NovelToon NovelToon
Suamiku Dan Wanitanya

Suamiku Dan Wanitanya

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: green veil

Winda adalah seorang wanita berumur 32 tahun yg sudah menikah dengan Ardi yg berumur 38 tahun.
Pernikahan mereka sudah memasuki umur 7 tahun, akan tetapi belum juga dikaruniai seorang anak.
Winda merasa bahwa hidupnya tidak lengkap bila belum menjadi seorang Ibu.
Keinginannya untuk mempunyai anak sampai membuatnya putus asa.
Sampai suatu saat dimana dia diperkenalkan suaminya denga orang yang bernama Mina....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green veil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB XI KERJASAMA

            Resti mendengar hal itu kemudian memberanikan diri bertanya lagi,

            “Mbak Winda sudah menikah lagi?”  tanyanya sekali lagi, karena pertanyaannya tadi belum dijawab oleh Winda.

            “Nggak lah atau lebih tepatnya belum ya. Belum kepikiran aku Res. Soalnya aku sudah cukup bahagia dengan keadaanku sekarang ini” jawab Winda.

            Winda melihat ada kebingungan di wajah Resti, Winda berpikir bahwa Resti masih ingin bertanya tetapi tidak berani, maka dari itu Winda kemudian berkata lagi,

            “Begini Res, aku kasih tahu. Tapi aku harap kamu tidak menceritakan kepada Ardi apapun yang terjadi”.

            Resti hanya terdiam, mencerna kata-kata Winda. Kemudian mengangguk dengan lemah.

            Winda menarik nafas panjang kemudian berkata,

            “Sewaktu aku pergi dari rumah Ardi itu, aku baru tahu kalau aku hamil 5 bulan. Karena aku merasa aku sudah tidak sanggup lagi di sana, apalagi wanita itu juga hamil. Aku sudah nggak betah di sana makanya aku pulang dan melahirkan anakku tanpa Ardi. Untuk memenuhi kebutuhanku, maka aku membuat online shop sendiri. Karena umurku yang sudah 32 tahun waktu itu, maka tidak ada yang mau menerima aku kerja. Apalagi aku sedang

hamil besar” Winda menceritakan kisahnya kepada Resti supaya Resti tidak salah paham dengan Arjuna.

            Mata Resti berkaca-kaca. Lidahnya kelu sehingga dia tidak mampu berkata-kata. Setelah beberapa saat terdiam, Resti mulai berjanji kepada Winda tidak akan menceritakan perihal Arjuna kepada Ardi.

            Rahma juga mendengar semua kisah yang diceritakan oleh Winda, sehingga semua pertanyaan yang ada di benaknya selama ini terjawab sudah.

            Setelah lama bercakap-cakap dan waktu sudah menunjukkan pukul 13.47, Resti mulai berpamitan kepada Winda karena masih harus kembali ke toko dan melaporkan semua hasil yang didapatnya dari Purple Shop hari ini.

            .................................

            Sesampainya di Luhur Shop, Resti mulai mencari Ardi dengan maksud ingin segera melaporkan hasil percakapannya dengan pemilik Purple Shop.

            “Mas Ardi mana Sil?” kata Resti kepada salah satu karyawan.

            “O ada di rumahnya Mbak. Udah selesai ya Mbak?”

            “Iya, tolong panggilakan dong. Aku lagi males ketemu sama Tuan Putri” kata Resti agak sinis.

            “Ih Mbak Resti, nanti kalo kedengaran si Bos lho” kata Silvi mengingatkan.

            “Lagian kenapa sih Mbak Resti dateng-dateng langsung marah-marah gitu?” tanya Silvi heran melihat kelakuan Resti yang nggak biasa.

            “Dah nanti ku ceritain semua. Yang penting panggilin Mas Ardi dulu ya. Soalnya penting ni” jawab Resti buru-buru.

            “Nanti kalau kerjaan dah kelar ku ceritain deh. Cerita sesuatu yang menarik” kata Resti lagi.

