NovelToon NovelToon
Kata Hati.

Kata Hati.

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:195k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kiky Mungil

Dokter Arif yang perfeksionis, single dan menyukai ketenangan harus berhadapan dengan ART-nya yang bernama Kana, gadis ceriwis dan banyak tanya setiap hari? Kesel, geregetan, kadang pengen pecat aja!
Tapi disaat Kana menangis lantaran dikhianati oleh pacarnya, Arif malah tiba-tiba berinisiatif mau membantu Kana untuk membuat pacar dan sahabatnya itu menyesal, dengan melakukan make over pada penampilan Kana, ditambah dia mengaku di depan keluarga dan mantannya Kana, kalau ia adalah pacarnya Kana! Wow!
Alasannya karena Arif merasakan sakit hati yang dirasakan Kana, karena Arif pun pernah berada diposisi seperti Kana. Dikhianati oleh seseorang yang dia sayang.
Tapi kenapa Arif harus gelisah dan khawatir jika Kana tidak menghubunginya untuk bertanya-tanya seperti biasa? Tidak mungkin sandiwara singkat mereka memberikan percikan pada hati Arif yang belum move on, kan? Tidak mungkin juga pertengkaran konyol dalam interaksi antara mereka ternyata menciptakan getaran pada hati Arif, kan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiky Mungil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

Kana melekat erat pada tiang listrik di depan sebuah bangunan dua lantai, yang mana saat ini Arif sedang memaksanya untuk masuk kembali ke dalam salon. Jadi, Kana dan Arif sudah masuk ke dalam salon bergengsi berakreditasi A, untuk memberikan perubahan penampilan pada Kana, mulai dari potongan rambut dan riasan wajah yang akan diajari oleh MUA secara cuma-cuma, cara memakai soft lense gaya-gayaan, sampai berjalan dengan high heels. Tapi, begitu Kana melihat total biaya yang akan dikeluarkan Arif untuk dirinya, cukup membuat Kana berpikir akan menjual ginjal saja dari pada harus membuat Arif membayarnya.

"Ayo, Kana." ajak Arif dengan sangat sabar, sambil menarik tangan Kana tanpa menyakiti wanita itu.

"Nggak mau ah, Dok. Mahal bange! Masa keramas aja sampe ratusan ribu gitu." Keluh Kana. "Udah deh, untuk yang ini saya lakuin sendiri aja. Nanti saya keramas aja sendiri di kosan, belajar pake make up dari yusub, sama latihan jalan pake engrang biar lebih tinggi dari high heels."

"Nggak bisa, nggak bisa, kita udah sampai sini lho, Kana." kata Arif gemas.

"Tapi biayanya terlalu mahal, Dok."

"Kan, saya yang bayar." ujar Arif, masih berusaha sabar.

"Justru itu, saya makin nggak enak sama Dokter, biaya perawatan muka saya sampe kinclong gini udah Dokter semua yang bayar." kata Kana. "Cari salon yang lain aja deh, Dok? Yang abis keramas kepalanya nggak usah dipakein helm astronot."

Arif sangat mengerti kegelisahan Kana, tapi Arif juga tidak mau misi yang sudah mereka sepakati gagal hanya karena penampilan Kana kurang mendukung.

"Ya sudah, kamu punya rekomendasi salon dimana? Kita ke sana aja."

"Benar nih, Dok?" Ekspresi Kana tak lagi ketakutan seperti sebelumnya.

.

.

.

Arif harus duduk tak nyaman di dalam sebuah salon kecil yang para pengunjung juga pekerjanya tak hentinya mencoba menarik perhatian dokter muda itu. Berbagai suguhan diberikan untuk Arif, dari kacang goreng yang gosong sampe gorengan tempe yang adonan tepungnya sudah tidak kriuk-kriuk lagi.

"Dicicipin suguhannya. Mas." kata si pemilik salon dengan genit-genit manja dia bersuara.

Arif hanya mengangguk sungkan, dan tersenyum kecut, tapi demi menghormati, Arif hanya menyeruput akua gelas, suguhan yang paling aman untuk pencernaannya.

"Mas siapanya Kana? Pacar?" tanya si wanita itu lagi, sambil menyentuh-nyentuh rol rambutnya yang menggulung bagian depan poninya.

