Menceritakan keluarga sombong yang sangat kaya di kota namun di benci banyak orang.
Ada seorang petani yang pernah datang untuk meminjam uang pada keluarga yang kaya ini untuk berobat anaknya yang sedang sakit parah.
Tak di sangka bukannya pertolongan yang di beri oleh keluarga kaya ini tapi tindasan yang bertubi-tubi pada petani ini.
Karena tersinggung dan tidak terima akan perlakuaan keluarga kaya, petani membantai semua keluarga sombong itu.
Hingga akhirnya rumah itu sangat angker, arwah keluarga yang kaya dan sombong itu penuh dengan kebenciaan dan dendam.
Berpuluh tahun kemudian ada sepasang suami istri yang membeli rumah keluarga sombong itu dengan harga murah, tak di sangka ternyata rumah itu berhantu.
Namun sang istri ternyata bisa berkomunikasi dengan arwah yang penuh dendam itu, Apa yang akan terjadi dengan sepasang suami istri serta keluarganya? Akankah misteri di balik pembantai itu akan terungkap?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alsya suci maesya putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Rumah Sakit 3
**Happy reading readers♡♡
Selamat membaca readers tercinta, semoga suka dengan ceritaku♡♡
Jangan lupa di beri like, vote, rate5 dan jadikan favorit ya readers♡♡
Mohon dukungan nya ya readers tersayang dan tercinta, dukungan kalian sangat berarti bagi author.
Aku tunggu nih jejak nya readers tersayang♡♡
Semoga selalu di berikan kesehatan.
Salam hangat dari author♡♡
#alsya suci maesya putri**
》》》》》》》》》》
A apa itu? Kenapa tiba-tiba ada tulisan di kaca itu? Tulisan itu merah kental seperti darah yang bertuliskan "Pembunuh!".
Siapa yang menulis tulisan itu? Apa maksud nya? Mengapa tulisan itu di buat dengan darah?
Mengapa tulisan itu di tunjukan ke padakuu? Apa hubungannya dengan ku? Aku tidak pernah membunuh orang!
Vivian takut gemetaran menggenggam erat tangan Lio.
"Hmm, kamu kenapa Vi? Tanganmu tiba-tiba jadi dingin dan gemataran?" Lio terbangun mengucek mata.
"I itu kakak!" Vivian menutup matanya dan menunjuk ke arah kaca yang ada tulisan dari darah.
"Itu apa Vi? Tidak ada apa-apa di sana!" Lio melihat ke arah yang di tunjuk Vivian.
Vivian membuka mata dan melihat ke arah kaca yang ada tulisan dari darah.
Vivian terkejut melihat kaca yang tadinya ada tulisan dari darah tiba-tiba menghilang bersih tak ada sedikit jejak pun yang tinggal di kaca tersebut.
"......." Vivian melihat aneh ke kaca.
"Vi kamu kenapa? Kamu lihat apa Vi?" Tanya Lio melihat Vivian.
"Tak apa Kak, mungkin aku salah lihat kak." Vivian berbaring di kasur pasien.
"Hmm, ya sudahlah, istirahat yang banyak ya Vi! Semoga cepat sembuh." Lio mengelus kepala Vivian.
"Iya Kak." Vivian tersenyum menutup matanya.
"Hmm." Lio tersenyum mengelus kepala Vivian.
Lio terus mengelus Vivian hingga tertidur.
Akhirnya Vivian tertidur juga, kasihan sekali istriku ini, semoga Vivian cepat sembuh.
Hatiku terasa sangat sakit melihat Vivian seperti ini, tubuhnya yang lemah, suhu tubuhnya panas dan banyak luka goresan di tangan dan kakinya yang putih bersih dan lembut.
Maafkan suamimu ini Vi! Yang gagal melindungimu hingga kamu menjadi tersiksa seperti ini.
Untuk selanjutnya aku akan selalu melindungi kamu dan aku tak akan biarkan kamu terluka lagi.
Lio menangis melihat Vivian yang tertidur di kasur pasien.
Lio menghapus air matanya berdiri dan mencium kening Vivian.
Aku dan Vivian belum ada kabar dari pagi, sekarang udah mau malam, aku akan mengabari Ibu dan Cia dulu, aku takut nanti Ibu dan Cia akan khawatir dengan aku dan Vivian.
Lio berjalan pelan meninggalkan Vivian yang tertidur di kasur pasien menuju luar ruangan.
Lio menelpon Ibu dan Cia.
"Hallo Ibu?" Lio memulai pembicaraan.
"Iya Yo, kamu dimana kok belum pulang? Sebentar lagi waktunya kita makan malam bersama di rumah Yo." Tanya ibu Lio.
"I itu Ibu, aku hari ini tak pulang Bu, Ibu makan sama Cia saja dulu, aku dan Vivian tidak bisa pulang Bu " Jawab Lio kepada ibunya.