            Kemudian Silvi buru-buru mencari Ardi ke rumah Ardi. Di rumah, Ardi sedang bercengkerama dengan Bimo dan Mina.

            “Mas Ardi” panggil Silvi hati-hati takut Ardi marah karena diganggu padahal sedang asyik bercengkerama dengan keluarganya.

            “Ya? Ada apa?”

            “Mbak Resti udah datang Mas. Katanya mau laporan sekarang”.

            “Ya udah, kamu duluan aj ke toko. Nanti kamu panggil semua karyawan, suruh ke kantorku rapat ya. Kecuali Rafi, biar dia jaga toko kalau-kalau ada yang mau beli ya”.

            Kemudian Resti kembali ke toko dan mengajak semua karyawan berkumpul di ruangan Ardi untuk rapat.

            Setelah Ardi sampai di ruangannya, semua karyawan sudah berkumpul menunggunya. Dia langsung ikut duduk bersama karyawan lain kemudian langsung bertanya kepada Resti.

            “Gimana hasil kerja lapangan hari ini Res?” tanya Ardi.

            Kemudian Resti segera menceritakan semua informasi yang didapatnya kepada Ardi dan semua karyawan yang lain kecuali informasi tentang Arjuna.

            Semua karyawan dan Ardi terkejut mendengar hal itu. Kemudian Ardi berkata,

            “Menurutmu bagaimana Res? Apa kita bisa kerjasama dengan Winda?” tanyanya.

            Resti yang ditanya begitu oleh Ardi menjadi kaget dan menjawab,

            “Terserah Mas Ardi, saya nggak tahu” katanya takut-takut.

            “Aku tanya, menurutmu lebih baik kerjasama dengan Purple Shop atau nggak? Nggak usah takut berpendapat. Yang lain juga boleh berpendapat”.

            “Kalau menurut Mas Ardi gimana?” tanya Resti balik.

            Ardi yang mendengar perkataan itu menjadi bingung. Karena sebenarnya dia sangat ingin bekerjasama dengan Purple Shop. Tapi ternyata Purple Shop pemiliknya adalah Winda, itu perkara yang lain. Ardi terdiam, pun dengan karyawan yang lain.

            Kemudian Resti membuka suara,

            “Kalau menurut saya, kerjasama dengan Purple Shop bisa menjadi menguntungkan Mas Ardi, selain barangnya lumayan bagus-bagus, harganya juga lumayan bagus. Lagipula Mbak Winda bisa dipercaya. Dan dulu waktu dipegang Mbak Winda toko ini juga bagus”. Resti menjawab dan dia agak kaget karena kalimat terakhirnya keceplosan. Takut Ardi marah, Resti kemudian diam menunduk.

            Ardi menghela nafas panjang. Benar juga kata Resti, online shop miliknya ini dari awal memang milik Winda. Winda membuat online shop dan mengembangkannya dan dia sadar dia tidak memiliki andil apa-apa sampai toko online miliknya sebesar ini.

            Melihat Ardi yang menunduk tanpa berkata apa-apa, Resti kemudian berkata lagi,

            “Mbak Winda mau bekerjasama dengan toko ini kalau saya yang menghandle semua yang berkaitan dengan Purple Shop Mas. Dia tidak ingin Mas Ardi yang menghandle kerjasama ini karena Mbak Winda nggak ingin terjadi salah paham antara Mas Ardi dan Mbak Mina nantinya”.

            Ardi masih menunduk, dan mendengar perkataan Resti hatinya menjadi mencelos. Dia bingung harus bagaimana. Kalau tidak kerjasama, bagaimana nasib toko online dan karyawannya. Tapi kalau

kerjasama, bagaimana kalau Mina tahu...... Ardi hanya bisa menarik nafas panjang.

            “Bagaimana pendapat yang lain?” akhirnya Ardi membuka percakapan kembali.