"Bukan, Tante." Kana menjawab dengan cepat. "Dokter ini majikan saya." Dengan polosnya Kana memberikan penjelasan singkat.

"Majikan? Oh, yang kamu bilang orangnya ganteng tapi jomblo itu?" tante Senni memastikan.

Glek!

Arif seketika melemparkan tatapan sinis melalui cermin di depan Kana.

"Eh... ehehehe, memang saya pernah ngomong gitu, ya, Tan?" ucap Kana menjadi canggung.

"Tapi kalo Mas Dokter jomblo, saya disini janda loh. Janda kembang tujuh rupa." Tante Senni mengedipkan sebelah matanya dengan sangat genit sampai membuat Arif harus membaca ayat-ayat suci dalam hatinya. "Boleh lah, kita tukeran nomer henpon, mana tau jodoh, ya, nggak?"

Arif seketika bangkit dari kursi tunggunya, insting menyelamatkan dirinya memerintahkan untuknya menunggu Kana di luar atau akan menjadi santapan Tante yang merindukan belaian.

"Saya tunggu kamu di mobil." kata Arif pada Kana dengan nada datar dan dingin, kemudian melesat keluar dari salon Tante Senni yang menatap sedih juga patah hati pada punggung Arif yang semakin jauh.

Hampir dua jam lamanya Arif menunggu sampai dia merasa mengantuk dan ketiduran, hingga seseorang mengetok kaca jendela dan seketika membuat Arif nyaris menginjak pedal gas saking kagetnya.

"Buka pintunya, Dok." kata wanita berpenampilan aneh di depannya.

Alih-alih membuka pintu, Arif malah menurunkan kaca jendelanya setengah.

"Kamu siapa?" tanya Arif.

"Hah? Saya siapa? Saya Kana, lah. Walaupun banyak juga yang bilang saya mirip Chelsea Islan." Kekehnya.

Arif mengerjapkan kedua matanya, dari suaranya, Arif yakin itu memang Kana, tapi... ada apa dengan wajah wanita itu.

"Kamu yakin, kamu Kana? Kamu nggak salah tubuh, kan? Atau jiwa kamu ketuker?"

"Hah? Apaan sih Dokter." Gerutu Kana. "Ini saya, Dok. Kana. Ayo cepetan bukain pintunya Dok, panas nih di luar."

Akhirnya Arif membuka pintu dan takut-takut juga takjub dengan hasil karya siapa pun di dalam salon tadi.

"Gimana potongan rambut saya, Dok?"

"Potongan rambut kamu oke sih, tapi..."

"Tapi?"

"Kenapa kamu didandanin kayak ondel-ondel gitu, sih?"

"Ondel-ondel? Ondel-ondel dari mana? Ini tuh kayanya riasan vilar."

"Viral." Arif mengoreksi.

"Alisnya sengaja dibuat tebal gini biar kayak riasan ala-ala timur tengah. Nah ini lipstiknya merah gini biar seksi kata Tante Senni."

"Trus itu pipi kayak orang abis ditabokin gitu biar apa?"

"Biar merona lah, Dok. Gimana sih."

"Kamu udah lihat hasil make up nya belom sih?" tanya Arif. Karena manusia paling aneh pun tahu kalau riasan pada wajah Kana sama sekali tidak layak.

"Belum sih, kata Tante Senni biar surprise."

Arif mendengkus, sudah menduga Kana tidak tahu apa yang sudah dilakukan wanita-wanita itu di dalam salon tadi.

"Kalo gitu kamu tunggu sini, biar saya bayar dulu ke dalam."

"Eh, nggak usah Dok, udah saya bayar. Tadi dikasi harga teman sama Tante Senni. Jadi, uang saya cukup."

Arif menggeleng tak percaya dengan keluguan dan kepolosan ARTnya yang kadang-kadang di luar angkasa.

"Nih, kamu lihat hasil make up nya." Arif mengeluarkan ponselnya, menyalakan kameranya dengan tampilan kamera depan. Seketika itu juga Kana berteriak histeris seperti melihat hantu di tengah hari bolong.

"Itu siapa Dok?" tanya Kana setelah melempar ponselnya Arif dengan sangat refleks, untungnya, Arif cukup cekatan untuk menangkan benda pipih itu.

