NovelToon NovelToon
Belenggu Janji Dan Rasa

Belenggu Janji Dan Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: "Emy"

seorang pria dingin yang terjebak di situasi tak terduga. Pria itu di nikah paksa oleh warga setempat, menikahi gadis sma kelas 3 bernama Rara Sephyra. Dalam hitungan detik statusnya berubah menjadi seorang suami.
Namun di sisi lain dia juga memiliki tunangan seusianya.
Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya.
Apakah si pria akan mempertahan pernikahannya?
Atau akan memilih tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon "Emy", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Waktu bergulir begitu cepat. Tanpa terasa, sudah hampir dua minggu Athur tinggal dan menetap di rumah kontrakan kecil berdinding tripleks itu bersama Rara, Fino, dan Nina. Rumah itu sangat sederhana, bahkan cenderung pas-pasan. Namun entah mengapa, tempat sempit ini benar-benar terasa seperti rumah yang sesungguhnya bagi Athur.

Di sini, ia menemukan kehangatan, ketulusan, serta canda tawa lepas tanpa beban dari adik-adik iparnya yang tengil—sesuatu yang sama sekali tidak pernah ia rasakan di tengah gemerlapnya dunia hitam dan kemewahan yang penuh kepalsuan.

Namun di balik ketenangan itu, isi kepala Athur tidak pernah benar-benar bersih dari masalah. Ingatannya kembali pada perkembangan penyelidikan kasus penembakan perutnya.

Athur mengembuskan napas berat. Kejadian beberapa hari lalu yang dikira berhasil menangkap dalang utama, ternyata masih belum cukup bukti. Orang yang mereka tangkap lagi-lagi hanyalah anak buah level rendah yang sengaja dikorbankan demi memutus rantai informasi.

Kenyataan ini menjadi pukulan telak bagi egonya. Ternyata, membongkar jaringan pengkhianat ini tidak semudah yang ia bayangkan, padahal ia sendiri yang sudah turun tangan langsung menggunakan insting mafianya.

Di tengah keheningan malam, Rara berjalan pelan dari arah dapur. Langkah kakinya terhenti sejenak saat menyadari suaminya sedang duduk melamun di ruang tamu beralas tikar, menatap kosong ke arah dinding.

Melihat guratan lelah dan beban berat di wajah tegap Athur, niat di dalam hati Rara mendadak bulat. Setelah dua minggu hidup dalam ketidaktahuan dan diliputi rasa penasaran, ia merasa ini adalah waktu yang tepat. Rara memberanikan diri melangkah mendekat. Ia ingin mengenal lebih lanjut siapa sebenarnya pria yang kini menjadi suaminya, dari mana asalnya, dan kehidupan seperti apa yang ia jalani sebelum terdampar di rumah ini.

"Mas... belum tidur?" tanya Rara lembut, memecah kesunyian malam seraya mengambil posisi duduk yang tidak terlalu jauh di samping Athur.

Sementara itu, di sebuah rumah megah nan mewah di kawasan elite, atmosfernya tampak sangat kontras dan mencekam.

Alden duduk di sofa ruang tamu besarnya dengan perasaan campur aduk dan frustrasi. Kepalanya terasa mau pecah. Ia benar-benar bingung mengapa sampai detik ini, kakak kandungnya—Athur—belum juga pulang atau memberikan kabar pasca-kejadian hilangnya pria itu dua minggu lalu.

Penderitaan Alden di rumah tidak berhenti sampai di situ.

Setiap hari, ia sudah merasa sangat muak karena terus-menerus dicerca berbagai pertanyaan tajam dari tunangan Athur yang egois dan selalu menuntut kejelasan pernikahan bisnis mereka. Ditambah lagi, kondisi Mamanya yang sangat khawatir hingga jatuh sakit membuat suasana rumah bak neraka.

Alden meremas rambutnya dengan kasar. Di tengah rasa muak menghadapi wanita-wanita di rumah mewahnya, ingatan Alden tiba-tiba kembali berputar pada kejadian di kontrakan Rara beberapa hari lalu—tentang pria misterius bertopi, suara berat yang diubah, dan korek api perak bermotif elang yang sangat mirip dengan milik kakaknya.

Titik-titik kecurigaan yang sempat meredup di kepala Alden kini perlahan mulai terhubung kembali, memicu sebuah firasat mengerikan yang membuat jantungnya berdegup kencang.

“Jangan-jangan... pria di rumah Rara itu adalah...”

Maaf beralih lagi ke Athur dan Rara.

Athur menatap lekat-lekat manik mata Rara yang berkilau penuh rasa ingin tahu di bawah temaram lampu ruang tamu. Kelembutan dan ketulusan gadis di hadapannya ini perlahan meruntuhkan dinding pertahanan sang bos mafia.

