Sebuah dunia masa depan, dimana patung-patung para dewa jatuh dari langit, dan hanya dengan mengucapkan nama dewa/kisah dewa seseorang akan memperoleh warisan para dewa, dan juga tentang kengerian semesta, dimana para jenius dari seluruh alam semesta akan memperebutkan Takhta Kaisar Agung!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rlll0411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
Qian Yu tidak peduli dengan si anak gemuk, dia berjalan menuju jalan ketiga sendirian, dengan anak tangga yang tersusun keatas di setiap jalan. Berbeda dengan dengan dua lorong lain-nya yang dihiasi dengan bunga-bunga, lorong satu dan dua tampak mewah dan indah.
Lorong ketiga hanyalah jalan anak tangga biasa tanpa dekorasi apapun.
Melihat ketegasan Qian Yu, si anak gemuk terjebak dalam keraguan, akhirnya dengan gigi terkatup dia mengikuti Qian Yu, "Jangan tipu-tipu aku ya! Kalau tidak, ketika pulang pasti akan kena pukulan dari ayahku!"
Sampai di puncak panggung, Qian Yu baru sadar bahwa hanya ada dia dan si anak gemuk di depan patung dewa Sun Wukong, berbeda dengan patung Zeus dan Mikael yang dikelilingi hiasan.
"Hahaha, lihatlah, Qian Yu dan Hao Pangzi benar-benar memilih patung kera itu! Sungguh lucu."
Seorang pria di depan patung Zeus tertawa besar, dia adalah teman sekelas Qian Yu yang sering berseteru dengan-nya.
"Qian Yu malah memilih patung kera? Sungguh menggelikan, sampah tetaplah sampah, bahkan dengan keempat senior berbakat sekalipun tidak bisa mengubahnya."
"Dan Hao Pangzi ikut-ikutan bersamanya, benar-benar diselimuti lemak babi."
Guru Li di bawah panggung agak tidak senang, Hao Pangzi adalah salah satu elite di kelasnya, tapi hari ini malah melakukan hal bodoh dengan Qian Yu?
"Pangzi, segera turun, pergilah kedepan patung Raja Dewa Zeus atau Malaikat Agung, janganlah karena semangat persaudaraan sesaat, mengakhiri masa depanmu sendiri."
Hao Pangzi mendengar ejekan dan cemoohan orang-orang dan teman sekelasnya, dia mulai merasa cemas.
"Qian Yu, apakah kamu bisa melakukan-nya?"
"Jangan khawatir."
Qian Yu melihat sekeliling dengan dingin, "Apa hak kalian untuk mencemooh sosok Dewa?"
"Qian Yu, jangan bercanda, semua orang tahu bahwa kera ini hanyalah se-ekor binatang dewa saja, jauh di bawah tingkat dewa, bagaimana mungkin di bandingkan dengan Raja Dewa Zeus dan Malaikat Agung Mikael."
"Ya benar, warisan binatang Dewa sebagian besar manusia tidak dapat menggunakan nya, di Barat ada seseorang yang membangkitkan se-ekor ular naga Dewa, namun yang dia terima hanyalah ilmu teknik serangan binatang liar."
"Patung dewa ini hanya di pajang disini untuk dekorasi semata, kamu tidak mungkin menganggap ini adalah kesempatan besar tersembunyi 'kan?"
"Hahahaha~"
Qian Yu tidak dapat menahan tawa saat menyadari bahwa mereka benar-benar menganggap Sun Wukong sebagai binatang Dewa Kera?
"Apakah Qian Yu kehilangan akal? Bagaimana mungkin dia tertawa seperti itu!"
"Dia benar-benar menyia-nyiakan ketampanan, apakah ada orang tampan yang gila dan idot seperti dia di dunia ini?"
"Huh, anak ini benar-benar tidak bisa diselamatkan lagi."
Para siswa yang berdiri di depan patung Zeus dan Mikael mengomentari Qian Yu dengan nada meremehkan.
Si anak gemuk yang agak gugup meraih kerah Qian Yu, "Qian Yu, bisakah kamu membawaku terbang?"
"Jangan khawatir, kamu adalah sahabatku, bagaimana mungkin aku akan menipu sahabat?" Qian Yu tersenyum tipis.
Di atas panggung, seorang tuan tua yang memimpin upacara memanggil dewa menghela nafas, dan seketika tekanan tak kasat mata menimpa semua siswa yang hadir, seketika keheningan menyelimuti ruangan, hanya suara napas tegang para siswa yang terdengar.
"Harap melakukan pemanggilan dewa dengan tertib, meskipun tidak mendapat berkah dewa, jangan teriak-teriak dengan keras!"
Tuan tua tersebut mengenakan jubah rohani emas mewah, seperti seorang uskup agung dari zaman kuno, namun jubahnya lebih megah dari pada itu.
"Tian Zhong!"
Tian Zhong adalah siswa yang sebelumnya telah mencemooh Su Yu, berpenampilan sederhana tanpa kesan kemewahan, namun memiliki bakat yang unggul, dianggap sebagai salah satu siswa elite terbaik di Perguruan tinggi Zero One.
