NovelToon NovelToon
One Night With Stranger

One Night With Stranger

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / One Night Stand / Tamat
Popularitas:62.5k
Nilai: 5
Nama Author: patrickgansuwu

Abila Cassia Divya, gadis cantik yang baru lulus SMA ini menolak keras perintah papanya untuk melanjutkan kuliah di luar negeri dan memilih kabur dari rumah.

Naas, nasib buruk justru menimpanya. Saat ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang pria dewasa yang berusia sekitar 30 tahunan di sebuah club malam.

Kejadian yang tak terduga pun terjadi, Abila dalam keadaan mabuk sehingga dirinya tak sadar jika dibawa oleh seorang pria ke dalam kamar.

Dan disana lah peristiwa buruk itu terjadi, Abila diperkosa secara tidak sadar oleh pria itu sampai menjelang pagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengganggu

Raden hanya tersenyum mendengarnya.

"Boleh kita bicara sebentar? Mungkin bisa di cafe dekat sini, supaya bicaranya santai dan gak terlalu tegang," ucap Raden.

"Mau bicara apa? Menurut aku, udah gak ada yang perlu dibahas lagi," ucap Abila.

"Kata siapa? Kamu masih hutang penjelasan ke saya, kenapa kamu balikin uang pemberian saya itu?" ucap Raden.

"Ya karena aku bukan cewek begitu, yang habis dipakai terus langsung dibayar," ujar Abila.

Abila emosi dan berniat pergi dari hadapan Raden, tetapi pria itu tak membiarkan ia pergi begitu saja dan malah mencekal lengannya.

"Tunggu Abila! Saya gak ada maksud buat menyamakan kamu dengan perempuan malam loh, saya bayar kamu karena saya ingin kamu gak menyesal telah menyerahkan perawan kamu ke saya," ucap Raden menjelaskan.

"Apapun itu artinya sama aja om, kamu udah merendahkan aku. Dan perlu kamu ingat, malam itu aku mau melakukan itu karena aku dalam pengaruh alkohol," ucap Abila.

"Ya aku ingat dan aku tahu, tapi aku gak nyesel karena tubuh kamu enak Abila," ucap Raden.

"Apa kamu bilang? Enak? Terus kamu mau lagi gitu?" tanya Abila.

"Gak Abila, ayolah saya cuma mau ngobrol sama kamu! Kita ke cafe dekat sini yuk!" bujuk Raden.

"Aku bilang enggak, ya enggak om! Lepasin tangan aku!" sentak Abila.

"Saya gak bisa lepasin kamu Abila, saya butuh maaf dari kamu," ucap Raden.

Abila menggeleng dan mendorong tubuh Raden hingga lengannya lepas dari genggaman pria itu, tanpa menunggu lama ia pun berlari pergi meninggalkan Raden disana.

"Abila, tunggu!" teriak Raden yang langsung mengejar Abila dengan cepat.

"Toloongg toloongg!!" Abila berteriak keras meminta pertolongan dari penghuni mall.

"Mmppphhh!!" dengan cepat Raden membungkam mulut Abila dari belakang dengan telapak tangannya agar gadis itu berhenti berteriak.

"Cukup ya Abila, saya gak mau nyakitin kamu, jadi jangan bikin saya bertindak begitu!" ujar Raden.

Akhirnya Raden melepas mulut gadis itu setelah mendapat anggukan darinya, ia menangkup wajah Abila dan menatapnya serius.

"Ayolah Abila, kamu ikut sama saya sebentar saja!" bujuk Raden lagi.

"Okay, kali ini aku mau ikut dan bicara sama kamu. Tapi, besok-besok jangan harap ya aku bakal mau diajak begini lagi!" ucap Abila.

"Ya gak masalah, yang penting itu sekarang kita bisa bicara berdua Abila. Yuk ikut saya!" ucap Raden beralih menggandeng tangan gadisnya.

Disaat mereka hendak pergi, Hesti yang sudah selesai belanja baju pun tak sengaja melihat mereka berdua disana tengah bergandengan tangan.

"Abila!" teriak Hesti cukup keras mengagetkan keduanya.

"Hesti?" Abila terkejut melihat sahabatnya muncul di depan sana dan menyapanya.

"Lo mau kemana Bil? Tuh cowok siapa, kok pegang tangan lu kayak gitu?" tanya Hesti penasaran.

"Eee bukan siapa-siapa kok," bohong Abila sembari melepaskan tangan Raden darinya.

Hesti tentu tak percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan Abila, ia yakin pria itu kenal dengan Abila dan itu sebabnya mereka bergandengan tangan tadi.

"Lu gausah bohong deh, siapa tuh cowok Abila!" ucap Hesti penuh tekanan.

"Saya Raden, teman pria Abila. Kamu sendiri siapa gadis manis?" ucap Raden mengenalkan diri.

Sontak Hesti terperangah, ternyata pria yang ada di hadapannya itu adalah Raden alias orang yang pernah diceritakan Abila waktu itu.

"Hes, udah yuk kita cabut aja!" Abila menyela obrolan mereka dan langsung menarik tangan Hesti membawanya pergi dari sana.

