NovelToon NovelToon
Bukan Pengantin Pilihan

Bukan Pengantin Pilihan

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Tamat
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nyonya_Doremi

Hanania terpaksa harus menjalani pernikahan tanpa cinta dengan Jerry bagaskara, anak dari Wibowo Bagaskara.
Karena Hanania ingin membawa kasus ini ke polisi, Jerry memutuskan untuk menikahi Hanania meskipun dengan sangat-sangat terpaksa karena ia tidak mau mendekam di penjara.
Tak lama setelah kejadian itu, Hanania pun hamil darah dagingnya.
Namun, masalah tak berhenti disitu saja, setiap hari, Hanania harus menghadapi sikap Jerry yang setiap hari juga membuatnya terluka, hingga suatu hari, Hanania memilih untuk menyerah dan menuntut cerai Jerry di saat laki-laki tampan itu sudah mulai mencintai istrinya.
Bagaimana nasib rumah tangga mereka? Apakah mereka akan lanjut dengan hidup bahagia, atau malah berakhir dengan perp

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyonya_Doremi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

"Sebentar ya, tante panggilin Hanania dulu ke kamarnya," ucap ibu Rini meninggalkan Jerry sendirian di ruang tamu.

'Jadi ini rumahnya si cewek sombong itu. Sederhana sekali, tapi kok nyaman ya?' batin Jerry mengamati sekeliling rumah Hanania yang jauh lebih kecil dari rumah yang ia tempati saat ini.

***

Tak lama kemudian, ibu Rini dan juga Hanania pun keluar. Melihat cantiknya Hanania, membuat mata Jerry tak dapat berkedip. Biasanya, gadis cantik itu selalu menggunakan kemeja di padukan dengan rok selutut dan rambut yang di kuncir kuda. Namun kini ia tampil dengan rambut yang bergelombang dan gaun selutut yang menambah cantiknya penampilan Hanania.

"Ha.. Hana. Kamu. Kamu sudah siap?" tanya Jerry gelagapan.

"Sudah pak. Apa kita akan pergi sekarang?" tanya Hana balik.

"Eh, tunggu, jangan buru-buru. Hmmmm, nak Jerry mau minum apa? Tante bikinin minum dulu ya," tawar ibu Rini yang hendak pergi ke arah dapur.

"Ah, nggak usah tante. Kebetulan saya dan Hanania akan makan malam di rumah saya. Jadi minumnya lain kali saja ya tante. Sekalian, saya pamit pergi dulu dengan Hana," tolak Jerry lalu mencium tangan ibu Rini.

"Ah, baiklah kalau begitu. Ya sudah, hati-hati di jalan ya. Tante titip Hanania," jawab ibu Rini mengizinkan anak dan calon menantunya itu pergi.

"Past tante," balas Jerry menggandeng tangan Hana meninggalkan rumah itu.

"Aku pergi ya bu," ucap Hana lalu masuk ke dalam mobil mewah itu.

Sepanjang perjalanan menuju rumah Jerry, Hana hanya bisa diam. Ia tak tau harus membahas soal apa. Begitu juga dengan Jerry. Beberapa saat kemudian, mereka pun tiba di pekarangan rumah keluarga Wibowo yang megah dan juga mewah.

Halamannya saja sudah hampir seukuran rumah milik Hana.

"Hana, ingat ya. Jika nanti mama saya nanya kita kapan pacarannya, kamu bilang saja sudah lama. Dan kamu ingat, jangan malu-maluin saya," ucap Jerry sebelum turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobilnya untu Hanania.

"Ayo, ngapain berdiri di situ," ucap Jerry menarik tangan Hana.

"Hmmmmmm, pak," panggil Hana menahan langkah Jerry.

"Ada apa lagi Hana?" tanya Jerry menggeraman.

"Saya.. Saya gugup sekali," jawab Hana menundukkan kepalanya.

"Sudah, nggak usah gugup. Mama saya itu tidak makan orang. Dan ingat, jangan panggil saya pak di saat berhadapan dengan mama saya. Pake panggilan lain saja," perintah Jerry membuat Hana bingung.

"Panggil apa pak? Apa saya panggil abang saja?" tanya Hana membuat Jerry kesal.

"Abang, abang,. Kamu pikir saya ini tukang bakso apa? Panggil saja mas atau...," ujar Jerry terputus.

"Atau apa pak?" tanya Hanania penasaran.

"Atau.. Atau sayang gitu. Pokoknya jangan pak dan abang," jawab Jerry membuat pipi Hanania memerah.

"Hmmmmm, ya sudah, kalau gitu saya panggil mas saja," ujar Hanania merasa lebih nyaman.

"Ya sudah, terserah kamu saja. Ayo masuk. Pegang tangan saya," jawab Jerry meraih telapak tangan Hanania.

Setibanya di dalam, mereka berdua langsung di sambut oleh Ajeng, mama dari Jerry.

"Hai selamat datang. Akhirnya kalian datang juga," ucap Ajeng menatap Hana dari atas hingga bawah.

"Hai juga ma. Apa kami boleh masuk?" tanya Jerry mengernyitkan keningnya.