Setelah menghapus ala kadarnya hasil kerja karyawannya Tante Senni dengan tisu basah, Kana tak hentinya menggerutu, tadinya dia mau balik lagi masuk ke dalam salon dan minta pertanggung jawaban Tante Senni dan anak buahnya. Tapi, Arif terlalu enggan berurusan dengan janda genit itu. Jadi, dia memilih jalan aman untuk membawa Kana ke salon lain yang lebih profesional.

"Nurut saja, dan perhatikan baik-baik juga dengarkan baik-baik saat MUA ngajarin kamu pakai make up." Titah Arif pada Kana yang akhirnya menurut dan duduk pada salah satu kursi putar yang berada di depan cermin.

MUA yang menangani Kana adalah sejenis pria yang ingin dipanggil Sis. Tapi, Kana cukup nyaman dengan MUA itu yang meski terihat jutek tapi rupanya sangat enak untuk diajak ngobrolnya.

Sis Jena, begitu MUA itu dipanggil, bertanya pada Kana sambil membersihkan kembali wajah Kana dengan cairan pembersih make up, sambil mengutuki siapa pun yang mencoreng citra MUA dengan mendandani wajah Kana seperti badut.

Kana pun menceritakan kisah sialnya yang harus membayar tujuh puluh ribu untuk keramas dan make up yang tak sesuai harapan. Padahal tujuh puluh ribu itu bisa untuk makan tiga hari dan ongkos kerja.

"Jahat bener deh, ih pengen gue pites aja." kata Sis Jena sampai bibirnya manyun-manyun saking kesalnya. "Tenang aja, Say, lo akan gue make over sampe pacar lo itu tercengang, terpesona, terpikat, termelet-melet deh pokoknya."

"Hah? Pacar? Siapa?" tanya Kana bingung.

"Itu tadi, cowok yang tadi. Yang ganteng itu."

"Oh, itu bukan pacar saya, Sis. Tapi majikan saya." jawab Kana jujur tanpa sungkan atau pun minder.

"Ah. serius?" Sis Jena sampai melebarkan matanya tak percaya.

"Serius lah."

"Mana ada majikan ngebiayain pembantunya buat di make over. Kecuali nih ya...."

"Kecuali apa, Sis?"

"Kecuali majikan lo itu punya rasa sama lo, Say."

Kana hanya mampu tertawa mendengar ujaran Sis Jena, Membayangkan seseorang seperti Arif menyukai dirinya sama saja seperti bermimpi di tengah hari bolong.

Dokter Arip nggak mungkin suka sama aku, kan. Pasti tipe perempuan idaman Dokter Arif minimal mirip Nikita Willy dan berpendidikan tinggi.

.

.

.

Bersambung ya~

1
Ulil Baba
/Grin//Grin//Proud//Grin//Grin//Facepalm/
Unhy MarTah027
Sumpahh Novel² Kaka bagus² smua dibacanya🥰 dan cerita yg ini aku ktawa trus stiap baca percakapan para tokoh²nya🤣🤣
Unhy MarTah027
Aaarhhhhggg co cweet bngt sih Mas Arif😫😍🤣🤣
apajalah
👏👏👏👏👍
apajalah
👍👍👍👍🍁🍁🍃🍂😊👏👏👏
apajalah
informasi baru nihh
maya ayu
hati2 thooorr jangan turun terus keburu ke toilet lho /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
Woro Wardani
Luar biasa
reni oktavia
Lumayan
reni oktavia
Kecewa
Defi
meluncur thor
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
gue suka gaya kamu kana 👍🏻👍🏻😍😍😍😍❤❤🤭🤭🤭
wiwik
salah satu novel yg luar biasa..cerita runtut enak dibaca tata bahasa titik koma pas banget ringan buat hiburan pokok'y sip deh..makasih Thor sukses slalu👍💪🙏🙋
meilanyokey
kayaknya Kana Hamidin deh, sensitif Bae jadinya
meilanyokey
Kana hati2 Ama Alex ya jgn dikasih hati,cuekin aja okey
meilanyokey
ayolah Arif dan Kana ditunggu praktek langsung ya
meilanyokey
Alhamdulillah sahhhhhh.... happy wedding. . . .
meilanyokey
so sweat banget tuh Arif❤️❤️❤️❤️❤️👍
meilanyokey
ayolah Kana ,Arif dah gentle gitu loh
meilanyokey
terimakasih Arif gercep banget kamu ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!