NovelToon NovelToon
Azka: The Basketball Captain Ghost

Azka: The Basketball Captain Ghost

Status: tamat
Genre:Spiritual / Tamat
Popularitas:89.4k
Nilai: 5
Nama Author: Puput

Azka yang biasanya duduk di bangku cadangan saat pertandingan basket, tiba-tiba ada yang merasuki tubuhnya dan memberinya kekuatan. Dia menjelma menjadi pemain basket profesional.
Raga Azka kini dikuasai oleh jiwa lain. Bagaimana jika jiwa itu adalah mantan dari mamanya yang telah meninggal dua puluh tahun lalu?
Masalah apa yang belum dia selesaikan di dunia ini hingga membuat jiwanya menetap di dunia? Apa dia memang diutus untuk menjaga Azka dan meraih impiannya melalui raga Azka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

"Azka, kamu mau langsung pulang?" tanya Amira saat jam pulang sekolah waktu itu.

"Aku mau tanding sama Ezra, one by one," jawab Azka. Dia memakai tasnya tapi Amira menahan tangannya.

"Azka, kondisi tubuh kamu jangan diforsir. Luka di kepala kamu belum sembuh betul.",

"Aku tidak apa-apa." Tentu saja Azka tidak merasakan sakit di tubuhnya.

Amira masih saja menahan tangan Azka, sampai teman-temannya keluar dari kelas dan hanya tinggal mereka berdua. "Ingat, raga kamu itu milik Azka. Meskipun kamu tidak merasakan apa-apa, bagaimana kalau berakibat fatal dengan raga Azka."

Azka bersandar sambil melipat kedua tangannya. Apa yang dikatakan Amira memang benar. Dia juga tidak tahu apakah yang dilakukannya pada raga Azka akan berpengaruh di kemudian hari. "Tapi aku sudah terlanjur menerima tantangan Ezra, kalau tidak aku akan keluar dari tim basket itu untuk selamanya, atau aku bentuk tim sendiri saja ya."

"Ya sudahlah, terserah kamu. Tapi setelah itu kamu harus istirahat. Aku masih menginginkan jiwa asli Azka kembali ke dalam tubuhnya," kata Amira.

Azka hanya menganggukkan kepalanya. "Kamu mau tunggu aku atau pulang?"

"Aku tunggu saja ya. Sebenarnya aku tadi lihat hantu itu lagi di toilet, dia bilang ada rekaman cctv di belakang sekolah Raka untuk membuktikan siapa yang salah."

"Nanti kita ke sana setelah aku selesai bertanding basket dengan Ezra." Pandangan mata Azka kini tertuju pada pintu yang terbuka lebar itu, sekilas dia melihat ada seseorang yang sedang mengintip.

"Amira." Azka menegakkan dirinya dan mendekati Amira. "Sepertinya ada Nadia yang sedang menguping," bisik Azka di dekat telinga Amira.

Amira hanya terdiam tanpa menoleh ke arah pintu. Dia akan mengikuti akting Azka.

"Makasih ya, kamu selalu ada buat aku. Selalu menemani aku akhir-akhir ini." Azka mulai melancarkan aktingnya. Ujung matanya masih menangkap bayangan Nadia di dekat pintu.

"Tentu saja, kamu kan sudah menyelamatkan hidup aku." Amira tersenyum menatap Azka. Meski dalam hati dia merasa jijik menggombal pada hantu om-om seperti Azka.

Azka semakin mendekatkan wajahnya lalu mencium pipi Amira. "Lihat aku bertanding basket yuk, aku pasti menang kalau ada kamu."

Amira mengusap pipinya. Dia masih tidak bisa berkata-kata dengan apa yang dilakukan Azka.

Azka hanya tersenyum kecil. Dia kini berdiri dan keluar dari kelas untuk memastikan jika Nadia sudah tidak ada di tempat itu.

"Jangan cari kesempatan. Iuh, najis banget dicium sama om-om." Amira mengusap pipinya dengan tisu sampai beberapa kali.

"Dicium orang cakep aja kayak gitu," kata Azka sambil berjalan santai.

"Ih, ingat ya, raga Azka jangan kamu nodai dengan pikiran kotor kamu!"

