NovelToon NovelToon
Korban Dua Cinta

Korban Dua Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Teen / Cintapertama
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bp. Juenk

Alya yang baru tamat SMA harus menerima takdir perjodohan kakak kandungnya yang mengakibatkan Alya harus mengubur mimpi dan menerima perlakuan kasar dari Suaminya sendiri yang merupakan Pacar kakak kandungnya.
Namun takdir membawa Alya bertemu dengan Trainer Aerobik yang memiliki kepedulian melebihi kakak kandungnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bp. Juenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai di Ruang Tamu

Hujan badai di luar seolah berpindah ke dalam dada Reza ketika ia melangkah cepat menuju pintu depan. Lembar demi lembar rahasia yang selama ini ditutupi Alya kini telanjang di depan matanya. Rasa dikhianati dan hilangnya kendali membuat rasionalitas pengusaha muda itu runtuh total.

Di bawah guyuran air yang menderu, mobil SUV hitam milik Diana berhenti tepat di depan teras utama. Diana keluar terlebih dahulu, membuka payung hitam besar, lalu dengan sigap membukakan pintu untuk Alya.

Langkah kaki keduanya bergegas menaiki undakan teras.

Namun, tepat di depan pintu jati yang megah, sosok Reza sudah berdiri tegak. Wajahnya sekaku batu, sepasang matanya menatap tajam bagai belati. Udara di teras itu seketika membeku.

Alya tersentak pelan, jantungnya seolah berhenti berdetak melihat keberadaan Reza yang seharusnya sudah berada di rumah ibunya. Namun, ia dengan cepat menekan kepanikannya, memasang kembali topeng ketenangannya.

Diana, yang merasakan ketegangan luar biasa dari pria di hadapannya, tetap berdiri dengan tenang. Postur tubuhnya yang tinggi tegap dan tatapan mata elangnya tidak menunjukkan ketakutan sedikit pun. Ia menurunkan payungnya sedikit.

"Selamat malam," sapa Diana, suara bariton wanita-nya terdengar dalam dan berwibawa.

Reza tidak langsung menjawab. Sepasang mata laki lakinya, secara instingtif dan kasar, melakukan pemindaian cepat terhadap sosok wanita di hadapannya.

Di bawah lampu teras yang terang, kecantikan matang Diana terpampang jelas. Wajahnya yang berahang tegas, potongan rambut pixie-cut yang karismatik, serta balutan sweater rajut hitam yang mempertegas lekuk tubuh ideal dan atletisnya sempat membuat fokus Reza terdistraksi selama satu detik penuh.

Ego maskulin Reza mencatat wanita ini sebagai sosok yang sangat menarik.

"Siapa kau?" desis Reza, suaranya berat dan penuh permusuhan, mengabaikan sapaan Diana.

"Saya Diana, instruktur aerobik Alya di sanggar Sangkar Hati," jawab Diana tenang, matanya bergantian menatap Alya dengan pandangan protektif yang teramat dalam.

"Hujan terlalu deras dan berbahaya untuk ojek daring. Jadi, saya berinisiatif mengantarnya pulang sampai ke depan pintu."

Reza mendengus sinis, rahangnya mengetat. Ia menyambar pergelangan tangan Alya dengan sentakan kasar, menarik tubuh mungil itu ke dalam rumah.

"Terima kasih atas antarannya. Tapi urusan domestik keluarga saya bukan konsumsi orang luar. Selamat malam."

Brak!

Pintu jati itu ditutup dengan keras oleh Reza, memutuskan pandangan Diana dari luar. Namun, karena luapan amarah yang sudah membakar kepalanya, Reza menghempaskan pintu itu begitu saja tanpa memutar anak kuncinya dari dalam. Pintu itu tertutup, namun tidak terkunci.

Begitu pintu tertutup, badai di ruang tamu langsung meledak tanpa ampun. Reza melepaskan cengkeramannya, lalu berbalik menatap Alya dengan mata yang memerah padam karena murka.

"KELUYURAN DENGAN SIAPA LAGI KAU, ALYA?!" teriakan kemarahan Reza menggelegar, menggema di langit-langit ruang tamu yang tinggi, mengalahkan suara gemuruh guntur di luar.

"Siapa wanita tomboi itu?! Siapa yang memberimu izin keluar rumah sampai malam-malam begini?! Hah?!"

Alya mundur satu langkah, memegangi pergelangan tangannya yang memerah. Meskipun dadanya berdegup kencang, ia menolak untuk menangis.

"Aku sudah bilang, Mas! Mbak Diana itu instruktur aerobikku! Tempat yang Mas Reza izinkan sendiri! Hujan deras di luar, dan dia hanya berniat baik mengantarku pulang!"

