NovelToon NovelToon
Perjodohan Berkedok Taruhan

Perjodohan Berkedok Taruhan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Romansa
Popularitas:271k
Nilai: 5
Nama Author: Na_Les

Kakek Abraham mempunyai cara licik untuk menjodohkan cucu ketiganya sekaligus cucu perempuan satu-satunya, Zemira Pieters.

Ia pura-pura mengajak Zemira taruhan. Taruhannya adalah jika Zemi bisa hidup tanpa fasilitas dari Kakek Abraham selama setahun, maka Kakek Abraham tidak akan lagi memaksa Zemi untuk menikah. Tapi jika Zemi tidak bisa, maka Zemi harus menikah dengan laki-laki pilihan Kakek Abraham.

Padahal tujuan sebenarnya Kakek Abraham membuat taruhan adalah untuk mendekatkan Zemi dengan laki-laki pilihan Kakek Abraham.

Tapi ternyata laki-laki yang ingin Kakek Abraham adalah laki-laki yang pernah menolak Zemi waktu SMA.

Akankah rencana Kakek Abraham berhasil?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tutor

"Ayo, biar aku antar kamu pulang." ucap Ravin lalu menarik tangan Zemi menuju motornya.

"Kamu kesini naik motor?" tanya Zemi.

"Hemh." jawab Ravin.

Berarti setelah dari restoran tadi dia langsung pulang dan tidak berlama-lama dengan perempuan itu. Gumam Zemi dalam hati.

Celetak. Tiba-tiba Ravin menyentil kening Zemi.

"Jangan berpikiran macam-macam! Aku sengaja naik motor biar lebih cepat sampai disini! Kalau aku naik mobil mungkin setengah jam aku baru sampai disini." ucap Ravin.

Ravin pikir yang ada di pikiran Zemi itu Ravin membawa motor karena Ravin ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan.

"Cih! Siapa yang berpikir macam-macam!" balas Zemi.

Karena Ravin hanya membawa satu helm, dengan ikhlas hati, Ravin pun memberikan helm itu pada Zemi serta memberikan hoodie-nya untuk Zemi pakai.

💋💋💋

Kos-an Zemi.

"Kamu tinggal disini?" tanya Ravin.

Zemi menganggukkan kepalanya.

Apa keluarganya sudah jatuh miskin makanya sekarang Zemi tinggal di kos-kosan? Gumam Ravin dalam hati. Setau Ravin, Zemi adalah anak orang kaya, tapi Ravin tidak tau kalau Zemi adalah cucu dari perusahaan investor terbesar nomor tiga di Asia.

"Aku masuk dulu. Terimakasih sudah mengantarku." ucap Zemi.

"Eits, tunggu." cegah Ravin.

"Kamu belum memberi penjelasan padaku!" ucap Ravin.

"Penjelasan apa?" tanya Zemi pura-pura bodoh.

Ravin memberi tatapan tajam pada Zemi dan itu berhasil membuat Zemi tidak bisa berkutik.

"Masuk lah, aku akan menjelaskannya di dalam." Ucap Zemi.

Zemi pun berjalan lebih dulu memasuki bangunan kos-kosannya menuju kamarnya dan diikuti Ravin dari belakang.

Ceklek. Pintu kamar kos Zemi terbuka.

"Masuk lah." ucap Zemi meminta Ravin masuk lebih dulu ke dalam kamar kosnya.

Ravin pun masuk.

Melihat fasilitas di dalam kamar Zemi yang tergolong mewah, pikiran Ravin yang sempat memikirkan kalau keluarga Zemi jatuh miskin hilang sudah. Fasilitas di dalam kamar Zemi terbilang mewah, Ravin yakin harga sewa perbulannya tidak lah murah.

Tapi yang menjadi tanda tanya Ravin, kalau kondisi keuangan keluarga Zemi masih baik-baik saja kenapa Zemi harus ngekos? Bukankah Zemi bisa menyewa apartemen?