Azka menahan lengan Amira agar tidak berjalan cepat. "Kotor? Apa? Yang ada dipikiranku saat ini hanyalah tentang basket. Tidak ada yang lain."

"Yakin? Lalu kenapa manja banget sama Tante Airin. Azka ingat, kamu itu anaknya Tante Airin. Aku tadi dapat laporan dari Vania katanya sikap kamu berubah."

Azka mencubit bibir Amira agar berhenti berbicara. "Iya, aku juga tahu. Gak mungkinlah aku piktor. Dulu aku juga sudah pernah ngerasain ciuman sama Airin. Lagian Airin juga sudah punya suami meskipun aku sering lihat dia live bareng Revan dan itu rasanya sangat menyesakkan dada."

Seketika Amira mendorong Azka agar melepas tangannya. "Dasar hantu mesum! Bisa-bisanya ya lihat begituan."

"Apa? Memang kamu ngerti? Udahlah, tidak usah berkomentar masalah aku dan mamanya Azka. Ini urusan orang dewasa."

Amira hanya mengangkat bahunya lalu berjalan mendahului Azka karena di dekat lapangan basket sudah ada banyak teman lainnya.

"Ini dia baru datang. Habis mojok dulu di kelas? Lama sekali lo!" Ezra sudah bersiap di tengah lapangan sambil membawa bola basket.

Azka meletakkan tas dan juga jaketnya di dekat Amira. Dia kini berjalan mendekat dan berdiri di tengah lapangan berhadapan dengan Ezra.

"Luka lo aja masih diperban udah nantangin gue main basket. Lo gak ingat kalau lo dulu pernah kalah telak lawan gue dan berujung dipermalukan sama teman lainnya," kata Ezra.

"Iya, itu gue dulu. Sekarang gue gak akan kalah sama lo!" Dengan cepat Azka mengambil bola basket dari tangan Ezra. Dia mendribble bola itu sesaat lalu memasukkannya ke dalam ring. "Baru satu kali." Kemudian Azka mengambil bola itu dan melemparnya ke Ezra.

Ezra menangkap bola basket itu lalu memantulkannya sambil menatap Azka. Dia menyadari kemajuan Azka yang begitu pesat bahkan sepertinya lebih hebat darinya. Dia memantulkan bola basket itu mendekati ring dan mengelak saat Azka berusaha merebutnya. Terjadi perebutan bola yang sengit di antara mereka berdua hingga akhirnya Azka berhasil merebut bola basket itu dan melemparnya masuk ke dalam ring.

Azka tersenyum miring menatap Ezra. "Bagaimana? Masih mau lanjut?"

"Iya, gue akui peningkatan lo drastis banget tapi gak semudah itu lo bisa masuk ke tim inti."

Azka mendekat dan mencengkeram krah seragam Ezra. "Oke, kalau lo gak mau masukin gue sebagai pemain inti, gue akan mengajukan tim baru ke Pak Zaki. Gue tahu, selama ini lo gak adil. Lo cuma mempertahankan circle lo doang! Gue yakin, masih banyak pemain hebat dari sekolah ini selain dari circle lo!"

Ezra menepis tangan Azka lalu mendorongnya. "Silakan! Itupun kalau ada yang bergabung dengan tim basket lo!" Kemudian Ezra membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Azka.

Azka berjalan menepi lalu duduk di sebelah Amira.

"Azka, lo serius mau bentuk tim basket sendiri?" tanya Tio. Dia kini berdiri di dekat Azka dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan.

"Iya, lo mau gabung gue gak?" tanya Azka pada Tio.

"Oke, kalau begitu gue akan bergabung sama lo. Nanti gue ajak yang lainnya juga karena gengnya Ezra semakin semena-mena dan tidak bisa diajak bekerjasama."

"Nanti lo kasih tahu gue siapa aja yang ikut, biar gue buat proposalnya."

"Gue gak nyangka lo bisa berubah drastis gini. Oke, nanti gue bilang sama yang lainnya dulu." Kemudian Tio pergi meninggalkan Azka.

"Ayo, kalau mau ke sekolah Raka, kita ke sana sekarang," kata Azka sambil memakai jaketnya.