"Niat baik?!" Reza tertawa kasar, tawa yang penuh dengan paranoia yang merusak akal sehatnya. Ia melangkah maju, memojokkan Alya.

"Aku tidak bodoh, Alya! Riwayat aplikasi ojek daringmu memanipulasi waktu, Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau rencanakan?! Kau mencoba membangun kehidupan sosial di luar sana, kan?! Kau mau mengadu pada orang-orang?! Mau cerita apa kau pada instruktur itu?! Mau bilang kalau aku memperlakukanmu buruk agar nama baikku hancur di asosiasi pengusaha?!"

Ketakutan terbesar Reza adalah goyahnya kendali mutlak yang ia miliki atas Alya. Jika Alya memiliki teman, jika Alya memiliki tempat bersandar, maka boneka penurutnya akan memiliki keberanian untuk melawannya.

Dan yang lebih mengerikan bagi egonya: citra dirinya sebagai pengusaha sukses dan terhormat bisa hancur berantakan jika borok rumah tangga ini tersebar luas.

"Aku tidak cerita apa-apa, Mas! Aku hanya latihan!" bela Alya, suaranya meninggi.

"Bohong!"

Bersamaan dengan teriakan itu, ego kelakian Reza yang terancam meledak menjadi tindakan nekat. Tangan kanannya yang besar melayang di udara, melayangkan satu tamparan yang keras tepat mengenai pipi Alya.

Plak!

Hantaman itu begitu kuat hingga tubuh mungil Alya terpental ke samping. Ia kehilangan keseimbangan dan jatuh tersungkur di atas lantai marmer yang dingin, tepat di bawah jendela kaca besar ruang tamu yang menghadap ke teras depan.

Kepalanya membentur tepi sofa, dan rasa perih yang teramat sangat langsung menjalar di pipinya yang seketika membengkak dan mengeluarkan darah segar di sudut bibirnya. Alya meringkuk, memegangi wajahnya, air mata rasa sakit yang tidak bisa ia tahan akhirnya menetes membasahi marmer.

Di luar rumah, SUV hitam milik Diana sebenarnya belum bergerak dari area parkir teras. Insting protektif Diana sebagai seorang wanita dominan yang sejak awal menangkap aura bahaya dari Reza membuatnya tertahan di tempat.

Dan benar saja, dari balik kaca jendela rumah yang temaram, Diana mendengar suara teriakan menggelegar Reza yang menembus sela pintu.

Mata elang Diana menatap tajam ke arah jendela ruang tamu yang tertutup tirai tipis. Di sana, di bawah sorotan lampu dalam, ia melihat dengan sangat jelas siluet tubuh mungil Alya yang terdorong kasar lalu jatuh tersungkur setelah dihantam oleh bayangan tubuh besar Reza.

Darah Diana seketika mendidih. Amarah yang luar biasa membakar dadanya melihat gadis kecil yang mulai akrab dan ia lindungi diperlakukan seperti binatang di depan matanya sendiri.

Tanpa berpikir dua kali, Diana melemparkan payungnya ke lantai teras. Langkah kakinya yang panjang dan berotot menerjang maju. Dengan satu dorongan kuat dan sentakan bertenaga pada gagang pintu, pintu jati utama yang lupa dikunci oleh Reza dalam kemarahannya itu mendadak terbuka lebar, menghantam dinding dengan bunyi dentuman yang keras.

Brak!

Reza yang baru saja hendak melangkah mendekati Alya yang tersungkur di lantai langsung tersentak kaget. Ia berbalik dengan cepat, matanya membelalak melihat sosok Diana sudah berdiri di ambang pintu yang terbuka. Udara dingin dan cipratan air hujan malam seketika merangsek masuk ke dalam ruang tamu yang tegang, mengiringi masuknya sang intervensi tak terduga.

1
falea sezi
cerai alya😒 ngapain sakit sendiri
La Rue
Alya mesti waspada dengan Diana ni, bahaya sepertinya.
falea sezi
kpn cerai
falea sezi
cpet buat cerai thor najis amat ampe Gita berbagi batangan reza😒
falea sezi
alya goblok🤣mending cerai sekarang lah bloon amat lu di jadiin serep cerai pergi jauh bego
Nihayatuz Zain
🦾
La Rue
ehm mencari celah dari Reza malah ketemu Diana. Tapi ini asumsiku saja, semoga saja tidak seperti apa yang terganbar diotakku 🤔🤭
uhen (hiatus): mampir kk hehe ke chat story aku 😭
total 1 replies
Halwah 4g
wahhhhh...🤣🤣🤣 kecolongan q
Bp. Juenk: selamat menikmati kk
total 1 replies
M. T🌻
keren banget thor.
jangan lupa mampir yaa🤭
Bp. Juenk: siap. terimakasih
total 1 replies
Key Kastara
😍🔥✨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!