"Loh, kenapa Yo? Memangnya ada apa sampai kamu dan Vivian tak bisa pulang hari ini?" Tanya ibu Lio.
"I ini Bu, aku dan Vivian sekarang di rumah sakit...." Lio ingin menjelaskan pada ibunya namun pembicaraan Lio langsung di potong oleh ibunya.
"Rumah sakit!!!! Siapa yang sakit??? Kamu jangan main-main ya dengan kata rumah sakit! Jangan buat ibu takut!" Ibu Lio khawatir.
"Tenang Ibu, jangan khawatir, aku baik-baik saja Bu, tapi Vivian..." Lio mencoba memberi tau ibunya, namun ibunya memotong pembicaraan Lio karena khawatir.
"Vivian kenapa Yo??" Tanya ibu Lio penasaran dan khawatir.
"Tenang Ibu, Vivian mengalami demam tinggi jadi Vivian harus di rawat di rumah sakit dulu Bu." Jelas Lio pada ibunya.
"Lalu bagaimana dengan keadaan menantuku Yo?" Tanya ibu Lio khawatir.
"Sekarang Vivian sudah tak apa Bu, sekarang Vivian sedang tidur Bu, hanya saja panas badannya belum turun Bu." Jelas Lio pada ibunya.
"Kamu tunggu Ibu dan Cia segera ke sana!" Ibu Lio segera berdiri dan pergi ke kamarnya untuk ganti baju.
"Jangan bu! sekarang sudah nanggung, Ibu dan Cia kemari besok saja ya! Sekarang sudah mau malam Bu." Jelas Lio membujuk Ibunya agar tidak khawatir dan tetap di rumah.
"Tapi Yo, Ibu khawatir sama menantu Ibu dan Ibu takut Vivian kenapa-napa, Ibu mau melihat Vivian Yo!" Jelas ibu Lio khawatir.
"Ibu aku mohon ke pada Ibu, Ibu dan Cia di rumah saja kini! Besok datanglah ke rumah sakit ya Bu, Ibu tak usah khawatir pada Vivian, di sini ada Yo Bu yang akan selalu menjaga Vivian." Jelas Lio membujuk Ibu agar tidak marah.
"Baiklah jika kamu memaksa, Ibu akan menuruti perkataan kamu! Besok Ibu dan Cia akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk menantu kesayangan Ibu" Jawab ibu Lio.
"Iya Ibu." Jawab Lio singkat.
"Ya sudah Ibu akan pergi ke rumah sakit bersama Cia besok, kamu jaga baik-baik menantuku itu!" Perintah Ibu pada Lio.
"Iya..." Lio belum selesai bicara namun panggilan sudah di akhiri.
Tut... Tut... Tut... Suara panggilan di akhiri.
Aihh, ibu ini main matikan saja, aku belum selesai bicara, kebiasaan deh ibu ini!
Yang penting aku sudah memberikan kabar ke pada Ibu, jadi Ibu dan Cia tidak akan mengkhawatirkan aku dan Vivian lagi.
Ibu dan Cia pasti akan memarahiku besok! Sudah terbayang Ibu akan menceramahiku abis-abisan.
Dan Cia juga akan memarahiku juga, tapi kalo Cia itu dia pasti deh memarahiku dengan senjatanya.
Senjatanya itu sangat menyakitkan. Senjatanya Cia itu adalah kunci inggris.
Aduh, aku juga harus siap-siap mengeluarkan senjata ku besok, senjata ku besok adalah kaki seribu.
Hehe.. Jadi ingat masa kecil dulu deh.
Hoaamm, mata sangat ngantuk, badanku semuanya terasa sangat letih.
Krakk.. Krakk.. Krakk..
Suara badan Lio yang mengeliat.
Aihhh, suara tubuhku yang pegal ini seperti kerupuk saja.
Lio membuka pintu ruangan dan berjalan masuk mendekat kepada Vivian yang sedang tidur di kasur pasien.
Vivian terlihat sangat letih, cepat sembuh ya sayang.
Cupp... Lio mendaratkan kecupan di kening Vivian yang sedang tertidur.
Hoaamm.. Aku ngantuk sekali, ku mau istirahat dulu di dekat istriku.
Bersambung.....
》》》》》》》》》》》》》》》》》
"Hai Readers! Jangan lupa ya dukung author, beri like dan vote untuk author, aku mau tidur dulu temani istri aku yang sedang sakit, jangan ngintip ya! da da da readers tercinta. Eh ada yang lupa! Terus ikuti cerita ku dan istri ku ya. Salam hangat dari Lio dan Vivian♡♡" Pesan dari Lio untuk readers.
《《《《《《《《《《《《《《《《《
vivian jg ga bilang aja ke suaminya klo dia bisa lihat mereka 😔😔