"Panggil nama Dewa!"
Setelah Tian Zhong memanggil nama dewa, ketika suaranya reda, patung Dewa Zeus mulai bersinar dengan cahaya biru yang memancar, sinar dari matanya menembus langsung ke dahi Tian Zhong!
Petir-petir kecil berputar di sekitar tubuhnya, membuat semua orang yang hadir di bawah panggung terkejut, sementara Siswa yang mengantri di belakangnya menunjukkan raut wajah cemburu.
"Ini adalah kekuatan Petir Zeus! Elemen utama paling kuat yang dimiliki oleh Raja Dewa Zeus! Ternyata Tian Zhong mendapatkan kemampuan elemen terkuatnya!"
"Di antara dua putaran sebelum anak Tian Zhong tidak ada yang mendapat berkah dewa, tapi sekarang ada yang mendapatkan atribut Petir?"
"Perguruan Tinggi Zero One semakin berkembang! Bahkan siswa terlemah di sini bisa masuk dalam peringkat tinggi!"
"Hanya tinggal tiga bulan sebelum ujian besar dimulai, jika pemuda ini bekerja keras, mungkin dia bisa masuk ke Akademi Tinggi Yanhuang."
Kegembiraan mulai merebak di bawah panggung, seorang biarawati orang tua yang memimpin upacara melirik, menunggu Tian Zhong bangun dari kesadaran-nya sebelum mendekatinya.
"Pemuda, apakah kamu ingin bergabung dengan Akademi Langit kami? Kekuatan yang kamu bangkitkan adalah kekuatan dari Dewa Raja Zeus hanya Keluarga Dewa Langit kami yang bisa membantu membangkitkan kekuatanmu sepenuhnya!"
"Akademi Langit di bawah Keluarga Dewa, dan adalah peringkat satu di dunia."
Lelaki tua lain di sampingnya yang sama-sama menggunakan jubah emas mewah agak tidak senang, "Pemuda, kami juga memiliki kekuatan yang tak kalah, terang dan jelas! Generasi muda kami memiliki Anak-anak Dewa, dan mereka pasti akan melampaui Keluarga Dewa!"
"Akademi Cahaya memiliki tenaga pengajar yang kuat, meskipun berada di bawah satu tingkat dari Akademi Raja Dewa, tapi di sini banyak sekali siswi yang cantik!"
Qian Yu menahan tawa di samping, bibirnya sedikit terangkat, melihat bagaimana Tian Zhong menjadi pusat perhatian, menjadi rebutan dua kekuatan utama yang dominan.
"Pemuda! Sebagai warga Negara Dahua! Bagaimana mungkin kamu bergabung dengan kekuatan barat! Tetaplah di timur, berbaktilah pada Negara! Seorang pria sejati harus bisa berkorban demi Negaranya sendiri!"
Tuan tua dari timur di bawah panggung mengungkapkan kekhawatiran-nya, berbicara sedikit terburu-buru.
"Timur tidak ada dewa satupun, buat apa aku tetap di sini?!" Kata Tian Zhong dengan lantang.
Tuan tua dari Dahua terdiam, mulutnya terbuka ingin mengatakan sesuatu, tetapi akhirnya tidak bersuara, hanya menghela nafas berat.
Qian Yu merasa bingung mendengar ucapan itu, Timur tanpa Dewa? Apa maksudnya itu?
Ia mulai menggali ingatan-nya, namun tak menemukan jejak memori semacam itu.
"Si Gemuk, mengapa dia bilang timur tanpa Dewa? Bukankah ada Dewa di timur dan barat?"
Si Gemuk terdiam sejenak ketika mendengar pertanyaan yang seperti itu dari Qian Yu, lalu ia mengulurkan tangannya kedepan Qian Yu dan menempelkan-nya di dahinya, "Yu Ge, kamu tidak mungkin kehilangan ingatan 'kan?"
Mendengar pertanyaan itu Qian Yu menggelengkan kepalanya dua kali.
Qian Yu menatap Si anak gemuk dengan tatapan tajam, dia jelas tidak mungkin kehilangan akal!
"Qian Yu, memang benar bahwa Timur tidak memiliki Dewa. Selama ribuan tahun, semua kemunculan Dewa berasal dari Barat, meskipun aku yakin bahwa timur pasti memiliki Dewa, namun tanpa ada panggilan, kita semua tidak bisa membantah perkataan orang-orang Barat.
"Hingga saat ini, semua orang dari Timur menghela nafas, enam ratus tahun yang lalu ada seorang anak dewa yang muncul, pada saat itu dia menyebut dirinya sebagai Dewa Timur, namun hanya bertahan sepuluh hari sebelum menghilang, menyebabkan keraguan di kalangan manusia Timur, apakah dia benar-benar Dewa Timur?"
"Anak itu mengklaim menerima warisan dari dewa Timur yang mana?"
"Dari Tetua Murni Matahari, Lü Dongbin!"