Amira berdiri lalu mereka berjalan bersama menuju tempat parkir. "Azka, ambisi kamu sangat besar ya. Kamu tidak memikirkan bagaimana perasaan Azka nanti. Apa yang kamu lakukan sekarang pasti berdampak besar untuk kehidupan Azka selanjutnya."

"Amira, aku tidak tahu berapa lama waktu aku berada di tubuh ini. Aku harus memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya."

Amira tak menimpali perkataan Azka lagi. Dia kini naik ke boncengan Azka. Beberapa saat kemudian, motor Azka segera melaju menuju sekolah Raka yang hanya berjarak satu kilometer itu.

💞💞💞

Like dan komen ya...

Makasih dukungannya.. 😘

1
Rizky Rahma Aulia Akbar
kok sedih gini sihhh
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒄𝒆𝒓𝒊𝒕𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒃𝒂𝒈𝒖𝒔 👍👍👍👏👏👏😘😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒕𝒆𝒓𝒏𝒚𝒂𝒕𝒂 𝑨𝒛𝒌𝒂 𝒎𝒂𝒔𝒖𝒌 𝒌𝒆 𝒋𝒂𝒔𝒂𝒅𝒏𝒚𝒂 𝒀𝒖𝒅𝒉𝒂 😉😉
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑨𝒎𝒊𝒓𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒃𝒊𝒌𝒊𝒏 𝒏𝒂𝒏𝒈𝒊𝒔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒂𝒔𝒊𝒉𝒂𝒏 𝑨𝒎𝒊𝒓𝒂 𝒚𝒈 𝒉𝒓𝒔 𝒃𝒆𝒓𝒑𝒊𝒔𝒂𝒉 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑨𝒛𝒌𝒂 𝑾𝒂𝒉𝒚𝒖𝒅𝒊
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒑𝒂 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊 𝑨𝒛𝒌𝒂 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝒋𝒂𝒈𝒐 𝒃𝒂𝒔𝒌𝒆𝒕
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒘𝒂𝒉 𝑬𝒛𝒓𝒂 𝒅𝒍𝒎 𝒃𝒂𝒉𝒂𝒚𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒆𝒅𝒊𝒉 𝒑𝒂𝒓𝒕 𝒊𝒏𝒊 😭😭😭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒑𝒂 𝒔𝒂𝒂𝒕𝒏𝒚𝒂 𝑨𝒛𝒌𝒂 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒑𝒂𝒔𝒕𝒊 𝑨𝒅𝒂𝒎 𝒅𝒂𝒏 𝑹𝒆𝒏𝒅𝒊
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒚𝒂𝒓𝒂𝒕𝒏𝒚𝒂 𝒋𝒂𝒅𝒊𝒂𝒏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒚𝒖𝒌𝒖𝒓𝒍𝒂𝒉 𝑹𝒆𝒗𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒍𝒂𝒎𝒂𝒕
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑨𝒑𝒂 𝒚𝒈 𝒂𝒌𝒂𝒏 𝑨𝒊𝒓𝒊𝒏 𝒍𝒂𝒌𝒖𝒌𝒂𝒏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒕𝒂𝒉𝒖𝒂𝒏 𝑹𝒆𝒗𝒂𝒏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂 𝒅𝒏𝒈𝒏 𝑨𝒛𝒌𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑨𝒛𝒌𝒂 𝒃𝒂𝒏𝒕𝒖 𝒑𝒂𝒑𝒂 𝒎𝒖 𝑹𝒆𝒗𝒂𝒏 𝒍𝒆𝒑𝒂𝒔 𝒅𝒓 𝒈𝒖𝒏𝒂"
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒂𝒚𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂 𝑹𝒆𝒗𝒂𝒏 𝒌𝒆𝒏𝒂 𝒔𝒂𝒏𝒕𝒆𝒕 𝒏𝒊𝒉
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒔𝒂𝒎𝒂 𝒔𝒊𝒂𝒑𝒂 𝑹𝒆𝒗𝒂𝒏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒑𝒂𝒔𝒕𝒊 𝑬𝒎𝒊𝒍 𝒚𝒈 𝒎𝒂𝒏𝒈𝒈𝒊𝒍 𝑻𝒐𝒎𝒊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!