Athur menghela napas pendek, lalu mulai menceritakan sebagian kecil dari jati dirinya. Ia mengaku sebagai seorang pengusaha yang memiliki banyak bisnis di kota, yang terkadang menuntutnya berada di lingkungan yang keras dan berbahaya demi menolong orang-orang yang tertindas. Rara mendengarkan setiap patah kata dengan sangat antusias, sesekali mengangguk kagum mendengar sisi lain dari suaminya yang ternyata sangat berjiwa pelindung.

Namun, atmosfer hangat itu seketika berubah tegang saat Athur melontarkan satu pertanyaan hipotetis yang tak terduga.

"Rara... seandainya saat ini saya sebenarnya sudah memiliki tunangan di luar sana, bagaimana menurutmu?" tanya Athur dengan suara berat, mengunci tatapan Rara.

Rara seketika membeku. Pertanyaan itu menghantam dadanya seperti godam besar. Lidahnya mendadak kelu, dan pikirannya mendadak bingung setengah mati antara kenyataan pernikahan siri mereka dan rasa bersalah yang tiba-tiba merayap di hatinya.

Srek!

"Aduh, panas banget malam ini! Hausnya kayak habis keliling lapangan bola!"

Tepat di saat Rara sedang didera kebingungan, tirai kamar tengah disibak kasar. Fino keluar dengan gaya tengilnya yang biasa, bertelanjang dada hanya mengenakan celana kolor abu-abu. Remaja itu berjalan santai menuju dapur untuk mengambil segelas air dingin.

"Eh, Bos Rara sama Abang tampan belum tidur? Masih lanjut sesi pacaran siri ya? Lanjutkan, jangan pedulikan rakyat jelata yang cuma mau numpang lewat ambil minum ini!" celetuk Fino tanpa urat malu sambil mengedipkan sebelah matanya, sukses mengacaukan ketegangan romantis dan menyelamatkan Rara dari pertanyaan maut Athur.

Sementara itu, di belahan kota lain, ketegangan di dunia elite Athur juga ikut meledak.

Di kantor pusat perusahaan Athur, sang tunangan datang dengan wajah merah padam menahan amarah. Wanita kelas atas itu langsung menerobos masuk ke ruangan asisten pribadi Athur. Ia memukul meja kerja sang asisten dengan tas mewahnya, lalu mencerca pria malang itu dengan rentetan pertanyaan tajam karena sudah dua minggu tunangannya menghilang tanpa kabar sedikit pun. Sang asisten hanya bisa menunduk, mati-matian menjaga rahasia keberadaan bosnya di kontrakan tripleks.

Di saat yang sama, Alden yang masih dilanda teka-teki tak berujung akhirnya mengambil tindakan nekat di rumah mewah mereka. Rasa penasaran yang membakar dada membuatnya melangkah tegas memasuki kamar pribadi Athur yang sudah dua minggu kosong.

Tujuan Alden hanya satu: memastikan keberadaan korek api logam bermotif elang perak milik kakaknya. Jika benda itu tidak ada di kamar ini, maka pria bermasker di rumah Rara adalah Athur.

Alden mulai menggeledah meja kerja, jas-jas yang tergantung, hingga akhirnya ia menarik laci meja di samping tempat tidur Athur.

Deg.

Mata Alden membelalak sempurna. Jantungnya serasa berhenti berdetak sesaat. Di dalam laci tersebut, sebuah korek api logam bermotif elang perak tergeletak dengan manis di sudut kotak beludru. Alden mengambilnya dengan tangan gemetar. Benda itu ada di sini, di kamar kakaknya.

"Ternyata... gue salah," gumam Alden lirih dengan napas yang mendadak terasa sesak.

Alden mengusap wajahnya yang frustrasi. Temuan ini langsung mematahkan dugaannya dan membuat teka-tekinya kembali buntu. Ia tidak pernah menduga bahwa korek api yang dilihatnya di rumah Rara adalah korek kustom replika yang sengaja dijatuhkan oleh Athur untuk mengecohnya, sedangkan korek asli berharga mahal itu sengaja ditinggalkan di rumah. Alden kembali terperosok ke dalam lubang patah hati, mengira bahwa Rara memang benar-benar memiliki hubungan spesial dengan pria dewasa asing lain yang bukan kakaknya.

1
Embhul82
bagus ceritanya q suka
Emy: makasih sudah mau mampir. Jangan lupa kritik dan saran
total 1 replies
Embhul82
up lagi kak 🤭
Brigita
kurang paham di ini sih
Emy: makasih bnyak kak sudah di koreksi. sebagai manusia pasti tetap ada kesalahan. Alhamdulillah kak sudah di perbaiki
total 1 replies
Brigita
lanjutt truss kakk😍👍💪
Emy: terimakasih kak
total 1 replies
Brigita
semangat kakkk💪💪💪👍😍
Emy: Makasih sudah hadia kak. kritik dan sarannya y kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!