"Ah, oh iya, silahkan masuk. Oh ya Jer, siapa wanita ini? Apa dia calon istrimu?" tanya Ajeng lagi seketika membuat Hanania menundukkan pandangannya karena malu.

"Iya ma. Kenalin, ini Hanania, calon istriku. Dan Hana, kenalkan ini mama ku," jawab Jerry lalu memperkenalkan keduanya.

"Hmmmmm, selamat malam tante, kenalkan, nama saya Hanania," ucap Hanania memperkenalkan dirinya dengan sopan.

"Selamat malam juga Hanania. Kenalkan, tante mama Ajeng, mamanya Jerry. Ayo, kita langsung saja kemeja makan. Takut makan malamnya keburu dingin," balas Ajeng mengajak Hanania ke ruang makan dan meninggalkan Jerry begitu saja.

"Loh, kok cuma si Hana sih yang di ajak? Trus gue gimana?" protes Jerry mengikuti langkah mamanya dan juga Ajeng.

Setibanya di meja makan, Ajeng pun langsung menghidangkan makanan untuk Hanania. Wanita cantik itu nampak sangat senang sekali.

"Hmmmm, tante, nggak usah repot-repot. Biar saya sendiri saja," ucap Hanania merasa tidak enak.

"Sudah, kamu tenang saja. Kamu adalah tamu spesial saya malam ini. Jadi saya akan memperlakukan kamu dengan baik," balas Ajeng sembari mengambilkan lauk untuk Hanania.

"Loh, aku nggak di ambilin ma?" protes Jerry saat melihat mamanya sudah mulai menyuap nasi ke mulutnya.

"Kamu kan bisa sendiri Jerr. Biasanya juga ngambil sendiri kan?" ujar Ajeng melanjutkan makannya.

Mendengar jawaban sang mama membuat Jerry terlihat kesal dan juga malu. Kehadiran Hanania seolah membuat Jerry kehilangan perhatian dan kasih sayang sang mama tercinta.

"Hmmmmm, Hana, kamu dan Jerry sudah lama berpacaran?" tanya Ajeng membuat Hanania menghentikan makannya.

"Su.. Sudah tante,," jawab Hanania gelagapan.

"Tapi ko selama ini tante nggak tau ya?" tanya Ajeng lagi.

Hanania nampak diam dan menatap ke arah Jerry untuk sebentar. Ia seolah menagih jawaban yang menurutnya hanya Jerry yang mampu menjawabnya.

"Itu karena aku yang nyuruh mama. Mama kan tau sendiri, aku ini seorang ceo. Jika aku memberi tahu orang banyak, takutnya nanti pihak lawan akan mengambil kesempatan dari sini mama," jawab Jerry mewakilkan jawaban dari Hanania.

"Iya juga sih. Kamu memang benar.

Oh ya, lalu kapan kalian akan menikah?" tanya Ajeng membuat Jerry dan Hanania nampak berpikir keras.

"Secepatnya ma. Aku akan bilang hal ini dulu kepada papa dan meminta pendapatnya," jawab Jerry lagi.

"Ok, kalau begitu mama tunggu kabar bahagianya dari kalian," ucap Ajeng lagi.

Setelah acara makan malam berjalan dengan lancar, Ajeng pun meminta Hanania untuk duduk santai di ruang keluarga.

Ajeng bermaksud ingin membahas masalah pernikahan yang dikatakan anaknya beberapa waktu yang lalu.

"Hmmmmmm, Hana, saya mau bertanya sama kamu. Apa kamu benar-benar mencintai anak saya Jerry?" tanya Ajeng membuat Hanania menundukkan pandangannya. Hana sendiri bingung harus menjawab apa kepada mamanya Jerry.

'Aku telah berbohong kepada ibu. Apa aku harus berbohong lagi kepada tante Ajeng?' batin Hanania nimbang.

"Hanania, ayo katakan. Jangan malu," ucap Ajeng lagi. Ia merasa jika Hanania tidak pede untuk mengungkapkan perasaannya.

Hanania yang tertunduk itu kemudian mengangkat kepalanya dan menatap Ajeng sekilas. Ia kemudian menganggukkan kepalanya dan berkata iya dengan sangat pelan sekali. Bagi Hanania rasanya sudah kepalang basah. Jika Hanania mengatakan tidak, maka Jerry pasti akan sangat marah sekali padanya.

"Hhhhh, Hanania, tante senang sekali jika kamu ternyata memang mencintai Jerry. Tante yakin sekali bahwa kamu adalah wanita yang hebat. Asal kamu tau Hana, tak ada satu wanita pun yang bisa meluluhkan hati Jerry. Dan kamu barulah orang satu-satunya yang berhasil.

Hana, tante harap kamu bisa menjaga Jerry. Dia itu sebenarnya anak yang baik. Hanya saja karena sikap dinginnya, ia seolah terlihat sombong sekali," ucap Ajeng menceritakan sifat anaknya yang jauh dari kenyataannya.

Hanania tau sendiri jika Jerry adalah seorang casanova yang suka bermain wanita. Bahkan satu kantor pun sudah tau. Selain itu Hanania juga tau jika Jerry adalah seorang ceo yang dingin.

1
TutyAzis
lanjut
Titin Latifah
semangat kakak
Eneng Juhaeti
lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!