"Aku baru tau kamu nge-kos." Ucap Ravin.

"Kita sudah lama tidak bertemu, jadi wajar kalau kamu baru tau." jawab Zemi.

"Kenapa tidak tinggal di apartemen? Bukan kah keluarga mu..." Ravin tak berani melanjutkan kata-katanya.

"Aku sedang di buang oleh keluargaku. Makanya aku hanya bisa ngekos, semua fasilitas juga di tarik." jawab Zemi.

"Kenapa?" tanya Ravin penasaran.

Zemi terdiam sambil memikirkan jawaban yang tepat. Tidak mungkin kan dia bilang kalau dia taruhan dengan Kakeknya agar Kakeknya tidak lagi menjodohkannya?

"Aku kabur dari China, karena aku tidak mau lagi kerja di perusahaan ku yang dulu." jawab Zemi berbohong.

"Perusahaan pembuat game itu?" tanya Ravin.

Zemi menganggukkan kepalanya.

"Kenapa?" tanya Ravin.

Zemi tersenyum licik.

Sepertinya inilah saatnya sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Gumam Zemi dalam hati.

"Jadi begini, di perusahaan lama ku itu, sebenarnya aku tidak pernah diikutkan dalam tim membuat game. Setiap ada proyek, aku sama sekali tidak pernah masuk ke dalam tim, aku hanya di suruh membantu mereka, seperti membeli kopi, menghancurkan berkas yang sudah tidak terpakai, menyiapkan alat untuk simulasi, yah pokoknya seperti itulah." jawab Zemi.

Ravin diam dan menyimak cerita Zemi.

"Aku bosan dua tahun selalu seperti itu, sama sekali tidak ada ilmu yang aku dapat bekerja di perusahaan itu, mentang-mentang aku ini anak baru makanya mereka memperlakukan ku seperti itu. Makanya aku memilih keluar dan mencari pekerjaan di negara ini." kata Zemi lagi.

"Makanya saat meeting tadi aku sebenarnya agak kecewa karena aku tidak punya tim dan kamu malah langsung menyuruh ku membuat data untuk game yang aku usulkan." kata Zemi lagi.

"Lalu karena frustasi makanya kamu pergi ke klub malam, iya?" tanya Ravin menyimpulkan.

Zemi menggelengkan kepalanya.

"Enak saja! Walau aku tidak punya pengalaman, tapi aku bukan orang yang gampang frustasi! Aku kesana untuk mencari teman ku, aku mau minta bantuan dia mengajari ku pelajaran dasar membuat game!" ucap Zemi.

"Teman mu? Apa dia seorang pembuat game juga?" tanya Ravin.

"Tidak. Dia gamer, tapi dia sering diminta oleh perusahaan game untuk menguji coba game buatan mereka." jawab Zemi.

Ravin tersenyum kecut.

"Kamu meminta bantuan dari seorang gamer dan hanya sebagai penguji game? Apa kamu tidak salah!" tanya Ravin mengejek.

Zemi menganggukkan kepalanya.

"Kamu kenal Jason? Dia game dan youtuber game yang sangat terkenal, dia di bayar mahal untuk menguji game." ucap Zemi membanggakan Jason.

"Tapi belum tentu dia punya pelajaran dasar untuk membuat game, kan?" tanya Ravin.

"Entah." jawab Zemi.

Ravin memutar bola matanya malas.

"Kalau Jason saja tidak bisa membantu ku, lalu aku harus minta bantuan siapa?" tanya Zemi sambil memanyunkan bibirnya.

"Ekhem..." Ravin berdehem seolah ingin memberitahu Zemi kalau Zemi bisa meminta bantuannya.

Zemi menoleh ke arah Ravin.

"Ekhem..." dehem Ravin sekali lagi sambil melirik Zemi.

"Oh... Kamu ingin minum?" tanya Zemi tidak peka.

"Duduklah dulu, aku ambilkan minum." ucap Zemi.

