NovelToon NovelToon
Jeritan Hati Seorang Istri

Jeritan Hati Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Tamat
Popularitas:214.7k
Nilai: 5
Nama Author: Amallia

Viona tidak pernah ingin jika pernikahannya hancur. Walaupun dia menikah bukan karena cinta, tetapi Viona sudah berjanji pada diri sendiri untuk menikah hanya sekali seumur hidup. Tentu banyak perjuangan, cobaan, dan air mata yang harus Viona hadapi.

Meluluhkan hati suaminya begitu sulit, bahkan setelah berjuang pun, perjuangannya itu masih tidak di hargai. Rey sang suami, masih menganggap Viona wanita perusak hubungannya dengan Laura. Karena pernikahan mereka membuat Rey tak bisa menikah dengan Laura yang sudah lama menjadi kekasihnya.

Akankah Viona bertahan disisi suaminya dan mempertahankan rumah tangganya? Atau memilih pergi untuk meraih kebahagiaannya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Derita di atas luka

''Vio ... Viona,'' teriak Rey dengan nada suara cukup keras. Wajahnya memerah seperti sedang menahan amarah.

Semua penghuni rumah itu kaget mendengar teriakan majikan mereka yang tak seperti biasanya. Viona yang sedang sibuk di belakang pun bergegas menghampiri Rey. Viona berlari kecil lalu berdiri di dekat Rey yang sedang duduk.

''Tuan memanggil saya?'' tanya Viona.

Rey melempar kemeja yang ada di tangannya. Kemeja itu mengenai wajah Viona. Dengan cepat Viona menangkapnya agar tak jatuh ke lantai.

''Lihat itu noda apa di kemeja kesayanganku. Pasti kamu kan yang membuat kemejaku kotor seperti itu?''

Viona mulai memperhatikan noda cukup tebal di kemeja yang dia pegang. Jujur Viona juga kaget melihat ada noda yang membandel. Perasaan baru kemarin di cuci dan setrika. Seingatnya masih bersih tak bernoda.

''Maaf, Tuan. Tapi saya tidak tahu kenapa kemeja ini bisa bernoda.'' Viona bicara apa adanya karena memang dia tak tahu.

''Tidak usah mengelak! Saya tahu kalau itu ulah kamu.'' Sejenak Rey menghela napasnya. ''sudah beruntung saya masih menampungmu disini, tapi nyatanya kamu tidak pernah becus mengurus pekerjaan. Pantas saja dulu orang tuamu membuangmu. Mungkin karena mereka tidak mau sial punya anak sepertimu.''

Jelas perkataan Rey membuat Viona tersinggung. Perlahan tangan itu mengepal menahan amarah. Namun, Viona tetap berusaha tenang.

''Kenapa diam? Apa kamu mau marah? Atau mungkin mau meminta pertolongan kepada Dio agar melindungimu?'' Rey masih saja memancing Viona agar buka suara.

''Ah lama-lama emosi bicara sama kamu. Enaknya di apain ya biar mau bicara.'' Rey mendekati Viona yang masih diam berdiri di tempat.

Perlahan tangan nakal Rey mencoba menjamah dada Viona dari balik pakaian yang di kenakannya. Namun, dengan cepat Viona menepis tangan Rey. Dia menatap tajam Rey yang sudah berani menyentuhnya.

''Haha ... makin kesini makin galak ya ternyata. Jadi penasaran dengan milikmu itu. Apa masih sesempit saat pertama kali kita melakukan itu.'' Rey menatap Viona dengan tatapan nakal.

''Cukup!'' Viona tak bisa lagi menahan amarahnya. Sudah cukup Rey mengatainya sebagai anak pembawa sial. Sekarang dengan berani Rey mencoba melecehkannya. Walaupun status mereka suami istri, tapi hubungan mereka tak sedekat itu untuk melakukan hubungan yang lebih jauh.

''Akhirnya kamu bicara juga wanita sialan.'' Rey menyunggingkan seringainya.

''Mungkin aku terlalu bodoh telah memilih bertahan di rumah ini. Demi orang yang sama sekali tak pernah menghargaiku sebagai istri. Sekarang aku menyerah, aku ingin pergi jauh dari kehidupanmu, Mas. Untuk hutang 10 juta, aku pasti akan mengembalikannya nanti. Aku permisi,'' Viona hendak berbalik arah, tetapi Rey mencekal tangannya.

Rey menggendong Viona menuju ke salah satu kamar tamu yang ada di lantai bawah. Untung saja Laura sedang berada di salon, jadi Rey bebas melakukan apa pun di rumahnya, termasuk meniduri Viona. Semua pelayan berkumpul dan saling berbisik. Mereka merasa kasihan kepada Viona yang selalu saja mendapat perlakukan buruk dari Rey.

