Kaylie seorang gadis yang cantik dan memiliki badan yang ideal yang harus bekerja keras agar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan adik kesayangannya.
Adik yang ingin ia jaga seumur hidupnya namun sangat di sayangkan adiknya harus mengalami kejadian tragis yang membuatnya koma.
Marquez seorang pria yang sangat di idam-idamkan oleh banyak kaum hawa, namun ia malah tertarik dengan Kaylie.
"Jadilah wanitaku, aku bisa memberikan apapun yang kamu inginkan termasuk pengobatan adik kesayangan mu." ucap Marquez.
Dan bagaimana nasibnya setelah bertemu dengan seorang pria yang dikagumi dan digilai oleh hampir seluruh wanita di dunia? Akankah Kaylie menerima tawaran dari Marquez?
Ikuti terus kisahnya dan mohon kritik serta sarannya ya....😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama_Muda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 11 Perdebatan (1)
Geraldine dan Claudia yang sudah selesai langsung membersihkan badan mereka. Setelah itu Geraldine langsung mengajak Claudia untuk makan terlebih dahulu sebelum mengantarnya untuk pulang ke rumah.
"Bagaimana jika kita makan malam terlebih dahulu?" Usul Geraldine.
"Baiklah, aku juga sudah sedikit lapar." Jawab Claudia sambil tersenyum.
Sesampainya mereka di Pasific place Jakarta mereka langsung menuju food court dan memilih restoran yang tidak terlalu ramai. Kemudian mereka memilih tempat duduk yang di pinggir namun lokasinya cukup strategis. Baru saja mereka duduk, seorang pelayan wanita pun datang.
"Selamat sore, silakan di lihat terlebih dulu menunya," Sapa pelayan wanita tersebut sambil memberikan daftar menu.
"Kamu mau makan apa?" Tanya Geraldine kepada Claudia.
"Em kita ambil menu paket A saja bagaimana?" Ucap Claudia yang memberikan pendapatnya.
"Kamu yakin ingin makan itu?" Ucap Geraldine yang meyakinkan Claudia.
"Iya," Jawab singkat Claudia.
"Baiklah, kak kita pesan menu paket A, tolong lebih cepat ya kak." Ucap Geraldine kepada pelayan wanita tersebut.
"Ada lagi kak?" Tanya pelayan wanita tersebut.
"Tidak ada, terimakasih." Jawab Claudia dan Geraldine bersamaan.
"Baiklah silakan di tunggu pesanannya." Ucap pelayan tersebut dan meninggalkan mereka berdua.
Tak butuh waktu lama, seorang pelayan datang dengan nampan yang cukup besar membawa menu makanan yang di pesan Claudia dan Geraldine. Dan langsung meletakkannya di atas meja.
"Selamat menikmati," Ucap pelayan tersebut singkat dan memberikan senyuman manisnya.
"Terimakasih," Jawab Claudia dan Geraldine bersamaan.
Sekitar 30 menit mereka makan, setelah selesai makan Geraldine langsung membayar makanan yang mereka pesan tadi. Kemudian Geraldine langsung mengantarkan Claudia ke rumahnya.
Sesampainya di depan rumah, Claudia langsung turun dari motor sport kekasihnya dan berpamitan.
"Sayang, aku masuk dulu ya," Ucap Claudia dan di jawab anggukan dan senyuman oleh Geraldine.
Ketika Claudia masuk ke dalam rumahnya, Claudia melihat bahwa lampu rumahnya tidak ada yang menyala dan high heels yang tadi pagi di pakai kakaknya kaylie tidak ada di tempat rak sepatu. Jadi Claudia berfikir bahwa kakaknya belum pulang. Ketika Claudia sudah selesai melepaskan sepatunya dan berjalan masuk, tiba-tiba lampu rumah menyala membuat Claudia kaget dan takut.
"Kamu dari mana Claudia?" Tanya Kaylie sambil menyalakan lampu rumahnya.
"Kakak belum tidur?" Tanya balik Claudia sambil mengalihkan pembicaraan.
"Claudia, aku bertanya padamu! Kamu jam segini baru sampai rumah kemana saja kamu pergi setelah pulang dari sekolah?" ucap Kaylie dengan nada yang sedikit meninggi.
"Kakak, aku..." Jawab Claudia yang langsung di potong oleh kaylie.
"Claudia!! Apa yang ada di lehermu itu?" Ucap Kaylie yang tidak sengaja melihat bekas merah di leher Claudia.
"Tidak ada apapun di leherku kak," Ucap Claudia yang berusaha untuk menutupi bekas ciuman Geraldine.
"Siapa yang memberikan tanda merah di lehermu?" Tanya Kaylie kepada Claudia
"Tidak ada kakak!! kakak yang salah melihat mengkin, terserah kakak mau berfikir apa, aku lelah. Aku ingin istirahat." Ucap Claudia dengan amarahnya.
"Claudia, kenapa kamu susah sekali jika di beritahukan oleh kakak, kamu hanya tahunya minta,minta dan minta." Ucap Kaylie yang tidak mau kalah.
"Aku hanya minta mobil untuk sekolah tapi kakak tidak bisa membelikannya." Ucap Claudia dengan nada tinggi.
"Usia kamu baru 17 tahun, kamu tidak boleh mengendarai mobil sendiri ke sekolah." Jelas Kaylie.
"Aku tidak mau tahu, intinya aku mau mobil untuk pergi ke sekolah." Ucap Claudia sambil meninggalkan Kaylie.
"Claudia, kakak sedang bicara denganmu!" Ucap Kaylie yang kesal karena di tinggal pergi oleh Claudia.
Note:Hidup ini adalah perjalanan dari proses ke proses lainnya, dan sebuah proses itu berasal dari tindakan bukan pemikiran