Cinta masa kecilku, dimanakah dirimu sekarang?
18 tahun telah berlalu apa kamu masih mengingatku?...
Ana Rasidi, yang mengharapkan kedatangan teman masa kecilnya, sekaligus Cinta pertamanya.
Raka Danuarta Kusuma, Ialah teman masa kecil Ana, sekaligus Cinta pertamanya.
Menceritakan tentang gadis remaja yan selalu mengharapkan kedatangan cinta pertamanya,
dan hingga akhirnya mereka bertemu, namun mereka berdua tak saling mengenal.
Apakah mereka ditakdirkan untuk bersama?....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghindari 2
Menjelang
makan siang,Danu keluar dari ruangannya, karna Ia ingin segera menemui Ana di
lantai empat. Sementara Ana yang melihat banyangan Danu dari lif, dengan segera
Ia berlari ke arah toilet. Ana masuk ke dalam, lalu segera menutup pintu
toilet.
Ana memegan
dadanya setelah berada di dalam toilet, Ana pun berkata. "Syukurlah dia
tak melihatku." mengatur nafas.
Sementara
Danu terlihat sangat senang berjalan ke arah meje kerja Ana, setelah sampai di
meje kerja Ana. Danu berkata. "Kemana Ana? apa dia keluar makan? ini bukan
kebiasaanya keluar makan siang, karna dia selalu membawa bekal makanan."
Cukup lama
Danu menunggu Ana, hingga akhirnya Ia memilih menghubungi hape Ana.
Trinzzzz.
Suara hape
Ana brdering dari dalam tasnya, dan itu ada di depan Danu saat ini. Dengan
kesal Danu berkata. "Ana kemana?" menatap tempat duduk Ana
"Tidak biasanya waktu makan siang begini menghilang, ini sudah cukup lama,
makan siang hampir berakhir."
Setelah
menunggu cukup lama, Ana juga tak kembali-kembali, Danu memilih untuk
meninggalakan ruangan yang ditempati Ana bekerja.
Ana yang
berada di dalam toilet, tertidur. Namun suara perut Ana mengbangunkangnya.
“Kuruyk” suara perut Ana. Ana terbangun dari tidurnya, lalu melihat jam tangan
yang tengah melingkar di tangannya, Ana terkejut setelah melihat jam tangannya,
karna sebentar lagi jam makan siang akan segera berakhir. Pelan-pelan Ana
membuka pintu kamar toilet, lalu melihat sekeling, setelah merasa cukup aman
Ana berjalan keluar.
Setelah
sampai di meja kejanya, dengan segera Ana mengeluarkan makanan dari dalam
tasnya, lalu berjalan ke arah pentri untuk makan, setelah sampai di pentri
dengan segera Ana membuka kotak makanannya, lalu makan.
“Ah, aku
sangat lapar.” Kembali memasukkan suapan demi suapan masuk ke dalam mulutnya,
hingga makanannya itu habis tak tersisa.
Sementara di
dalam ruangan kerja Danu, “Ana kenapa ya?” menarik nafas “Apa Ana mencoba
menghindariku? Atau hanya perasaan gua aja yang merasa seperti itu?” setelah
mengatakan itu Danu meraih Hapenya, lalu mencoba kembali menghubungi nomor Ana.
Namun seperti sebelumnya Ana tak menjawab panggilan Danu. Hingga akhirnya Danu
mengetik pesan untuk Ana.
"Boss"
Ana elo di
mana!???✅
"Boss"
kenapa pesan
gue ngak di balas✅
"Boss"
gue ada
salah sama lo?!,,,,✅
"Boss"
😭😭😭✅
Semua pesan
yang Danu kiri semuanya Ana baca, namun Ana tak ada niat untuk membalas semua
pesan Danu yang masuk kedalam hapenya. Ana merasa sangat sedih. Namun itu semua
demi kebaikannya dan juga kebaikan Danu.
Ana pun
bekata sendiri di mejanya. “Maafin gua ya Danu, gua ngak pantas jadi teman lo.”
Ana memegan kepalanya setelah mengatakan itu.
Melihat Ana
memegan kepalanya. Hana dan Mira berjalan ke arah meja kerja Ana, setelah
keduanya sampai di depan meja kerja Ana. Mira pun berkata.
“Kepala lo
kenapa?” menatap wajah Ana “Dari tadi gua perhatikan sepertinya, lo tengah ada
masalah deh.” Tanya Mira pelan.
Mendengar
ucapan Mira, Ana tersenyum melihat ke arah kedua temannya itu, lalu berkata.
“Gua ngak kenapa-napa, cuman kepala gua yang terasa sangat pusing.” Berkata
pelan “Mira pulang kerja nanti, gua ikut ke rumah lo ya.” Tersenyum melihat ke
arah Mira.
“Ok.” Mira
menaikkan jempolnya ketika selesai mengatakan itu.
Mendengar
ucapan Ana dan Hana, Mira pun berkata. “Kalian berdua tak mau ngajakin gua?”
menatap ke arah kedua temannya.
Dengen cepat
Hana berkata, “Boleh, kalau lo mau ikut. Ok.”
Ana
pun tersenyum melihat ke arah kedua temannya, Ana pun kembali berkata. “Nanti
pulang kerja gua tunggu kalian berdua di perapatan jalan ya, karna gua mau
keluar duluan, ada sesuatu yang ingin gua beli.” Ana sedikit berbohong.
Mendengar
ucapan Ana, Mira bekata, “Elo tak perlu berbohong dengan gua, gua tau, elo mau
keluar cepat karna ingin mengjauhi bos kita kan? Iya kan? Ngaku ajah deh, tak
perlu berbohong dengan kita.” Tersenyum melihat ke arah Ana.
“Iya, iya,
gua ngaku, pelan –pelan bicaranya, nanti ada yang dengar kan ngak enak.”
Jam pulang
kantor hampir tiba, dengan segera Ana mulai membereskan semua berkas yang ada
di atas mejanya, setelah selesai membereskan semuanya, dengan segera Ana mulai
bersiap untuk segera pulang kantor. Ana berjalan ke arah meja kerja Hana, lalu
berkata.
“Han, Mir,
gua keluar duluan ya, gua tunggu kelian berdua di perapatan jalan, kalau dia
bertanya, bilang saja, elo ngak tau, ingat ya, jangan sampai iya tau.” Ana memperingati
kedua temannya. Setelah mengatakan itu dengan segera Ana berjalan keluar dari
dalam kantor, lalu mengendarai motornya menuju perapatan jalan dimana Ana
janjian untuk ketemu dengan kedua temannya.
.
YANG koq menjadi YAN ?