Lagi-lagi Viona hanya bisa pasrah di bawah kungkungan Rey. Pakaiannya sudah sobek tak berbentuk. Rey begitu bersemangat untuk meniduri Viona dalam keadaan dirinya yang sedang sadar.

''Mari kita bersenang-senang, Vio. Ah lebih tepatnya aku yang bersenang-senang, dan kamu nikmati hukuman dariku karena telah membuat kemeja kesayanganku kotor,'' ucap Rey lalu memulai aksinya.

Rey melakukannya dengan kasar. Bahkan Viona menjerit kesakitan. Tetapi justru itu membuat Rey lebih bersemangat. Jeritan kesakitan dan suara bersahutan terdengar dari luar. Karena Rey tidak menyalakan pengedap suara. Para pelayan ikut merinding mendengar suara dari dalam. Apalagi Bi Marni yang sejak tadi terisak mendengar tangis kepiluan Viona.

Satu jam lebih Rey menggagahi Viona. Bahkan suara Viona sudah tak terdengar lagi, karena kondisinya yang sudah pingsan. Rey menyudahi aktivitasnya saat tak mendengar suara Viona. Karena tidak asyik rasanya kalau tidak ada suara jeritan.

Rey kaget saat melihat banyak darah keluar dari milik Viona. Dia bergegas memakai kembali pakaiannya lalu pergi keluar untuk memanggil Bi Marni.

Bi Marni masuk ke dalam kamar tamu dan melihat keadaan Viona yang terlihat mengenaskan. Bi Marni menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga wanita sebaik Viona.

''Non, maafkan Bibi. Non Vio harus bangun. Bibi tahu kalau Non Vio itu wanita yang kuat.'' Bi Marni menangis sambil mendekap Viona yang tak berbusana. Hanya selimut saja yang menutupi tubuh Viona.

Terlihat Rey kembali memasuki kamar. Dia baru saja menghubungi Alan sahabatnya. Kebetulan Alan adalah seorang dokter. Rey meminta Alan untuk mencarikan seorang dokter wanita dan meminta untuk datang ke rumahnya, karena keadaan darurat.

''Bi, apa Vio sudah bangun?'' tanya Rey.

Bi Marni menghapus air mata di pipinya, lalu menoleh menatap Rey. ''Saya tidak pernah menyangka Tuan Rey akan sejahat ini. Saya akan membawa Non Viona pergi bagaimana pun konsekuensinya.''

Sebagai seorang wanita tentu Bi Marni merasa geram melihat perlakukan Rey kepada Viona. Padahal Viona adalah istrinya sendiri. Namun, Viona sama sekali tak pernah mendapatkan perlakukan baik dari Rey.

''Jangan! Saya sudah menghubungi dokter dan sekarang sedang berada di perjalanan kesini. Apa Bibi mau melihat Viona tak selamat jika membawa pergi sekarang?''

Apa yang di katakan oleh Rey ada benarnya juga. Yang terpenting untuk sekarang itu keselamatan Viona. Bi Marni bisa mengajaknya pergi saat keadaan Viona sudah membaik.

''Baiklah. Saya permisi dulu mau mengambil pakaian ganti untuk Non Vio,'' ucap Bi Marni lalu bergegas pergi.

Setelah hampir 40 menit menunggu, akhirnya Alan datang bersama dengan seorang dokter wanita.

''Rey, siapa yang mau di periksa? Ini Gue ajak dokter Mila,'' ucap Alan.

Rey tak menjawab, dia menatap dokter Mila yang berdiri di samping sahabatnya. ''Dok, tolong periksa wanita di dalam. Keadaannya sangat parah,'' ucap Rey.''

''Baik, Tuan.'' Dokter Mila bergegas masuk ke kamar tamu.

Rey menahan tangan Alan, karena Alan hendak mengikuti Dokter Mila.

''Jangan masuk!''

''Lo kenapa si, Bro? Memangnya siapa yang ada di dalam? Apa itu Laura?''

''Bukan Laura tapi Viona,'' jawabnya.

''Viona? Dia sakit apa?''

''Jangan banyak tanya! Kita tunggu saja dokter Mila keluar.''

Alan hanya mengangguk tak lagi bertanya, walaupun sebenarnya sangat penasaran.

Dokter Viona keluar menghampiri Rey.

''Siapa suami dari wanita itu? Keadaannya kritis dan harus di larikan ke rumah sakit. Tapi saya sudah memberikan beberapa jahitan pada bagian intimnya.''

''Saya, Dok. Saya yang bertanggung jawab atas Viona,'' ucap Rey.

''Saran saya, Anda jangan menyiksa istri Anda seperti itu. Saya tidak tahu istri Anda akan selamat atau tidak, kita doakan saja yang terbaik untuknya. Sekarang cepat bantu saya bawa istri Anda ke mobil!'' pinta Dokter Mila.

