>>>Sebelum lanjut baca novel ini , sebaiknya mampir dulu ke novel Gadis tengil pilihan mama <<<. Orang bilang cinta semasa kecil adalah cinta monyet , tapi tidak dengan Davina , gadis cantik ini begitu tulusnya mencintai cinta masa kecilnya , hingga takdir mempertemukan mereka kembali dan di dipersatukan dalam ikatan pernikahan
Cinta yang penuh dengan sensasi , air mata dan perjuangan , begitu mewarnai kisah mereka ,dan apakah Davina berhasil menaklukkan hati sedingin Adrian...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adenk'z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 11 . Darren ngilang
"Yuhui...any body home?"
Davina kembali ke mode pabrik , sifat anggunnya seketika hilang kalau sudah berada dirumah kedua orang tuanya
"Heh , dodol datang bukannya beri salam ini langsung terisak teriak , waras....?"
"Hehe ..bang Devan ,semua orang pada kemana sih kok sepi ?!"
"Sebentar...kamu dandan dek , kok tumben biasanya wayah gini masih ileran sambil mengelus toples kue kering "
"Cih...masih pagi bang jangan cari masalah , jaman orok masih diungkit terus , mau aku cium ?!"
Devan membelalakkan matanya , dia bergidik ngeri mendengarnya , dia ingat betul kejadian dulu , Davina menciumnya hingga pipinya memerah
"Eits...awas saja kamu , dasar adik gesrek , huh...!"
Devan melangkahkan kakinya meninggalkan Davina ,
Davina mengerucutkan bibirnya kesal , ketika dia berbalik badan dia melihat tubuh kecil Darren yang sedang merangkak menuju kearahnya
"Dadada...!"
"Darren...kakak kangen sekali"
Davina mengangkat tubuh kecil adiknya , Darren yang begitu girang melihat sang kakak ,dia memeluk tubuh Davina lalu mencium pipi sang kakak
"Dasar anak nakal , pasti kamu ngak bilang mama datang kesini , iya kan ?"
"Dadada..."
Seolah mengerti apa yang dikatakan sang kakak ,Darren dengan lucunya berceloteh
"Hehehe...Darren diam yah , kita ngumpet dikamar kakak gimana ?"
Darren menganggukkan kepalanya lucu , Davina segera membawa sang adik menuju kamarnya
Sementara itu Crystal dan Oma Layla tampak panik , karena mereka tidak menemukan keberadaan putra kecilnya disampingnya
"Ya Allah...kemana tuh bocah , baru nengok sebentar saja udah ngilang !"
"Benar benar jiplakan Davina dia , masih kecil saja udah bikin gempar pagi pagi , gimana kalau udah bisa jalan , semaput kamu Crystal..."
Crystal dan mom Layla celingukan mencari keberadaan Darren , kegiatan mereka yang begitu berisik membangunkan seisi mansion
"Kenapa sih yank , kok pagi pagi udah heboh !"
"Aduh...mas anak bontot kamu si Darren ngilang , kebiasaan tuh anak "
"Loh kok bisa , emang kalian kemana bisa teledor gitu ?"
"Hehehe ..ngak kemana mana kok cuma ngerumpi "
Arya menepuk keningnya , mertua sama istrinya sebelas dua belas kalau udah kumpul , tambah parah lagi kamu mom Maya juga ikut , biuhh...lupa segalanya
"Darren...Darren...!"
Disaat semua orang tengah sibuk mencari keberadaan Darren , terlihat dari ruang depan muncul sosok tampan Adrian
"Mah...pah , kalian lagi nyari apa kok sibuk begitu ?"
Arya dan Crystal menoleh ke sumber suara , mereka mengerutkan keningnya
"Loh Adrian , kamu datang sendiri mana Davina ?"
"ngak mah , tadi Davina udah datang duluan kok "
Arya dan Crystal saling pandang setelah mendengar penjelasan Adrian
"Wait a minute..."
"Kamu bilang Davina datang kemari ?"
Adrian mengangguk mengiyakan , seketika semua orang memekik menyebut nama istrinya
"Davina...!"
Adrian terlonjak kaget , dia bingung kenapa semua orang menyebut nama istrinya , ketika semua orang berjalan kearah kamar Davina , Adrian pun ikut mengikuti mereka
"Brak...!"
Crystal membuka paksa pintu kamar Davina , sementara itu dua manusia yang membuat onar tengah asik bermain tok tok sambil joget joget
"Astagfirullah...!"
Semua orang tampak menggelengkan kepala tak percaya , ternyata Davina dan Darren satu frekuensi
"Darren..."
bocah gembul itu menoleh mencari tahu siapa yang memanggilnya , sedetik kemudian dia tampak memekik girang melihat siapa yang ada didepannya
"Ma..ma..ma...!"
Darren berlari menyambut sang mama yang merentangkan tangannya , sementara Davina tersenyum tanpa dosa tapi senyum itu seketika hilang ketika pandangan matanya bertatapan dengan sesosok Adrian suaminya
"papa...!"
untuk mengalihkan rasa malunya Davina berlari mencari perlindungan pada sang papa , Tapi dia tetap melirik kepada suaminya
"sweety...kok datang ngak bilang bilang , mana buat heboh seisi rumah lagi ?!"
"Hehe...sorry pah , tadi ngak sempet , jadi adek aku culik deh"
"kebiasaan udah nikah juga masih saja tengil "
"Apaan sih mah , orang tadi aku..."
"Ekhm..."
Davina menoleh , dia menunduk malu , semburat merah terlihat di pipi putihnya
"Eh...ada bang suami , hehe..."
Davina melangkah mendekati sang suami , tanpa diduga dia mengecup pipi Adrian , Adrian yang terkejut seketika diam mematung , Arya yang melihat tingkah Davina dia menepuk keningnya tak percaya
"Mas...dia benar benar jiplakan kamu , suka nyosor begitu "
Arya mendelik kearah istrinya yang barusan berbisik di telinganya
"Tapi kamu suka kan yank ?"
"Apaan..."
Arya terkekeh geli melihat Cristal yang masih saja malu malu meong terhadapnya
# Happy reading..
#maaf ya Mak othor baru bisa up lagi 🙏
dtunggu Up selnjutnya
udh tf vote yaahh😍
d tunggu thor Up nya sdh sekian purnama aq ttp setia loh🤭🤗