan bola matanya.

Citra tersenyum menenangkan sembari mengangkat sebuah tas besar. “Aku membeli beberapa kemeja di pasar barusan. Mungkin enggak semahal baju-bajumu. Tapi kuharap kamu mau memakainya. Maafkan aku, Tuan. Hanya ini yang bisa kulakukan.”

Dodik melepaskan tangannya dan langsung menarik tas itu. Dia membawa tas itu ke atas ranjang. Benar, banyak kemeja baru di dalamnya. Dodik memamerkan kemeja itu ke Bu RT dengan senyum semringah.

Bu RT tidak turut bahagia. Dia semakin sakit hati. “Apa yang kamu lakukan?! Apa kamu juga berpikir kalau baju-baju bapakmu enggak layak?!” sentaknya kepada Citra.

“Enggak gitu, Bu. Baju-baju bapak masih bagus, kok. Aku akan menyimpannya. Tapi aku tahu kalau Tuan Dodik enggak akan bisa memakainya,” dalih Citra.

“Tuan-tuan! Apa kamu pikir kamu budaknya?!” sindir Bu RT. Kemudian dia pergi begitu saja.

Citra merasa tidak enak hati kepada Bu RT. Setelah melihat senyum yang belum turun dari wajah Dodik, Citra merasa lebih baik. Dia pun keluar dari kamar mengikuti Bu RT.

“Bu, tunggu, Bu!” teriak Citra.

Bu RT pun berhenti dengan kesal. “Ada apa lagi?! Bukannya kamu cuma peduli sama tuanmu itu?!” sewot Bu RT.

“Jangan gitu, Bu. Ibu kan tahu kalau ibu yang terbaik dalam hidupku,” kata Citra merayu. Dia memeluk satu tangan ibunya dengan manja.

“Rupanya kamu masih mengingatku,” sindir Bu RT sinis.

“Jadi ….” Citra mengerucutkan bibirnya dan mengedip-edipkan matanya. Dia tengah memasang wajah imut untuk meluluhkan amarah ibunya. “Bisakah ibu memperlakukan Tuan Dodik dengan baik?” pintanya.

Bu RT langsung melepaskan tangan putrinya darinya. “Enggak dan enggak akan pernah! Bahkan aku enggak akan mau terima dia jadi menantuku sampai kapan pun!” tegas Bu RT.

“Apa maksud Ibu?” tanya Citra.

“Pokoknya kamu harus cerai dengan Dodik!” tegas Bu RT.

“Jangan gitu, Bu ….”

“Cukup tiga bulan. Kalau kalian belum juga bercerai, keluar dari rumah ini dan jangan panggil aku ‘ibu’ lagi!” Bu RT semakin menegaskan. Kemudian dia pergi ke kamarnya dan mengunci dirinya di sana. Membiarkan Citra bergelut sendiri dalam kebingungan.

***

Selalu like dan koment🤗

1
ulfa lingga
ga jelas
ulfa lingga
nevel ga jels
ulfa lingga
ini novel apa ya
ga jelas2 ceritanya
pusing bacanya ceritanya TDK berkembang itu dan itu lagi di bolak balik
Triiy Ariiez
gw ngakak
Sya'wanah
sooooo sweetttttt..,...
Sya'wanah
aich, ikutan berkaca2 mataku n akhirnya jatuh 2 tetes air nya
Devisafitriharahap
crtanya tjunnya kmn Thor🙏
Gina Savitri
Jadi kangen bu rt sama pak rt orang tuanya citra gimana kabar mereka setelah dodik dan citra pergi ke kota 🤔
Siti Damra
up up up thor seru 👍👍💪💪💪💪
Siti Damra
up thor 💪💪💪
Lia
adeh....c citra
Lia
sabarrrr dodikkkk
Lia
begadang deh...
Lia
hahahahaha....
Lia
🤣🤣🤣🤣🤣
Lia
ceritanya 👍👍👍
Lia
,seru....
Lia
anak buah c radi yang ngebegal dodik kayanya.
Lia
hahahahahahaha...aku cape seserian wae 🤣🤣🤣
Lia
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!