Alan masih bingung dengan semua yang dia dengar. Rey mengatakan jika Viona adalah istrinya. Tapi yang dia tahu Rey itu suaminya Laura. Alan mengira jika ada yang di tutup-tutupi oleh Rey.

''Rey, apa maksud semuanya?'' Alan mengikuti Rey masuk ke kamar tamu.

''Tidak usah banyak bicara! Nanti aku akan menjelaskannya. Tapi tolong jangan kasih tahu Dio,'' pinta Rey.

Alan hanya mengangguk, lagian tidak ada waktu untuk mendengar penjelasan Rey sekarang. Karena mereka harus pergi ke rumah sakit.

Viona berada di mobil yang sama dengan Alan dan Dokter Mila. Sedangkan Rey satu mobil dengan Bi Marni. Dokter Mila sendiri yang melarang Rey untuk satu mobil dengan Viona. Karena jika melihat keadaan Viona yang memprihatinkan sepertinya karena KDRT.

Sesampainya di rumah sakit, Viona langsung di tangani oleh dokter Mila dan beberapa rekannya. Sedangkan Rey dan Alan menunggu di luar sambil mengobrol. Alan baru saja mendapat penjelasan dari Rey. Tentu sebagai lelaki dia sangat malu punya sahabat seperti Rey.

Bugh bugh

Dua pukulan Alan layangkan di perut Rey. Dia sangat marah dan kecewa. Alan tidak menyangka jika ternyata kelakuan Rey sudah di luar batas.

''Tinggalkan Viona! Biarkan dia hidup bebas dari sisimu, Rey. Kasihan dia pasti tersiksa jika terus berada di dekatmu,'' ucap Alan.

Rey tak menjawab, dia hanya diam saja merasa bersalah. Niatnya ingin menghukum Viona malah berujung petaka. Apalagi kondisi Viona sampai kritis.

Plak

''Itu satu tamparan untuk lelaki pengecut sepertimu, Rey. Kelakuanmu sungguh seperti bina*tang. Lebih baik kamu pergi dari sini, karena Viona tidak membutuhkanmu.'' Alan menyeret paksa Rey pergi dari sana. Walaupun Rey adalah sahabatnya, tetapi kali ini dia tidak bisa membelanya.

1
ayu cantik
suks
difaq aisyah
Lumayan
Jue
Untuk orang Islam saat isteri tengah hamil suami menceraikannya maka penceraian itu tidaklah sah di mata hukum melainkan ketika anak tersebut sudah lahir ke dunia maka gugurlah talak satu setelah hitungan hisab talak idah penceraian 3 bulan 10 hari , Talak tidak akan gugur ketika suami minta rujuk sebelum jatuh iddah , Permintaan rujuk boleh dilakukan dengan berwalikan wali dan beberapa saksi dari belah pihak wanita itu sendiri , Untuk perkahwinan yang tidak sah pula , Apabila si wanita telah berzina terlebih dahulu maka si wanita hamil dan untuk menutup malu dilakukan pernikahan dengan si Penyumbang benih ataupun Pak sanggup yang mahu bertanggungjawab , Tidak sahnya perkahwinan tersebut kerana wanita tersebut dalam keadaan saat hamil anak tanpa nasab , Untuk agama yang bukan Islam aku tidak
Tien Tiennesdha Titin
sering up author ,nulis yang banyak 😄🤭💪
Rizky Sandy
aduh sm2 lagi,,,,🤣🤣🤣🤣🤣
Rizky Sandy
pain nangis juga, orang bgitu juga ditabgisin apa bagusnya,,,,,
Rizky Sandy
Rey g pintar ya,,,,,,🤣🤣🤣🤣 lucu bin aneh ceritamu thor,,,, gitu aja sdh kalah SM Laura,,,
paty
mkn aneh ceritanya thor masa si rey bisa dibodohi
paty
dio lo yg punya krt kok bisa punya karyawan spt renata ob tp gayanya
paty
ktr apa ini ob sj sok2an
paty
bodoh si rey dan ceritanya byk drama gak masuk akal
paty
baru bab awal sj sdh aneh, tinggal periksa ke dokter apakah viona msh perawan klu iya kan mrk tdk berzina
Nur Adam
smgt untuk krya thor
yustina arie
Luar biasa
Rina Rina
tp jgan balik sama Rey lgi
Yunerty Blessa
walaupun singkat cerita nya tapi mantap..
teruskan usaha kak thor dalam penulisan nya..
moga sukses selalu 😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya Rey hidup bahagia bersama Rey dan Naura anaknya..
makasih kak thor buat cerita nya..😘
Yunerty Blessa
smoga kesempatan kedua buat Rey untuk dimanfaatkan.. jangan mengulangi lagi kesalahan silam..
Yunerty Blessa
tiada kesempatan buat Dio..
Yunerty Blessa
seperti nya Laura yang mengupah Alina..dasar licik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!