Setelah Madina tahu jika dia bukanlah darah daging Puspa, diapun bertekad memberanikan diri mencari Sang ayah ke negri kelahirannya Singapura.
Dan siapa sangka karena pencariannya itu dia justru bertemu dengan seorang gadis yang sangat mirip dengannya dan nyaris tiada beda.
Madina pun ternyata jatuh hati pada pria sama yang gadis itu cintai.
Siapakah wanita itu? dan apakah Madina bisa menemukan sang ayah?
simak cerita Madina bukan anak haram season 2 ya ..tentunya dengan tokoh dan cerita yang berbeda.
MARKICA (Mari kita baca)
happy reading all 🥰
semoga terhibur
jangan lupa tinggalkan jejak like vote dan komentarnya di setiap bab ya 🙏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maheer qirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sedang apa kamu disini?
Madina pun keluar dari mobil dan perlahan mulai melangkahkan kakinya menuju perusahaan besar tersebut.
Namun tanpa sebab apapun perasaan Madina tiba-tiba saja merasa tidak enak.
"Kenapa hatiku sangat tidak tenang ya? Rasanya hatiku gelisah sekali? Kenapa?"
Ucap hati Madina saat masuk kedalam perusahaan.
"Maaf mbak ada perlu apa?"
Tanya seorang resepsionis di kantornya.
Madina terdiam sejenak dan menarik napasnya panjang.
"Saya mau bertemu dengan pemimpin perusahaan ini ?"
Jawab Madina.
"Apa anda sudah ada janji dengan beliau?"
Madina pun menunduk dan mengatakan jika dirinya tidak mempunyai janji, namun dia harus bertemu dengan beliau karena ada ayang ingin dia sampaikan padanya.
"Saya tidak ada janji dengan beliau mba! Tapi saya harus menyampaikan sesuatu yang penting dengan beliau? Saya mohon"
Pinta Madina memohon padanya.
Resepsionis pun coba menghubungi Zamrun terlihat dahulu.
"Maaf pak ada seorang gadis yang ingin bertemu dengan bapak, dia tidak mempunyai janji namun gadis ini bersikeras ingin menemui bapak"
"Siapa namanya."
Resepsionis menanyakan nama Madina. Namun Madina menjawabnya dengan menggunakan nama depannya.
"Ameena "
Karena sedang tidak terlalu sibuk akhirnya Zamrun pun mempersilahkan gadis itu untuk masuk ke ruangannya.
Sang resepsionis pun mengantarkan Madina masuk ke ruangan Zamrun.
"Terima kasih mbak?"
Ucap Madina berterimakasih.
"Sama Sama".
Madina pun memberi salam dan mengetuk pintu ruangan Zamrun.
"Assalamualaikum "
"Masuklah"
Jawab Zamrun tanpa menjawab salam Madina, dia pun meminta Madina untuk duduk dan langsung mengatakan apa maksud dan tujuan datang ke ruangannya.
"Terima kasih pak, sebelumnya saya mohon maaf karena mungkin kedatangan saya mengganggu waktu bapak, namun saya hanya ingin mengucapkan terima kasih untuk semua kebaikan bapak pada saya"
"Maksud kamu? kebaikan apa yang telah aku perbuat untuk mu."
Tanya Zamrun penasaran dan mulai melihat Madina yang sedang tertunduk.
Perasaan Zamrun pun mulai merasa aneh, dia merasa sakit di perut bagian bawah tepat di bagian ginjal hingga satu tangannya memegang sebelah perutnya.
"Maafkan saya pak sebenarnya saya adalah perempuan yang kemarin di rawat di rumah sakit yang semua biayanya bapak tanggung semua"
Jawab Madina yang tertunduk karena merasakan hal yang serupa dengan Zamrun.
Sakit di bagian ginjal kanan dan kirinya.
Zamrun sempat penasaran mengapa gadis itu menunduk, diapun bertanya siapa nama Madina dan dari mana asalnya.
"Jadi kamu gadis pemberani yang telah menyelamatkan keponakan ku, luar biasa kamu sungguh wanita yang pemberani"
"Jadi pria yang malang itu adalah keponakan bapak? Lalu bagaimana sekarang kabar keponakan bapak?"
Tanya Madina yang tidak tahu jika seandainya pria yang dia selamatkan adalah Jonathan.
"Alhamdulillah keponakan saya berangsur membaik, bahkan saat ini dia pasti sedang kuliah untuk pertama kalinya"
Jawab Zamrun coba bersikap ramah untuk menutupi rasa sakit di perutnya. Begitupun dengan Madina dia juga berusaha kuat dan menahan rasa sakit di bagian ginjalnya agar tidak merubah mood nya bicara pada seorang CEO berlian terkaya.
"Siapa nama mu nak?"
Tanya Zamrun membuka kacamatanya
"Nama saya Ameena nur... "
"Siang paman!"
Seseorang masuk kedalam ruangan Zamrun dan memotong pembicaraan Madina dengannya.
Madina yang merasa sangat kesal karena pembicaraannya di potong melihat ke arah pemuda gagah yang datang ke ruangan Zamrun.
Namun alangkah terkejutnya Madina saat melihat siapa yang datang ke ruangan Zamrun.
Begitupun dengan pari tersebut.
"kamu.. Sedang apa kamu disini?"