            “Saya ikut aja Mas gimana baiknya” kata Bowo

            “Kalau saya iya Mas” Silvi mengiyakan.

            Sedangkan karyawan yang lain hanya mendengarkan , tidak berani bicara untuk mengeluarkan pendapat.

            “Iya gimana? Ngikut atau setuju kerjasama dengan Winda?”

            Kemudian mereka terdiam lagi.

            “Ya sudah, dipikirkan baik-baik dulu. 1 minggu lagi kita rapat lagi ya membahas ini. Tolong dipikirkan

baik-baik ya” kata Ardi.

            Kemudian semua karyawan beranjak pergi tapi Ardi memanggil Resti untuk tetapi tinggal. Setelah Cuma ada Resti, Ardi bertanya,

            “Gimana keadaan Winda Res? Dia baik-baik aja kan?” tanyanya kepada Resti.

            “Iya Mas, alkhamdulillah baik-baik aja”

            “Sudah punya suami lagi atau sudah punya pacar belum dia?” ups, karena Ardi terlalu ingin tahu jadi dia

keceplosan.

            “Belum Mas, Mbak Winda masih trauma kayaknya. Trus dia juga bilang dia udah nyaman dengan keadaan dia sekarang. Udah jadi wanita sukses, punya..... mmmm. Udah sukses kurang apalagi sekarang?”

kata Resti agak sedikit sarkastik kepada Ardi. Resti hampir keceplosan soal Arjuna.

            Ardi terdiam, benar juga. Dia tanpa laki-lakipun bisa sukses.... Ardi terdiam dan tidak bicara lagi.

            Resti, bukannya takut tapi malah seperti membenci Ardi karena ingat perlakuannya dulu kepada Winda. Kemudian karena Ardi terdiam, Resti berpamitan kepada Ardi.

            Ardi yang mendengar Resti berpamitan dari kantornya cuma diam dan hanya mengangguk tanda mempersilahkan Resti keluar dari kantornya.

            Setelah keluar ruangan Ardi, Silvi memanggilnya dan menagih janji Resti untuk bercerita tentang keadaan Winda.

1
Maria lace W
cih wis cerai mantan dah kawin msh aja didatengin rmh nya....peduli amat, siapa yg mau nengok ya monggo dateng ke rmh cewek..bkn cewek.mantan istri datengin rmh mantan nya
Sri Wahyuni
dasar Winda bodoh, sudah disakiti masih berharap mau kembali
Shinta Dewiana
bodoh bodoh bodoh.
Shinta Dewiana
jgn bodoh winda...biar mereka yg ke rmhmu...
Shinta Dewiana
akhirnya....wk.wk..wk...
Shinta Dewiana
ardi sm keluarganya mau menang sendiri...winda bodoh
Shinta Dewiana
dasar lemah rasain tu gmn sakitnya di selingkuhin.
Shinta Dewiana
pokoknya jg sampekdeh winda balikan sm ardi...
Shinta Dewiana
hedeh..dg winda enggak da pernah ke rmh mertua...dasar ardi
Shinta Dewiana
hedeh enggak banget deh...winda pula yg ke situ....
Shinta Dewiana
yaaaa..masak jodonya tua banget sih thor
Shinta Dewiana
ha...ha..ha....
Shinta Dewiana
nah kan mulai deh
Shinta Dewiana
tunggu lah nyesel begitu tau bimo bkn anaknya..nangis darah deh...
Shinta Dewiana
ah.malas banget klu ujung2nya winda balikan sm ardi
Shinta Dewiana
mantap winda...senangat trus...
Shinta Dewiana
nah gitu dong winda br seru...suami kayak gitu tdk perlu di pertahankan...pezina.
Hotma Gajah
kurang greget...
mending bobo...
Hotma Gajah
kayak cerita ikan klepek2 bukan ikan terbang lagi😃😃😃
Hotma Gajah
thor...
bikin kesel/eneg dehhh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!