Saat Zemi melewati Ravin, Ravin langsung menahan tangan Zemi.

"Kamu anggap apa aku ini, hah?" tanya Ravin.

"Maksudnya?" tanya Zemi.

"Ada seorang yang sangat ahli membuat game di depan mu, tapi kamu malah memikirkan orang lain untuk membantu mu. Apa kamu tidak menganggapku, hah?" jawab Ravin.

"Aaah...." Zemi membuka mulutnya lebar-lebar.

"Hish!" kesal Ravin sambil melepas tangan Zemi lalu duduk di sofa.

"Maaf. Aku bukannya tidak mau meminta bantuan mu, kan kamu yang menyuruhku. Kalau kamu tau aku tidak bisa apa-apa dalam membuat game, aku takut kamu memecatku." ucap Zemi.

"Apa mungkin aku memecat mu?" tanya Ravin dengan tatapan dalam menatap Zemi.

Zemi menganga.

"Maksud ku, apa mungkin aku memecat mu kalau kamu jujur padaku?! Aku bukan bos yang kejam seperti itu Zem." ucap Ravin meralat kata-katanya.

"Oh..."

Ravin berdiri dari duduknya.

"Aku pulang dulu. Besok aku akan mengajari mu soal pelajaran dasar membuat game." pamit Ravin.

"Tidak mau minum dulu?" tanya Zemi.

"Tidak usah. Aku tidak haus." jawab Ravin lalu buru-buru keluar dari kamar Zemi.

Sesampainya di motor, barulah Ravin menghela nafasnya lega. Gara-gara salah bicara tadi, ia jadi gugup.

"Kenapa aku jadi gugup seperti ini?" gumam Ravin sambil memegang dadanya.

💋💋💋

Satu Minggu kemudian.

Seperti janji Ravin pada Zemi, sepulang bekerja disaat semua karyawan sudah pulang, Ravin dan Zemi tidak pulang melainkan Ravin mengajari Zemi pelajaran dasar teknik membuat game.

Karena Zemi sudah punya dasar desain grafis, jadi tidak susah untuk mengajari Zemi. Ravin hanya menekankan pelajaran tentang sistem membuat game pada Zemi.

Dan setelah satu minggu belajar, akhirnya Zemi bisa membuat sistem game yang waktu itu Zemi usulkan, tinggal di dapatkan dan di kembangkan saja oleh anggota tim yang lain.

💋💋💋

Bersambung...

1
lindsey
lanjutin dong
Indaharoen
ya ampuun thorr....aku sampai ketawa ngakak...zemi kentuut
Febriana Merryanti
wkwkwwkkkkkkk
lindsey
ini kenapa ga dilanjutin thor?
Musniwati Elikibasmahulette
dasar bejat ,lelaki iblis 😡
Musniwati Elikibasmahulette
si ravin , bar bar seperti kakek juga ya
😂😅
Musniwati Elikibasmahulette
🤣😅😅😅🤣🤣
lucu bangat thoor
Musniwati Elikibasmahulette
kamu terlalu lambat dan egois ,ravin
Musniwati Elikibasmahulette
tapi ,ada jodohku 😂😂😂😂😂
Musniwati Elikibasmahulette
lucu ya
menarik sekali karya mu ini
aku sangat suka
Ida Rosidah
ini lagi kemana ngga up", ??
lindsey
lanjut dong!!! kok mandek gini ceritanya
Trisni
lanjut kk aku tunggu
Dina Sutarlim
bagus
fian widy
👍🏻
Retno
hahahaaaa... Raviiiin... kamu jadi keringetan lg tuch,, jd bau lg kan gara" latihan push up
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉
gercep ya semua
Ida Rosidah
up lagi dong?
Lyn
terniat banget Revin Ama Zemi sumpah sihh pasangan terabsurd, parahhhh bikin gregett.
Lyn
sabar yh Kakek, dpt cucu mantu yg sama aja kelakuannya bikin nda tenang hidupmu. wkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!