Raden membiarkan saja mereka pergi, namun ia tersenyum tipis menatap punggung Abila.

Singkat cerita, Abila dan Hesti telah berada di luar mall menjauh dari Raden.

Namun, Hesti tetap saja merasa heran mengapa Abila harus membawanya pergi.

"Bil, kenapa lu bawa gue pergi sih? Gue tuh pengen bicara sama tuh cowok, karena dia yang udah berani renggut kesucian lu," ucap Hesti.

"Udah lah Hes, soal itu gausah dibahas lagi!" pinta Abila pada Hesti.

"Kok gitu sih Bil? Tuh cowok harus dikasih pelajaran tau, biar dia gak seenaknya ambil kesucian orang!" geram Hesti.

"Cukup Hes, gue tuh lagi belajar buat lupain semuanya. Lu tolong dong jangan bahas soal itu dulu di depan gue!" ujar Abila.

"Iya iya, gue gak bakal bahas itu lagi. Tapi, dia tadi ngapain temuin lu?" tanya Hesti.

"Dia sih mau ngajak gue ngobrol berdua katanya di cafe, tapi gue gak tahu dia pengen ngomong soal apa," jawab Abila.

"Oalah, kalo gitu lu jangan mau diajak ngobrol sama dia Bil!" ucap Hesti.

"Gue tadi juga nolak kok," ucap Abila.

"Kalo lu nolak, kenapa tadi lu mau-mau aja dipegang sama dia tangannya?" heran Hesti.

"Eee itu dia maksa Hes, gue udah coba singkirin berkali-kali tapi tetep aja dipegang," ujar Abila.

"Ohh, terus kita mau balik nih?" tanya Hesti.

Abila mengangguk sebagai jawaban.

"Yah padahal kita kan baru berapa menit disini, masih banyak barang yang pengen gue beli tau Bil," ucap Hesti kecewa.

"Terserah lu deh, lu mau pulang apa enggak ya itu pilihan lu," ucap Abila ketus.

"Dih kok gitu? Lu marah sama gue nih?" ucap Hesti.

"Gak marah, siapa yang marah? Lagian ngapain juga gue marah?" elak Abila.

"Oke deh, kalo gitu gue ikut aja balik sama lu. Gak enak juga gue sendirian di mall," ucap Hesti.

"Yakin lu gak nyesel?" tanya Abila.

"Iyalah, buat apa gue nyesel?" jawab Hesti.

"Yaudah lu ikut sama gue, tapi awas ya kalo nanti di jalan lu nyesel terus malah ngomel-ngomel ke gue! Gue gak mau tuh denger yang kayak gitu," ucap Abila.

"Lu percaya aja sama gue Abila, gue gak mungkin begitu kok. Ya paling cuma dikit," ucap Hesti.

Abila memutar bola matanya, sedangkan Hesti masih terus tersenyum renyah berupaya menghibur sohibnya itu.

"Udah yuk kita ke mobil!" ajak Abila.

Mereka bergegas menuju mobil, namun tiba-tiba Raden kembali muncul di hadapannya dan menghalangi jalannya.

"Kamu kok tiba-tiba pergi sih Bil? Bukannya tadi kamu udah setuju buat ngobrol sama saya?" tanya Raden keheranan.

"Ngapain sih kamu ikutin aku? Sana pergi!" sentak Abila.

"Saya gak mau pergi, sebelum saya bicara sama kamu. Lagian kamu kan udah setuju, harus ditepati dong!" ucap Raden.

Abila menatap dengan bingung, ia tak tahu harus berbuat apa saat ini.

"Heh! Lu bisa gak gausah ganggu sahabat gue lagi?! Dia tuh udah gak mau berurusan lagi sama lu, jadi lu ngerti dong!" ucap Hesti tegas.

"Saya gak ganggu Abila kok, saya cuma mau bicara sama dia. Ayolah Abila, kamu mau ya ikut saya sebentar aja!" bujuk Raden.

Hesti hendak bicara, tetapi tertahan lantaran Abila memandangnya sambil menggeleng.

"Okay, aku ikut kamu sekarang. Sorry ya Hes, kayaknya lu harus pulang sendiri deh. Gue mau selesaiin semuanya dulu," ucap Abila.

"Tapi Bil—"

"Gapapa Hes," sela Abila.

Raden tersenyum mendengar ucapan Abila, akhirnya ia bisa mengajak wanita itu pergi berdua.

...~Bersambung~...

...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

1
namia khira
ceritanya kok diulang" trus jdi bingung lho
Reka Widiasari
kenapa mesti diulang crtanya sih kak
Ning Ning
di kasih obat perangsang itu ya ampun aku kasihan pada kekasihnya
pat_pat: gpp kn enak
total 1 replies
Jingga Savanna
lumayan..
pat_pat: mksh ya
total 1 replies
Biduri Aura
dasar Casanova
Biduri Aura
wah Raden kean sangtang jaaahaaat
pat_pat: beda itu bg
total 1 replies
arfan
up
suelastri
crazy up yang banyak tor
suelastri: semangat Yoh semangat
total 2 replies
Zehan Ata
bagus
pat_pat: makasih
total 1 replies
Leriana Macmillan
done👏🏻
Leriana Macmillan
done
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!